Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Genting


__ADS_3

...πŸ’«πŸ’«πŸ’«...


...{Maaf banget ya readers, novel ini udah hiatus lama. Insya Allah Author akan sambung lagi ceritanya. Mohon dukungannya ya biar Author semangaaaat} πŸ™πŸ™πŸ™...


...πŸ’«πŸ’«πŸ’«...


Sesampainya di rumah, Yuda langsung mengirimkan pesan kepada Bi Sum.


^^^Yuda^^^


^^^Hai sayang, aku lagi ada masalah besar. Bisa temui aku gak di cafe depan komplek aku?^^^


Bi Sum


Oke, jam tujuh malam ya Den.


Setelah membaca pesan dari Bi Sum, Yuda pun segera membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk bertemu dengan Bi Sum untuk menanyakan siapa saja yang ke kantin dan meminjam ponselnya.


...🧩🧩🧩...


Tepat jam tujuh malam, Bi Sum dan juga Yuda sudah duduk bersama di cafe dekat komplek Yuda. Penampilan bi Sum kali ini tidak seperti biasanya, ia memakai dress dengan warna soft dan membuatnya tampak lebih muda dari biasanya.


Tapi penampilan Bi Sum kali ini sama sekali tidak berefek pada Yuda yang sudah sangat kesal dengan masalah yang kini sedang di alaminya.


"Katakan padaku, siapa yang sudah meminjam ponsel Bi Sum saat di sekolah tadi?" tanya Yuda dengan mode serius.


"Memangnya ada apa?" tanya Bi Sum sambil mencoba mengingat ingat siapa yang sudah meminjam ponselnya.


Yuda pun akhirnya menceritakan semua masalah yang kini terjadi padanya. Hingga masalah isi chat antara dia dengan bi Sum juga dibongkar di depan papanya.


Bi Sum membelalakkan matanya terkejut setelah mengetahui semua ini. Dia pun kini mulai was was tentang dirinya sendiri yang juga bekerja di sekolah Gelora Internasional meski sebagai penjaga kantin.


"Lalu bagaimana nasib saya nanti ke depannya?" tanya Bi Sum dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Yang sekarang aku butuhkan adalah siapa yang meminjam ponselmu tadi?" tanya Yuda yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Bi Sum.


"Tadi siang Neng Zyva pinjam ponsel saya karena ponsel dia tertinggal di rumah. Dan dia juga ngasih uang ke bibi lima puluh ribu." ucap Bi Sum jujur.


"Zyva?" tanya Yuda dan bi Sum yang kemudian menganggukkan kepalanya.


"Dasar si*l! Anak baru itu udah berani ya macem-macem sama aku." gerutu Yuda yang tidak menyangka sebelumnya jika Zyva adalah orang yang membeberkan semua ini.

__ADS_1


Dengan geram Yuda langsung pergi meninggalkan cafe dan membiarkan Bi Sum sendirian. Yuda langsung menjalankan motornya pulang ke rumahnya.


Perasaan berkecamuk menyelimuti Yuda. Ia tidak habis fikir jika karma akan berbalik secepat ini. Memang awalnya ia sangat ingin mengalahkan Zyva dalam kompetisi yang sudah melambungkan namanya. Dengan berbagai cara ia lakukan dan tetap saja tidak berhasil.


Kali ini Zyva justru membalas kelakuannya dengan hantaman yang membuatnya langsung kalah telak.


"Arrrrrggghhhh!" pekik Yuda kesal. Kini ia sudah sampai di depan rumahnya dan segera menemui papanya.


Ia memang bersalah, tapi ia masih sangat tidak terima dengan apa yang menimpanya kali ini.


"Papa, biarkan aku bicara sebentar saja." ucap Yuda berdiri di depan papa dan mamanya.


"Jika tentang asrama, keputusan papa sudah bulat." ucap papa Yuda.


"Bukan tentang itu, Aku hanya ingin papa menegakkan keadilan untukku."


"Aku sudah tahu siapa yang menguak semua inidan mempermalukan aku dan tentunya juga papa."


Papa Yuda langsung berdiri dari tempat duduknya dan mencengkeram bahu Yuda. "Kenapa kamu masih tidak sadar juga jika ini semua adalah kesalahanmu?" tanya Papa Yuda geram.


"Yuda akui Yuda salah Pa. Yuda hanya ingin menegakkan keadilan." jawab Yuda


"Keadilan apa yang kau maksud?!" tanya papa Yuda dengan nada menggertak.


Mendengar penjelasan putranya membuat Papa Yuda sangat terkejut. Bagaimana mungkin sekolah internasional memperbolehkan pernikahan pelajar yang keduanya masih sama-sama di bawah umur?


"Pa." panggil Yuda.


"Jangan pernah berbohong hanya untuk menutupi kesalahanmu. Lebih baik kita sekranag bersiap untuk ke asrama besok pagi." ucap Papa Yuda yang kemudian melangkahkan kakinya ke kamar.


"Tunggu pa." Yuda menghalangi langkah papanya. "Aku hanya minta keadilan, Yuda mohon tegakkan keadilan kali ini dan dengan senang hati Yuda akan menuruti keinginan papa untuk sekolah di asrama." pinta Yuda dengan sungguh-sungguh.


"Papa akan memikirkan itu semua. Sekarang kau kemasi barangmu untuk ke asrama besok." jawab Papa Yuda yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Yuda tidak tinggal diam. Kini ia masuk ke dalam kamarnya dan langsung membuka ponselnya. Ia terus mencari rekaman ucapan Devan yang mengatakan bahwa ia dengan Zyva sudah menikah. Saat pesta kemenangan Zyva memang Yuda sengaja untuk merekam ucapan Devan saat itu.


"Nah ketemu." ucap Yuda saat mendapatkan rekaman tersebut. Dengan sigap Yuda mengumpulkan beberapa foto Zyva dan Devan yang nampak berdua dan menggabungkannya menjadi video dengan latar belakang musiknya adalah rekaman pernyataan Devan.


Setelah selesai semuanya, kini Yuda mulai membuat akun fake dan menyebarkan video yang baru saja ia buat di beberapa teman sekolah dan juga guru-guru yang ada di sekolah Gelora Internasional.


Tidak hanya itu, Yuda juga menyebarkannya ke setiap akun orang tua murid Gelora Internasional.

__ADS_1


...♾️♾️♾️...


Sedangkan di sisi lain, Miss Auryn yang baru melihat video gabungan foto Devan dan Zyva dengan suara Devan yang mengumumkan pernikahannya pun langsung terduduk lemas. "Ini pasti akan sangat menggemparkan." gumam Miss Auryn.


Papa Zen yang melihat istrinya terduduk lemas pun langsung menghampirinya. "Kita harus mengadakan meeting dadakan malam ini juga. Kita harus panggil Adrian, Tina, Zyva dan juga Devan. Ini gawat dan tidak bisa ditunda lagi untuk segera dibahas." ucap Papa Zen.


"Yaaa, aku akan menghubungi Adrian dan kita berkumpul di rumah Zyva." ucap Miss Auryn.


Devan yang baru saja pulang bermain basket juga sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. Tanpa mengganti bajunya, ia segera mengikuti kedua orang tuanya untuk menuju ke rumah Zyva.


...πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯...


Mampir juga yuk ke novelku yang lain. Judulnya Gadis Scorpio.


Aku kasih cuplikannya sedikit yaa.


Minerva tampak kagum dengan pemandangan langit malam ini sampai tidak sadar jika Emir terus menerus memandang ke arah Minerva.


"Cantik banget ya pemandangannya." ucap Minerva yang terus memandang ke atas langit sambil duduk di atas rumput.


"Sangat dan bahkan teramat cantik." balas Emir yang masih saja memandangi Minerva.


Mendengar jawaban Emir membuat Minerva menoleh ke arahnya dan kemudian mengerutkan dahinya. "Emang apanya yang cantik, Kak?" tanya Minerva.


"Kamu." jawab Emir sambil menyunggingkan senyumnya yang menawan.


Minerva langsung salah tingkah mendengar jawaban Emir. Ia pun menepuk bahu Emir sambil mencebik pelan. "Ck, Kak Emir ngaco deh. Itu loh pemandangan langitnya yang cantik banget." ucap Minerva sambil menunjuk ke langit.


Emir mengikuti arah tangan Minerva yang menunjuk ke langit, tapi hanya sekejap dan kembali lagi memandangi Minerva. "Tapi kamu lebih cantik." ucap Emir lagi dan seketika wajah Minerva angsung merona.


"Ternyata bos dingin kayak kakak bisa nge gombal juga ya." celetuk Minerva kembali menatap ke langit.


Emir tiba-tiba memegang kedua bahu Minerva dan membaringkan nya di atas rumput. Minerva menelan ludahnya kasar saat wajah Emir kini berhadapan tepat dengan wajahnya dan mengikis jarak di antara keduanya.


Minerva langsung memejamkan matanya saat Emir bergerak lebih mendekat ke arahnya. Jantungnya mulai berdetak kencang dan nafasnya mulai memburu tidak karuan.


Ada perasaan yang sangat berbeda yang kini Minerva rasakan, bahkan ia tidak berniat untuk menghindar sedikit pun dari Emir. Kini hembusan nafas Emir begitu terasa di pipinya membuat gemurh dalam da da Minerva semakin tidak karuan.


Minerva yang semakin gugup dengan tingkah Emir kali ini hanya mampu menggigit bibir bawahnya untuk meredam gejolak hebat dalam dirinya.


Emir hanya tersenyum melihat Minerva yang memejamkan matanya dengan rona di pipinya. Wajar jika Emir sangat ingin menci cipi bibir ranum Minerva yang kini sudah digi git bagian ba wahnya. Tapi ia menahan dirinya karena ia sama sekali tidak ingin merusak atau menodai Minerva sedikitpun.

__ADS_1



__ADS_2