Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Masalah Zyva Clear


__ADS_3

Setelah hari Minggu kemarin disibukkan oleh pindahan barang barang Neffy dan ibunya ke Mansion milik Clovis, hari ini Neffy akan berangkat sekolah dengan membawa mobilnya sendiri.


Sejak kemarin Clovis memang tidak terlihat karena ia ada urusan di luar kota dengan Adrian. Maka dari itu, Neffy dengan mudahnya memberi perintah kepada Tina sesuka hatinya.


"Aku berangkat ya Ma." pamit Neffy. "Mama berangkat kerjanya hati-hati." pesan Neffy dan mamanya hanya tersenyum dan mengangguk.


...***...


Sesampainya di sekolah, Neffy langsung dicegat oleh Yuda yang memang berangkat lebih awal dari Neffy.


"Dari kemarin kemana aja sih yang? Aku telfon gak diangkat, aku chat juga gak kamu bales." tanya Yuda dengan sedikit kesal.


"Aku kemarin sibuk pindahan ke rumah Om Clovis. Sorry ya." jawab Neffy sambil mengusap pipi Yuda.


"Aku kangen," bisik Yuda. "Udah lama gak dimanjain sama kamu."


"Pulang sekolah yuk, aku kasih servis paling enak deh." timpal Neffy.


"Dimana? Di Mansion baru kamu ya." pinta Yuda. Neffy berfikir sejenak dan kemudian menganggukkan kepalanya.


Yuda dan Neffy berjalan beriringan dan ketika sampai di depan ruang BK, terdengar Miss Killer meminta maaf pada Zyva dan mengatakan kemungkinan testpack itu milik Bi Sum penjaga kantin karena dia memang sedang hamil.


Mendengar penjelasan dari Miss Killer, membuat Neffy dan Yuda bernafas lega. Kini mereka berdua tinggal memikirkan cuti saat perut Neffy sudah mulai terlihat membesar.


Teeeet teeeeet teeeeeet.


Bel masuk sekolah pun berbunyi, Neffy bergegas masuk ke dalam kelas dan disusul oleh Zyva yang baru saja keluar dari ruang BK.


Pelajaran pertama dan kedua telah usai. Kini waktunya kelas Zyva beristirahat. Zyva, Adel, Dena, dan Neffy langsung memutuskan untuk pergi ke kantin. Tapi mereka dicegat oleh Mr Adrian yang akan mengajak Zyva menemui ketua Swimming Competition guna menjelaskan ketidakbenaran kabar Zyva yang hamil.


"Aku pergi dulu ya guys," Zyva melambaikan tangannya pada teman-temanny dan mengikuti langkah Adrian.


Ketiga teman Zyva ini langsung ke kantin dan memesan menu yang mereka inginkan.


"Neff, kamu kelihatan pucat banget loh. Sakit yaa?" tanya Dena memegang kening Neffy.


"Gak juga sih. Kecapekan aja abis pindahan kemarin." ucap Neffy dan teman-temannya hanya ber oh ria.

__ADS_1


Tiba-tiba Devan duduk di depan Dena dan menanyakan Zyva. "Den, Zyva kemana kok gak kelihatan?"


"Diiiiiih, yang baru jadian nih bucin amat." ledek Neffy.


"Zyva padahal lagi ngedate loh ama Mr Adrian. Tadi waktu Mr Adrian dateng, Zyva langsung di gaet aja gituh." jawab Adel yang sengaja memanas-manasi Devan.


"Kalian berisik banget sih, orang aku nanya sama Dena juga." gerutu Devan yang sebenarnya sudah mulai terpancing emosi.


"Zyva emang bareng sama Mr Adrian, klarifikasi masalah dia sama ketua Swimming Competition." jelas Dena.


"Oh gitu, kok dia gak bilang sih sama aku."


"Diiiiiih, baru aja mereka berdua pergi. Zyva juga belum sempet kali kasih kabar ke kamu. Dah sana pergi, ganggu kita aja nih si bucin." celetuk Adel dan Devan langsung meninggalkan meja mereka dan bergabung ke meja Angga, Nino dan Yuda yang tampak sudah baikan karena Yuda memang sudah meminta maaf dengan Devan.


...***...


Sedangkan Zyva dan Mr Adrian kini sampai di kantor penyelenggaraan Swimming Competition. Sebelumnya Zyva memang diminta untuk mengecek ke dokter kandungan untuk mendapatkan surat keterangan bahwa Zyva memang tidak hamil sama sekali bahkan segelnya juga masih utuh.


Mr Adrian dan Zyva langsung dipersilahkan masuk ke ruangan Tuan Gerald. Betapa terkejut Zyva, bahwa ketua panitia Swimming Competition itu adalah daddy Sean.


"Hai Zyva, apa kabar? Ayo silahkan duduk." sapa Tuan Gerald lebih dulu membuat Adrian sedikit terkejut.


"Apa anda mengenal Zyva?" tanya Adrian kemudian.


"Tentu saja, dia adalah teman baik putraku, Sean." jawab Tuan Gerald.


"Ini sangat menggembirakan bagiku, Zyva, mendengar kenyataan bahwa kau tidak hamil dan bahkan masih utuh segelnya." ucap Tuan Gerald sambil membaca surat keterangan milik Zyva.


"Kau tahu kenapa aku mengadakan kompetisi ini?" tanya Tuan Gerald kemudian dan Zyva langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja karena permintaan Sean. Dia mencarimu kemana mana. Maka dari itu, dia memintaku untuk mengadakan Swimming Competition karena dia tahu kau pasti akan mengikuti kompetisi ini." jelas Tuan Gerald.


"Sepertinya Sean sangat menyukaimu sejak kalian duduk di bangku SMP, Zyva." ucap Tuan Gerald kemudian dan Zyva hanya tersenyum tipis.


Tidak lama kemudian pintu ruangan Tuan Gerald terbuka, dan nampak sosok Sean berdiri di pintu.


"Hai Sean, kemarilah. Ini gadis yang kau cari bukan?" Tuan Gerald melambaikan tangannya memanggil Sean untuk mendekat.

__ADS_1


"Aku sudah bertemu dengan Zyva kemarin saat pertandingan basket." ucap Sean dengan nada bicara yang datar sambil mendekat.


"Daddy kira kau sangat menyukai Zyva, ternyata dugaan daddy salah ya?"


"Dugaan daddy benar, hanya saja ZyRa sekarang sudah memiliki kekasih." jelas Sean sedikit mengacuhkan Zyva.


Sean masih merasa sangat cemburu saat Devan mengatakan Zyva akan memberikan ciuman panasnya pada Devan. Itulah yang membuat Sean sangat kesal.


"Ayolah, Son. Bertindaklah gentle sedikit. Ajak Zyva berjalan-jalan atau ajak saja main sebentar ke Mansion. Daddy yakin, Mommy juga pasti merindukan Zyva."


"Kau tidak keberatan kan Zyva?" tanya Tuan Gerald dan Zyva menggelengkan kepalanya.


"Sebab ada beberapa hal yang harus daddy bicarakan dengan Mr Adrian tentang pemberi informasi kehamilanmu itu, Zyva." jelas Tuan Gerald.


Akhirnya Sean mengajak Zyva keluar dari ruangan daddynya.


PoV Zyva


Sean kenapa cepat sekali berubah? Baru dua hari yang lalu bertemu, dia tidak sedingin ini. Meskipun dia sebenarnya sudah mengetahui bahwa aku dan Devan memiliki hubungan.


Sean bahkan masih meminta aku untuk menyemangatinya saat bertanding dan sengaja membuat Devan cemburu padanya. Tapi sekarang, dia benar-benar berubah. Tidak seperti Sean yang aku kenal.


Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan dia?


PoV Sean


ZyRa, aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Bahkan saat ini kita terlihat sangat dekat bukan? Sudah setengah tahun lebih aku kehilangan jejakmu dan itu membuatku sangat gusar hingga aku meminta Daddy untuk mengadakan kompetisi ini agar aku dapat menemukan dirimu.


Tapi entah kenapa pertemuan kita kemarin membuat aku sangat dan teramat kecewa. Aku benar-benar cemburu kau sudah memiliki kekasih. Tapi yang membuat aku sangat cemburu adalah ketika Devan mengatakan bahwa dia akan mendapatkan ciuman panas darimu, ZyRa.


Kau tahu ZyRa?


Aku marah.


Aku kecewa.


Aku menyesal.

__ADS_1


Kenapa bukan aku yang menjadi kekasihmu?


__ADS_2