
Zyva yang tadi sama sekali tidak Penasaran, kini jadi ikutan kepo gara-gara Dena. Saat ia melihat foto laki-laki yang bersama Liza, ia pun langsung mencebik kesal.
"Ck, Denaa. Ini mukanya gak jelas siapa." ucap Zyva yang sama sekali tidak mengenali sosok laki-laki di ponsel Dena.
"Tapi lihat dong postur tubuhnya." Dena mulai memperbesar layar ponselnya. Sedangkan Zyva langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku juga gak tahu itu siapa." jawab Zyva.
Dena membuka akun milik orang lain dan memperlihatkan kepada Zyva.
"Yuda?" tanya Zyva saat melihat nama instagram dan Dena pun mengangguk.
"Maksud kamu, Yuda itu pacaran sama Liza?" tanya Zyva sambil menscroll foto instagram Yuda ke bawah.
"Yap, tepat sekali."
"Terus masalahnya apa?" Zyva kali ini tidak paham dengan Dena dan mengembalikan ponselnya.
"Ya Ampuun Zyva, sekarang gini deh. Kenapa mereka harus backstreet? Dan kenapa juga tidak ada foto Liza sama sekali di instagram Yuda?"
"Udah jangan mikir macem - macem deh. Mendingan kita ngomongin hal lain aja." ajak Zyva. "Kamu juga nih kepo bener sama urusan orang lain."
"Bukan kepo juga, Zy. Aku hanya curiga ada sesuatu yang direncanakan oleh Yuda. Kamu masih inget kan gimana dulu dia waktu di SMA." ucap Dena.
"Bisa jadi sih Dena. Cuma biarin aja lah." tukas Zyva yang tidak mau ambil pusing.
...🍀🍀🍀...
Sedangkan di sisi lain, Liza dan Yuda sedang menghabiskan malam mereka di apartemen milik Yuda. Sudah saat mereka menjadi sepasang kekasih, Liza sangat sering diajak oleh Yuda untuk ke apartemennya.
"Kamu makin hari makin cantik aja sih, Liza." puji Yuda yang sudah menyandarkan kepalanya di pangkuan Liza.
Liza pun tersenyum sambil mengusap kepala Yuda. "Gombal ih." balas Liza.
"Ini juga makin hari makin menantang aja." tukas Yuda mengusap da da milik Liza hingga ujungnya sangat terasa di tangan Yuda.
"Kamu juga loh yang bikin jadi kayak gini. Salah siapa kalo ketemu selalu aja jadi bayi." gerutu Liza membuat Yuda semakin gemas.
__ADS_1
"Tapi kamu juga suka kan?" tanya Yuda yang terus saja menggerakkan telapak tangannya ke tempat Favorit nya.
"Emm, gimana yaaa?" Kali ini Liza menggigit bibir bawahnya karena sudah mulai terbawa oleh permainan tangan Yuda.
"Jangan di gigit bibirnya dong. Ini kan punya aku. Biar aku aja yang gigit." ucap Yuda yang langsung menempelkan bibirnya ke bibir Liza dan keduanya kini saling membalas satu sama lain.
Tidak sampai di situ, Yuda pun terus membawa Liza ke arah tempat tidurnya dan melanjutkan permainan mereka berdua. Liza dan Yuda sudah terbiasa melakukan hal yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan sebelum saling terikat pernikahan.
Namun, aturan seperti itu tidak lagi berlaku untuk mereka yang kini sedang memadu kasih. Bahkan Liza sering kali yang lebih dulu memulai dan tentunya tidak akan ditolak oleh Yuda yang nota benernya juga sangat menyukai hal itu sejak masa SMA.
"Lizaaa, aku mencintaimu." ucap Yuda di akhir permainan mereka berdua.
"Aku juga sangat mencintaimu, Yuda." balas Liza sambil memeluk Yuda dan menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut.
"Yuuud," panggil Liza. "Kapan kamu mau ngelamar aku?"
"Aku akan melamar kamu setelah uang untuk acara pernikahan kita terkumpul." jawab Yuda.
"Aku gak perlu pesta yang besar, Yuda. Setidaknya kita ada ikatan pernikahan dan itu jauh lebih cukup bagi aku." ucap Liza.
"Liza sayaaang. Kamu tahu kan aku juga masih ada keinginan untuk membalas dendamku dengan Zyva. Dia harus membayar kesalahannya yang lalu padaku."
"Baiklah, kali ini aku akan membantumu. Katakan saja apa yang harus aku lakukan." timpal Liza.
"Yang sangat aku inginkan adalah menodai tu buh seorang Zyvanna Ray. Setelah itu aku akan mempermalukannya dan menjatuhkan harga diri Zyva serendah rendahnya." ucap Yuda.
"Tapi bukan kamu kan Yud yang akan menodai tu buh Zyva?" tanya Liza yaang tidak rela Yuda menyentuh wanita lain selain dirinya.
"Aku tidak tahu, Liza." jawab Yuda membuat Liza langsung memukul lengan Yuda.
"Apa maksudmu dengan tidak tahu, Yuda?" pekik Liza kesal.
"Kamu nih jangan teriak di telinga aku dong. Intinya tenang saja, Liza. Meskipun aku nantinya yang akan menyentuh tu buh Zyva, aku pastikan jika aku tidak akan berpaling darimu." ucap Yuda berjanji.
"Bohong!" gerutu Liza.
Cup! Satu kecupan mendarat di bibir Liza. "Aku tidak bohong, Liza. Percayalah!"
__ADS_1
"Tapi aku cemburu, Yuda!" pekik Liza kesal.
"Aku bukan ingin bercinta, Liza. Aku hanya ingin menghancurkan Zyva." ucap Yuda yang kini tangannya mulai meraup bagian yang paling ia senangi di tu buh Liza.
Liza yang tadinya kesal, kini jadi menikmati permainan Yuda untuk yang kedua kalinya.
"Tapi, Yuda..."
"Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi."
"Zyva jauh lebih cantik. Aku takut kau justru mencintainya dan meninggalkan aku." ucap Liza sambil menikmati permainan Yuda.
Pantas saja saat SMA sudah berapa wanita saja yang menjadi korban Yuda. Ternyata Yuda tidak hanya memperlihatkan pesona dan daya tarik yang ada pada dirinya, tetapi ia juga mampu membuat wanita terbang melayang karenanya.
"Aku tidak akan mencintai seorang Zyvanna Ray. Terlebih aku sangat membencinya." ucap Yuda.
"Aku dengar Zyva dan Devan akan mengumumkan pernikahan mereka bertepatan dengan pernikahan Dena minggu depan." ucap Liza.
"Dan kita harus bergerak cepat Liza. Aku hanya mau minggu depan bukan hanya pengumuman pernikahan mereka berdua, melainkan juga awal dari kehancuran mereka."
"Kau harus bekerja sama dengan ku. Dan setelah misi ini berhasil, aku akan menikahimu dan membawamu pergi dari tempat ini."
"Kemana?" tanya Liza.
"Aku sudah membeli rumah di Bogor dan kita akan tinggal di sana setelah menikah nanti." ucap Yuda membuat mata Liza berbinar.
"Aku akan membantumu, Yuda." ucap Liza dan Yuda pun kembali membuat Liza melepaskan untuk kedua kalinya.
Karena sudah lelah, Liza pun tertidur dan Yuda justru memakai boxer nya dan keluar, menuju balkon.
"Sedikit lagi aku akan mengahncurkanmu Zyva." ucap Yuda sambil menyulut rokoknya
"Aku tidak menyangka, justru orang terdekatnya yang akan membantuku membalas dendam." gumam Yuda.
"Seperti peribahasa, setali dua uang. Cukup satu kali aku melangkah, aku bisa membalas dendamku pada Liza dan juga Zyva. Karena mereka berdua yang sudah bekerja sama untuk melaporkan aku."
Yuda terus menghabiskan rokoknya sambil menyusun strategi. Kali ini ia tidak boleh kalah dari Zyva dan misinya berhasil.
__ADS_1
"Aku sangat tidak sabar bagaimana Zyva terpuruk dan memohon kepadaku." gumam Yuda dengan senyum seringainya.