
Yuda menarik Neffy ke lorong sekolah setelah mereka keluar dari ruangan Miss Auryn.
"Kamu gila ya tarik aku dalam masalah ini? Bukannya kita udah sepakat untuk merahasiakan ini?" tanya Yuda yang tetap masih tidak mau terlibat dalam masalah Neffy.
"Tapi aku udah sangat terdesak Yuuudaaa." jawab Neffy.
"Tapi kamu gak cuma ngelakuin itu sama aku Neffy. Kamu lebih banyak berhubungan dengan Om Clovis yang sekarang jadi papa tiri kamu." sanggah Yuda.
"Toh belum terbukti juga kan kalau anak di perut kamu itu anak aku. Bisa jadi kamu juga melakukan hubungan sama orang lain." tuduh Yuda.
Plak! Tamparan Neffy mendarat mulus di pipi Yuda. "Apa maksud kamu, Yuda?!!" tanya Neffy.
"Kamu hanyalah wanita pe-l*cur bagi ku. Jadi sampai kapanpun aku tidak akan mengakui kalau itu anakku sebelum ada bukti yang jelas. Mulai sekarang kita putus dan tidak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita." jawab Yuda yang kemudian meninggalkan Neffy sendirian.
Neffy langsung terduduk lemas. Ia benar-benar tidak mengira jika Yuda kini menghempaskannya begitu saja. Setelah ia memberikan segalanya pada Yuda.
Selama ini kemewahan yang diberikan Om Clovis juga ia nikmati bersama Yuda. Dan Yuda tidak pernah mempermasalahkan kedekatannya dengan Om Clovis sekalipun, dia justru mendukung Neffy seratus persen.
Tapi kini semua benar-benar berubah. Disaat Om Clovis sudah tidak lagi menjadi sugar daddynya, Yuda justru meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
"Kamu bener-bener jahat Yuda. Aku gak nyangka kamu sejahat ini sama aku." batin Neffy dalam hati yang kemudian langsung menghapus air matanya dan kembali ke kelas.
***
Bel istirahat pun berbunyi kini Zyva cs memutuskan untuk pergi ke kantin, tetapi Neffy memilih untuk tetap duduk di dalam kelas dengan alasan menyalin catatan pelajaran yabg tadi sempat tertinggal.
Zyva dan teman-temannya yang berjalan menuju kantin pun langsung di hadang oleh Adrian. "Zyva, ikut ke kantor yuk. Ada suatu hal yang penting." ajak Adrian dan Zyva pun langsung mengikuti langkah Adrian.
Adrian mengajak Zyva duduk di ruang yang akan digunakan untuk pertemuan antara orang tua Neffy dan juga orang tua Yuda.
"Mr Adrian, saya rasa Zyva lebih baik duduk dibalik situ." Auryn menunjukkan ruang khusus. "Sebab jika ada yang tahu pemilik sekolah ini adalah Zyva, itu justru akan menjadi pengaruh yang kurang baik." jelas Miss Auryn.
"Emmh, biar Mr Adrian saja yang menggantikan Zyva untuk sementara. Zyva akan duduk saja di sana." ucap Zyva yang belum tahu duduk permasalahannya dengan jelas.
Zyva hanya tahu bahwa pihak sekolah kini memanggil orang tua dari Neffy. Akhirnya Adrian duduk di samping Zyva dan menjelaskan duduk permasalahannya.
"Zyva, kamu hanya ikut mendengarkan saja tanpa harus berbicara apapun. Meskipun nantinya semua keputusan ada di tanganmu dan itu pun secara tertulis." jelas Adrian.
"Oke kak. Emmh, tapi aku lapar. Boleh tidak jika aku beli makanan dulu di kantin?" tanya Zyva.
__ADS_1
"Aku udah siapin makanan plus minuman buat kamu. Jadi kamu gak perlu khawatir kalo lagi laper." jelas Adrian.
"Pasti roti coklat sama air mineral." tebak Zyva yang sudah sangat hafal menu snack yang selalu Adrian bawa.
"Tepat sekali. Ternyata adik perempuanku ini sangat hafal tabiat kakaknya." puji Adrian sambil menyerahkan roti pada Zyva.
Tak lama kemudian papa Yuda datang dan langsung menjabat tangan Auryn karena mereka saling kenal dan bertetangga.
"Selamat pagi Miss Auryn." sapa Tuan Yadi, papanya Yuda.
"Pagi Tuan Yadi, maaf kami harus memanggil anda sepagi ini dan mengganggu kesibukan anda." ucap Auryn membalas sapaan Tuan Yadi.
"No Problem, Miss. Hanya saja sedikit terkejut mendapatkan panggilan mendadak dari sekolahan. Apa kesalahan Yuda, sampai saya dipanggil kemari?" tanya Tuan Yadi pada Miss Auryn.
"Nanti kita akan bahas bersama anak-anak dan juga wali murid satu lagi yang sedang perjalanan kemari." jawab Miss Auryn.
"Apa Yuda berkelahi? Atau bolos sekolah?" tanya Tuan Yadi tidak sabar untuk mengetahui kesalahan putranya.
Belum sempat terjawab oleh Miss Auryn, orang tua Neffy, Mama Mega datang bersama dengan Clovis. Setelah itu Yuda dan Neffy juga datang dan kini semua sudah berkumpul di ruangan pemilik Sekolah.
__ADS_1