Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Rencana Yuda


__ADS_3

Pagi ini, Zyva bangun lebih awal. Ia langsung mandi dan mempersiapkan keperluan sekolahnya. Semalam sudah diputuskan bersama dengan keluarga barunya, karena Zyva dan Devan masih sangat muda dan merupakan anak sekolah, jadi Papa Zen dan Mama Auryn tidak membebani Zyva dan Devan untuk melakukan tugas sebagai suami istri.


Zyva juga sudah mengembalikan kartu ATM Devan. Meskipun Devan menolak kartu ATM yang dikembalikan oleh Zyva, tetap saja Zyva bersikeras mengembalikannya dengan menaruh kartu tersebut di meja belajar Devan.


Setelah sarapan, Zyva, Devan, dan Dena langsung pergi ke sekolah naik Busway. Saat di Halte Busway pun mereka bertemu dengan Yuda.


"Tumben naik busway?" tanya Dena pada Yuda yang datang dan duduk di sampingnya.


"Iyaa, lagi pingin aja." jawab Yuda yang kemudian melihat ke arah Zyva. "Zyva kok ada di halte sini? Bukannya biasanya naik dari halte berikutnya?"


"Oh itu emmmm..." Zyva bingung menjawab pertanyaan Yuda.


"Zyva sekarang jadi sodara aku. Jadi dia tinggal di rumah aku." jelas Dena.


"Kok bisa?" tanya Yuda penasaran.


"Ayah Zyva itu sobat papa sama mama. Daripada ngekost, mending tinggal bareng sama Dena." tukas Devan. "Udah gak usah kepo deh, tuh busway ke sekolah dateng."


Mereka berempat pun masuk ke dalam busway. Dena sengaja mengambil duduk di samping Yuda meskipun agak grogi saat berdekatan dengan si doi. Sayangnya Yuda malah terus saja mengajak ngobrol Zyva dan seperti mengacuhkan Dena.


"Zy, nanti latihan berenang lagi ya. Kompetisinya bentar lagi kan? Aku masih penasaran nih gimana caranya ngalahin kamu." ucap Yuda.


"Oke." jawab Zyva singkat. Ia merasa tidak enak mengobrol dengan Yuda di depan Dena yang menyimpan rasa untuk Yuda.


"Eh iya Zy, kalo kamu tinggal di Mansion Devan bukannya lebih enak kita latihan di kolam renang dalam komplek? Jadi bisa sore atau malem. Nanti aku jemput deh." usul Yuda membuat Devan langsung menatap ke arah Zyva tajam.


"Apaan sih maksud Yuda, pagi-pagi udah bikin kesel aja." gerutu Devan dalam hati. "Jangan turutin Yuda, Zyva. Please, tolak aja." batin Devan sambil menatap tajam ke arah Zyva.


"Yuda dari tadi kok ngajak ngomong Zyva terus sih. Malah jadi aku yang dicuekin." gumam Dena dalam hati. "Jangan-jangan Yuda naksir lagi sama Zyva. Aduuuuh, jangan sampe deh." batin Dena.


Sedangkan Zyva malah makin merasa tidak enak dengan Dena. Ia langsung menolak usulan Yuda.

__ADS_1


"Latihan di kolam renang sekolah aja Yud, aku juga nanti pulang sekolah mau minta temenin sama Dena. Bisa kan Den, temenin aku bentar biar kita nanti bisa pulang bareng." jawab Zyva yang kemudian minta kesanggupan Dena untuk menemani Zyva.


"Emmm, boleh deh. Nanti aku tunggu bareng Devan." jawab Dena menatap ke arah Devan. "Bisa kan Dev?" tanya Dena sambil sedikit melotot ke arah Devan.


"Hemmm." jawab Devan singkat. Dalam hati Devan merasa sangat lega alan keputusan Zyva.


Sesampainya di sekolah, mereka berempat langsung berpisah dan masuk ke kelas masing-masing.


Neffy yang juga merupakan anggota OSIS, hari ini piket bersama Yuda untuk mengawasi siswa yang datang terlambat. Setelah bel berbunyi, keduanya hanya mendapati dua siswa yang terlambat, salah satunya adalah Adel. Akhirnya Yuda segera memberi hukuman ringan, yaitu membantu pak Bon menyiram tanaman.


"Gimana persiapannya buat Swimming Competition?" tanya Neffy saat Adel masih menjalani hukuman.


"Zyva memang sangat sulit untuk dikalahkan. Aku harus pakai cara lain untuk mengalahkan anak baru itu." jawab Yuda pelan tapi masih terdengar oleh Adel.


Yuda kemudian berbisik pada Neffy membuat Adel yang notabene nya memiliki perasaan khusus pada Yuda jadi merasa sedikit cemburu.


Setelah menyirami tanaman, Adel dan satu orang temannya kembali ke kelas. Sedangkan Yuda dan Neffy pun tak lama menyusul ke dalam kelas.


Saat pulang sekolah, Dena dan Adel ikut menunggu Zyva di kolam renang. Neffy yang sebenarnya ingin segera pulang pun ikut menunggu Zyva dan Yuda berlatih renang. Kali ini Neffy menjadi timer Zyva dan Adel menjadi timer Yuda.


Benar yang dikatakan Yuda, Zyva benar-benar tidak dapat dikalahkan. Setelah satu jam berlatih, kini waktunya Zyva dan Yuda saling membersihkan diri.


"Zyva, kita ke ruang ekskul dulu ya. Anak Cheers diminta ngukur badan nieh buat seragam Cheers yang baru." ucap Dena sambil menggandeng Neffy dan Adel.


"Oke, nanti aku nyusul kesana." jawab Zyva yang segera masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Zyva masuk ke dalam kamar mandi dan melepas baju renangnya, Zyva langsung mengguyur tubuhnya tanpa melepas bra dan ****** ********. Mendengar suara guyuran air mandi Zyva membuat Yuda masuk ke dalam kamar mandi yang samping dan naik ke atas toilet duduknya. Yuda langsung menyalakan ponselnya dan merekam Zyva saat mandi menggunakan ponselnya.


Devan yang baru saja dari lapangan basket, sempat heran mendapati kolam renang yang sepi. Tapi mendengar gemercik air di kamar mandi, ia pun yakin bahwa Zyva pasti sedang membersihkan diri.


Tapi betapa terkejutnya Devan saat melihat Yuda keluar dari kamar mandi perempuan. "Yuda," panggil Devan membuat Yuda terperanjat kaget. "Ngapain kamu?" selidik Devan.

__ADS_1


"Emmmmhhh, aku cuma ngecek air aja." jawab Yuda berbohong. Mendengar jawaban Yuda, Devan tidak seratus persen percaya.


"Kirain lagi ngintip cewek mandi." tukas Devan membuat Yuda sedikit tergagap. "Kalo iya kan asyik tuh, aku juga bisa ikutan." Devan kali ini menepuk bahu Yuda.


"Yaaah, telat kamu Dev. Zyva udah selesai mandinya. Tapi tenang aja. Aku punya sesuatu yang gak akan bikin kamu nyesel." ucap Yuda mengajak Devan duduk di bangku pinggir kolam renang.


Mendengar jawaban Yuda, Devan mulai menebak nebak apa yang dilakukan oleh Yuda di kamar mandi saat Zyva sedang mandi.


"Hemmm, sepertinya Yuda beneran ngintip Zyva mandi." geram Devan dalam hati.


"Karena kamu salah satu sobat aku, Nih kamu lihat sendiri deh. Tapi gak gratis yaaa. Aku tetep minta bayaran sama kamu." ucap Yuda memberikan ponselnya pada Devan.


"Apaan nih?" tanya Devan.


"Udah liat aja. Aku mandi dulu ya." ucap Yuda meraih handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Betapa terkejutnya Devan saat melihat video rekaman Zyva yang sedang mandi. Meskipun Zyva tidak telanjang bulat dan masih berbalut pakaian dalam, tetap saja ia terlihat sangat seksi dan membangunkan gairah setiap lelaki yang melihat video rekamannya.


"Sial." umpat Devan sambil menghapus video Zyva dari ponsel Yuda. "Berani beraninya dia merekam istriku yang sedang mandi." gumam Devan kesal.


Zyva yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ke arah Devan dan berjalan ke arahnya. Melihat Devan yang sedang terlihat fokus bermain ponsel, membuat Zyva iseng mengagetkan Devan dari belakang.


"Hayoooo ngapain?" ucap Zyva sedikit kencang sambil sedikit mendorong punggung Devan.


Devan yang kaget langsung menjatuhkan ponsel Yuda ke dalam kolam renang dan membuat Zyva langsung bersalah.


"Ya Ampuuuun, Devan. I'm so sorry." ucap Zyva yang langsung nyebur ke dalam kolam renang dan mengambil ponsel yang jatuh ke dalam kolam.


Sedangkan Devan makin terkejut saat melihat Zyva yang langsung nyebur ke dalam kolam renang.


"Nih ponsel kamu," ucap Zyva memberikan ponselnya pada Devan. "Maaf banget ya Dev, aku beneran gak sengaja. Coba cek dulu deh, siapa thu bisa nyala." ucap Zyva yang merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Devan mencoba menyalakan ponsel Yuda dan Zyva duduk di sampingnya dalam keadaan basah kuyup.


__ADS_2