Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Mengumpulkan Bukti


__ADS_3

Keesokan harinya, Devan dan Zyva sudah sampai di sekolah lebih pagi dari biasanya. Pagi ini Devan memang sengaja mengajak Angga dan Nino bermain basket karena para guru akan ada rapat bulanan di sekolah.


Angga dan Nino sudah sampai di sekolah tidak lama setelah Devan sampai. Sambil menunggu teman yang lain Devan pun menanyakan tentang masalah Neffy dan juga Yuda.


"Nino, dulu kamu pernah tahu kan kalo yang hamil itu Neffy?" tanya Devan.


"Iya, kan aku udah cerita sama kamu kalo yang hamil itu Neffy, cuma kita gak tau siapa yang bikin tuh cewek bunting." jawab Nino santai.


"Sayangnya waktu itu gak ke rekam sama kita. Jadi gak ada bukti deh." timpal Angga.


Devan pun menceritakan pada dua sahabatnya tentang apa yang terjadi di ruang yayasan saat Yuda tertuduh dan tidak mengakui bahwa ia menghamili Neffy. Angga dan Nino pun tercengang mendengar cerita Devan.


"Waaaaah, parah tuh anak. Gak bisa dibiarin ini mah." ucap Angga gusar mengingat Yuda adalah ketua OSIS.


"Tapi kayaknya waktu mereka ngobrol itu pas banget sama CCTV yang ada di sekolah. Coba deh minta Miss Auryn buat ngecek itu." ucap Nino.

__ADS_1


Devan langsung menghubungi Zyva untuk memintanya mengecek CCTV yang mengarah ke tempat yang ditunjukkan Angga dan Nino. Devan tidak bisa membantu Zyva kali ini karena teman satu timnya sudah berkumpul.


Sedangkan Zyva langsung menuju ke ruangan yang biasa digunakan Adrian dan langsung mengajak Adrian untuk mengecek CCTV.


"Disini memang terlihat Yuda dan Neffy ngobrol di taman, sayangnya apa yang menjadi obrolan mereka gak kedengeran, Zy." tukas Adrian.


"Tapi tunggu deh, Kak. Itu kayak ada orang yang ngerekam pake ponsel dari balik dinding ruang laboratorium." ucap Zyva. "Coba pause bentar!"


Adrian pun menuruti Zyva. "Ini bukannya penjaga kantin ya, Bi Sum." Adrian memastikan pada Zyva.


"Tapi jangan to the point, Zy. Takut Bi Sum juga gak mau buka mulut nantinya. Kita harus pakai pendekatan khusus sama dia." ucap Adrian dan Zyva pun mengangguk setuju.


"Yaudah, kakak balik meeting sama guru-guru ya." Adrian kini meninggalkan Zyva yang masih duduk di ruangan yayasan.


"Hemmm, aku akan mendekati bi Sum kali ini." ucap Zyva melangkahkan kakinya menuju kantin.

__ADS_1


***


Sesampainya di kantin, tampak Bi Sum sedang membuatkan beberapa jus untuk rapat para guru. Melihat kesibukan Bi Sum dan penjaga kantin yang lain, membuat Zyva mengurungkan niatnya untuk mendekati Bi Sum kali ini.


Bi Sum adalah penjaga kantin yang paling muda. Usianya ditaksir baru menginjak seperempat abad lah atau dua puluh lima tahun. Nama aslinya Sumiati, dan ia memang senang dipanggil dengan sebutan Bi Sum.


Bi Sum terlihat cukup cantik, dengan lesung pipit, rambut lurus yang digulung ke atas, bibir yang sedikit tebal dan style berpakaiannya memang memperlihatkan kalau dia memang dari desa. Dia bekerja di kantin sekolah juga karena mengikuti ibunya, Bi Nah.


Zyva akhirnya duduk di taman dekat kantin bersama Liza sambil memainkan ponselnya.


"Zy, lihat tuh. Ngapain Yuda ndeketin Bi Sum." Liza menepuk lengan Zyva dan menunjuk ke arah kantin.


Zyva dan Liza kini sedikit terkejut melihat Yuda yang berani beraninya mencolek dagu Bi Sum dan keduanya saling tertawa lepas.


Zyva dengan cekatan memberi komando pada Liza untuk merekam aksi mereka dari balik pohon. Sedangkan Zyva mulai menyelinap dari belakang kantin.

__ADS_1


__ADS_2