
Mas Wawan dan Ayu pergi ke rumah yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Mereka berdua akan memanggil tamu istimewa yang sedari tadi bolak balik ke rumah.
"Assalamu'alaikum." Ucap mereka berdua bersamaan di depan pintu yang terbuka.
"Wa'alaikumussalam." Jawab dua orang ibu yang sedang menonton televisi di ruang depan.
"Bu." Panggil Ayu.
"Lho kok ke sini, mas Heru sudah datang Yu?." Tanya ibunya Ayu.
"Sudah Bu, tadi barusan." Jawab Ayu.
"Kamu berdua ke sini terus yang nemenin mas Heru siapa Yu?." Tanya ibunya mas Heru.
"Ada mba Dinda Bu." Jawab Ayu singkat.
"Lho kok tamunya malah di tinggal sih nak Wawan." Ucap ibunya Ayu heran.
"Sengaja Bu, biarin biar penasaran." Jawab Wawan.
"Kamu ini ya sama teman yang sudah jadi saudara masih saja dikerjain." Ucap ibunya Ayu yang mengetahui mas Wawan adalah teman akrab mas Heru dan karena sudah menikah dengan Ayu maka otomatis jadi saudara.
"Ga apa-apa Bu sudah biasa heehee." Ucap mas Wawan sambil tertawa.
"Harusnya biarin ibu di rumah kamu Yu, nak Wawan. Biar ga bolak balik kaya tadi. Terus bantuin kamu juga siapin makanan buat syukuran kecil-kecilan. Meskipun yang hadir cuma anggota keluarga. Malah ibu di suruh nunggu di sini." Ucap ibunya mas Heru.
"Ga apa-apa Bu, nanti ibu repot. Lagian ibu baru sampai tadi malam. Harusnya istirahat saja." Jawab Ayu merasa ga enak dengan ibunya mas Heru.
*
**
Semalam mas Heru menjemput ibunya datang dari kampung. Ketika mendapat telphon dari ibunya yang sudah sampai di pul sinar jaya Cibitung.
Mas Heru menjemput dan mengajaknya langsung ke rumah Wawan dan Ayu. Mas Heru tidak ingin Dinda tahu kedatangan ibunya.
Selain ada Wawan dan Ayu ada juga ibunya Wawan dan Ibunya Ayu yang sudah duluan datang di rumah mereka.
Mereka semua bertemu dengan ibunya mas Heru. Dari semenjak datang hingga pagi hari. Setelah subuh, Ayu dan mas Wawan berangkat ke pasar yang dekat dengan rumahnya.
Mas Wawan dan Ayu pergi ke pasar dengan mengendarai sepeda motor. Meskipun letak pasar tidak terlalu jauh, namun bila berjalan kaki, maka akan cukup melelahkan apalagi membawa belanjaan yang lumayan banyak.
Pagi itu, Ayu dan mas Wawan belanja lauk dan sayur untuk di masak hari itu dan esok hari. Setelah sampai di rumah bahan masakan tersebut langsung di olah oleh ibunya mas Wawan dan Ayu.
"Sini belanjaannya nak Wawan, taruh di sini saja ya." Ucap ibunya Ayu.
"Iya Wan, soalnya di sini legaan terus bisa buat lewat juga." Ucap ibunya Wawan menyambung.
"Iya Bu." Jawab mas Wawan menanggapi ucapan ibunya dan ibu mertuanya.
Setelah bahan masakan di letakkan di tempat yang di pinta oleh ibunya Ayu dan ibunya mas Wawan, bahan tersebut langsung di siapkan untuk di masak di buat sarapan dan untuk acara syukurannya.
__ADS_1
Mereka akhirnya mulai sibuk dengan apa yang akan di masak. Ayu memotong tempe dan sayuran. Ibunya mas Wawan yang kupas bawang merah dan bawang putih. Ada juga yang menguleg bumbu. Semua itu di lakukan oleh mereka bersama-sama.
Setelah beberapa bahan siap selesai, ibunya Ayu mulai memasak di bantu ibunya mas Wawan dan juga Ayu. Tidak ketinggalan ayam yang sudah di potong siap di masak juga.
Di ruang depan mas Wawan menyapu dan menggelar karpet. Sembari menunggu masakan matang, Ayu sesekali melirik jam dinding.
Beberapa masakan sudah matang, dan siap untuk di tata. Ayu dan mas Wawan merasa sangat terbantu dengan adanya mereka.
Beberapa masakan sudah matang namun tamu yang di tunggu belum datang. Akhirnya mas Wawan menelphon mas Heru memastikan akan kedatangannya.
Setelah di telphon, mas Wawan menyampaikan kepada ibunya mas Heru dan ibunya Ayu bahwa mas Heru akan datang sekitar jam 10 an. Karena sudah matang semua mereka sarapan. Dan masakan untuk nanti siang di tambah sayuran sop balungan daging sapi yang hampir matang. Hanya tinggal membuat sambal kecap saja.
"Bu, maaf ibu istirahat saja di rumah Heru sama ibunya nanti kalau Heru datang, Wawan panggil. Biar buat kejutan untuk pacarnya Heru." Ucap Heru kepada ibunya Ayu.
"Lha ini yang lanjutin nanti siapa nak Wawan ?." Tanya ibu karena belum siap sepenuhnya.
"Ga apa-apa Bu, kan ada Wawan sama Ayu." Jawab Wawan.
"Ya sudah kalau begitu ibu tinggal ya. Yu, ibu tinggal istirahat dulu ya nemenin ibunya mas Heru di rumahnya." Ucap ibunya Ayu.
"Iya Bu, Ayu anterin ya Bu." Pinta Ayu mengantar.
"Ga usah, ibu sudah lihat rumahnya. Kamu lanjutin ini saja sama beresin cucian alat masak ya." Ucap ibu enggan diantar.
"Ya sudah Bu, Ayu lanjutin ini ya Bu." Ucap Ayu yang akan melanjutkan kerjaannya.
"Iya, ibu tinggal dulu ya Yu." Ucap ibunya Ayu sebelum pergi.
Ibunya Ayu lalu pergi meninggalkan Ayu dan Wawan yang masih lanjut pekerjaan rumah.
Selang satu jam kemudian, ibunya mas Heru kembali ke rumah mas Wawan menanyakan kapan mas Heru datang.
"Nak Wawan, Heru belum datang ya?." Tanya ibu menghampiri Wawan yang sedang menaruh ayam goreng di piring.
"Belum bu, mungkin masih di jalan." Jawab mas Wawan.
"Ibu kira sudah datang nak Wawan. Ya sudah ibu tunggu di sini saja ya nak Wawan. Ibu penasaran sama pacarnya Heru." Ucap ibunya Heru.
"Justru itu ibu di rumah Heru dulu. Kalau ibu di sini nanti langsung ketemu, ga jadi kejutan dong buat pacarnya Heru Bu." Ucap Wawan yang ingin membuat kejutan untuk Dinda.
"Berarti ibu pulang lagi dong nak Wawan." Ucap ibunya Heru agak kecewa.
"Iya Bu, ga apa-apa ya Bu heehee, demi membuat kejutan untuk calon mantu ibu." Ucap Wawan membuat ibunya Heru semangat untuk mengejutkan calon menantunya.
Ibunya mas Heru kembali lagi ke rumah Heru. Melihat ibunya Ayu sedang istirahat tiduran di atas kasur gelar di depan televisi, ibunya mas Heru ikut tiduran juga tetapi di dalam kamar.
Menunggu kedatangan anaknya dan calon menantunya yang mungkin sebentar lagi datang. Dan tidak berapa lama kemudian Heru dan Dinda sampai di rumah mas Wawan.
*
**
__ADS_1
"Mba, ayo ke rumah Wawan sekarang, nak Heru sama pacarnya sudah datang. Ajak ibunya Ayu langsung kepada ibunya mas Heru.
"Hayo lah buruan, aku pengin lihat seperti apa pacarnya Heru sekarang. Punya pacar ga ngomong-ngomong, giliran mau dijodohin ga mau alasan sudah punya pacar." Ucap ibunya mas Heru semangat ingin ketemu calon mantunya karena penasaran.
"Nak Wawan, Ayu, ayo kenalin ibu juga ya sama pacarnya mas Heru. Ibu jadi ikutan penasaran nih sama pacarnya mas Heru.
"Kok jadi penasaran semua sih. Ibu sama ibunya mas Heru, semangat banget ya pengin lihat calon mantu." Ucap Ayu meledek ibunya dan ibunya mas Heru.
Sambil jalan mereka mengobrol. Kecuali mas Wawan yang hanya menjadi pendengar setia. Kalau sudah urusan sama perempuan, lebih baik mas Wawan diam dan hanya menjadi pendengar saja.
Setelah melewati beberapa rumah, sampailah mereka di rumah mas Wawan. Pelan-pelan jalan depan pintu, Ayu paling depan langsung masuk sambil ucap salam di susul mas Wawan.
"Nak Ayu, gimana ga penasaran, Heru itu ga pernah cerita sama sekali sama ibu." Ucap ibunya semangat.
"Assalamu'alaikum." Ucap salam ibunya mas Heru dan ibunya Ayu bersamaan.
"Wa'alaikumussalam." Jawab mas Heru dan Dinda bersamaan.
"Bu, tadi di rumah?, kenalin Bu ini Dinda." Ucap mas Heru seketika langsung sambil menyalami dan memperkenalkan Dinda ke ibunya.
"Din, kenalin ini ibuku." Ucap mas Heru ke Dinda.
Deg.
Hati Dinda seketika deg-degan. Melihat dan berkenalan secara tiba-tiba dengan ibunya mas Heru. Bagaimana menghadapi ibunya mas Heru, malu, entahlah jadi campur aduk perasaannya. Kesal kepada mas Heru karena tidak bilang terlebih dahulu.
"Dinda Bu." Ucap Dinda singkat sambil menyalami telapak tangan ibunya mas Heru.
"Nak Heru gimana kabarnya?." Tanya ibunya Ayu ketika di ajak salaman juga oleh mas Heru.
"Alhamdulillah sehat Bu." Jawab mas Heru.
"Ini yang namanya Dinda nak Heru?." Tanya ibunya Ayu.
"Iya Bu." Jawab mas Heru.
Mereka semua duduk bersama setelah basa basi perkenalan yang secara tiba-tiba terutama Dinda. Bingung harus bagaimana, bertemu dengan ibu orang yang di cintai.
"Ternyata ini tamu istimewanya." Tanya ibunya mas Heru.
Saling tatap mas Heru dan Dinda. Mas Heru hanya senyum-senyum melihat Dinda yang belum siap bertemu dengan ibunya dan sebaliknya Dinda terlihat malu dan kesal kepada mas Heru.
"Pantas ya mba, ga mau di jodohin sama Ayu, lha wong calonnya begini." Ucap ibunya Ayu meledek mas Heru.
"Begini gimana Bu maksudnya?." Tanya mas Heru ke ibunya Ayu.
"Unik, langka nak Heru." Jawab ibunya Ayu sambil memperhatikan Dinda yang sebenarnya meledek mas Heru.
Dinda merasa malu diperhatikan oleh ibunya mas Heru dan ibunya Ayu.
Nah gimana kelanjutannya simak kelanjutannya yuk di episode berikutnya.
__ADS_1
Bersambung yaaa....