Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Tes Urine


__ADS_3

Sepulang sekolah, Zyva kembali dikumpulkan bersama dengan beberapa siswa yang tertangkap kamera CCTV masuk ke kamar mandi sebelum pelajaran dimulai. Zyva masuk ke dalam ruang BK dan melihat ada seniornya, Kak Mona dan Kak Tera, Nida, Dini, Bi Sum penjaga kantin dan juga ___


"Neffy," panggil Zyva. "Kamu disini juga?" tanya Zyva tercengang dan Neffy hanya mengangguk.


"Aku terekam CCTV saat masuk ke kamar mandi." jawab Neffy dan membuat Zyva ber oooh ria.


"Kalian tahu, kenapa saya kumpulkan disini?" tanya Miss Killer. Ada beberapa yang menganggukkan kepala dan juga menggelengkan kepalanya.


Miss Killer kemudian menjelaskan tentang penemuan testpack di sekolah dan kini sedang mencari siapa salah satu dari tujuh orang yang memiliki testpack tersebut.


"Maaf sebelumnya Miss, saya memang sedang mengandung dan kini usianya masuk bulan ke empat. Tetapi saya sama sekali tidak pernah membeli testpack model seperti itu apalagi membawanya ke sekolah. Lagi pula, saya juga tidak pernah masuk ke toilet siswa meskipun toilet pegawai juga kadang antri." jelas bBi Sum, penjaga kantin.


Miss Killer kembali mengecek laporan CCTV dan membenarkan perkataan bi Sum. Akhirnya Bi Sum keluar dari ruang BK dan kini tinggal enam orang yang akan melakukan pegecekan urine.


Miss Killer langsung memberikan testpack satu per satu pada mereka dan mengajak ke enam siswa tersebut menuju ke toilet secara bersamaan.


Zyva masuk lebih dulu ke dalam toilet dan Neffy masuk ke dalam toilet yang ada di sampingnya. Keduanya keluar dari toilet dalam waktu yang bersamaan. Neffy sengaja menyenggol lengan Zyva dan membuat Zyva menjatuhkan testpacknya.


"Sorry, Zy. Aku gak sengaja." ucap Neffy yang kemudian mengambilkan testpack milik Zyva yang terjatuh dan memberikannya pada Zyva.


"It's okey, Neffy. Santai aja." balas Zyva yang kemudian berjalan ke Miss Killer dan memberikan hasil tes urine miliknya.


Miss Killer langsung memberi nama satu per satu setiap testpack yang ia terima dan mempersilahkan muridnya untuk pulang.


Zyva dan Neffy jalan berdampingan menuju tempat parkiran.


"Aku penasaran deh, siapa pemilik testpack itu." Celetuk Neffy.


"Kalo aku sih gak begitu penasaran, cuma kasihan aja kalo memang itu punya salah satu siswa disini." timpal Zyva membuat Neffy merasa tertohok.


"Aku duluan ya Zy. See you." ucap Neffy sambil melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobilnya.


Zyva yang mau masuk ke dalam mobil langsung ditarik oleh Devan.


"Temenin aku main basket yuk, kamu gak lagi latihan renang kan?" pinta Devan.

__ADS_1


Melihat Devan mencegah Zyva pulang, Dena pun membula kaca mobilnya. "Kamu temenin Devan dulu aja Zy, aku sama Liza pulang duluan ya." ucap Dena sambil memainkan alisnya.


"Emmmh, oke deh. Kalian hati-hati ya." ucap Zyva yang kemudian berbalik mengikuti langkah Devan.


Sesampainya di lapangan basket, Zyva pun segera mencari tempat duduk dan membuka buku untuk dibacanya sambil menunggu Devan bermain basket.


Berkali-kali Devan memasukkan bola ke dalam ring basket dan ia sengaja memperlihatkan kepiawaiannya dalam bermain basket kepada Zyva. Sayangnya, Zyva yang terlalu fokus membaca sama sekali tidak melihat ke arah Devan maupun lapangan basket sedikit pun.


Devan yang sesekali melirik ke arah Zyva sedikit merasa kecewa saat Zyva tidak melihatnya sama sekali saat bermain basket.


Sedangkan Mr Adrian yang melihat Zyva dari kejauhan langsung menghampiri Zyva dengan membawa air mineral dingin dan roti coklat kesukaannya.


"Minum buat kamu, Zyva." Mr Adrian menyodorkan botol mineral ke arah Zyva.


Devan yang sedang break langsung berjalan ke arah Zyva dan merebut air mineral pemberian Mr Adrian. "Buat aku ya Zy. Haus banget." ucap Devan yang langsung membuka tutup botolnya dan meneguknya.


"Oh iya Dev." jawab Zyva santai sambil memandang ke arah Devan. Keringat yang menetes dari dahi Devan membuat Devan terlihat makin cool di mata Zyva dan membuat Zyva menelan ludahnya kasar.


Sadar dirinya sedang dipandangi Zyva, Devan memberikan handuknya pada Zyva dan sedikit menundukkan tubuhnya. "Can you help me?" tanya Devan sambil memberikan kode pada Zyva untuk mengusap keringat di dahinya.


"Kamu lagi gak latihan berenang, Zy?" tanya Mr Adrian dan Zyva langsung berbalik menatap Mr Adrian.


"Gak Mr. Lagi capek soalnya. Kamar mandi di kolam renang sekolah juga kayaknya masih dalam perbaikan." jawab Zyva yang sudah mengelap peluh Devan dan mengembalikan handuknya pada Devan.


"Mr Adrian udah gak begitu sibuk ya di kantor?" Zyva balik bertanya dan Adrian menggelengkan kepalanya.


"Lagi free, makanya kakak sempetin buat nengokin kamu di sekolah." jawab Adrian membuat Devan mengepalkan tangannya geram.


Adrian kembali menawarkan roti coklat yang dibawanya pada Zyva, Devan sangat ingin kembali merebutnya, tetapi peluit akhir break sudah terdengar. Akhirnya Devan kembali ke lapangan dan kembali bermain.


Lagi lagi Zyva tidak begitu memperhatikan Devan saat bermain basket karena fokus dengan obrolannya bersama Mr Adrian.


"Mr Adrian pengusaha roti coklat ya? Stoknya melimpah nih kayaknya." ledek Zyva mengingat Mr Adrian selalu memberinya roti coklat, bukan snack yang lainnya.


Adrian hanya terkekeh mendengar ledekan Zyva. "Gimana kalo kita bangun berdua nanti perusahaan roti coklatnya?" tanya Adrian pada Zyva.

__ADS_1


"Yang ada nanti Mr Adrian yang udah capek capek mendirikan perusahaan, eh aku cuma bisa makan aja." jawab Zyva sambil menikmati roti coklat pemberian Adrian.


Keduanya tampak asyik mengobrol sampai permainan basket Devan pun usai. Devan langsung mendekati Zyva dan mengajaknya pulang.


"Aku duluan ya, Mr." ucap Zyva


"Okey, see you." jawab Mr Adrian sambil melambaikan tangannya.


Devan dan Zyva kini berjalan beriringan menuju ke parkiran mobil.


"Seneng banget kamu ya bisa ketawa ketiwi begitu sama cowok lain?" tanya Devan dengan nada kesal.


"Emm, biasa aja sih. Kenapa emangnya?" Zyva balik bertanya pada Devan.


"Kamu nih sebenarnya niat gak sih nemenin aku latihan basket?" Devan mulai meninggikan suaranya.


"Kamu kenapa sih Dev, marah marah gak jelas gitu? Aku juga cuma ngobrol biasa kok sama Mr Adrian. No more, Devan." jelas Zyva. "Lagi pula aku di lapangan basket juga atas permintaan kamu kan?"


"Tapi kamu gak penuhi seluruhnya permintaan aku. Setidaknya semangatin aku kek, lihat aku main basket kek, perhatiin aku. Bukannya malah ngobrol sama laki-laki lain." jawab Devan kesal.


Zyva kini terdiam sambil mencerna luapan amarah Devan.


"Aku perhatian kan Devan sama kamu. Tadi juga aku yang ngelap keringat kamu." jawab Zyva tidak mau kalah.


"Kenapa sih kamu gak pernah peka sama aku, Zyva?" tanya Devan sambil memandang wajah Zyva. "Aku itu cem__, emm Aku itu gak__. Ish tauk ah." gerutu Devan kesal membuat Zyva berfikir keras apa yang terjadi pada Devan.


"Tunggu tunggu, sebenarnya masalahnya ada dimana sih?" tanya Zyva. "Kamu gak suka aku ngobrol sama Mr Adrian?"


"Hemmm." jawab Devan singkat.


"Kamu cemburu Dev?" tanya Zyva sambil sambil menatap bola mata Devan.


"Hemmm." Devan menjawab singkat. "Eh, bukan cemburu maksudnya. Mana ada aku cemburu." tukas Devan yang kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya.


Zyva hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Devan. Ia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Devan.

__ADS_1


__ADS_2