Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )

Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )
Episode 36. Pengisian formulir.


__ADS_3

Hari ini Dinda akan menyerahkan formulir pernyataan izin dari orang tua atau wali. Di mana formulir tersebut menyatakan bahwa orang tua atau wali memberikan izin kepada anaknya untuk bekerja sesuai dengan peraturan perusahaan. Dan peraturan tersebut salah satunya adalah mengenai jam kerja.


Di perusahaan yang nantinya akan menjadi tempat Dinda bekerja mempunyai peraturan jam kerja terdiri dari tiga shift. Tiga shift yaitu pagi, siang, dan malam. Bahkan ada jam kerja sistem off. Untuk penjelasannya nanti saja yaa.


*


Ok lanjut lagi, ini Authornya mumpung lagi semangat habis dapat ide jadi buru-buru deh di ketik. Kalau ga di ketik auto ambyar, hilang semua. Bisa sehari, seminggu, sebulan, bahkan berbulan-bulan ga ngetik. Untungnya ga sampai bertahun tahun heehee. Ini Authornya ga ada ide atau malas sih?. Eits, Authornya sedang semedi, cari wangsit eh ide biar ceritanya itu masih up dan sampai end. Masih mau bahas apa lanjut ceritanya?. Lanjut cerita saja Thor daripada ga up up.


*


Pagi yang cerah, secerah harapan Dinda untuk mendapatkan pekerjaan. Semangat mendapatkan pekerjaan sangatlah terlihat. Setelah shubuh, Dinda membantu ibunya memasak dan melakukan pekerjaan rumah yang lainnya.


Setelah selesai Dinda mandi dan sarapan. Sebelum berangkat, Dinda mengecek kembali formulir yang akan diserahkan apakah sudah terisi dengan benar. Sudah cek semua, Dinda memasukkannya ke dalam amplop berwarna coklat agar rapi. Kemudian ia masukkan ke dalam tasnya.


"Din, kamu sudah siap mau berangkat ke BKK sekolah?. Tanya ibu Dinda di pintu kamar Dinda setelah melihat Dinda bersiap-siap.


"Iya Bu, ini sudah siap, sebentar lagi berangkat." Jawab Dinda sambil melihat jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul tujuh tepat.


"Tini nanti mau kesini Din, nyamperin kamu berangkat bersama?." Ibu bertanya lagi sambil duduk di kasur Dinda dan melihat Dinda mengalungkan tas kemudian menaruhnya di pundaknya.


"Ga Bu, kita kemaren janjian langsung ketemu di depan ruang BKK saja. Kasihan Tini mampir dulu ke sini. Nanti naik angkutnya dobel, kalau ke BKK sekolah kan bisa langsung." Jawab Dinda menjelaskan.


*


Sesampainya di BKK sekolah, ternyata Tini sudah menunggu Dinda. Dan ada beberapa yang sudah datang. Pak Amin sebagai salah satu guru yang bertugas mengurus formulir karyawan sedang merapikan beberapa lembar kertas.


"Tumben Tin sudah datang, pagi amat." Ucap Dinda melihat Tini yang sedang duduk di teras ruang BKK.

__ADS_1


"Tumben Din baru datang, siang amat heehee." Jawab Tini cengengesan meledek Dinda yang ternyata datang setelah Tini.


"Iya maaf, tadi angkutannya ngetem dulu lama, mau ganti angkut nanti bayarnya lebih mahal. Lagian belum terlambat juga Tin, makanya aku nunggu saja angkutannya jalan lagi. Nah kamu nih yang tumben datang duluan, biasanya aku nungguin kamu lho." penjelasan Dinda kenapa datang belakangan.


"Ngobrolnya nanti dulu, sana kamu masuk ke ruang BKK. Formulir izin orang tua atau wali kumpulin sekarang sama pak Amin. Mau dicek sama beliau." Tini menyuruh Dinda mengumpulkan formulir terlebih dahulu sebelum mengobrol lagi.


" Sekarang ya, aku pikir nanti sekalian masuk. Ya sudah aku masuk dulu ke ruang BKK." Dinda pamit masuk ke ruang BKK.


*


Di depan ruang BKK sudah kumpul calon karyawan termasuk Dinda dan Tini yang melanjutkan obrolannya. Pak Amin yang membawa amplop coklat besar dan beberapa stopmap keluar dari ruang BKK.


"Perhatian, untuk kalian yang sudah lulus tes dan menyerahkan formulir izin orang tua, sekarang silahkan kumpul di ruang aula nanti di sana kalian menyelesaikan tahapan selanjutnya." Ucap pak Amin ketika keluar dari ruang BKK.


Mendengar perkataan pak Amin barusan, para calon karyawan mulai berjalan menuju ruang aula dengan mengikuti psk Amin. Berjalan menuju aula tidak ada yang mengobrol sama sekali termasuk Dinda dan Tini. Mereka diam dan berpikir dalam pikiran masing-masing.


*


*


Masuk ke dalam ruang aula, mereka kemudian duduk. Diam dan hanya memperhatikan sekitarnya terutama pak Amin. Apa yang dikerjakan pak Amin, semua calon karyawan hanya melihat dan melirik temannya lalu hanya bisa diam tanpa ada yang bicara.


Menunggu pak Amin yang membereskan beberapa amplop coklat dan stopmap serta setumpuk kertas yang tertata di meja. Kemudian pak Amin keluar sebentar lalu masuk kembali ke ruang aula.


"Selamat pagi, untuk hari ini apakah sudah hadir semuanya. Saya harap yang sudah lulus tes kemaren, pada hari ini berangkat semua. Karena kalian akan menjadi calon karyawan di sebuah pabrik yang besar maka ada beberapa hal lagi yang harus diselesaikan." Pak Amin memulai berbicara.


"Tadi sudah saya terima formulir izin dari orang tua atau wali kalian. Sudah saya cek seluruhnya, dan sudah komplit tidak ada yang kurang. Sekarang saya akan membagikan formulir pengisian data pribadi untuk salah satu bank. Formulir tersebut sebagai syarat bahwa kalian akan membuat rekening bank. Hal ini dilakukan untuk memudahkan bank mentransfer gaji kalian bila sudah bekerja. Gaji yang kalian dapat itu dari perusahaan yang akan dilakukan oleh pihak bank. Jadi isi dengan jelas dan komplit semuanya." pak Amin menjelaskan formulir yang akan dibagikan.

__ADS_1


Pak Amin mulai membagikan formulir dari bank ke semua calon karyawan. Satu demi satu mendapatkan formulir tersebut. Mereka mulai mengisi formulir tersebut.


"Kalau sudah selesai silahkan kumpulkan kembali formulir tersebut kepada saya." Ucap pak Amin memberitahu.


Beberapa ada yang sudah selesai dan ada yang belum selesai. Yang formulirnya sudah diisi kemudian langsung diserahkan kepada pak Amin. Dinda dan Tini juga sudah selesai mengisi formulir tersebut. Mereka menyerahkannya kepada pak Amin.


"Sudah semua, sekarang bapak mau mengecek kembali formulir yang sudah kalian isi barusan." Ucap pak Amin yang sedang memegang setumpuk lembaran kertas di tangannya.


Para calon karyawan hanya bisa diam sambil melihat ke depan ke samping tanpa ada yang berkata atau mengobrol sama sekali. Mereka menatap satu sama lain. Menunggu pak Amin selesai mengecek formulir.


Beberapa saat kemudian, pak Amin berjalan keluar dari ruang aula. Setelah pak Amin keluar dari ruang aula, para calon karyawan langsung mengobrol satu dengan yang lainnya termasuk Dinda dan Tini.


"Gimana tadi Din, kira-kira punyaku ada yang salah ga yaaa. Soalnya alamatku sekarang kan beda. KTP aku alamatnya masih rumah nenekku karena bapakku belum mengurus alamat yang sekarang." Tini mulai mengajak Dinda mengobrol.


"Berarti alamat di KTP kamu bukan alamat yang sekarang Tin?. Memangnya sekarang di mana?, setau aku orang tuamu masih bersama nenekmu termasuk kamu dan adik-adikmu Tin." Dinda menyambut obrolan Tini.


"Memang baru pindah, jadi pas kemaren aku kerja, ibuku dapat kerjaan bantu-bantu di rumah orang di perumahan. Ceritanya nanti saja Din, tuh lihat." Tini tadinya mau cerita tapi berhenti tidak melanjutkan karena melihat pak Amin mulai masuk ke ruangan sambil menunjuk dengan mukanya ke pintu aula.


Dinda pun ikutan melihat ke arah pintu aula. Benar saja pak Amin masuk dan kembali duduk di tempatnya semula.


"Sebelum saya mengecek kembali formulir pembuatan rekening baru, saya akan bagikan peraturan kerja di perusahaan tempat kalian akan bekerja. Jadi nanti di baca dan yang terakhir kalian isi formulir yang menyatakan kalian siap bekerja shift dan lembur apabila diperlukan." Ucap pak Amin sambil membagikan beberapa lembar kertas kepada calon karyawan.


Semua calon karyawan membaca lembar demi lembar dan mengisi formulir pernyataan bersedia kerja shift dan lembur.


*


Dalam mencari pekerjaan tidak semua sama seperti cerita ini ya Reader. Cuma kebetulan ada yang prosesnya seperti ini. Kurang dan lebihnya mohon maaf, author kan cuma mengarang. Bagi yang pernah mengalaminya itu cuma kebetulan saja yaaa, karena Authornya juga pernah mendengar hal yang seperti ini. Untuk kelanjutannya simak lagi ceritanya di episode berikutnya. Salam sehat untuk semuanya dan bahagia selalu. Tetap semangat yaaaa💪💪💪🥰🥰🥰🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2