
"Aku yakin, Yuda berbohong kali ini. Sayangnya Neffy tidak mempunyai bukti yang kuat untuk masalah ini." ucap Zyva pada Miss Auryn dan Mr Adrian.
Ucapan Zyva kali ini didukung oleh Miss Auryn.
"Anak itu benar-benar berbahaya, terlebih saat ini ia menjadi ketua osis di sekolah ini." ucap Miss Auryn.
Miss Auryn pun akhirnya menceritakan bahwa Yuda sempat merekam Zyva saat mandi di kamar mandi setelah berenang. Hasil rekaman itu tentunya untuk ancaman agar Zyva mundur dari Swimming Competition. Akhirnya Miss Auryn mengubah tatanan kamar mandi wanita hang ada di kolam renang.
Zyva dan Mr Adrian sama-sama terkejut mendengar cerita dari Miss Auryn. "Miss Auryn tahu dari mana?" tanya Mr Adrian.
"Devan. Dia sempat diperlihatkan video yang direkam oleh Yuda. Dan menurut cerita Devan, setelah ia berhasil menghapus video itu, tanpa sengaja Zyva mengagetkan Devan dan ponsel Yuda jatuh ke kolam renang. Bukan begitu, Zyva?" tanya Miss Auryn.
"Ooooooh, iya Miss. Zyva ingat. Jadi itu masalahnya. Tapi kenapa Devan gak pernah cerita ya?" tanya Zyva.
"Waktu itu kalian masih hobi bertengkar, jadi Devan hanya cerita dengan Miss dan kemudian meminta untuk merubah tatanan kamar mandi." jelas Miss Auryn.
Mendengar cerita Miss Auryn, membuat Zyva tersenyum. Ia tidak mengira Devan begitu sangat memperhatikannya.
__ADS_1
"Kita harus cari bukti yang kuat untuk beberapa kesalahan Yuda kali ini." ucap Zyva. "Setelah buktinya terkumpul semua, kita dapat mengeluarkan dia dari sekolah dan Sekolah kita akan aman dari penjahat seperti Yuda."
Penjelasan Zyva kali ini membuat Miss Auryn dan Mr Adrian berdecak kagum. Setidaknya di usianya yang masih sangat muda, Zyva mampu berfikir dewasa untuk kebaikan sekolah yang ia miliki.
Kini Zyva kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi lima menit yang lalu. Kini Devan tampak berdiri di pintu kelas Zyva dan menunggu Zyva keluar dari kelasnya.
Devan langsung menggenggam tangan Zyva dan mereka berjalan ke arah motor Devan terparkir.
"Nonton yuk," tawar Devan dan Zyva langsung setuju.
Sepanjang perjalanan ke bioskop, Zyva memeluk punggung Devan dengan sangat erat. Devan hanya tersenyum mendapati Zyva terus memeluknya tanpa ia memintanya dan ini pertama kalinya mereka boncengan naik motor.
"Kamu pasti lagi kangen banget ya sama aku?" tanya Devan.
__ADS_1
"Tau aja kamu." jawab Zyva membuat Devan makin merekahkan senyumannya.
"Dev, nanti malem nginep di rumah aku lagi ya. Mau gak?" tanya Zyva membuat Devan sangat senang dan juga sedikit heran. Sejak kapan Zyva berubah, karena biasanya selalu Devan yang memohon berkali-kali untuk tinggal di rumah Zyva. Itupun Zyva jarang sekali untuk berkata iya dengan alasan ini dan itu.
"Zyva, aku gak salah denger kaaan?" tanya Devan membuat Zyva langsung mencubit perut Devan.
"Kalo gak mau ya udah." gerutu Zyva.
"Diiih, nanya doang langsung ngambek. Aku mau dong sayang. Masa iya, aku nolak permintaan istri tercinta aku." ucap Devan dan Zyva makin mengeratkan pelukannya.
"Buk Tin tadi pagi masak apa sih?" tanya Devan.
"Masak nasi goreng ayam. Kenapa emangnya?" Zyva balik bertanya.
"Enggak papa sih. Aku suka aja, mungkin efek dari nasi goreng ayam yang kamu makan tadi pagi, bikin kamu lengket gini sama aku." ucap Devan dan Zyva hanya terkekeh.
Padahal bukan itu alasan sebenarnya, Zyva kini merasa Devan benar-benar mencintainya setelah apa yang ia dengar dari cerita Miss Auryn tadi. Jadi apa salahnya jika ia juga akan membalas perasaan Devan tanpa harus berfikir dua kali.
__ADS_1