Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Swimming Competition


__ADS_3

Dua hari ini, Zyva dan Devan benar-benar hanya bertemu saat di sekolah. Zyva harus mempersiapkan Swimming Competition besok sabtu, sedangkan Devan tidak ingin mengganggu kesibukan Zyva akhir akhir ini.


Sore ini, Zyva sudah sampai di rumah. Kali ini ia tidak menemukan buk Tin di rumah. Akhirnya Zyva menelfon buk Tin dan menanyakan posisinya saat ini.


Ternyata buk Tin sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan laundry, dimana Mega bekerja sebelumnya. Buk Tin juga memberi kabar bahwa ia akan lembur dan pulang malam.


Zyva pun langsung membersihkan dirinya dan beristirahat di kamarnya karena tubuhnya benar-benar sangat lelah. Tak lama kemudian matanya pun terpejam dan Zyva hanyut dalam mimpinya.


Sedangkan Devan kali ini sudah mempersiapkan diri untuk menginap di rumah Zyva karena ia sendiri yang akan mengantar Zyva mengikuti kompetisi besok pagi. Ia pun segera mengendarai motornya menuju rumah Zyva. Sesampainya di rumah Zyva, terlihat sangat sepi, gelap, seperti tak berpenghuni.


"Nak Devan, kok sendirian di luar. Zyva mana?" tanya buk Tin yang baru saja pulang kerja.


"Saya baru saja sampai bu, Zyva juga belum angkat telfon." jelas Devan.


Buk Tin langsung membuka pintu dan menyalakan lampu. "Zyva pasti kecapekan. Tuh dia di kamar." ucap Buk Tin menunjuk ke kamar Zyva yang tidak tertutup.


"Mending kalian tidur di kamar yang satunya saja. Zyva juga semalam tidur di situ." ucap Buk Tin menunjuk kamar yang lebih besar.


Devan pun mengangguk dan langsung masuk ke kamar Zyva. Ada perasaan rindu yang menggebu-gebu dalam diri Devan, tapi melihat Zyva terlihat sangat lelah membuat Devan tidak tega jika harus membangunkannya.


Akhirnya Devan mengangkat tubuh Zyva, dan memindahkan ke kamar sampingnya. Setelah mematikan lampu dan menutup pintu kamar, Devan langsung masuk ke dalam selimut Zyva dan memeluknya.


"Aku benar-benar merindukanmu guling cintaku."


Tak lama kemudian Devan tertidur memeluk Zyva.


...***...


Keesokan paginya, Zyva tersenyum saat membuka matanya dan mendapati Devan tidur memeluknya. Zyva memandangi wajah Devan yang masih tertidur dan mulai memainkan jarinya menelusuri wajah Devan.


"Pantes aja aku mimpi indah malam ini. Ternyata kamu disini." gumam Zyva dalam hati.


Cup! Kecupan Zyva mendarat di bibir Devan. Sayangnya Devan tidak bergerak sedikitpun saat mendapat kecupan dari Zyva. Akhirnya Zyva melepas pelukan Devan dan bersiap-siap untuk mandi.


Grab! Devan mengeratkan pelukannya dan langsung membuka matanya. "Cium lagi sayang." pinta Devan membuat Zyva menutup wajahnya malu.


Devan menyingkirkan tangan Zyva dan membalas kecupan singkat Zyva sedikit lebih lama.

__ADS_1


"Udah, aku takut bikin kamu terlambat kompetisi nanti." ucap Devan melepaskan pelukannya dan membiarkan Zyva untuk bersiap-siap.


*


*


*


Setelah sarapan, Zyva, Devan dan ibunya langsung menuju tempat dimana lomba diselenggarakan. Zyva tiba tepat pada waktunya dan langsung mendaftar ulang. Setelah itu Zyva langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian renang.


Tak lama kemudian Adrian datang bersama Yuda, disusul dengan keluarga Devan. Kini Zyva dan Yuda mulai mengikuti pemanasan. Pemanasan kali ini dipimpin oleh Sean yang saat itu juga sebagai timernya.


Priiiiit!


Swimming Competition pun dimulai. Yuda lebih dulu terjun dalam gaya bebas. Setelah itu disusul oleh Zyva. Dengan lincah Zyva mengayunkan tangannya menaklukkan kolam renang. Devan dan Dena terus saja meneriakkan nama Zyva.


Liza yang baru melihat Zyva berenang hanya diam terpukau. Ia tidak menyangka, gadis secantik Zyva ternyata sangat pandai berenang.


"Om, ini aneh gak sih?" tanya Liza pada papa Zen.


"Zyva keren banget loh itu berenangnya. Kok kulitnya bisa putih ya. Harusnya kan kalo perenang biasanya warna kulitnya gelap." tukas Liza yang terlihat begitu mengagumi Zyva.


"Yang aneh itu kamu, Liza. Bukan perenang tapi kulitnya agak gelap." jawab Papa Zen sambil terkekeh.


"Diiiiih, Om ini ya. Malah body shaming." gerutu Liza.


Mama Auryn hanya tersenyum mendengar jawaban suaminya. Gaya bebas yang pertama, Zyva sudah mengantongi gelar juara.


Kini pertandingan kedua, Gaya dada. Zyva kembali memperlihatkan kepiwaiannya dalam berenang dan kembali menyabet gelar juara. Sampai Gaya yang ketiga, gaya punggung dan gaya yang keempat, gaya kupu-kupu, Zyva meraih kejuaraannya dan hal ini sangat membuat Pristina bangga.


"Baru kali ini aku merasa bangga melihat putriku sangat luar biasa, Auryn." ucap Pristina.


"Itu baru namanya ibu yang normal." sindir Auryn dan Pristina hanya terkekeh membenarkan sindiran Auryn.


"Kamu di rumah sibuk apa sekarang?" tanya Auryn dan Pristina menceritakan bahwa ia baru saja diterima kerja di laundry.


"Balik aja ke sekolah yuk. Sekolah butuh guru musik. Kamu kan bisa tuh main biola sama nyanyi ." ajak Auryn membuat Pristina memikirkan tawaran Auryn.

__ADS_1


Dulu dia dikenal sebagai pemilik sekolah, dan kini ia akan mengajar anak-anak bermain biola. Tidak hanya itu, status Tina juga menjadi karyawan dari putrinya sendiri.


"Oke deh. Nanti hari senin aku siapk surat lamaran kerjanya." ucap Pristina membuat Auryn terkekeh geli.


"Gak perlu kali. Langsung masuk aja. Kayak sama siapa aja kamu nih." ucap Auryn.


Zyva yang sudah selesai mandi kini langsung menuju ke buk Tin dan keluar sifat manjanya. "Buk, suapin lagi ya." pinta Zyva dan dengan senang hati Pristina menyuapi anaknya.


"Biar Devan aja bu yang nyuapin Zyva." pinta Devan dan Zyva langsung menolaknya.


"Jangan Dev, tangan Buk Tin lebih nikmat daripada tangan kamu."ucap Zyva membuat yang lain tertawa.


Setelah selesai makan, kini mereka tinggal menunggu pengumuman juaa dan pembagian hadiah.


Kali ini nama Zyvanna Ray muncul sebagai pemenang umum putri dan akan mewakili Negara Indonesia dalam Swimming Competition Kancah Internasional di Tokyo dua bulan lagi.


Sedangkan perenang pria yang akan menemani Zyva masuk dalam kancah Internasional adalah Vedo Xavier.


Zyva dan Vedo kini berdiri berdampingan di panggung untuk menerima hadiah.


"Vedo," Vedo memperkenalkan dirinya pada Zyva sambil mengulurkan tangannya.


Zyva pun membalas uluran tangan Vedo. "Zyva."


Setelah menerima hadiah, Vedo dan Zyva dipanggil ke belakang panggung untuk mendapatkan informasi lomba di Tokyo.


"Zyva, aku gak nyangka loh gadis secantik kamu memenangkan kompetisi ini. Selamat ya." puji Vedo.


"Selamat juga. Semoga nantinya kita bisa bekerja sama dengan baik." ucap Zyva dan Vedo pun mengangguk.


Vedo ternyata berasal dari Manado. Mereka pun saling bertukar nomor telefon dan Vedo menawarkan Zyva untuk berlibur ke Manado.


"Libur sekolah nanti main la ka Manado. Nanti aku ajak ke tempat paling indah di Manado." ucap Vedo dan Zyva tersenyum.


"Lain kali akan aku agendakan untuk berkunjung ke sana." jawab Zyva.


Setelah semuanya selesai kini semuanya pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2