
Zyva kini keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sedangkan Devan langsung melemparkan tatapan tajam kepada Zyva.
"Kenapa meninggalkanku begitu saja, sayang?" tanya Devan mendekat ke arah Zyva.
"Hemm, belum ada rumusnya seorang Zyva meninggalkan suaminya. Bukankah justru sebaliknya?" tanya Zyva sambil mengeringkan matanya.
Cup! Lagi lagi kecupan singkat mendarat sempurna di bibir Zyva. "Baiklah, kali ini aku mengalah. Aku akan segera mandi dan nanti kita keluar kamar bersama." ucap Devan sambil masuk ke kamar mandi.
Zyva hanya berdehem dan berjalan ke arah meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Setelah mengeringkan rambutnya, ia pun duduk di sofa kamar dan membuka tab untuk menyicil disertasinya sambil menunggu Devan selesai mandi.
Klek! Pintu kamar mandi terbuka dan kini Devan sengaja memperlihatkan tubuh kekarnya dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya. Tetesan air dari rambut basah Devan membuat dirinya tampak sangat begitu menantang.
Sayangnya Zyva tak menggubris Devan sama sekali dan masih berkutat dengan disertasinya. Melihat Zyva begitu mengabaikannya, membuat Devan semakin sengaja mendekatkan dirinya dan duduk di samping Zyva.
__ADS_1
"Sayang," panggil Devan. "Masih sibuk aja ya?"
"Nggak kok, ini nyicil aja sedikit sambil nunggu kamu selesai mandi." jawab Zyva yang kemudian meletakkan tanya ke meja dan mengalihkan pandangannya ke arah Devan.
Glek! Zyva menelan ludahnya kasar saat melihat penampilan Devan yang sungguh sangat menantang sudah duduk di depannya.
"Mama udah nunggu di bawah loh. Buruan yuk." ucap Zyva menutupi rasa gugupnya.
Bukannya segera memakai bajunya, Devan justru mendekatkan dirinya pada Zyva. "Kapan kita mau malam pertama, sayang?" bisik Devan tepat di telinga Zyva.
"Jangan gugup gitu dong, sayang. Udah gak sabar ya?" tanya Devan mencolek dagu Zyva dan kemudian membenarkan lagi lilitan handuknya.
"Dev, buruan ganti baju." ucap Zyva sedikit mendorong tubuh kekar Devan.
__ADS_1
"Aku udah bilang sama Dena akan turun bersamamu saat makan malam. Bagaimana jika sore ini kita saling olahraga dulu, sayang?" tanya Devan.
Zyva pun mengernyitkan dahinya, "Olahraga?" tanya Zyva yang belum paham dengan maksud ucapan Devan.
"Yap, olahraga di atas tempat tidur." jawab Devan sambil mengangkat tubuh Zyva ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang.
Zyva pun kini sudah tidak mampu berkutik lagi. Ia pun melingkarkan tangannya di leher Devan membuat Devan merekah kan senyum lebarnya.
Devan pun menidurkan Zyva dan kemudian langsung naik ke samping Zyva. "Aku sangat menantikan waktu ini bersamamu, sayang." ucap Devan sambil memainkan rambut panjang Zyva.
"Jangan sekarang, Dev. Aku takut nanti kamu kecewa." ucap Zyva.
"Kecewa untuk apa sayang?" tanya Devan yang makin mendekatkan tubuhnya dengan Zyva. "Aku tahu jika kamu juga menginginkan hal itu. Tenang saja. Aku akan melakukannya dengan perlahan." ucap Devan yang kemudian mendaratkan bibirnya ke bibir Zyva.
__ADS_1
Entah mengapa saat ini menyentuh bibir milik Zyva dengan bibirnya adalah suatu hal yang membuatnya kecanduan. Bahkan kali ini Zyva memberikan akses lebih banyak untuk Devan dan membalasnya dengan sedikit li*r.
Perlahan tangan Devan menyentuh dada Zyva dari balik kaos yang ia gunakan dan terus munuju ke belakang punggung istrinya untuk melepaskan pengait b*a milik Zyva hingga membuat suatu yang indah meny*mb*l di balik kaosnya.