Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Bukan Ibu Peri


__ADS_3

Setelah merebahkan Zyva di tempat tidur UKS, Adrian langsung memberikan penanganan agar Zyva segera siuman. Benar saja, tak lama kemudian Zyva sudah sadar dari pingsannya. Adrian langsung memberikan teh hangat untuk Zyva.


"Terima kasih Mr." ucap Zyva sambil meneguk teh hangat dari Adrian.


"Lain kali sarapan dulu kalo mau berangkat sekolah." Adrian mengambil roti coklat dan memberikan kepada Zyva. "Kenapa terlambat?" tanya Adrian.


"Bangun kesiangan Mr." jawab Zyva sambil melahap roti coklat yang diberikan Adrian.


Tak lama kemudian Devan datang membawa bubur ayam untuk Zyva. "Selamat Pagi Mr Adrian. Saya yang bertugas di UKS pagi ini." ucap Devan meletakkan bubur ayam untuk Zyva di atas nakas.


"Oh, baiklah. Saya juga ada meeting pagi ini. Speedy recovery ya, Zyva." ucap Adrian meninggalkan ruang UKS.


Zyva yang masih kesal pada Devan langsung membuang muka. Ia langsung bangun dan turun dari tempat tidur.


"Mau kemana?" tanya Devan.


"Ke kelas." jawab Zyva singkat.


Devan langsung menarik Zyva dan mendudukkan di atas kursi UKS. "Makan dulu, baru balik ke kelas." perintah Devan yang kemudian membukakan bubur ayam untuk Zyva.


Aroma bubur ayam yang dibawakan Devan membuat cacing di perut Zyva bertabuhan meminta makan. Tetapi Zyva masih enggan menerima pemberian Devan.


"Aku suapin deh." Devan mulai menyuapi Zyva.


"Sini, aku bisa makan sendiri." ucap Zyva merebut bubur ayam dari tangan Devan.


Baru menyantap satu suapan, Adel, Neffy, dan Dena masuk ke ruang UKS untuk mengetahui kabar Zyva. Akhirnya Devan meninggalkan Zyva bersama teman perempuannya.


"Are you okey, Zy?" tanya Dena tampak khawatir.


"Kamu pingsan tadi, diangkat sama Yuda." ucap Adel sedikit kesal.


"Iyaa, tapi langsung di ambil alih ama Mr Adrian. Baru deh dibawa ke UKS." jelas Neffy.


"Aku gak papa kok. Gak sempet sarapan aja tadi. Ini jawab udah mau ke kelas." jawab Zyva.


Akhirnya mereka berempat pun jalan bersama menuju kelas mereka.

__ADS_1


...***...


Di lain sisi, Mr Adrian dan Mr Luki kini sedang menyesap kopi setelah meeting untuk acara Family Gathering SMA Gelora Internasional.


"Gimana Zyva?" tanya Mr Luki. "Udah ada perkembangan belum pe-de-ka-te-nya?"


Adrian menggelengkan kepalanya. "Berat, Bro." jawab Adrian. "Dia ternyata adik tiri aku. Anak kandung Miss Tina."


"Whatttt??!! Wah parah bener nieh kalo berita ini booming." jawab Luki. "Tahu dari mana kalo Zyva adik tirimu?"


"Kemarin papa sama mama sempet rame di rumah, aku juga kaget kalo Zyva anak mama." jelas Adrian sambil memegang kepalanya.


"Zyva udah tau belum?" tanya Luki penasaran.


"Aku gak tau. Pusing banget nieh. Kenapa harus Zyva coba yang jadi adik aku?" Adrian masih belum menerima kenyataan yang ia dapatkan kemarin.


"Kalo cinta mah gak ngaruh kali Bro. Dia kan adik tiri, bukan adik kandung." ucap Luki menenangkan Adrian.


"Tinggal diperjuangkan aja. Gimana caranya biar papa sama mama kamu setuju." jelas Luki santai.


Adrian terdiam mencoba mencerna kalimat Luki. "Gimana kalo Zyva menolak setelah tahu dia adik tiri aku?"


Akhirnya Adrian setuju dengan usulan dari Luki. Kini waktunya Luki mengajar di kelas Zyva. "Aku ngajar dulu ya, mau titip salam gak buat Zyva?" tanya Luki.


"Mau banget, salam buat Zyva ya." jawab Adrian.


"Bayar dong. Di dunia ini gak ada yang gratis, Bro." balas Luki sambil melambaikan tangannya pada Adrian.


"Dasar orang aneh." umpat Adrian.


...***...


Hari ini, Miss Tina kembali datang ke sekolah untuk bertemu Miss Auryn. Bukan untuk membicarakan masalah sekolah, melainkan membicarakan masalah Zyva.


"Hai, Auryn. Apa kabar?" sapa Tina yang sudah berada di ruangan Auryn.


"Baik Miss Tina, apa ada hal yang penting?" tanya Miss Auryn yang sudah hafal dengan tabiat Miss Tina.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku sudah menemukan putriku Auryn." jawab Tina dengan mata yang berbinar.


"Wah, aku sangat senang mendengarnya. Bagaimana kabar mantan suami anda Miss Tina?" tanya Miss Auryn pura-pura tidak tahu.


"Dia sudah meninggal dunia. Putriku sangat dingin, Auryn. Aku sangat merindukannya. Bisakah kau membantuku untuk lebih dekat dengannya?" tanya Miss Tina to the point.


"Siapa gadis itu?" Miss Auryn masih berusaha pura-pura tidak tahu.


"Zyva. Anak beasiswa di sekolah ini." jawab Miss Tina. "Aku sangat merindukan putriku, Auryn. Bisakah kau membantuku? Setidaknya aku bisa memeluknya seperti dulu." jelas Pristina.


Sayangnya Auryn tidak percaya begitu saja dengan Pristina sama sekali. "Akan aku coba ya. Katakan bagaimana aku dapat membantumu?" tanya Miss Auryn.


"Apa kau bisa aku percaya?" tanya Miss Tina.


"Tentu saja. Bukankah aku juga bekerja padamu." jawab Auryn.


Akhirnya Miss Tina membuka kedoknya selama ini. Selama ini Gelora Internasional tetap milik Ray Pratama, Pristina, dan Zyvanna Ray. Hak kepemilikan tersebut akan jatuh di tangan Zyvanna dan Pristina hanya mendapatkan hak sebesar tiga puluh persen.


Saat perebutan berkas, Pristina tidak membaca secara detail. Selama ini ia terus mencari Zyva hanya dengan tujuan Gelora Internasional menjadi miliknya seutuhnya. Mendengar cerita dari Pristina membuat Auryn semakin geram.


"Kau tidak bisa memaksa Zyva begitu saja, Miss Tina." ucap Auryn seolah-olah mendukung rencananya. "Zyva akan makin jauh denganmu jika kau memaksanya."


"Katakan padaku apa yang harus aku lakukan?" tanya Tina seperti mendapat dukungan.


"Berbuat baiklah pada Zyva, dia pasti sangat merindukanmu. Zyva pasti merindukan sosok ibu kandungnya." ucap Auryn berharap Pristina melupakan keinginan jahatnya pada putrinya sendiri.


"Baiklah, akan aku coba." ucap Pristina.


Jauh di lubuk hatinya ia juga merindukan putri kandungnya yang sudah beranjak remaja. Zyva terlihat sangat cantik dengan gaya tomboynya.


"Oh iya Auryn, aku tidak mau banyak pihak mengetahui bahwa Zyva adalah anak kandungku. Ini pasti akan mempengaruhi semua pendapatanku. Ku mohon rahasiakan semuanya." ucapan Miss Tina membuat Auryn kini sadar bahwa Tina benar-benar tidak ada niatan baik untuk putri kandungnya sendiri.


Tina langsung keluar dari ruangan Auryn. Kali ini Pristina diam sejenak melihat sekeliling SMA Gelora Internasional. Memang makin berkembang terlebih saat Adrian memegang kendali.


Dari ujung terlihat Zyva berjalan bersama ketiga temannya sambil tertawa bersama. Tina ingin sekali menemui putrinya, tetapi ia urungkan niatnya.


"Dia sangat cantik," gumam Pristina. "Tapi saat ini Zyva tinggal dengan siapa jika Mas Ray sudah meninggal?" tanya Tina dalam hati.

__ADS_1


Ia memejamkan matanya mengingat bagaimana ia dulu sangat mencintai Ray Pratama. Tapi, cinta itu hilang saat ia bertemu dengan Clovis yang menurutnya lebih tampan dari pada Ray.


__ADS_2