Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Palang Merah


__ADS_3

Saat Devan sudah mulai ON dan mulai melepaskan kaos Zyva. Tangannya ditahan oleh Zyva dengan nafas yang terengah-engah.


"Ada apa sayang?" tanya Devan.


"Jangan sekarang, please." ucap Zyva kembali membenarkan kaosnya yang hampir terlepas. "Aku baru aja datang bulan."


Seketika Devan membuang nafasnya kasar. Lagi-lagi ia harus menunggu untuk menuntaskan hasrat yang sudah lama ia bendung.


"Kau memang benar-benar mengujiku Zyva ku sayang." ucap Devan yang kemudian merebahkan tubuhnya di samping Zyva.


"Jika tahu seperti ini, tiga minggu yang lalu aku langsung saja menemui mu tanpa harus menunggu tepat di tahun ke delapan." gerutu Devan sambil mengusap punggung tangan Zyva.


"Maaf ya sayang," ucap Zyva yang terdengar begitu lembut di telinga Devan.


"Bisa kau ulangi?" pinta Devan yang sangat gembira mendengar panggilan sayang dari Zyva.


"Maafkan aku sayang." Zyva kembali mengulangi kalimatnya.


Devan langsung mengecup bibir Zyva dan menyesap nya lebih dalam dari sebelumnya. "Aku sangat menyukai panggilan itu." ucap Devan yang kemudian mencium bibir Zyva lagi. Keduanya pun saling berpagutan satu sama lain.


Kini Zyva juga mulai memberikan sikap yang hangat terhadap Devan. Ia harus menepikan rasa egonya untuk terus menerus merasa kesal dengan Devan karena rasa rindu nya lebih besar.


Devan dan Zyva menghabiskan kebersamaan mereka di dalam kamar sampai tiba waktu makan malam dan mereka pun memutuskan untuk turun ke bawah.

__ADS_1


"Waaaaah, aku suka sekali melihat kalian berdua yang akhirnya bersama lagi." ucap Dena yang baru keluar dari kamarnya.


Devan dan Zyva yang beru keluar kamar pun langsung tersenyum. "Makasih ya udah jagain Zyva untuk aku." ucap Devan sambil turun ke bawah sambil menggenggam tangan Zyva.


"Eitz, gak gratis kali. Gak cukup kalo dibayar dengan ucapan terima kasih aja." tukas Dena mengikuti langkah Devan dan juga Zyva.


"Trus mau dibayar sama apa?" tanya Devan.


"Cukup dengan ponsel terbaru keluaran tahun ini." jawab Dena.


"Matre banget ih. Nanti deh ya kalo kakak udah gajian." timpal Devan.


Kini mereka bertiga sudah sampai di meja makan. Papa Zen dan Mama Auryn pun sudah menunggu mereka untuk makan malam.


"Dena!" panggil Zyva yang terkejut saat Dena akan menikah secepat ini dengan Nino dan tanpa memberitahunya sedikit pun.


"Kau sudah tidak menganggapku ya?" tanya Zyva kesal. "Kenapa tidak cerita sedikitpun kalau kau akan menikah secepat ini?"


"Aduh Zyva sayang. Bukankah akhir-akhir ini kau sangat sibuk dan sulit untuk aku ajak bicara." jawab Dena dan Zyva pun mulai membenarkan apa yang Dena ucapkan.


Memang hampir satu bulan belakangan ini Dena benar - benar disibukkan oleh berbagai kegiatan dari sekolah yang ia pimpin maupun dari kampusnya sendiri.


"Sudah sudah, jangan diperpanjang lagi masalahnya. Yang penting kosongkan jadwal kalian besok untuk foto dan juga fitting baju pengantin." ucap Mama Auryn yang langsung disetujui oleh Devan, Zyva dan juga Auryn.

__ADS_1


"Nah, Zyva. Setelah acara resepsi pernikahan nanti, mama tidak mau kau terlalu lelah. Mama sudah sangat menginginkan seorang cucu." ucap Mama Auryn.


"Bukan cuma Zyva dong, Ma. Dena juga kan akan menikah." sanggah Zyva pelan.


"Dena pun juga harus begitu. Mama juga ingin kalian semua tetap tinggal di Mansion ini untuk beberapa bulan ke depan. Setidaknya agar mama tidak terlalu merasa kesepian." jelas Mama Auryn.


Devan pun langsung melirik ke Zyva. "Aku sih gimana Zyva aja Ma." jawab Devan.


"Emmmh, Zyva sih oke ke ajah kok Ma." timpal Zyva.


Mereka pun terus berbincang sampai selesai makan malam.


Setelah itu seperti biasanya, Mama Auryn, Dena dan juga Zyva langsung duduk di depan televisi untuk menghabiskan waktu mereka dengan saling bertukar cerita dan menonton televisi.


"Mau kemana sayang?" tanya Devan sambil merangkul bahu istrinya.


"Zyva kan kalo habis makan selalu nonton bareng aku sama mama." jawab Dena.


"Kita ke kamar aja yuk, aku masih kangen." ajak Devan terang-terangan.


"Nah iya Zyva, lebih baik kamu istirahat aja sama Devan di kamar." ucap Mama Auryn.


"Oke deh, selamat malam semuanya." Ucap Zyva yang memang sudah merasa lelah pun langsung menuju ke kamar bersama Devan.

__ADS_1


__ADS_2