Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )

Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )
Episode 32. Pengumuman tes tertulis atau psikotes, lanjut tes wawancara.


__ADS_3

Setelah 30 menit berlalu, para pelamar kerja kembali di panggil untuk masuk ke dalam ruang aula. Satu persatu para pelamar kerja mulai memasuki ruang aula. Dinda dan Tini merasa gugup, deg-degan dan berharap bahwa tes tertulisnya akan lulus.


Dinda dan Tini duduk bersebelahan. Para pelamar yang lainnya juga telah duduk kembali. Mengingat waktu semakin siang, guru BKK langsung memulainya kembali.


"Setelah melihat dari hasil tes tertulis, mungkin ada beberapa orang yang belum pernah mengalami tes seperti tadi. Dan ada juga yang mungkin sudah pernah mengalaminya." Sedikit pembukaan memulai kembali tes oleh guru BKK.


"Setelah melihat dan menilai maka kami memutuskan untuk memberikan pengumuman langsung kepada kalian. Yang nantinya namanya kami sebutkan, silahkan untuk keluar dari ruang aula." Guru BKK mengutarakan maksud dari arah pembicaraannya.


"Maksudnya adalah bagi yang namanya kami panggil mohon maaf dan terimakasih karena sudah mencoba melamar dan berusaha menjawab tes tertulis hari ini. Jadi yang kami panggil adalah mereka yang tidak lulus tes tertulis. Semoga ke depannya kalian akan mendapatkan pekerjaan di tempat yang lain atau di perusahaan lainnya." Guru BKK menjelaskan kembali.


"Untuk itu, nama-nama yang kami panggil silahkan untuk pulang. Dan yang namanya tidak di panggil akan langsung mengikuti tes wawancara." Guru BKK menjelaskan untuk lanjut ke tes selanjutnya yaitu wawancara.


Guru BKK memulai memanggil nama-nama yang tidak lulus tes tertulis. Satu demi satu keluar dari ruang aula. Dinda dan Tini merasa deg-degan, dan gugup, serta berdoa berharap bahwa mereka akan lulus tes tertulis.


Para pelamar yang lainnya ternyata juga merasakan hal yang sama. Deg-degan dan gugup serta berdoa berharap bahwa namanya tidak di panggil.


Setelah 15 menit, guru BKK tersebut berhenti memanggil nama dari pelamar kerja. Hampir separuhnya yang lulus dari tes tertulis. Dari 70 pelamar yang mengikuti tes tertulis, tersisa 40 pelamar.


"Yang tersisa silahkan boleh lega karena kalian yang masih duduk disini berarti telah lulus tes tertulis. Selanjutnya istirahat sebentar, karena nanti jam 10 tepat akan langsung mengikuti tes wawancara." Guru BKK menjelaskan akan langsung tes wawancara setelah istirahat.


"Untuk tes wawancara, akan dilakukan langsung oleh perwakilan dari perusahaan. Kami sebagai pihak dari sekolah hanya akan mengamati. Untuk itu persiapkan diri kalian masing-masing." Lanjut guru BKK.


Mungkin saat ini ada rasa lega dalam hati para pelamar kerja. Tetapi untuk sementara, karena hanya 15 menit saja. Kemudian akan merasakan kembali rasa deg-degan dan tegang dalam hati karena akan menghadapi wawancara langsung dengan perwakilan dari perusahaan.


15 menit sudah berlalu, salah satu perwakilan dari perusahaan memulai kembali tes yang akan berlangsung. Dinda bahkan merasa agak deg-degan dan tegang kala melihat perwakilan dari perusahaan mengambil mik untuk berbicara.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, selamat siang. Bukan tepatnya menjelang siang. Saya memanggil Anda enaknya bagaimana yaa, bagaimana kalau calon rekan kerja saja. Di sini kami, yaa karena ada beberapa orang yah, ditugaskan oleh perusahaan sebagai perwakilan dalam menyeleksi karyawan baru." Seorang perwakilan dari perusahaan memulai bicara sebagai pembukaan untuk meneruskan tes wawancara.


"Wa'alaikumussalam, siang pak." Jawab para pelamar kerja dengan kompaknya.


"Kami berharap kalian adalah calon tenaga kerja yang kami harapkan. Untuk itu, diminta kerjasamanya untuk menjawab beberapa pertanyaan yang akan kami ajukan dengan jujur. Kami berharap kalian jangan begitu tegang, santai saja. Toh kami tidak akan memarahi Anda karena salah menjawab. Lebih tepatnya bukan salah menjawab, tetapi karena kalian tegang akhirnya salah menjawab." Lanjut pembicaraan seseorang perwakilan dari perusahaan.


"Oke, untuk mempersingkat waktu kami akan memanggil satu persatu untuk maju ke depan. Tolong yang di panggil pertama langsung duduk di depan bapak yang ganteng di sebelah Saya ini yaa. Kemudian selanjutnya yang ke dua di sebelahnya lagi dan seterusnya." Masih menjelaskan kepada para pelamar kerja untuk tes wawancara secara berurutan duduknya.


Akhirnya satu per satu di panggil sesuai nama yang tertera pada formulir. Satu persatu pula mereka maju dan duduk sesuai arahan dari bapak perwakilan perusahaan yang tadi berbicara.


Dinda merasa telapak tangannya mulai berkeringat. Hal tersebut menunjukkan bahwa Dinda merasa gugup jika dipanggil namanya untuk maju ke depan. Meskipun Dinda pernah mengalami tes wawancara sebelumnya, tetapi rasanya tetap sama yaitu deg-degan dan gugup.


Setelah selesai wawancara, pelamar kerja tersebut langsung keluar dari ruang aula. Pelamar kerja yang belum di panggil namanya merasa bingung. Kenapa setelah wawancara keluar ruangan aula.


Itulah mengapa yang sudah tes wawancara untuk menunggu di luar ruang aula sampai semuanya selesai tes wawancara. Bagi yang sudah tes wawancara merasa lega. Berbeda dengan yang belum tes wawancara. Terlihat muka-muka pelamar yang cukup tegang. Meskipun sudah diberitahu untuk santai, tetap saja mereka merasa deg-degan.


Waktu terus berjalan, giliran Dinda di panggil ke depan. Dinda maju dan duduk di depan salah seorang perwakilan perusahaan. Dinda diwawancara oleh perwakilan perusahaan tersebut.


Pertanyaan yang menurut Dinda itu umum untuk di tanyakan pada saat melamar pekerjaan. Hal itu seperti nama lengkap, alamat, lulusan sekolah, pengalaman kerja, jika diterima kerja nanti akan bagaimana dan tentang gaji. Dan lain-lain yang menyangkut data pribadi serta pekerjaan.


Pertanyaan seperti itu yang biasanya ditanyakan pada saat wawancara seperti yang pernah dialami oleh Dinda. Dinda merasa lega setelah selesai melakukan tes wawancara. Dinda keluar ruangan aula kemudian duduk di teras sambil menunggu Tini. Karena Tini dari tadi belum di panggil untuk tes wawancara.


Selang beberapa menit kemudian, akhirnya Tini keluar juga dari ruang aula. Tini merasa lega, karena sudah melakukan tes wawancara dengan baik menurutnya. Tini melihat Dinda yang duduk di teras depan ruang aula. Tini menghampirinya kemudian duduk disebelahnya.


Tini mengobrol dengan Dinda tentang pertanyaan-pertanyaan pada saat tes wawancara tadi. Bukan hanya Tini dan Dinda saja, ternyata ada yang duduk di sebelah Dinda dan ikut mengobrol juga.

__ADS_1


Waktu terus berjalan, sudah hampir setengah hari. Matahari terasa panas serasa di atas kepala. Namun begitu keadaannya, para pelamar kerja tetap semangat sambil menunggu yang lain selesai.


Akhirnya seluruh para pelamar kerja telah selesai mengikuti tes wawancara. Mereka yang tadinya di luar ruang aula kembali di panggil untuk masuk ke dalam. Satu persatu pun masuk kembali ke ruang aula.


Mereka dipersilahkan duduk di tempat masing-masing seperti semula. Guru BKK mulai berbicara untuk memberikan instruksi selanjutnya.


"Terimakasih kami ucapkan kepada Anda semua yang masih semangat sampai saat ini. Bagaimana tes wawancaranya?, mudah kan cuma di tanya dan hanya menjawabnya." Ucap guru BKK tersebut memulai pembicaraannya.


"Karena waktu sudah cukup siang, bahkan sudah setengah hari, dan mungkin sudah lapar dan cape juga yah. Maka untuk tes hari ini selesai sudah. Untuk hasil tes wawancara akan diumumkan besok pagi jam 9." Masih melanjutkan bicaranya, guru BKK tersebut memberitahukan pengumuman tes wawancara.


"Karena sudah selesai, kalian dipersilahkan untuk pulang, terimakasih dan hati-hati di jalan." Ucap guru BKK yang mempersilahkan kembali para pelamar untuk pulang.


Satu persatu para pelamar kerja mulai bangun dari duduknya, lalu berdiri kemudian berjalan keluar ruang aula untuk pulang. Tak ketinggalan pula Dinda dan Tini yang keluar beruntun.


Para pelamar kerja pulang entah ke rumah atau mampir ke tempat yang lain. Dinda sendiri dan Tini langsung pulang ke rumah masing-masing. Namun sebelum pulang mereka sempat janjian untuk bertemu esok hari. Besok mereka akan bertemu di depan sekolah jam setengah 9 pagi.


Hari yang melelahkan bagi Dinda. Setelah setengah hari mengikuti tes dari tes tertulis sampai wawancara. Itu dilakukan karena Dinda harus berjuang demi mendapatkan pekerjaan.


Sampai di rumah Dinda istirahat sebentar, kemudian makan lalu sholat dhuhur. Rasa lelahnya membuat Dinda merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hingga membuat matanya merasa berat dan akhirnya tertidur.


Dinda berharap bahwa besok akan lancar. Dinda lulus tes wawancara dan juga Tini. Semoga saja harapan Dinda untuk mendapatkan pekerjaan dapat tercapai.


***


Bagaimana pengumumannya besok pagi, simak terus di episode berikutnya. Terimakasih buat yang sudah membaca karyaku, like, vote dan komentarnya yaaa. Salam bahagia dan sehat selalu untuk semuanya🥰🥰🥰🌹🌹🌹.

__ADS_1


__ADS_2