Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )

Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )
Episode 26. Masa kontrak kerja sudah berakhir dan mulai menganggur.


__ADS_3

Dinda dan Tini bekerja seperti biasa. Karena berbeda shift, Dinda dan Tini hanya bisa bertemu kalau libur saja. Adapun mereka bertemu di malam hari, itupun salah satu dari mereka terbangun dari tidurnya.


Hari-hari telah berlalu begitu saja. Tanpa terasa mendekati hari terakhir mereka bekerja. Satu minggu sebelum hari terakhir kerja, ada selembar kertas di papan pengumuman di dinding luar ruang satpam.


Di selembar kertas tersebut terdaftar nama-nama karyawan yang masa kerjanya telah berakhir. Ternyata, seluruh karyawan baru termasuk Dinda dan Tini telah habis masa kerjanya.


Sedih yang terasa dalam hati mereka termasuk Dinda dan Tini. Baru bekerja, dan hanya 3 bulan saja tanpa diperpanjang masa kerjanya. Pikiran mulai pusing harus memikirkan mencari pekerjaan lagi.


Memikirkan karena tidak ada pendapatan, harus bisa berhemat. Karena nasib, rezeki orang tidak tahu kapan datangnya. Dinda dan Tini yang telah mengantongi sejumlah informasi tentang adanya lowongan pekerjaan, juga membaginya ke teman-temannya.


Hari terakhir mereka bekerja, mereka mendapatkan packlaring atau surat keterangan bekerja. Adapun gaji terakhir akan di bayarkan sesuai dengan tanggal gajian. Berarti mau tidak mau mereka akan kembali ke pabrik tersebut hanya untuk mengambil gaji terakhir.


Karena tidak adanya tambahan orderan dari costumer, maka tidak ada pekerjaan. Akhirnya pabrik tersebut mengurangi karyawannya. Yang tertinggal hanya karyawan tetap saja.


*


"Dinda rencananya mau melamar pekerjaan di mana?." Tanya Tini memulai obrolannya sambil menonton televisi.


Tini dan Dinda sedang menonton televisi bersama-sama. Setelah 2 hari menganggur, mereka menenangkan diri masing-masing. Beristirahat, menenangkan pikiran dan mempersiapkan surat lamaran pekerjaan.


"Tini, kemaren waktu aku ngobrol sama mas Nur, mas Nur bilang di pabrik Sank*** ada lowongan kerja. Tapi lewat yayasan, kamu mau?. Kata mas Nur kalau lewat yayasan gajinya di potong. Gimana?, mau ga Tin?." Ucap Dinda memberitahu.


"Ahh ga ahh Din, kerja cape-cape gajinya dipotong. Emangnya kamu mau?, aku ga mau ahh. Kalau potongan gajinya ga banyak aku pikir-pikir dulu. Tapi kalau banyak mendingan ga usah kerja di situ Din." Jawab Tini yang tidak mau bekerja lewat yayasan.


"Daripada nganggur pilih mana hayooo?." Tanya Dinda.


"Yaa pilih kerja lah, tapi jangan yang ada potongan gajinya. Sekarang pikir ya Din, kita kerja, terus lembur, gajian, ada potongannya, buat yayasan kan. Semakin besar gaji kita, semakin besar pula potongannya. Kamu mau, kita yang cape, yayasan yang enak. Yayasan cuma mencari lowongan kerja dan menyalurkan kerja buat kita doang. Jawab Tini agak kesal dengan potongan gaji yang diambil oleh yayasan dari karyawannya.

__ADS_1


"Yaa sudah kalau ga mau, aku kan cuma bilang, cuma memberitahu. Kenapa kamu sampai kesal banget." Dinda menjawab, sambil meledek Tini yang terlihat kesal.


"Maaf, habisnya aku kesal banget Din, soalnya teman satu line yang sama aku pernah kerja di pabrik Sank**. Lewat yayasan dan tiap bulan dipotong oleh yayasannya. Semakin besar gajinya, semakin besar potongannya. Aku ga mau lah, mendingan cari yang lain." Ucap Tini yang merasa kesal dengan yayasan yang memotong gaji karyawan.


"Terserah kamu deh Tin, yang jelas besok mau cari kerja kemana dulu nih." Tanya Dinda langsung ke pokok pembicaraan.


"Besok coba ngeposin saja dulu, buat di PT. Yama**. Itu pabrik yang katanya buat piano, eh alat musik gitu Din, mau ga?." Tini langsung menjawab tanpa ragu mau kemana tujuannya.


"Mmmm, ya sudah deh, besok ke kantor pos dulu. Siapa tahu ada informasi lowongan kerja lainnya." Dinda mengiyakan tujuan Tini ke kantor pos.


Malam itu, Dinda dan Tini menyiapkan berkas lamaran yang akan di bawa ke kantor pos. Salah satu amplop berwarna coklat besar sudah bertuliskan alamat tujuan dan pengirimnya. Namun ada beberapa yang sengaja tidak ditulis alamat tujuan dan pengirimnya.


Malam pun berlalu, Dinda dan Tini sama-sama berharap akan segera mendapatkan pekerjaan lagi. Meskipun baru beberapa hari menganggur, rasanya seperti sudah lama jadi pengangguran.


*


Dari warung bongkok, mereka berdua naik kendaraan angkutan umum k 39. Angkutan tersebut membawa mereka ke arah Cibitung. Karena kantor pos yang mereka tuju adalah kantor pos yang berada di Cibitung.


Sesampainya di perempatan lampu merah Cibitung, mereka sempat bingung. Akhirnya mereka bertanya pada salah satu orang yang sedang berada di sekitar mereka.


"Maaf mba, mau tanya, kantor pos Cibitung di sebelah mana ya mba?." Tanya Dinda pada salah seorang perempuan yang sedang berdiri di pinggir jalan.


"Kantor pos Cibitung ya mba, itu kantornya mba, tinggal nyebrang saja." Jawab perempuan yang ditanya oleh Dinda.


"Ooo,, itu ya mba, makasih banyak ya mba." Ucap Dinda sambil menunjuk kantor pos dan mengucapkan terimakasih.


"Iya, sama-sama mba." Orang itu pun menjawab.

__ADS_1


Dinda dan Tini menyebrang jalan kemudian memasuki halaman kantor pos. Terlihat sudah ada beberapa orang di depan kantor pos. Terutama di halaman kantor pos. Mereka kemungkinan sama halnya seperti Dinda dan Tini, yang sama-sama akan melamar pekerjaan melalui kantor pos.


Setelah memasuki kantor pos, di dalam kantor pos sudah banyak yang mengantri untuk mengeluarkan surat lamaran kerja. Dinda dan Tini berdiri diantara orang-orang yang sedang mengantri.


Di sela-sela menunggu antrian, terdengar ada yang mengobrol tentang lowongan pekerjaan. Dinda dan Tini yang mendengar ikut bertanya. Sehingga mereka mengobrol sambil menunggu giliran.


"Maaf, mba mau ngeposin surat lamaran pekerjaan ya mba?." Tanya Dinda kepada seorang perempuan yang berdiri di sebelahnya.


"Iya, mba juga ya." Jawab perempuan tersebut sambil tersenyum.


"Iya mba, Aku mau ngeposin surat lamaran pekerjaan. Ini temanku juga mau ngeposin, kita barengan." Jawab Dinda kemudian menunjuk ke arah Tini yang ada di belakangnya.


"Kalau aku sendiri, ini sebelahku juga tadi nanya gitu." Jawab perempuan tersebut sembari menunjuk perempuan yang ada di sebelahnya.


Perempuan yang berada di sebelah yang sedang mengobrol dengan Dinda tersenyum.


"Sudah lama mba ngantrinya ?, mau ngeposin surat lamaran kerja ke mana mba?." Tanya Tini menyambung obrolan mereka.


"Baru beberapa menit sih, yaa hampir setengah jam lah. Aku mau ngeposin ke PT. Sany* di kawasan EJIP katanya ada lowongan tapi lewat pos. Yaa dengar-dengar, barangkali, namanya saja usaha." Jawab perempuan tersebut.


"Ooo,,, iya sih namanya usaha ya mba siapa tahu rezekinya." Jawab Dinda.


Giliran perempuan yang sedang mengobrol dengan Dinda maju ke depan petugas kantor pos. Ternyata sesak orang bukan hanya untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan saja. Melainkan ada beberapa orang yang mencari informasi tentang lowongan pekerjaan di papan pengumuman yang berada di dinding kantor pos.


Giliran Dinda dan Tini yang kemudian memberikan surat lamaran pekerjaan kepada petugas kantor pos. Setelah selesai Tini dan Dinda menyempatkan membaca informasi tentang lowongan pekerjaan.


Ada beberapa lowongan yang Dinda dan Tini tulis di buku yang mereka bawa. Setelah menulis, mereka berdua kembali pulang ke kontrakan. Jam menunjukkan pukul 9 siang, tidak memungkinkan bagi mereka untuk berjalan-jalan mencari pekerjaan.

__ADS_1


Lowongan kerja biasanya pagi hari, adapun siang hari ada lowongan kerja itu mendaftarnya melalui yayasan. Karena Dinda dan Tini masih baru di daerah Cikarang, mereka tahunya hanya itu. Dinda dan Tini berusaha untuk mencari lowongan kerja dan mendapatkan pekerjaan secepatnya.


__ADS_2