
Clovis keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Mega yang terletak di lantai bawah. Saat hendak mengetuk pintu kamar Mega, tangannya justru ditarik oleh Pristina dan diajaknya menuju pantry.
"Ada apa?" tanya Clovis ketus.
"Apa kau juga akan menggoda mamanya juga setelah menikmati putri semata wayangnya? Aku benar-benar tidak mengenalmu sekarang." ucap Pristina membuat Clovis merasa kesal.
"Jangan ganggu apa yang menjadi urusan pribadiku! Kau bukan siapa siapa di Mansion ini!" gertak Clovis dengan suara menggelegar.
"Aku hanya mengingatkanmu Tuan Clovis yang terhormat. Kau tetaplah pria mandul dan anak yang dikandung Neffy bukanlah darah dagingmu. Kau hanya mesin ATM saja untuk Neffy, tidak lebih dari itu." jelas Pristina.
Plakkkk!!!
Tamparan tangan Clovis mendarat di pipi Pristina hingga wajah Pristina memerah.
"Lain kali jangan ganggu kehidupanku!" gertak Clovis yang kemudian meninggalkan Pristina yang mulai meneteskan air matanya.
Clovis langsung menuju kamar Mega dan masuk ke dalamnya tanpa mengetuk pintu. Mega yang hendak memejamkan matanya langsung duduk terperanjat saat mengetahui Clovis masuk ke dalam kamarnya.
"Apa aku mengejutkanmu?" tanya Clovis yang langsung duduk di tepi ranjang Mega.
"Oh, tentu saja tidak Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Mega sedikit merasa takut karena Clovis tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
"Apa kau tidak mengenalku, Mega?" tanya Clovis yang mulai mendekat ke arah Mega dan membuat Mega makin ketakutan.
Mega langsung menggelengkan kepalanya, "Ti-ti-dak Tu-an." jawab Mega terbata-bata.
"Sungguh?" tanya Clovis dan Mega langsung menganggukkan kepalanya.
"Apa kau juga melupakan pria yang menganggapmu sebagai Mega Mendung?" tanya Clovis membuat Mega tertegun.
Panggilan itu tidak asing di telinganya. Ingatannya kembali ke masa lalu tentang kekasihnya yang memanggilnya Mega Mendung.
"Apa kau mengingatnya?" tanya Clovis kemudian saat Mega terdiam dan berfikir tentang apa yang ia ucapkan.
"Siapa kamu sebenarnya?" Mega justru bertanya balik pada Clovis.
"Tentu saja yang memanggilmu, Mega Mendung dua puluh lima tahun yang lalu." jawab Clovis membuat Mega kembali menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin!" ucap Mega sambil menatap Clovis lekat lekat dan Clovis tersenyum kepadanya. "Apa kau Niclo Alvis?" tanya Mega yang kini mulai mengingat senyum kekasihnya dulu.
__ADS_1
"Kau mengingatku, Mega." Clovis langsung memeluk Mega dengan erat. Sayangnya Mega justru berusaha melepaskan pelukan Clovis.
Kini perasaan Mega makin bercampur aduk tidak karuan. Bagaimana tidak? Niclo Alvis, kekasih yang sangat ia cintai dulu adalah orang yang merusak masa depan putri semata wayangnya. Bukan hanya itu, Clovis juga merupakan ayah dari bayi yang dikandung oleh Neffy.
"Kembalilah ke kamarmu!" pinta Mega membuat Clovis terdiam dan melepaskan pelukannya.
"Apa kau tidak merindukan aku, Mega?"
"Tidak!" jawab Mega ketus. "Bagaimana mungkin aku merindukan lelaki yang sudah merusak masa depan putri semata wayangku?"
Kata kata Mega kali ini benar-benar sangat menusuk hati Clovis.
"Mega, tolong jangan salahkan aku sepenuhnya." Clovis memohon pada Mega. "Aku mendekatinya karena dia mengingatkanku padamu."
"Paras cantiknya, cara bicaranya, senyumnya, dan semua yang ada pada diri Neffy benar-benar membuatku gila karena itu semua sangat mirip denganmu. Tapi aku tidak pernah menduganya jika ia adalah putri semata wayang mu, Mega."
"Jika aku mengetahuinya sejak awal, aku pasti tidak akan menyentuhnya dan akan menjaganya." jelas Clovis membuat ulu hati Mega seperti tertusuk benda tajam.
"Cukup! Hentikan omong kosongmu! Kembalilah ke kamarmu! Aku sangat tidak ingin mengecewakan putriku kali ini." teriak Mega.
Melihat Mega benar-benar marah, Clovis akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar Mega dan kembali ke kamarnya.
Awalnya ia sangat terkejut saat melihat Neffy bercinta dengan Clovis tanpa sehelai kain yang menutupi permainan panas mereka. Kali ini yang membuatnya terasa sesak adalah saat mengetahui bahwa Clovis adalah Niclo Alvis, kekasih yang sangat ia cintai dua puluh lima tahun yang lalu.
Kenyataan ini benar-benar membuat Mega bingung harus bagaimana. Terlebih saat ia mengetahui bahwa mantan istri Clovis yang kedua masih tinggal di Mansion meskipun kini hanya sebagai asisten rumah tangga.
Malam ini Mega benar-benar sulit untuk memejamkan matanya. Ia terus memikirkan tentang dirinya, Neffy, dan juga Clovis.
Tidak hanya Mega, Clovis pun sangat sulit untuk memejamkan matanya meskipun tubuhnya sudah sangat lelah hari ini.
PoV Niclo Alvis
Kenapa kau hadir di saat yang sangat tidak tepat Mega?
Aku mencintai Neffy hanya karena masih terbayang bayang olehmu. Karena sampai saat ini aku maaih tetap menyimpan perasaan cintaku padamu.
Dua kali pernikahanku gagal karena tidak ada wanita yang mirip denganku. Saat ini aku mendapatkan gadis belia yang sangat mirip denganmu. Disaat aku sudah bermain terlalu dalam dengan putri mu, kenapa kau justru kembali hadir dalam kehidupanku, Mega?
Kali ini aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana.
__ADS_1
Jujur aku hanya menginginkanmu, Mega.
Kau masih sangat cantik diusia tuamu. Sangat cantik. Dan aku benar-benar merindukan kebersamaan kita.
Neffy?
Maafkan aku yang sudah merusak masa depanmu, sayang. Tapi bukan hanya aku yang salah, kau juga terus menggodaku hingga aku benar-benar kehilangan arah.
*
*
*
Clovis mengambil cerutunya dan kembali menyalakannya. Ia menghisapnya dalam-dalam dan melangkahkan kakinya ke arah balkon kamar.
Dari balkon kamarnya, terlihat Mega duduk termenung di kursi taman.
"Dia juga pasti sedang bingung memikirkan keadaan saat ini." gumam Clovis.
Clovis segera turun dan menyusul Mega ke taman. Melihat Clovis jalan mendekat ke arahnya, Mega langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar.
"Kita bicarakan baik-baik masalah ini, Mega. Bekerja samalah denganku untuk mencari solusinya." Clovis menarik lengan Mega dan memintanya untuk tetap tinggal di taman.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan." ucap Mega ketus. "Aku tidak mau Neffy tersakiti."
"Aku juga sangat tidak ingin menyakiti putri semata wayang mu, Mega. Percayalah."
Kali ini Mega terdiam dan duduk di samping Clovis.
"Kita bicarakan baik baik dengan Neffy tentang masa lalu kita." ucap Clovis. "Dia masih bisa meneruskan sekolahnya setelah melahirkan dan kita berdua yang akan mengurus bayi Neffy."
"Huft." Mega membuang nafasnya kasar. "Apa kau tidak melihat bagaimana Neffy menikmati permainan panasnya denganmu? Bagaimana jika Neffy kembali memintanya denganmu karena aku yakin dia pasti sudah kecanduan di bawah kungkunganmu?"
Pertanyaan Mega kali ini membuat Clovis tercekat dan tidak dapat menjawabnya meski hanya satu kata.
"Kenapa diam? Kau juga tidak menjawabnya, bukan? Itu yang aku pikirkan, Niclo." keluh Mega sambil memegangi kepalanya.
"Maafkan aku." ucap Clovis dengan suaranya yang mulai melemah.
__ADS_1
"Tidurlah! Tetap bersikap biasa padaku besok saat di hadapan Neffy." ucap Mega sambil meninggalkan Clovis yang masih duduk di taman.