Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Bayar Denda


__ADS_3

Grabbbb!!!


Tengah malam tiba-tiba tangan Zyva menimpa tubuh Devan dan memeluknya seperti guling. Devan yang terkejut langsung membuka matanya dan berusaha menyingkirkan tangan Zyva dari tubuhnya. Tapi bukannya bergeser, justru pelukan Zyva makin terasa erat.


Devan memandangi paras cantik Zyva dan mengagumi kecantikan istrinya. Meskipun tak pernah tersentuh make up, Zyva sudah terlihat cantik natural. Devan akhirnya membiarkan dirinya dipeluk Zyva dan ia kembali memejamkan matanya. Ada rasa nyaman yang mengalir di tubuhnya saat dirinya berada dalam pelukan istrinya.


Alarm di ponsel Zyva berbunyi dan Zyva meraba raba tempat ia menaruh ponselnya dan mematikan alarm dengan mata yang masih tertutup. Ia meletakkan lagi ponselnya dan kembali memeluk Devan.


Devan yang kembali terjaga karena bunyi alarm di ponsel Zyva hanya tersenyum melihat kelakuan Zyva pagi ini. Tapi Devan buru buru kembali menutup matanya saat Zyva mulai mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan.


Mata Zyva langsung terbuka sempurna saat ia menyadari bahwa dirinya memeluk Devan sangat erat. "Upz, apa yang sudah aku lakukan?" gumam Zyva pelan dan langsung menarik tangannya dari tubuh Devan.


"Huuuuuh, untungnya dia masih tidur," gumam Zyva dalam hati sambil memandangi wajah Devan. Satu kata yang muncul di benak Zyva kali ini saat memandangi wajah Devan, "Sempurna". Devan memang terlihat macho dan cool dengan wajah tampannya dan juga tubuh atletisnya.


"Ternyata selain jago berenang dan cerdas, kau punya keahlian mematikan alarm ponsel dengan mata tertutup ya." celetuk Devan membuat Zyva yang sedang memandangi Devan jadi tergagap.


Cepat cepat Zyva membalik tubuhnya memunggungi Devan dan membuat Devan tersenyum tipis.


"Malam ini kau melewati batasan kita, Zyvanna Ray. Dan seperti yang kau katakan tadi malam, aku akan memberikan denda padamu." ucap Devan.


"Baiklah, aku akan menerima hukuman darimu." jawab Zyva yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


...***...


Hari ini Zyva terpaksa tidak berlatih berenang setelah pulang sekolah karena Devan memintanya untuk mentraktirnya makan siang di Restoran Jepang. Sedangkan Dena, Adel, dan Neffy harus berlatih Cheers untuk pertandingan Basket antar sekolah minggu depan.


Kini Zyva dan Devan sudah ada di dalam busway yang akan mengantarkan mereka ke Restoran Jepang.


"Kenapa harus di Restoran Jepang sih. Kan mahal, Dev." keluh Zyva.


"Namanya juga hukuman, suka suka aku dong mau denda kamu berapa aja." jawab Devan.


"Tapi kan semalem itu aku gak sengaja Dev. Kamu nih perhitungan banget." gerutu Zyva mengingat ia harus berhemat karena ia ingin membeli rumah di dekat sekolah.

__ADS_1


"Hei, siapa coba yang perhitungan? Uang kamu kan banyak, cuma di denda di Restoran Jepang juga berkurang cuma sedikit Zyva." sanggah Devan tidak terima.


Zyva mendengus kesal tidak menjawab ucapan Devan. Jujur sebenarnya dia merasa sangat malu karena ia sendiri yang melanggar perjanjian yang ia buat.


"Emang uang kamu mau buat apa sih?" tanya Devan.


"Ada deeeh." jawab Zyva.


Kini keduanya sudah sampai di Restoran Jepang. Setelah mencari tempat duduk dan memesan menu yang mereka inginkan, Devan pergi ke toilet sedangkan Zyva masih memainkan ponselnya.


"Hai cantik, udah pulang sekolah ya?" tanya seseorang yang sudah duduk di hadapan Zyva.


Zyva meletakkan ponselnya dan memandang ke arah lelaki yang baru saja menyapanya. Zyva sedikit mengerutkan dahinya mengingat siapa sosok yang duduk di depannya.


Tak lama kemudian Mr Adrian berdiri di belakang sosok yang duduk di depan Zyva.


"Papa, kok malah duduk disini sih. Kita meeting disana pah. Ayooo." ajak Adrian menarik tangan Clovis agar menjauh dari Zyva. Adrian juga berpura-pura tidak mengenal Zyva dan mengabaikan Zyva begitu saja tanpa menyapanya.


"Oh My God." pekik Zyva pelan sambil memegangi kepalanya. "Pantas saja Kak Adrian seolah tidak mengenalku tadi." gumam Zyva.


"Ada apa Zyva?" tanya Devan dan duduk di depan Zyva.


Belum sempat Zyva menjawab, menu yang mereka pesan pun datang. Zyva langsung mulai menyantap pesanannya, sayangnya Devan langsung menahannya.


"Jawab dulu baru makan." desak Devan.


Zyva menghela nafasnya kasar. "Kamu masih inget gak laki-laki yang bareng sama Neffy waktu di Club?" tanya Zyva yang langsung diangguki oleh Devan. "Ternyata papanya Mr Adrian. Aku gak habis fikir aja. Berarti Neffy bisa dibilang perusak hubungan orang dong." tukas Zyva pelan.


"Hemmm, berarti dia papa tiri kamu dong." balas Devan dan Zyva hanya mengedikkan bahunya. "Kamu tahu darimana?"


Zyva menceritakan bahwa tadi Clovis sempat menyapa dirinya dan berpindah tempat sejak Mr Adrian datang dan mengajaknya pergi.


"Trus Mr Adrian gimana?" tanya Devan kemudian.

__ADS_1


"Lucunya Mr Adrian kayak gak kenal sama aku." jawab Zyva. "Yaudah lah, makan yuk. Aku laper." Zyva langsung menyantap makanannya yang tertunda.


Sedangkan pandangan Devan kini beralih ke Meja Clovis dan Adrian yang ada di pojok ruangan. Devan melihat Clovis yang terus saja memandang ke arah Zyva tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun meski sedang berbicara dengan Adrian.


"Zyva, kita harus segera menghabiskan ini dan keluar dari tempat ini." ucap Devan yang sudah tidak nyaman karena Clovis terus saja memandangi Zyva.


Sedangkan di tempat lain, Adrian mulai jengah melihat papanya terus memandangi Zyva.


"Papa ngeliatin apa sih?" tanya Adrian kesal karena sedari tadi papanya tidak fokus dengan apa yang akan dibahas pada meeting kali ini.


"Gadis itu ternyata masih bersekolah di Gelora Internasional. Papa pernah melihatnya bekerja di Club Malam. Apa kau mengenalnya?" tanya Clovis pada Adrian.


"Murid di sana banyak paah. Mana bisa aku mengingat mereka satu per satu." jawab Adrian berbohong. "Kenapa memangnya?"


"Papa sangat menginginkannya." jawab Clovis membuat Adrian meradang.


"Papa gilaa yaaa? Menginginkan gadis di bawah umur. Aku tidak habis fikir dengan pikiran gila papa kali ini." sarkas Adrian membuat Clovis terdiam.


"Aku mundur untuk membantu papa jika papa terus berfikiran seperti ini." ucap Adrian kemudian dan siap untuk beranjak dari tempat duduknya.


Melihat putra angkatnya mau berdiri, Clovis langsung menahannya dan meminta maaf padanya. Clovis berjanji tidak akan berfikiran gila lagi.


Mendengar perkataan Clovis, Adrian kembali duduk meskipun tidak percaya begitu saja pada papa angkatnya. Ia pun segera mengirimkan pesan untuk Zyva.


Kak Adrian


Segera lah pulang! Aku akan berkunjung ke tempatmu nanti malam.


Mendapat pesan dari Adrian, Zyva pun segera menghabiskan makanannya tanpa membalas pesan Adrian.


"Pesan dari siapa?" tanya Devan. Zyva tidak menjawab dan hanya memperlihatkan isi pesannya.


Kini keduanya segera membayar pesanan dan pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2