Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Pagi yang Kikuk


__ADS_3

Pagi ini Mega menyiapkan sarapan untuk Clovis dan Neffy. Ia memasak nasi goreng seafood kesukaan Clovis saat mereka berdua berpacaran dulu.


Mencium harumnya masakan favoritnya membuat Clovis langsung menuju ke pantry dan berdiri tepat di belakang Mega. "Aku tahu kau masih sangat mencintaiku, Mega." peluk Clovis dari belakang sambil mengecup ceruk leher Mega.


"Jangan gila, Niclo! Aku tidak mau Neffy melihat kita berdua seperti ini." ucap Mega sambil melepaskan pelukan Clovis.


Pristina yang melihat kemesraan Clovis dan Mega pun langsung nyeletuk sinis.


"Memang orang miskin itu tidak tahu malu ya. Gak anaknya gak ibunya sama-sama doyan suami orang. Parahnya lagi dua-duanya mencintai laki-laki yang sama." celetuk Pristina yang sedang mencuci peralatan masak.


"Maksud kamu apa?!!" gertak Mega membuat Pristina berdecih.


"Maksud aku, anak dan ibu sama-sama wanita murahan." jawab Pristina sambil meninggalkan pantry.


"Jaga ucapanmu, Tina!" pekik Clovis sambil melepaskan pelukannya pada Mega.


"Aku memang sengaja membuatmu marah, agar kau secepatnya mengusirku." balas Tina yang sebenarnya sudah sangat tidak betah di rumah Clovis, mantan suaminya.


"Tidak akan! Kau akan tetap menjadi pembantu di rumah ini!" gertak Clovis.


"Hahahaha, aku tau, kau sebenarnya masih mencintai diriku. Sebab itu kau tidak mengizinkan aku untuk pergi, bukan?" Pristina terus saja membuat amarah Clovis meledak di pagi hari. Untungnya Neffy segera turun dan meraih lengan Clovis.


"Sudahlah sayang, biarkan pembantu itu menceracau tidak jelas. Dia pasti sedang gatal karena rindu untuk kau cumbu. Lebih baik kita sarapan." ajak Neffy ke meja makan yang sudah tertata nasi goreng seafood buatan Mega.


Mega melihat kemesraan Clovis dan putrinya hanya terdiam mematung di pantry. Ada rasa sesak di dadanya saat pertama kali mengetahui bahwa sugar daddy Neffy adalah mantan kekasihnya. Terlebih saat mengingat mantan kekasihnya itu menggagahi putri semata wayangnya.


Sedangkan Clovis sangat kikuk untuk bermesraan dengan Neffy sekarang setelah mengetahui Mega adalah kekasih yang sangat dicintainya. Neffy yang menyodorkan sendok ke mulutnya saja ia tolak, karena ia tidak ingin Mega semakin ilfeel dengannya.


"Maaah, ayo kita sarapan." teriak Neffy dan mau tidak mau Mega ikut bergabung di meja makan.


"Mega, masakanmu sangat nikmat." puji Clovis membuat Mega kikuk untuk menjawabnya.

__ADS_1


"Tentu saja Om, mamaku paling pintar memasak nasi goreng seafood." celetuk Neffy sambil mengunyah masakan mamanya.


"Benarkah? Apa dia sering membuatkanmu menu ini?" tanya Clovis pada Neffy yang tidak melepaskan pandangannya sedikit pun dari Mega.


"Tentu saja, ini adalah menu yang sering mama bikin untuk sarapan, selain itu mama sering sekali membuat ikan bakar dabu dabu, cumi saos padang, dan satu lagi ____."


"Kepiting Lada Hitam." sambung Clovis karena menu yang Neffy sebutkan adalah menu kesukaannya.


"Hei, tebakan Om tepat sekali." ucap Neffy tanpa menaruh curiga sedikit pun.


"Neffy, habiskan sarapanmu dan hati hati saat berangkat sekolah nanti. Mama harus segera pergi bekerja." ucap Mega yang tergesa-gesa meninggalkan meja makan.


"Hati hati di jalan ya Maaa." teriak Neffy dan meneruskan sarapannya.


"Oh My God, aku lupa jika ada meeting penting pagi ini. Aku duluan ya sayang. Sepertinya hari ini aku pulang larut malam." Clovis mengecup ubun-ubun Neffy dan bergegas mengejar Mega.


Lagi-lagi Neffy tidak menaruh curiga pada sugar daddynya. Ia justru menghubungi Yuda untuk menjemputnya.


Sedangkan Clovis langsung menarik tangan Mega dan membuat langkah Mega terhenti.


"Aku akan mengantarmu." Clovis menarik tangan Mega dan membukakan pintu mobil untuknya.


Selama perjalanan ke tempat kerja Mega, keduanya sama sama terdiam.


"Aku akan mengatakan tentang kita pada Neffy secepatnya." ucap Clovis tiba-tiba memecah keheningan antara keduanya.


"Jangan Gila, Niclo! Kumohon! Aku akan angkat kaki dari mansion jika kau nekat mengatakan sepatah kata pun pada Neffy." ancam Mega. Ia benar-benar tidak ingin merusak kebahagiaan putrinya. Terlebih dia saat ini sedang mengandung.


"Apa kau juga akan menahan gejolak dalam hatimu saat melihat Neffy dekat denganku? Jangan bohongi perasaanmu Mega!" pinta Clovis.


"Itu lebih baik daripada aku membuat putriku kecewa. Lagipula aku bukanlah seorang janda. Aku masih berstatus menjadi istri ____."

__ADS_1


"Seorang Koruptor?" potong Clovis yang tidak ingin mendengar nama suami Mega.


"Dia seperti itu karena menghidupi keluarga kami. Dia pria yang bertanggung jawab." jelas Mega.


"Ciiiih. Bertanggung jawab katamu? Bukankah koruptor itu justru yang menghancurkan keluarga kalian? Bukankah karena koruptor itu juga Neffy menjadi seperti ini?" tanya Clovis dengan nada yang sedikit tinggi.


"Itu semua bukan urusanmu. Yang jelas hubungan kita sudah berakhir dua puluh lima tahun yang lalu." timpal Mega. Mega benar-benar tidak ingin mengingat kembali masa lalu mereka yang sudah sangat berlalu.


"Dan kita akan memulainya dari awal. Aku akan segera mengurus surat perceraian kalian di pengadilan agama." jelas Clovis.


"Tidak perlu. Kau tidak perlu melakukan hal yang sama sekali bukan urusanmu, Niclo. Aku tidak ingin melukai perasaan Neffy." jelas Mega.


"Tapi kau melukai perasaanku dan juga perasaanmu sendiri, Mega. Kenapa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan kita?" tanya Clovis.


"Huft, itu hanya omong kosong saja. Turunkan aku di depan sana. Itu tempat kerjaku." Mega menunjukkan sebuah perusahaan laundry.


"Urus juga surat pengunduran dirimu di laundry itu karena mulai besok kau akan bekerja denganku." jelas Clovis yang diacuhkan oleh Mega sampai Clovis memberhentikan mobilnya di depan tempat kerja Mega.


"Aku tidak akan bekerja di kantormu." tegas Mega sebelum turun dari mobil.


"Kita lihat saja, siapa yang akan menang kali ini." gumam Clovis yang kembali menjalankan mobilnya.


...***...


Sedangkan Neffy kini sudah ada di atas motor Yuda yang akan membawa mereka ke sekolah. Sepanjang jalan, Neffy terus meminta Yuda agar dia meminta maaf pada Zyva.


Yuda yang berkali-kali gagal membuat Zyva mundur dari Swimming Competition pun kini mengakui kekalahan dan juga kesalahannya. Sebab karena ulahnya sendiri, ia jadi dipanggil pihak panitia kompetisi renang dan hampir saja di diskualifikasi. Tidak hanya itu, persahabatannya juga retak karena sikap egoisnya.


"Baiklah, aku akan meminta maaf pada Zyva." tukas Yuda dan membuat Neffy lebih tenang sekarang.


Sesampainya di sekolah, Yuda langsung menemui Zyva yang ada di luar kelas dan meminta Maaf padanya. Yuda mengakui semua kesalahannya pada Zyva dan Zyva pun memaafkan Yuda.

__ADS_1


"Thanks ya Zy, pulang sekolah kita latihan bareng lagi ya." ajak Yuda.


"Oke. Yaudah aku ke kelas dulu ya." Zyva langsung masuk ke dalam kelasnya dan Yuda pun kembali le kelasnya.


__ADS_2