Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Pertandingan Basket


__ADS_3

Keesokan harinya Devan bangun lebih awal dan mendapati Zyva tidur dalam pelukannya. Melihat Zyva yang tertidur nyenyak membuat Devan enggan untuk beranjak dari posisinya hingga bunyi alarm di ponsel Zyva berdenting.


Zyva membuka matanya pelan dan bibirnya langsung tersenyum mendapati dirinya ada di pelukan Devan. Kali ini Zyva merasakan tidurnya sangat nyenyak di pelukan Devan.


"Lagi tidur aja tampangnya cakep banget." gumam Zyva dalam hati.


Saat Zyva masih memandangi wajah Devan, tiba-tiba Devan mengecup bibir Zyva sekilas.


Cup!


"Morning Kiss, Zyvanna Ray." ucap Devan membuat Zyva salah tingkah.


"Kamu apaan sih. Kayak bebek aja nyosor terus." celetuk Zyva yang langsung bangun meninggalkan Devan dan masuk ke dalam kamar mandi.


Devan hanya tersenyum simpul melihat sikap Zyva pagi ini. Ada peningkatan dalam hubungan mereka, Zyva tidak lagi membicarakan denda dan batas antara mereka lagi sejak mereka berpacaran.


...***...


Pagi ini setelah sarapan, seluruh keluarga akan menghadiri dan memberi semangat Devan dalam pertandingan pertandingan basket. Mereka langsung menuju ke Sekolah Gelora Internasional.


Sesampainya di sekolah, Devan langsung bergabung dengan teman club basketnya, Dena bergabung dengan team Cheers, Mama Auryn dan Papa Zen menuju kantor untuk mengecek kesiapan acara. Sedangkan Zyva dan Liza menuju ke gedung olahraga untuk mencari tempat untuk menonton pertandingan.


Baru sampai di pintu GOR, ada salah satu siswa dari SMA lain yang jalan terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Zyva.


"Sorry, aku terburu-buru." ucap cowok yang menabrak Zyva yang kemudian membelalak sempurna saat ia melihat Zyva. "Zyvanna Ray, is it you?" tanyanya kemudian.


"Hai Sean." sapa Zyva saat mengetahui bahwa yang menabraknya adalah teman SMPnya dulu.


"Ya Ampuuuun, ZyRaaa. Kamu apa kabar?" tanya Sean. "Kamu makin cantik sih."


"Bisa aja kamu. Aku baik." jawab Zyva yang kinj matanya tertuju pada Devan yang melihat ke arahnya dengan tatapan tajam. "Kamu katanya tadi buru-buru." Zyva mengingatkan ucapan Sean tadi karena merasa tidak enak dengan tatapan Devan.


"Oh, enggak kok. Aku pikir aku terlambat. Ternyata team basketku juga belum semuanya datang." jawab Sean yang enggan meninggalkan Zyva setelah sekian lama tidak bertemu.

__ADS_1


"ZyRa, aku kangen banget loh sama kamu." ucap Sean tepat saat Devan sudah berdiri di belakang Sean.


"Ehemmmm." Devan berdehem membuat Zyva sedikit kikuk.


"Dev, kenalin ini temen SMP aku dulu." Zyva memperkenalkan Sean pada Devan.


"Sean." ucap Sean sambil menjabat tangan Devan.


"Devan, pacarnya Zyva." balas Devan sambil mempertegas statusnya.


Pengakuan Devan kali ini membuat Sean sedikit terkejut. Tidak hanya Sean, Liza yang mendengarnya juga merasa sangat cemburu.


Setelah Devan dan Sean berkenalan, Zyva undur diri untuk mencari tempat duduk bersama Liza.


"ZyRa itu cinta pertama aku sampai saat ini. Mendingan kamu putusin aja hubungan kamu sama ZyRa secepatnya karena kamu tidak mengenal ZyRa dengan baik." ucap Sean sambil menepuk bahu Devan dan pergi meninggalkan Devan untuk bergabung dengan teman satu teamnya.


"Kurang ajar!" pekik Devan dalam hati. "Ini gak bisa dibiarkan." gumam Devan yang kemudian bergabung dengan teman satu teamnya.


Priiiiit. Devan mulai mendrible bola ke arah ring lawan. Tapi Sean langsung merebutnya dan mendrible ke arah ring team Devan. Melihat bolanya berhasil direbut Sean membuat Devan makin semangat untuk merebut kembali bola yang ada di tangan Sean.


Sayangnya Sean langsung mengopernya ke teman satu teamnya dan langsung membawanya menuju ring. Dengan cepat Nino mampu merebut bola dari tangan lawan. Saat Sean menghadangnya, Nino langsung mengoper ke Angga dan langsung menuju ke Devan yang sudah dekat dengan ring lawan.


Angga mulai dihadang oleh taem lawan dan denga cepat Angga melemparkan bolanya ke arah Devan. Dengan satu tangkapan dan loncatan Devan mampu memasukkan bola baske ke ring team Sean membuat Zyva dan semua siswa Gelora Internasional bertepuk tangan riuh sambil mengelu elukan nama Devan.


Mendengar Zyva mengelu elukan namanya membuat Devan makin semangat. Tapi tidak dengan Sean yang terlihat sangat cemburu. Dengan cepat bola kini dikuasai team Sean dan anggota teamnya ingin membalas keberhasilan lawan. Kali ini Sean mampu membalas point yang dicegak oleh Devan dan membuat namanya dielu elukan oleh suporter dari sekolah Sean.


"Kita lihat siapa yang lebih menawan di hadapan ZyRa." bisik Sean membuat Devan kembali meradang.


Pertandingan basket semakin memanas. Team Devan dan Team Sean saling membalas point yang didapatkan oleh lawan hingga di akhir permainan point mereka sama.


Priiiiit! Peluit permainan berakhir pun berbunyi. Point kedua team basket kali ini seri membuat Devan dan Sean harus kembali berjuang.


Devan langsung mengelap peluhnya dan menghampiri Zyva. Dengan cekatan Zyva membukakan botol minum dan menyodorkannya pada Devan.

__ADS_1


"Kamu kereen banget Devaaan." puji Liza yang duduk di samping Zyva.


Devan melirik ke arah Zyva kesal. Kenapa harus Liza dulu yang memuji permainannya?


"Zy," panggil Devan. "Gimana permainan aku tadi?" tanya Devan kemudian yang mengharapkan pujian Zyva.


"Bagus Dev, Kereen bangeeet." jawab Zyva sambil memperlihatkan dua jempolnya.


"Kamu kalo lagi main basket, cakepnya nambah seratus persen." bisik Zyva membuat Devan mengulum senyumnya.


"Tapi ZyRa juga gak memungkiri kehebatan aku kan?" tanya Sean yang tiba-tiba datang dan duduk di depan Zyva. "Dari dulu kan ZyRa selalu temanin aku main basket dan support aku setiap ada pertandingan. Kalo gak percaya, tanya aja sama ZyRa. Pacar kamu yang sebentar lagi jadi pacar aku."


Kata-kata Sean kali ini membuat Devan sangat cemburu. Ia merasa terlambat bertemu dan mengenal Zyva dibanding dengan Sean.


"Bener begitu, Zy?" tanya Devan pada Zyva.


"Iya Dev. Dulu aku emang sering main basket sama Sean." Pengakuan Zyva kali ini membuat Devan sedikit kesal.


"ZyRa, Nanti jangan lupa semangatin aku ya." pinta Sean sambil meninggalkan Zyva dan juga Devan.


Kali ini Devan menatap Zyva tajam mencari jawaban. "Kamu mau semangatin dia?" tanya Devan dan Zyva mengangguk.


"Tenang aja, cara aku kasih semangat ke Sean gak harus teriak teriak kok." jawab Zyva membuat Devan penasaran.


"Jangan bikin aku cemburu Zy." gerutu Devan. Mendengar Devan cemburu dengan Zyva membuat Liza langsung menggoda sepupunya.


"Makanya Dev, sama aku aja. Zyva biar sama Sean." celetuk Liza yang diacuhkan oleh Devan.


"Kamu tau gak, denger dia manggil kamu ZyRa aja bikin aku cemburu. Bisa bisanya dia punya oanggilan khusus buat kamu."


"Sekarang kasih tau aku gimana kamu kasih semangat ke dia. Jangan jangan nanyi kamu lebih romantis lagi sama Sean daripada sama aku."


Mendengar Devan yang cemburu berat membuat Zyva langsung menggenggam tangan Devan dan membisikkan cara dia menyemangati Sean yang ujung ujungnya membuat Devan terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2