
Hari Minggu saat mas Heru dan mas Wawan libur. Mereka janjian untuk bertemu dan main ke tempatnya Ayu. Sebagai tindak lanjut dari keseriusan mas Heru menjodohkan mas Wawan dengan Ayu. Dan sebagai tanda pendekatan lebih mas Wawan kepada Ayu.
Mas Heru janjian di pertigaan Warung bongkok dengan mas Wawan. Setelah saling bertemu mereka langsung jalan menuju ke tempat Ayu tepatnya di warteg buliknya.
Sebelumnya mas Wawan telephon Ayu bahwa dirinya akan mengajaknya main. Namun Ayu memintanya untuk bersama mas Heru karena dia sekarang menjadi tanggung jawab mas Heru. Ibunya di kampung pun sudah di beritahu tentang mas Wawan. Ibunya Ayu meminta Ayu untuk tetap dalam pengawasan mas Heru.
Biar bagaimanapun ibunya Ayu menyerahkan tanggung jawab Ayu ke mas Heru sampai Ayu menikah. Karena itulah Ayu meminta mas Heru untuk menemani jika bertemu dengan mas Wawan.
Karena janji dan tanggung jawabnya, mas Heru menurut pada ibunya Ayu. Jika Ayu pergi dengan mas Wawan maka dia harus menjaganya.
"Berasa jadi bodyguard." Ucap mas Heru dalam hati.
Sesampainya di warteg buliknya Ayu, mas Heru dan mas Wawan meminta izin terlebih dahulu. Om dan buliknya Ayu mengizinkan Ayu. Ibunya Ayu sebelumnya memberitahu lewat telephon. Jika nanti mas Heru dan mas Wawan datang minta izin mengajak Ayu untuk diperbolehkan.
Sebelumnya Ayu tidak pernah merasa seperti ini. Ada rasa senang sekaligus malu dan entahlah. Namun karena ada mas Heru yang sudah dianggapnya sebagai kakak, Ayu agak tenang.
"Mas Heru Aku bonceng mas saja ya." Ucap Ayu hendak bonceng sepeda motornya mas Heru.
"Maaf Yu, ga bisa, kamu bonceng mas Wawan saja tuh. Kasihan dari tadi ngarep kamu bonceng sama dia." Jawab mas Heru menolak.
"Mas, kita sebenarnya main kemana sih?." Tanya Ayu mulai ketus manja."
"Ke kontrakan mas, karena kontrakannya mas Wawan ada temannya." Ucap mas Heru sebelum berangkat.
"Ya sudah, Aku bonceng mas Heru. Aku mau lihat sebesar apa cinta mba Dinda ke mas Heru. Karena mas Heru kan cinta banget sama mba Dinda. Makanya nolak perjodohan Aku sama mas. Untungnya ada mas Wawan, jadi mas Wawan nanti bantuin ya. Lihat mba Dinda bakalan cemburu atau ga heehee." Ucap Ayu lalu naik bonceng di sepeda motornya mas Heru.
"Bener juga tuh Her ide Ayu, sekalian ngetes. Kalau Dinda cemburu berarti dia cinta sama kamu. Kalau biasa saja ga terlihat cemburu berarti perlu dipertanyakan cintanya Dinda ke kamu. Apakah serius atau ga sama kamu." Ucap mas Wawan nyambung.
"Nah, tuh mas Wawan paham maksud Aku mas Her. Nanti pura-pura ya kalau ada mba Dinda. Bakalan seru nih, biarin mas Heru berjuang demi mba Dinda agar lebih serius." Ucapnya Ayu.
"Mmmmm, pusing deh. Yang awal saja belum diceritain, tambahin yang ini. Bener-bener ya kalian, yang cewe manja yang cowo sama aja. Klop deh kalian jadi adikku." Ungkap mas Heru.
Ayu dan mas Wawan senang meledek mas Heru. Ayu yang tahu kisahnya mas Heru dari mas Wawan melalui hp entah SMS atau telphon, sengaja ingin membuat Dinda cemburu. Dengan begitu mereka akan lebih serius lagi dalam hubungannya.
Ayu saat ini berumur 20 tahunan. Beda satu tahun dengan Dinda, lebih tua Ayu. Sedangkan mas Wawan dan mas Heru umurnya sama saja hampir 25 tahunan. Sama-sama berumur 25 tahunan dan sama-sama ingin menikah.
__ADS_1
Namun terlihat jelas bedanya. Mas Heru dan Dinda menjalin hubungan pacaran. Sedangkan mas Wawan dan Ayu akan menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh mas Heru.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka bertiga di kontrakan mas Heru. Sebelum sampai, mas Heru berhenti di tukang jualan gorengan untuk membeli gorengan sebagai cemilan yang mangkal di depan gang tunggal dara. Sedangkan mas Wawan tetap jalan menuju kontrakan mas Heru. Alhasil mas Wawan sampai duluan di kontrakannya mas Heru. Dia bertemu Tini yang sedang menjemur baju di teras kontrakan.
*
Masih ingat episode sebelumnya kaaaannn.
"
Karena Dinda ngambek karena cemburu, dan Tini yang ikutan marah juga membuat rencana Ayu dan mas Wawan sukses besar.
Di dalam kontrakan mas Heru, mereka bertiga mengobrol pelan takut terdengar dari kontrakannya Dinda. Apalagi kalau Tini sampai dengar juga bisa gagal rencana Ayu dan mas Wawan.
"Mas Heru awas ya kalau ngomong ke mba Dinda sebelum Aku nikah sama mas Wawan." Ancam Ayu ke mas Heru.
"Iya Her sekali-kali biarin ngambek, biar Dinda mikirin kamu. Kamu ngajak serius dianya masih bingung." Ucap mas Wawan memberi saran.
"Ini sih namanya ngajakin perang Wan." Ucap mas Heru setelah melihat sendiri Dinda ngambek, marah, kesal, karena melihat mas Heru boncengi Ayu.
"Mas Heru sudah janji lhooo. Mau tanggung jawab menjodohkan, berarti menikahkan Ayu kan. Sekarang Ayu mau di jodohin sama mas Wawan tapi mas Heru ga boleh ngomong ke mba Dinda sampai kita menikah." Ucap Ayu dengan terangnya.
Ayu memang lebih tua satu tahun dibanding Dinda namun sepertinya Ayu lebih manja dan lebih ingin diperhatikan. Tapi karena sifat itulah mas Wawan suka. Dan Ayu ingin menikah dengan mas Wawan karena melihatnya dan diperbolehkan oleh ibunya mengingat mas Heru sudah cukup umur, karyawan tetap dan sudah punya rumah. Namun pada dasarnya adalah cinta pada pandangan pertama merekalah yang membuat mereka sama-sama mau menikah.
"Mmmm, iya mas bakalan tepati janji dulu. Menikahkan kalian dulu baru bilang dan cerita semuanya ke mba Dinda. Wan tega banget sih calon istri kamu, ini namanya cari perkara." Tutur mas Heru sambil pegang kepalanya pusing.
"Tapi ini demi kejelasan hubungan kalian Her. Dinda itu serius apa ga, maksudnya kalau kamu ajak nikah dia mau ga?." Ungkap mas Wawan.
"Itulah masalahnya Wan, umur dia belum 20 tahun. Dia kelihatannya mau sekolah lagi, kuliah Wan. Terus dia bingung takut Aku kaya yang kemaren." Tutur mas Heru.
"Yang kemaren?, maksudnya Dinda yang cinta pertama kemaren. Yang katanya balikan sama mantannya terus katanya sudah nikah ya?." Tanya mas Wawan jelas.
"Iya, kata Tini itu." Jawab mas Heru lanjut.
"Makanya Aku bingung Wan, secara umur sudah berapa masa nunggu lagi sih?." Keluh mas Heru lanjut.
__ADS_1
"Sssttt, kasihan tuh yang dibawah bisa karatan heeheee." Ledek mas Wawan.
"Sialan kamu Wan, mentang-mentang bentar lagi mau diasah. Jadi ledekin, Aku ga mau nikahkan kalian berdua ya, biarin biar karatan bareng-bareng." Kesal mas Heru.
Ayu yang bingung dengan obrolan mereka jadi maksud ketika terakhir dengar perkataan mas Heru. Karena agak sedikit keras dan terdengar jelas oleh Ayu.
"Mas Heru kok gitu sih tak bilangin sama ibu di kampung. Biarin, biar ibu marahin mas Heru karena ga mau tepati janji dan ga mau tanggung jawab sama Ayu." Ucap Ayu dengan sedikit kesal dan manja.
"Haduuuuhhhhh Wan Wan, kok kamu mau yang begini ini. Aku saja ga mau, heran deh Aku sama kamu." Ucap mas Heru heran dengan Wawan.
"Itu tandanya dia butuh seorang laki-laki untuk menyayangi, mencintai, memanjakannya dengan cinta dan tanggung jawab sepenuhnya bro." Ucap mas Wawan dengan bangganya.
"Lagian kalau Aku ga mau, atau Ayu ga mau yang ada kamu tambah pusing hanyo mau jodohin sama siapa ?. Kamu sendiri saja ga mau sama yang kaya gini." Ucapnya lagi meledek mas Heru sambil mendekati Ayu dan duduk di sebelahnya.
"Udahan yuk nengokin rumah, mungkin sudah siap apa belum ya?." Ajak mas Wawan.
"Ya udah kalian duluan, Aku beresin ini dulu sekalian ngunci pintu kontrakan." Ucap mas Heru langsung beresin botol minumnya dan piring tempat gorengan.
Saat keluar kontrakan mereka bertiga tidak melihat kalau Tini memperhatikan mereka. Tini tidak mendengar jelas apa yang diobrolkan mereka. Makanya Tini kesal, marah, kenapa mas Heru boncengi cewek. Karena Tini dan Dinda sama-sama tidak kenal dan tidak tahu cewek tersebut. Padahal mereka satu pabrik. Dan ternyata Ayu mengenal wajah Tini dan Dinda yang ternyata lawan shiftnya.
Mas Wawan mengajak Ayu ke perumahan untuk menengok rumah yang sudah hampir jadi pembangunan ruang belakangnya. Ayu ternyata senang dapat berjumpa dengan mas Wawan sekaligus suka dan sayang dari pertama melihatnya.
Melihat persiapan nikah mas Wawan ternyata tidak main-main. Cuma karena belum ketemu yang klop di hati. Hingga akhirnya takdir mempertemukan dia dan Ayu melalui mas Heru.
Mas Heru juga menengok rumahnya sendiri yang letaknya tidak jauh dari rumah mas Wawan. Mereka berdua membeli rumah untuk persiapan setelah menikah agar tidak mengontrak di kontrakan.
Mas Heru berharap bahwa Dinda dapat mengerti akan sikapnya nanti setelah semuanya selesai dan menceritakannya.
**
*
Di rumah baru Ayu bersih-bersih. Dan mas Wawan menata barang-barang dengan mas Heru. Sesuai janji bahwa mas Heru tidak menceritakan kepada Dinda. Sampai Ayu dan mas Wawan menikah. Yah mas Wawan dan Ayu baru menikah dan langsung pindah ke rumah di perumahan.
Mas Heru cuti karena menghadiri pernikahan mereka sehari sebelumnya di kampung. Dan langsung berangkat kemudian pindahan. Acara syukuran nikah dan rumah akan diadakan sebulan kemudian. Di saat itulah rencana mas Heru mengenalkan kepada mas Wawan dan Ayu akan dilakukannya. Mengatakan dari awal hingga akhir dan mengapa tidak bercerita.
__ADS_1
Bagaimanakah nantinya, ikuti terus karyaku ini yaaa.
Bersambung lagiiiii.....