
Memasuki gerbang perumahan, kemudian masuk nama jalan yang di tuju di mana di situlah letak rumah teman akrabnya. Mas Heru menghentikan sepeda motornya.
Mas Heru turun dari sepeda motornya di susul Dinda. Terlihat hanya rumah yang biasa saja tanpa adanya keramaian seperti rumah orang yang sedang hajatan.
"Mas ga salah?, ini rumahnya, tapi sepertinya ga ada tamu undangan. Maksudnya kok ga seperti orang hajatan mas." Tanya Dinda memastikan.
"Emang ini tempatnya Din. Ini rumahnya, ayo." Jawab mas Heru lalu mengajak Dinda untuk masuk ke rumah tersebut.
"Assalamu'alaikum." Ucap salam mas Heru di depan pintu yang terbuka.
'Wa'alaikumussalam." Jawab teman akrab mas Heru dari dalam kamar depan kemudian keluar melihat tamu yang datang.
""Waaaahhh, penganten baru, di kamar aja bro?." Tanya mas Heru meledek karena melihat temannya keluar dari dalam kamar.
"Iya lah maklum namanya juga penganten baru. Baru datang dari mana aja ?, kirain ga jadi datang, tadi di tanyain sama ibu. Dari pagi bolak balik ke sini cuma nanya kamu Her." Ucap mas teman akrab tersebut.
"Datang lah Wan, kan sudah janji. Terus ibu sekarang di mana Wan?." Jawab mas Heru kepada temannya yang tak lain adalah mas Wawan.
"Silahkan masuk mba, silahkan duduk, maaf tempatnya masih berantakan." Ucap mas Wawan kepada Dinda yang masih berdiri di depan pintu.
"Aku ga di tawarin nih Wan?." Tanya mas Heru.
"Kamu mah ga usah di tawarin juga sudah biasa bolak balik, masuk keluar seperti rumah sendiri Her." Jawab mas Wawan.
"Yuk masuk, duduk dulu Din." Ajak mas Heru ke Dinda.
"Iya mas terimakasih." Ucap Dinda agak bingung dan agak malu.
"Mba anggap saja rumah sendiri, santai, biasa saja mba, ga usah malu dan malu-maluin." Ucap mas Wawan ajak bercanda melihat sikap Dinda.
"Iya mas." Jawab Dinda singkat.
"Ayu kemana Wan?, kok ga kelihatan?." Tanya mas Heru.
"Ada di belakang lagi nyiapin makanan." Jawab mas Wawan.
"Panggilin apa Wan, biar duduk sini bareng ngobrol sama Dinda." Ucap mas Heru minta mas Wawan memanggil Ayu.
"Oke, bentar ya, mba maaf tak tinggal dulu." Ucap mas Wawan.
__ADS_1
"Mas tadi bukannya cowok yang waktu itu main ke kontrakannya mas Heru ya ?." Tanya Dinda yang mengingat kalau mas Wawan teman mas Heru yang Dinda lihat di kontrakan.
"Iya, kamu ingat dia Din?." Tanya mas Heru memastikan.
"Iya, terus mas boncengan sama cewek kan!." Ucap Dinda langsung ingat seketika kesal.
"Hmmm, iya yang waktu itu. Makanya mas ajak kamu biar tahu dan jelas." Ucap mas Heru.
"Mana tamu undangan yang lainnya mas?, kok sepi sih?." Tanya Dinda yang merasa aneh kok sepi tamu padahal kata mas Heru syukuran hajatan nikahan.
"Tamunya cuma kita sama keluarga." Jawab mas Heru jelas.
"Kok cuma kita sama keluarga mas?, mas bohongi Dinda yaaa. Ini sebenarnya maksudnya apa mas?. Tolong mas, jangan buat Dinda bingung apa?." Tanya Dinda ingin penjelasan.
"Maaf nih agak lama soalnya sekalian bawa ini." Ucap mas Wawan menghampiri mereka berdua sambil membawa nampan berisi minuman dan makanan.
Tiba-tiba datang mas Wawan dan seorang cewek di belakangnya dari ruang dapur. Dengan membawa nampan berisi tiga gelas es teh manis dan cemilan.
"Datang kapan mas, maaf Ayu di belakang jadi ga dengar. Pas mas Wawan bilang mas Heru datang Ayu bikin minum dulu." Ucap Ayu di belakang mas Wawan kemudian sambil menyalami mas Heru.
"Ini mba Dinda kan ya?." Tanyanya lanjut sambil menyalami Dinda.
"Jadi gini Din. Kenalkan ini Ayu adik angkat mas. Dan ini Wawan suami Ayu. Mereka baru menikah sekitar sebulan lebih ya tau ahh lupa." Ucap mas Heru mengenalkan resmi Ayu dan Wawan singkat.
"Jadi ini Ayu adik angkat mas, kok mas ga pernah bilang?." Ucap Dinda mulai kesal.
"Maaf mba silahkan minum dulu es teh manisnya." Ucap Ayu berusaha mencairkan suasana yang sedikit tegang.
Mas Heru sudah terlebih dahulu minum es teh manis sebelum ditawari karena haus dan kepanasan.
Dinda merasa ga enak dengan Ayu juga Wawan karena ucapannya agak kesal di dengar. Kemudian Dinda meminum es teh manisnya.
Berasa sejuk dan adem meskipun hanya di mulut dan tenggorokan tetapi belum bisa meredam panasnya hawa penasaran akan penjelasan mas Heru tentang ayu. Yah Dinda ingat waktu itu ketika melihat mas Heru memboncengi Ayu tanpa penjelasan apapun. Dan membuat Dinda bergelut sendiri dengan perasaannya.
"Jadi begini lho Dinda sayang mas jelaskan, tapi tolong jangan marah dulu yaaa. Biarkan mas menjelaskan dari awal sampai selesai tanpa dipotong oke." Ucap mas Heru sebelum menjelaskan dari awal hingga saat ini.
Mas Heru menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Dia berusaha tenang agar Dinda tidak merasa dibohongi dan marah. Kemudian mas Heru menceritakan dari awal kenal Ayu sampai detik ini. Tanpa ada rasa ingin menutupi semua kejadian atau kenyataan yang di alami.
Dinda merasa entah bagaimana mengatakannya ketika mendengarkan semua cerita mas Heru. Bagaimana dirinya sebagai pacar tidak tahu apapun. Dan berasumsi sendiri tentang mas Heru dan tentang hubungannya.
__ADS_1
Ketika mas Heru menceritakan semuanya, baik Dinda, Ayu dan mas Wawan hanya terdiam mendengarkan. Bagi mas Wawan dan Ayu itu adalah kisah mereka yang sudah jelas di ketahui. Namun bagi Dinda ini adalah cerita mas Heru yang tidak di ketahuinya.
"Sekarang sudah jelas Din?, maafkan mas karena menutupi semua ini. Maafkan mas yang tidak cerita apapun itu kepada kamu. Dan maafkan mas karena sudah membuatmu berpikir tentang mas dan hubungan kita. Mas tahu itu salah, tapi mas melakukan semua ini karena mas tidak mau menambah beban dalam pikiranmu. Mas tahu keadaanmu Din, makanya mas tutupi." Ucap mas Heru sambil menatap Dinda.
"Iya Din, sebenarnya aku sudah ngomong sama Heru tapi ini nih dasar Heru. Dia bilang ingin tahu sikap kamu gimana apa masih percaya sama cintanya atau ga?. Dia tuh ngetes kamu Din karena dia mau jalani hubungan serius sama kamu. Maklum sudah kebelet, pengin kawin heehee." Ucap mas Wawan lanjut dengan candaannya membuat Heru meninju perutnya.
"Bugghh."
"Aduh,,, sialan kamu Her, emang iya kan. Awas Aku bilangin nih sama ibu." Ucap mas Wawan bercanda pura-pura sakit habis kena pukulan tangan mas Heru di perutnya yang ga seberapa.
"Jangan dengerin Din, ga kok mas ga gitu. Wan, bukannya bantuin jelasin, ini malah bikin mau ngajak ribut?." Ucap mas Heru agak kesal.
Dinda masih terdiam, masih mencerna semua cerita mas Heru. Dan masih merasa bingung dengan yang terjadi hingga akhirnya Dinda tersadar bahwa semua sudah jelas. Perasaannya kini merasa lega mendengar semua cerita mas Heru.
"Kok perasaanku kaya jadi plong gini ya?. Apa karena dari semua penjelasan cerita mas Heru tadi." Ucap dalam hati Dinda tersadar akan perasaannya.
"Iya mba Dinda, maafkan kami. Bukan maksud kami. Emang ini nih mas Heru yang membuat janji kita semua agar bilangnya nanti nunggu Ayu nikah sama mas Wawan." Ucap Ayu menyambung.
"Ini lagi nambahin, bisa ga sih Ayu istrinya Wawan ga nambah buruk kondisi dan situasi. Mas seperti di ujung jurang kalau begini. Padahal mas kan ga selingkuh, tapi terkesan orang yang selingkuh sih." Ucap mas Heru kesal.
"Makanya kalau ada apa-apa itu cerita, jadi ga bikin orang salah paham dan apa tadi selingkuh, biar ga di bilang selingkuh juga dari pacarnya." Ucap Dinda menimpali.
"Iya iya, kan tadi sudah minta maaf. Din, maafin yaaa, maafin mas ya Din. Dinda sayang, maafin lah, biar nanti makan rasanya enak ga ada rasa bersalah." Ucap mas Heru dengan senyum manis jahilnya kepada Dinda.
"Iya sudah dimaafin kok mas dari waktu itu cuma kesalnya masih ada." Ucap Dinda yang masih bersikap agak kesal namun tersenyum dalam hatinya.
"Karena sudah selesai antara mas Heru sama mba Dinda, kami permisi dulu sebentar mau jemput tamu kehormatan. Silahkan nikmati dulu yang ada, yang belum ada nanti nyusul ya mas heehee." Ucap mas Wawan masih dengan candaannya melihat mas Heru dan Dinda yang masih entah lah gimana jelasinnya bingung.
"Iya, tolong kasih tahu juga ya sekalian sudah selesai masalahnya, biar nanti ga kelamaan. Takut nanti ada yang pingsan gara-gara grogi." Ucap mas Heru berpesan yang membuat Dinda kembali bingung ada apa lagi sebenarnya.
Authornya juga permisi dulu.
Nanti datang lagi.
Bersambung dulu ya ceritanya.
Penasaran?, masih ingin tahu kelanjutannya?. Simak terus di karyaku ini.
Like, vote, komentarnya yaaa.
__ADS_1
Tetap semangat, semoga sehat selalu buat semuanya dan salam bahagia🥰🥰🥰.