
Pagi hari menyapa dengan terdengarnya suara kokok ayam jantan. Seperti biasa Ibu Dinda lebih dahulu bangun sebelum adzan shubuh. Dinda bangun saat adzan shubuh berkumandang.
Mengambil air wudhu kemudian sholat shubuh. Setelah itu, Dinda mengecek kembali isi tasnya. Kemudian Dinda ke belakang untuk membantu pekerjaan rumah. Ibu Dinda memasak untuk sarapan, dan Dinda sendiri sedang mencuci baju.
Itulah yang dilakukan Dinda sebelum pergi merantau. Bahkan ketika pulang kampung pun hal tersebut masih dilakukannya. Mengingat mencuci baju sudah menjadi kebiasaannya untuk membantu pekerjaan rumah ibunya.
Setelah selesai mencuci dan menjemur baju, Dinda kemudian mandi. Lalu bersiap-siap untuk pergi menuju BKK sekolah.
"Dinda sebelum berangkat sarapan dulu." Terdengar suara ibu Dinda dari belakang.
"Iya Bu, sebentar lagi." Jawaban Dinda dari dalam kamarnya.
"Din, kamu nanti jadi berangkatnya sama Tini?. Terdengar suara ibu Dinda sambil berjalan dari dapur ke arah kamar Dinda.
"Iya Bu, Tini nanti ke sini. Dinda berangkatnya bareng Tini." Ucap Dinda yang hendak keluar kamar.
"Ya sudah sarapan dulu sana, nanti keburu Tini datang, malah nunggu kamu. Nanti lama, terus terlambat gimana?." Ucap ibu Dinda saat berpapasan dengan Dinda di depan kamar Dinda.
"Iya Bu, ini mau sarapan biar nanti ga lapar." Jawab Dinda sambil berjalan ke arah meja makan.
Dinda sarapan pagi dengan masakan yang sudah disiapkan oleh ibunya. Selesai makan Dinda mengeluarkan sepatunya dan di taruh di depan rumah. Dinda mengambil tas kemudian di taruh di atas kursi di ruang tamu.
Dinda memakai kaos kaki dan duduk di lantai teras rumah menunggu kedatangan Tini. Tidak lama kemudian yang ditunggu akhirnya datang. Dengan memakai baju hitam putih dan menggendong tas di punggungnya.
"Assalamu'alaikum, pagi Dinda." Ucap Tini sambil tersenyum dan berjalan mendekati Dinda kemudian melepas sepatunya di teras rumah Dinda.
"Wa'alaikumussalam, pagi juga Tini. Jam berapa sekarang?, ayo langsung jalan saja ya Tin." Ucap Dinda sambil mengambil tas lalu memakai sepatunya.
"Lho aku baru sampai Din, tega banget sih. Kasih rehat bentaran apa Din. Baru lepas sepatu masa langsung pakai. Di kasih minum dulu ke apa sarapan ke. Paling ga yaaa teh manis satu gelas gitu Din." Ucap Tini yang sebenarnya ingin istirahat dulu dan numpang sarapan.
"Kenapa?, belum sarapan yaaa?, kan kamu sudah biasa ga sarapan. Sarapannya nanti di kantin. Lagian salah kamu sendiri ke sini ga sarapan dulu. Udah terlambat, lihat tuh jam berapa?. Ayo buruan, nanti udah banyak orang yang mau lamar kerja." Ajak Dinda untuk segera berangkat.
"Iya deh, apes banget ya aku hari ini. Udah kesiangan bangun, biasa ga sarapan ingin sarapan eeehhh malah suruh buruan. Ya deh ayo buruan berangkat." Tini menggerutu sendiri karena kesalahannya.
__ADS_1
" Bu, Dinda sama Tini berangkat ya." Dinda pamitan dengan ibunya. Tak lupa cium punggung tangan ibunya.
Tini mengikuti Dinda memberi salam dan mencium punggung tangan ibunya Dinda. Mereka berdua berpamitan kepada ibunya Dinda. Karena ayah Dinda sudah berangkat terlebih dahulu, Dinda dan Tini hanya menyalami ibunya Dinda saja.
Dinda dan Tini naik angkutan umum menuju ke sekolah SMK. Lumayan jauh jaraknya dari rumah Dinda. Dinda dan Tini harus naik angkutan umum dua kali karena angkutan umumnya berbeda.
Angkutan yang pertama hanya membawa Dinda dan Tini ke kota Slawi. Sedangkan angkutan yang ke dua menuju kota Dukuhwaru. Masih satu kabupaten Tegal tapi berbeda kota dan angkutan umumnya.
Sesampainya di depan sekolah SMK yang di tuju, Dinda dan Tini meminta berhenti kepada supir angkot. Dinda dan Tini turun dari angkutan umum menuju ke sekolah SMK. Dari depan sekolah sudah ada tanda pengumuman. Yang memberitahukan kepada para pelamar kerja untuk ke ruangan BKK.
Mereka berdua berjalan menuju ruang BKK sekolah. Sudah dari awal masuk sekolah terlihat beberapa orang yang cukup banyak. Mereka memakai baju hitam putih seperti halnya Dinda dan Tini.
Mungkin mereka sama-sama para pelamar kerja. Terlihat dari baju dan bawaan mereka yaitu stopmap warna coklat, namun ada juga yang membawa stopmap berwarna. Satu persatu masuk ke ruang BKK.
Kini giliran Dinda dan Tini masuk ke ruang BKK berurutan. Mereka mengisi formulir biodata yang sudah disiapkan oleh pihak BKK. Surat lamaran yang mereka bawa diserahkan ke petugas BKK.
Dinda dan Tini keluar dari ruang BKK, kemudian mereka menunggu pengumuman. Jadi setelah seluruh pelamar kerja menyerahkan surat lamaran serta mengisi biodata, mereka menunggu pengumuman seleksi.
"Din, kamu haus ga?, lapar ga?. Kalau Aku sih haus dan lapar." Ucap Tini saat merasa haus dan lapar.
"Sama Tin, mau ke kantin?." Tanya Dinda yang merasa haus dan lapar juga.
"Kantin sebelah mana kamu tahu?, kita kan ga sekolah di sini, malu ga enak eh ga pede jalannya, bukan lulusan sekolah sini sih." Ucap Tini merasa risih karena kebanyakan yang melamar kerja adalah lulusan dari sekolah tersebut.
"Iya sama aku juga, tapi gimana haus dan lapar. Gimana kalau ke depan sekolah, ada juga tuh orang jualan." Saran Dinda yang akhirnya disetujui oleh Tini.
"Oke deh ke depan sekolah saja beli minum sama makanannya." Tini mengiyakan ajakan Dinda.
"Jangan lama-lama ya Tin, takutnya pas pengumuman kita tidak dengar." Dinda mengingatkan supaya beli minum dan makanan tidak lama-lama.
"Oke deh, siap yu ahh dah haus nih sama nih cacing minta di kasih makan. Dari tadi teriak terus di dalam perut." Tini menyetujuinya dan segera bergegas dengan Dinda berjalan ke depan sekolah.
Di depan sekolah terdapat beberapa orang yang jualan minuman dan makanan. Dinda dan Tini menuju orang yang jualan minuman terlebih dulu.
__ADS_1
"Um, beli es teh manis 2 ya." Ucap Tini ke penjual minuman langsung.
"iya mba." Penjual minuman menjawab kemudian melayani pesanan Tini.
"Ini es teh manisnya mba, 2000 mba." Ucap penjual minuman sambil menyerahkan pesanan Tini berupa 2 bungkus es teh manis.
"Makasih ya Um." Tini memberikan uang Rp 2000,00 kepada penjual minuman sambil menerima 2 bungkus es teh manisnya.
Dinda langsung meminumnya begitu juga Tini. Terlihat sekali Dinda dan Tini kehausan. Rasa lapar yang dirasa juga membuat mereka ingin membeli makanan.
"Tin, mau beli somay apa batagor?. Kalau aku batagor ahh, kamu apa?." Tanya Dinda ke Tini.
"Aku somay saja deh Din." Ternyata Tini ingin beli somay.
Dinda membeli batagor dan somay untuk mereka makan. Jajanan ringan tetapi cukup mengenyangkan untuk sementara. Dengan membayar Rp 4000,00 Dinda sudah mendapatkan makanan yang dibelinya.
Setelah membeli minum dan makanan, Dinda dan Tini kembali masuk ke sekolahan. Mereka makan di teras depan ruang BKK. Bukan hanya Dinda dan Tini saja, yang lainnya juga yang melamar pekerjaan masih menunggu pengumuman seleksi lamaran.
Tepat pukul 11 siang, salah satu petugas BKK keluar dari ruangan. Menempelkan secarik kertas di mading sekolah. Ternyata kertas tersebut adalah nama-nama para pelamar kerja yang lulus seleksi.
Para pelamar kerja yang duduk menunggu langsung berdatangan satu persatu mengerumuni mading sekolah. Mencari nama masing-masing. Termasuk Dinda dan Tini.
Setelah selesai membaca, para pelamar kerja keluar dari kerumunan. Dinda yang tadinya di belakang akhirnya maju ke depan membaca secarik kertas yang di tempel di mading. Begitu juga dengan Tini, yang ikutan ke depan membaca pengumuman seleksi tersebut.
Senangnya Dinda dan Tini, setelah membacanya ternyata nama mereka tercantum lulus seleksi. Tertulis bahwa yang lulus seleksi besok pagi mengikuti tes tertulis di ruang aula sekolah jam 8 pagi.
Dinda dan Tini berucap syukur Alhamdulillah. Meskipun ini baru langkah awal dari perjuangan mendapatkan pekerjaan. Mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan pulang Dinda dan Tini menyempatkan untuk janjian kembali. Kali ini janjian di depan sekolah saja, karena sudah tahu tempatnya.
Besok pagi adalah tes tertulis bagi mereka yang lulus seleksi melamar pekerjaan. Ada sekitar 70 orang yang lulus seleksi. Terlihat sedikit karena sebenarnya itu hanya satu sekolah, belum sekolah yang lainnya.
Malam ini Dinda dan Tini bersiap-siap untuk esok hari menghadapi tes tertulis. Persiapannya hanya do'a dan istirahat yang cukup. Karena tidak tahu tes tertulisnya apa. Tetapi semangat dan terus berdoa tidak tertinggal. Dinda dan Tini berharap besok pagi akan selancar hari ini.
Bagaimana tes tertulis yang akan di hadapi oleh Dinda dan Tini, yuk ikuti terus kisahnya. Jangan lupa vote, like dan komentarnya yaaa. Terimakasih buat yang sudah membaca karyaku ini. Salam sehat selalu untuk semuanya 💪💪🙏🙏🌹🌹.
__ADS_1