
Setelah break latihan, Devan langsung berlari ke arah Zyva. Zyva langsung memberikan air minum Devan dan mengelap peluh yang menetes dari keningnya.
"Langsung pulang yuk." ajak Devan sambil menarik tangan Zyva.
Melihat Devan yang tidak melirik ke arah Liza sama sekali, membuat Liza melepas pegangan tangan Devan dan Zyva. "Dev, kamu gak ngajakin aku pulang?" tanya Liza.
Devan tidak menjawab dan kembali memegang tangan Zyva. Tiba-tiba Yuda datang dan berdiri di depan Devan dan Zyva.
"Kalian ngapain pegangan tangan? Pacaran ya? Atau Zyva bunting karena kamu, Dev?" tanya Yuda membuat Devan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Yuda.
Bug! Pukulan Devan mendarat tepat di rahang kiri Yuda dan membuat bibir Yuda mengeluarkan darah.
"Aku pikir kamu teman yang baik. Tapi ternyata enggak." balas Devan yang langsung menarik Zyva pergi.
Sesampainya di parkiran mobil, Devan dihadang oleh dua orang sahabatnya, Angga dan Nino.
"Cuma karena cewek kayak Zyva ya kamu ngerusak persahabatan kita, Dev." kata kata Angga kali ini membuat Zyva langsung melepaskan genggaman Devan.
"Jangan tergiur dengan kecantikan aja Dev, tidak semua wanita cantik hatinya juga cantik." kali ini Nino yang biasanya diam mulai ikut nimbrung.
Devan yang sudah tersulut emosi hampir saja berkelahi dengan kedua sahabatnya. Tapi Zyva langsung mencegahnya.
"Gak usah digubris Dev. Terkadang teman yang baik itu tidak mendengar dari salah satu sisi. Tetapi mereka harusnya menelisik dulu apa yang terjadi sebenarnya. Biarin aja dulu." ucap Zyva membuat Devan mengurungkan niatnya untuk berkelahi.
"Kamu bener-bener berubah, Dev. Kita kecewa sama kamu." ucap Angga yang kemudian menarik Nino untuk meninggalkan Devan.
__ADS_1
Devan tampak sedikit gusar melihat Angga dan Nino mengacuhkan dia begitu saja. Terlebih besok adalah pertandingan basket yang mengharuskan mereka bekerja sama dalam satu team.
"Sorry ya Dev, gara gara aku __."
"Ssssstttt," Devan menempelkan telunjuknya di bibir Zyva. "Gak usah minta maaf, kamu gak salah. Mending sekarang kita pulang yuk. Tuh Dena juga udah kesini." ucap Devan sambil menunjuk ke arah Dena.
...***...
Angga dan Nino yang hendak menolong Yuda karena baru saja terkena bogem mentah Devan kini menghentikan langkahnya saat melihat Neffy mulai mengompres rahang Yuda yang lebam.
"Aku takut ketahuan Yud. Kamu sih pake bikin Zyva tertuduh hamil. Udah gitu sengaja lagi minta Miss Killer buat tetap nyalain pengeras suara." gerutu Neffy yang terdengar jelas oleh Angga dan Nino.
"Kamu tenang aja. Nanti kamu tinggal ajuin cuti ke luar negeri dan ikut sekolah online. Gampang kan. Yang terpenting saat ini Zyva gak bisa ikut Swimming Competition." balas Yuda sambil merintih kesakitan. Pukulan Devan memang sangat keras karena Devan juga mengikuti Mixed Martial Arts (MMA).
Neffy benar-benar kalut, terlebih saat ini dia dan ibunya sedang dalam kondisi pailit. Apa yang harus ia sampaikan pada ibunya saat ia tidak berangkat sekolah dan sekarang hamil.
"Kamu kan bisa tinggal di Mansion Om Clovis. Gampang kan sayang?" Yuda memberi usul.
"Iya deh." jawab Neffy yang mau tidak mau kali ini ia harus merayu Clovis agar dia bisa tinggal di Mansionnya. Lagi pula Clovis juga sudah menceraikan Miss Tina.
Angga dan Nino kini mulai sadar bahwa Devan benar-benar tidak bersalah.
"Kita harus kasih pelajaran sama Yuda." Angga mengepalkan tangannya geram.
"Yuda udah dapet pelajaran dari Devan. Mending sekarang kita ke rumah Devan deh minta maaf sama dia. Besok kita juga mau tanding basket kan." ajak Nino.
__ADS_1
Angga pun setuju dengan Nino, mereka berdua langsung menuju ke parkiran motor dan melesat menuju rumah Devan.
Saat Angga dan Nino di tengah perjalanan, ponsel mereka berdering karena Yuda mengirim pesan kepada mereka berdua.
Yuda
Angga, Nino, kalian dimana? Wajahku memar karena ulah Devan. Dia benar-benar sangat beringas dan tidak setia kawan. Hanya demi Zyva, anak baru itu. Devan jadi berubah total. Aku hanya ingin persahabatan kita kembali seperti dulu sebelum adanya Zyva. Gadis murahan itu sepertinya harus dikeluarkan dari sekolah.
Kini Yuda kembali menghasut kedua temannya untuk membantunya mengeluarkan Zyva dari sekolah. Sedangkan Neffy langsung menghubungi Clovis untuk bertemu seperti biasa di akhir pekan.
"Sayang, aku kangen servis dari kamu." bisik Yuda di telinga Neffy.
"Besok aja ya, aku harus ketemu Om Clovis hari ini." tolak Neffy.
"Oke, aku tunggu besok ya di tempat biasa. Kamu mau aku anter, agau dijemput?" tanya Yuda karena hari ini mereka berangkat bersama.
"Emmm, kamu jangan pulang dulu dong. Tunggu aku sampe dijemput Om Clovis." balas Neffy sedikit kesal.
"Oke ja __." Yuda langsung memotong kalimatnya.
"Mau ngomong apa kamu?" sarkas Neffy kesal.
"Gak ada. Udah ih jangan cemberut gituh." Yuda mengusap pipi Neffy.
Tak lama kemudian mobil Clovis datang menjemput Neffy dan Yuda kembali pulang ke rumahnya.
__ADS_1