Cewek Bertalenta

Cewek Bertalenta
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Yuda yang baru saja selesai mandi langsung mendekat ke arah Zyva dan Devan. "Zyva kok basah kuyup begini?" tanya Yuda.


"Iya, tagi gak sengaja dorong Devan. Eh malah ponselnya jatuh." jawab Zyva membuat Yuda jadi terkejut.


"Ponselnya nyebur ke kolam renang?" tanya Yuda terkejut. Yuda langsung merebut ponsel yang dipegang Devan.


"Iya Yud, aku juga kaget banget tadi waktu Zyva sengaja ngagetin aku." jawab Devan membuat Zyva bertanya-tanya.


"Emang ini ponsel siapa?" tanya Zyva memandangi ke arah Yuda dan Devan secara bergantian.


"Punya Yuda,"


"Punya aku."


Devan dan Yuda menjawab secara beriringan. Zyva menelan ludahnya kasar, kali ini ia makin merasa bersalah pada Yuda.


"Yuda, aku bener-bener gak sengaja tadi. Maafin aku yaa." ucap Zyva merasa sangat bersalah.


Yuda menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya pelan. "Kamu basah kuyup, Zyva. Mending kamu ganti baju dulu aja. Aku gak mau kamu sakit nantinya." ucap Yuda.


"Sorry banget ya Yud, aku bakal tanggung jawab benerin ponsel kamu." Zyva masih saja tidak beranjak mengganti bajunya yang basah dan terus meminta maaf pada Yuda.


"Gak papa kok Zyv, aku udah maafin kamu. Ini cuma masalah sepele juga. Kamu ganti baju dulu gih. Aku gak mau kamu nanti malah sakit." Ucap Yuda sambil menepuk bahu Zyva dan kali ini membuat Devan justru merasa sangat kesal.


Zyva akhirnya kembali masuk ke kamar mandi dan mengganti bajunya yang tersimpan di loker kamar mandi kolam renang.


"Nanti aku ganti ponselnya kalo memang gak bisa dibetulin. Aku juga akan tanggung jawab Yud." ucap Devan menepuk bahu Yuda.


Yuda kini masih mengotak atik ponselnya yang belum mau menyala.


"Bukan itu masalahnya Dev, rekaman yang tadi hilang dong." ucap Yuda terlihat sangat kesal.

__ADS_1


"Rekaman apa emangnya?" tanya Zyva yang tiba-tiba datang dari belakang.


Yuda sedikit tergagap melihat kedatangan Zyva yang tiba-tiba. "Emmmmhhh, rekaman anak OSIS kok Zy." jawab Yuda berbohong.


Mendengar jawaban Yuda, Zyva makin merasa bersalah. Ia pun langsung berfikir keras bagaimana caranya kini harus bertanggung jawab.


"Gini deh, Yud. Ponsel kamu kan pasti ada alamat email kan?" tanya Zyva dan Yuda langsung mengangguk. "Biasanya tersambung dengan google drive, naah kamu bisa kok kembalikan data data kamu yang hilang dari ponsel kamu lewat google drive tang sesuai dengan alamat email kamu." jelas Zyva membuat mata Yuda berbinar.


Kali ini ia tidak pupus harapan. Yuda segera mengambil tasnya dan bersiap-siap untuk pulang.


"Aku bisa kok pulihin data ponsel kamu." ucap Zyva lagi yang langsung ditolak oleh Yuda.


"Gak perlu Zy, kamu udah kasih solusi juga kan tadi. Itu sangat membantuku. Oh iya, satu lagi. Kamu gak perlu ganti ponsel aku. Ntar gampang minta dibeliin lagi ama bokap." ucap Yuda yang sudah ingin segera pulang. "Aku duluan yaaaa."


Yuda langsung melangkahkan kakinya keluar kolam renang. Kini Zyva sudah bernafas lega tidak perlu ganti rugi ponsel milik Yuda.


"Yuda baik banget ya ternyata. Salut aku sama dia." puji Zyva sambil beranjak untuk pulang.


"Hati hati aja, Zy. Air yang tenang menghanyutkan." ucap Devan kesal dan melangkah lebih dulu meninggalkan Zyva.


...***...


Di lain sisi, Neffy yang baru mengantarkan Adel pulang dengan mobilnya kini ia menjalankan mobilnya ke kantor Clovis. Saat sampai di parkiran mobil, ia menutup kembali pintu mobilnya ketika ia melihat Mr Adrian masuk ke dalam perusahaan Clovis. Tiba-tiba ponsel Neffy pun berdering dan ia segera menerima panggilan yang masuk.


"*Haloo om, aku udah di parkiran mobil nih." ucap Neffy saat mengetahui Clovis yang menelfonnya.


"Aku akan segera menemuimu di parkiran. Tetap disitu." jawab Clovis yang kemudian menutup panggilannya*.


Adrian sudah kembali lagi mengurus perusahaan milik papa angkatnya. Meskipun begitu, Adrian tetap menolak untuk kembali ke mansion dengan alasan ia lebih nyaman tinggal di apartemen barunya. Kini Pristina benar-benar diperlakukan sebagai pembantu di Mansion Clovis.


Tuk tuk tuk. Clovis mengetuk pintu jendela mobil Neffy. Neffy yang sedang membalas chat langsung membuka pintu mobilnya dan berpindah duduk di samping kemudi.

__ADS_1


"Om, sibuk yaaa?" tanya Neffy yang mulai memainkan tangannya di dada Clovis.


"Udah gak begitu sayang. Om kangen sama kamu. Kita main yuuuk." ajak Clovis sambil mengendarai mobil Neffy.


"Waaah, boleh banget om. Cloffy junior juga kangen ditengokin papanya nih. Mau kemana kita?" tanya Neffy antusias.


Jika Clovis kembali menginginkan dirinya, berarti ia sudah melupakan Zyva, bartender dan juga teman sekelasnya yang kemarin diinginkan Clovis. Tidak hanya itu, Neffy juga pastinya akan segera meraup uang yang banyak setelah melayani Clovis.


"Ke Mansionku. Aku akan bermain denganmu di kasur King Size milikku, sayang." jawab Clovis sambil meraba dada Neffy yang cukup besar di kalangan remaja seusianya.


"Iiih, oooom. Emang gak takut ketahuan istri oM Clovis? Aaaaaah," tanya Neffy sambil mendesah saat nip*lenya yang sudah men*njol dimainkan oleh jari jemari Clovis.


"Tentu saja tidak." jawab Clovis yang kini kembali memegang kendali mobilnya dan segera meluncur ke Mansion.


Sesampainya di Mansion Clovis, Tina tergopoh gopoh dari pantry menyambut kedatangan Clovis. Meskipun ia sudah menjadi pelayan di Mansion mantan suaminya, ia tetap berpenampilan seperti Nyonya di Mansion Clovis. Betapa terkejutnya Tina saat Clovis menggandeng gadis belia yang masih menggunakan seragam sekolah Gelora Internasional.


Bukan hanya Tina yang terkejut, Neffy juga tidak kalah terkejutnya saat mengetahui bahwa istri dari sugar daddynya adalah pemilik Gelora Internasional.


"Siapa gadis ini pah?" tanya Pristina dengan pandangan sinisnya ke arah Neffy.


"Perbaiki kalimatmu, aku adalah Tuanmu sekarang." jawab Clovis yang terus memegang tangan Neffy dan mengajaknya masuk ke dalam.


"Neffy," panggil Tina yang membaca nama yang tertera di seragamnya. "Kau anak sekolah Gelora Internasional bukan? Apa yang kau lakukan dengan suamiku? Pulanglah atau aku akan melaporkanmu agar kau dikeluarkan dari sekolah!" teriak Tina membuat Neffy melepaskan genggaman Clovis.


"Oooom, aku harus segera pulang." pinta Neffy saat Clovis makin mengeratkan genggamannya.


Clovis makin geram dan langsung berbalik dan menampar Pristina dengan sangat kencang hingga ujung bibir mantan istrinya itu berdarah.


"Aku ingatkan lagi padamu, kau bukanlah istriku lagi. Kau hanya seorang pelayan disini. Kau juga tidak pantas berteriak dengan wanita yang aku cintai, Pristina!" pekik Clovis membuat Pristina meneteskan air matanya.


Kata-kata dan perbuatan Clovis padanya kali ini benar-benar menyakiti hatinya.

__ADS_1


"Jangan usik Wanitaku! Layani dia dengan baik dan jangan sekali-kali mengancamnya atau aku akan membuatmu lebih sengsara!" sarkas Clovis. "Jangan sampai aku bertindak lebih kasar dengan pelayan sepertimu jika nanti kau benar-benar ikut campur dalam urusanku." hardik Clovis yang kemudian memeluk Neffy dan berjalan menuju ke kamarnya.


Pristina langsung bersimpuh lemas mendapati Clovis teramat menghina dirinya di hadapan seorang anak perempuan yang usianya jauh lebih muda darinya. Ia kali ini benar-benar menyesal dan bertekad hengkang dari Mansion Clovis. Tapi ia tidak tahu harus pergi kemana, terlebih ia tidak mempunyai uang tabungan sama sekali.


__ADS_2