Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )

Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )
Episode 73. Pertemuan mas Wawan dan Ayu.


__ADS_3

*


**


Setelah mas Heru sampai di kontrakan, dia beristirahat. Dua hari cuti karena menengok bapaknya yang kecelakaan dan mengurusi kendaraan sepeda motornya serta datang ke pemakaian bapaknya Ayu membuat badannya terasa lelah.


Untungnya jarak rumah bapaknya mas Heru dan bapaknya Ayu tidak terlalu jauh. Cuma beda desa saja. Mas Heru desa Jatibarang lor dan Ayu desa jatibarang kidul.


Kini mas Heru sudah berada di Cibitung lagi. Dan Ayu juga sudah berangkat dari desanya kembali ke Cikarang tepatnya di daerah lemah Abang.


"Ayu Minggu besok libur ga?." Tanya mas Heru lewat SMS.


"Libur, kenapa?." Tanya balik Ayu.


"Tolong SMS alamat tinggal kamu, mas mau main sama teman mas." Jawabnya mas Heru.


"Ya." SMS Ayu singkat.


"Gang teri no.5 belakang Polsek Cikarang Utara." SMS alamat tinggal Ayu.


Mas Heru membaca SMS Ayu, kemudian SMS Wawan.


"Wan, masuk apa?." SMS mas Heru.


"Pagi." Jawab Wawan selang beberapa saat kemudian.


"Ga bisa ketemu dong ya, hari minggu kamu siang kan?." Tanyanya mas Heru.


"Iya, kenapa emangnya ada apaan?." Tanyanya lanjut.


"Minggu pagi saja Aku ke situ, ada perlu lah, penting." Jawab mas Heru.


"Ya udah sih, main saja, aku di kontrakan, emang kamu masuk apa?." Tanyanya lagi.


"Masuk malam, Minggu pagi ya jam 8." Mas Heru SMS.


"Oke." Jawab mas Wawan singkat.


Janjian antara mas Heru dan Wawan, namun kali ini mas Heru yang main ke kontrakan Wawan.


Hari Minggu yang ditunggupun tiba, mas Heru yang baru pulang dari shift malam langsung pulang menuju kontrakannya mas Wawan.


Sudah seminggu ini mas Heru berpikir dan berencana untuk mengenalkan Wawan sahabatnya dengan Ayu. Juga ingin menjodohkan mereka karena janji dan tanggung jawabnya menggantikan bapaknya Ayu.


"Assalamu'alaikum Wan." Salam mas Heru sesampainya di depan kontrakan mas Wawan.


"Wa'alaikumussalam Her, sini duduk, mau kopi?. Jam 8 tepat nih, bentar aku buatin kopi dulu." Jawab mas Wawan yang duduk di teras kontrakan setelah meminum kopinya.


"Boleh, yang item ya Wan. Jam 8 lewat 5 menit Wan. Wah nikmat banget nih, pagi-pagi minum kopi temannya gorengan anget-anget mantap bro." Ucap mas Heru melihat gorengan dan langsung ambil kemudian memakannya.


"Lapar Her, nih kopi itemnya. Baru pulang ya langsung ke sini." Tanya mas Wawan melihat mas Heru makan gorengan anget.


"Laper lah, baru pulang kerja, belum sarapan nih Wan." Jawab mas Heru yang masih memakai seragam kerja.


"Ya sudah sarapan dulu geh sana. Mau beli apa, nasi uduk?." Tanyanya lanjut.


"Boleh deh Wan, kamu yang beli ya, nasi uduk mpok Ati pake telur, tahu, semur jengkol, sama gorengannya ya, ini kurang Wan." Pesan mas Heru.


"Bushet deh, kamu lapar apa kelaparan sih Her?, pesan banyak banget, sini duitnya masa Aku yang bayar semua?." Ucap mas Wawan ledek.


"Aku kelaparan Wan dari semalam belum makan, kamu lah yang bayar, masa Aku, lagian Aku kan tamu. Udah sana buruan, keburu nasi uduk mpok Ati habis." Ucap mas Heru meledek balik.


"Ya iya lah dari semalam belum makan, kan kamu kerja, mana ada orang kerja makan. Pengin dikeluarin dari pabrik gara-gara kerja sambil makan." Jawab mas Wawan kemudian pergi membeli nasi uduk komplit beserta lauknya di tambah gorengan.


Mas Heru tiduran di teras kontrakan mas Wawan. Matanya terpejam karena ngantuk yang tidak bisa di tahan lagi.


"Kalau ngantuk, mau tidur, pulang sono, ngapain ke sini, di sini bukan tempat penampungan bujang lapuk ya." Ucap mas Wawan setelah sampai dengan membawa tentengan plastik kresek hitam agak besar.


"Sialan kamu Wan ngatain Aku bujang lapuk, emang situ ga nyadar apa. Situ juga bujang lapuk kali." Jawab mas Heru setelah membuka matanya dan duduk kemudian meminum kopi itemnya yang masih panas.


"Sesama bujang lapuk di larang saling menghina, kalau saling mendahului nikah monggo, dengan senang hati heehee." Ucap mas Wawan duduk di teras sembari makan gorengan menemani mas Heru yang makan nasi uduk.

__ADS_1


"Iya deh yang bentar lagi mau nikah. Yakin banget ngomongnya ya, udah bosen nih jadi bujangan?." Ucap mas Heru.


"Bentar lagi nikah, calon saja belum ada. Yakin lah, kata Allah setiap makhluk hidup itu berpasang-pasangan. Harus yakin bro walaupun belum tahu kapan ketemu yang pas di hati." Ucap mas Wawan lanjut.


"Ya lah harus yakin percaya jodoh itu ada dan ga kemana kalau sudah jodohnya pastinya." Sambung mas Heru.


"Ngomong-ngomong beneran Her, kamu mau ngenalin Aku sama tuh cewe yang katanya manja. Itu yang bapaknya di tabrak sama bapak kamu." Tanya mas Wawan serius.


"Iya, serius Wan habis ini ya langsung ke sana. Soalnya Aku ga mau pegang janji ibuku lama-lama yang sudah diambil alih sama Aku Wan. Sebenarnya bukan 100 % salah bapakku juga. Sama-sama salah, karena sama-sama ga berhenti pas persimpangan jalan." Jelas mas Heru.


"Ooo, baru tahu Aku Her. Aku nanya dulu boleh?, anaknya gimana cakep, cantik, ayu, atau manis?." Tanya mas Wawan penasaran.


"Aku tahunya juga pas waktu ngurusin sepeda motor di kantor polisi. Waktu telephon kamu Aku lupa soalnya sudah keburu pusing mau di jodohkan. Tapi yang jelas namanya Ayu, entar lihat saja kalau ketemu, Aku ga mau jawab yang ada kamu nanti ga mau lagi kenalan." Ucap mas Heru sambil melipat kertas bungkus nasi uduk yang telah habis di makannya.


"Mmmm, gitu ya sama teman, awas saja kalau manis langsung Aku ajak nikah. Daripada nanti kecantol kamu, kamu kan sudah ada Dinda." Balas mas Wawan.


"Lagian kamu nanya anaknya cakep, cantik, ayu, atau manis, lha itu sih sama bae Wan, gimana jawabnya. Kecuali kamu nanya cantik apa jelek." Jawab mas Heru ledek.


"Iya deh Aku sekarang nanya cantik apa jelek?." Tanyanya lagi.


"Bodo amat, udah yuk Wan keburu siang entar Aku ngantuk lagi. Mumpung sudah melek ayuk ahh." Ajak mas Heru bergegas.


"Bentar apa Her, Aku ambil kunci motor sama jaket, sama dompet juga. Nih belum beresin, main pergi bae Her Her." Ucap mas Wawan buru-buru beresin gelas sama gorengan yang masih ada di bawa masuk ke dalam kontrakan dan mengambil yang tadi di sebut.


Mas Heru memakai jaketnya kembali dan menggunakan helm kemudian menyalakan mesin motornya. Di susul Wawan yang sudah siap dengan jaket dan helm juga lalu menyalakan motornya.


Mas Heru di depan dan mas Wawan berada tepat di belakangnya mengikuti mas Heru. Sepanjang jalan, mas Heru berpikir gimana ngomongnya sama Ayu. Kali kedua bertemu dengan Ayu rasanya ga enak hati meskipun semuanya sudah sama-sama ikhlas menerima takdir.


Takdir yang mengharuskan bapaknya Ayu meninggal dunia dan janji yang harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab mas Heru kepada ibunya dan juga ibunya Ayu. Sama-sama saling menerima, Ayu menerima kehilangan bapaknya. Dan sebagai gantinya Ayu menerima mas Heru menjadi kakak angkatnya sebagai pengganti almarhum bapaknya.


Sementara itu, di warteg buliknya, Ayu yang hari Minggu libur, biasanya akan membantu buliknya. Sebelum kerja di pabrik, Ayu memang ikut buliknya di warteg sekedar bantu-bantu sembari nunggu panggilan kerja.


Karena punya saudara di Cikarang yaitu buliknya, sejak lulus SMA Ayu sudah ikut buliknya. Kini Ayu sudah kerja di pabrik. Akan tetapi Ayu masih ikut tinggal di buliknya karena disuruh sama bapaknya untuk tidak tinggal di kontrakan.


Sambil membantu buliknya memetik sayuran kangkung dan kacang panjang, Ayu beberapa kali melihat hpnya yang diambilnya dari saku roknya. Terlihat di layar hp miliknya tidak ada SMS masuk. Ayu melanjutkan lagi memetik tangkai cabe merah yang terletak di depannya.


Mas Heru dan mas Wawan sampai di depan Polsek Cikarang Utara. Mas Heru berhenti dan mengambil hpnya dari saku celananya.


Ayu yang mendengar bunyi nada SMS dari hpnya segera mengambil hpnya dari saku roknya. Di bacanya SMS dari mas Heru, kemudian membalasnya.


"Iya tungguin, Aku ke situ." Balas SMS dari Ayu.


"Y." Satu huruf yang di ketik sebagai SMS balasan dari mas Heru.


"Wan, tungguin, katanya mau ke sini." Ucap mas Heru ke mas Wawan yang masih duduk di atas sepeda motornya.


Tidak lama kemudian Ayu muncul dari gang sebelah Polsek. Ayu mendekati mas Heru lalu melihat mas Wawan.


"Ayok, lewat sini mas." Sambil bicara menyuruh mereka mengikuti Ayu.


"Kenapa jalan Yu, bonceng saja biar cepat." Ucap mas Heru menawarkan.


"Ga mas, malu nanti dikira pacarnya. Ayu jalan saja, lagian dekat." Ucap Ayu menolak.


Mas Heru hanya tersenyum kesal karena sudah siang dan dia mulai mengantuk.


"Katanya dekat, ini ga sampai-sampai gimana sih Yu?." Kesal mas Heru yang menjalankan motornya pelan sekali karena mengikuti Ayu yang berjalan.


"Itu di depan." Sambil menunjuk ke arah warteg.


"Ayu ga salah, ini warteg bukan kontrakan emangnya kamu mau beli nasi dulu, atau gorengan dulu gitu. Ga usah repot-repot belum waktunya jam makan siang Yu." Ucap mas Heru yang belum tahu kalau Ayu tinggal di rumah yang sekalian buat warteg.


"Siapa yang mau kasih makan siang, ini sudah sampai, Ayu tinggal di sini." Ucap Ayu berhenti tepat di depan pintu warteg.


"Oooo, bilang dong kalau tinggalnya di sini. Jadi kebetulan nih nanti makan siang sekalian, gratis nih sama es teh manis heehee." Ucap mas Heru bercanda.


"Iya nanti jam 12 siang, minumnya juga sekalian nanti ya." Jawab Ayu ledek balik.


"Jangan Yu, kepanasan nih dari tadi eh dari jalan mau ke sini." Jawab mas Wawan menyela.


"Boleh ya Yu, es teh manisnya dua, kasihan anak orang tuh kehausan." Ucap mas Heru lanjut.

__ADS_1


"Iya, masuk dulu mas, bulik ini kakak angkat Ayu, mas Heru dan ini temannya siapa mas?." Ucap Ayu memperkenalkan kepada buliknya yang sedang menaruh lauk pauk yang sudah matang di etalase.


"Heru Bulik, dan ini Wawan." Ucap mas Heru setelah menyalami tangan Bulik Ayu.


"Wawan Bulik." Ucap Wawan selanjutnya setelah menyalami tangan Bulik Ayu juga.


"Buliknya Ayu, panggil saja Bulik Emi. Yu, masuk saja di ruang tengah ada Om Komar, masuk saja mas maaf berantakan. Maklum warteg ya kaya gini keadaannya." Ucap Bulik Emi menyuruh Ayu, mas Heru dan mas Wawan masuk ke ruang tengah setelah dapur.


Di ruang tengah Om Komar sedang membuat es batu dan sedang memasukkannya ke dalam kulkas.


"Om, kenalkan ini mas Heru kakak angkat Ayu dan ini temannya mas Wawan." Ucap Ayu memperkenalkan mas Heru dan mas Wawan kepada Om Komar.


"Heru Om." Ucap Heru sambil menyalami tangan Om Komar.


"Wawan Om." Ucap Wawan sambil menyalami tangan Om Komar setelah mas Heru.


"Komar, Om nya Ayu. Panggil saja Om Komar." Ucap Om Komar menerima jabatan tangan mereka berdua.


"Duduk nak Heru sama nak Wawan, maaf tempatnya begini." Ucap Om Komar basa basi merasa tidak enak karena tempatnya agak berantakan dikarenakan berbagai macam sayuran masih berada di lantai depan mereka duduk.


"Ga apa-apa Om, justru kami yang ga enak ganggu Om sedang sibuk." Ucap mas Heru balas ga enak karena menghentikan kegiatan Om Komar.


"Sudah santai saja, anggap saja rumah sendiri, kan sudah jadi saudara juga kan nak Heru." Ucapnya lanjut.


"Iya Om." Jawab mas Heru sambil melihat-lihat sekitar.


"Tiap hari seperti ini ya Om?." Tanya mas Wawan ingin membuka obrolan.


"Ya begini ini kegiatannya, sudah jadi pekerjaan setiap hari nak Wawan." Jawab Om Komar.


"Ini es teh manisnya mas, silahkan di minum." Ucap Ayu sembari memberikan dua gelas es teh manis kepada mas Heru dan mas Wawan.


"Terimakasih Yu, beneran nih gratis?." Tanya mas Wawan bercanda.


"Gratis enak saja, bayar lah. Bercanda mas, gratis kok, mau makan juga ga apa-apa gratis juga, iya kan Om?." Ucap Ayu sambil senyum melihat tingkah mas Wawan yang nyenggol-nyenggol lengan mas Heru.


"Iya, kalau mau makan bilang saja. Ga apa-apa, karena pertama kali main ke sini ya gratis. Tinggal pilih mau makan apa yang ada. Tapi besok-besok ya bayar, kalau gratisan terus Om ga dapat untung dong heehee." Ucap Om Komar lanjut bercanda.


Mas Heru tersenyum mendengar perkataan Om Komar. Dia merasa ga enak karena dari tadi bercanda termasuk kepada Wawan yang dari tadi nyenggol-nyenggol terus lengan tangannya.


"Apa sih Wan." Tanya mas Heru berbisik pelan di samping telinga mas Wawan setelah minum es teh manisnya.


"Jadi ga ngomongnya?." Jawab Wawan berbisik lagi kemudian minum es teh manis untuk menghilangkan haus sekaligus groginya melihat Ayu dan Om Komar.


"Ngomong apaan?." Tanya mas Heru bingung.


"Katanya mau jodohin, kalau yang ini sih mau banget Her. Ini namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ga usah lama-lama lah, langsung nikah saja. Pacarannya nanti habis nikah." Ucap mas Wawan ke Heru berbisik sambil sesekali senyum malu lihat Ayu yang duduk di sebelah Om Komar.


Mas Heru akhirnya mengatakan tentang maksud kedatangannya. Dia bercerita kenapa sampai menjadi kakak angkatnya Ayu kepada Om Komar. Dan ternyata Om Komar sudah mendengarnya dari Ayu sendiri.


Dan mengenai janji ibunya mas Heru kepada almarhum bapaknya Ayu serta ibunya, mas Heru pun menceritakannya.


Om Komar dan Ayu serta Wawan mendengarkan dengan serius. Dan terakhir memperkenalkan mas Wawan untuk dikenalkan dengan Ayu sebagai calon suaminya.


Siapa Wawan yang sebenarnya kepada Ayu dan Om Komar. Dengan maksud sebagai bahan pertimbangan Ayu mau menerima atau menolak perjodohan dari mas Heru.


Ayu yang sedari tadi curi-curi pandang melihat mas Wawan mulai tersipu malu saat pandangan matanya bertemu. Om Komar yang sempat melihat hal tersebut hanya tersenyum bahagia.


Masih ada laki-laki yang langsung datang ke orang tuanya minta izin terlebih dahulu. Biasanya mereka akan diam-diam pacaran atau berhubungan sebelum kenalan dengan orang tuanya. Dan Om Komar sangat menghargai sekali hal yang dilakukan oleh mas Heru juga mas Wawan.


Selanjutnya bagaimana kisahnya?. Ikuti terus karyaku ini yaaa.


Terimakasih untuk para readers yang masih setia mengikuti karyaku ini. Dan mohon maaf bila up nya masih suka ngaret.


Memang jamnya tidak menentu dan Author masih mengusahakan agar setiap hari bisa up. Meskipun ada kendala dan halang rintang.


Menulis karya itu gampang-gampang susah dan susah-susah gampang. Kalau Aku sebagai Author, kalau otaknya lagi on atau encer mikirnya ya gampang tapi kalau lagi off atau pusing mikirnya ya susah. Takut ceritanya ga nyambung gitu.


Jadi harap maklum yaa readers. Tapi Author tetap semangat memberikan karyanya untuk readers setia. Salam semangat, semoga sehat selalu dan selalu bahagia aamiin. 🤲🤲🤲🥰🥰🥰


Bersambung lagiiiiii.......

__ADS_1


__ADS_2