
Jam istirahat telah usai, calon karyawan semuanya duduk kembali di tempatnya masing-masing. Pak Edi dan pak Amin masuk ke ruangan dan duduk kembali di kursinya. Pak Edi mengambil mic dan mulai berbicara.
"Sudah kumpul semua." Ucap pak Edi sembari memperhatikan calon karyawan.
"Sudah pak." Jawab calon karyawan dengan semangatnya.
"Saya tadi sempat khawatir, barangkali ada salah satu dari kalian nyasar. Tapi tidak ada ya, tolong lihat sebelah kanan dan kiri masing-masing. Orangnya masih sama atau sudah ganti, pasti masih sama ya. Oke untuk selanjutnya kalian akan saya ajak berkeliling pabrik untuk mengenal lingkungan, siap-siap ya.
Setelah memastikan calon karyawan lengkap tidak kurang satupun, pak Edi mengajak mereka untuk berkeliling pabrik.
"Dari ruangan yang tadi kalian masuk dan duduk itu adalah ruangan training." Pak Edi menjelaskan dari luar ruangan training.
"Mari ikuti saya dan lihat bagian apa saja yang ada di perusahaan." Pak Edi melanjutkan berkeliling perusahaan.
"Kalian tadi naik bus jemputan bukan, ini adalah tempat parkir bus jemputan untuk karyawan. Saat kalian datang baik berangkat ataupun pulang kerja, di sinilah tempat parkir bus jemputan." Pak Edi menunjukkan tempat parkir bus.
Setelah dari tempat parkir mereka masuk melewati pintu yang cukup besar. Kemudian berjalan beberapa meter, ada pintu yang cukup besar dengan bertuliskan di atasnya, ruang loker karyawan.
"Nah ini adalah ruang loker, kalian akan menyimpan tas atau barang-barang kalian di ruang ini." Di depan pintu ruang loker pak Edi menjelaskan.
Mereka kembali berjalan kembali menyusuri ruangan demi ruangan. Sambil berjalan dan menunjuk ruangan, pak Edi menyebutkan dan menjelaskan ruangan tersebut.
Dari ruang kantor yang di dalamnya ada ruang personalia, dan manager. Ruang kantin karyawan, klinik karyawan, toilet, masjid dan yang utama adalah ruang produksi.
Ruang produksi di pabrik sangat luas. Ada beberapa bagian yang terdapat di ruang produksi. Bagian tersebut terpisah dari bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Calon karyawan melihat ruang demi ruang. Dan pada saat memasuki ruang produksi, mereka sangat antusias. Memperhatikan karyawan bekerja, membuat calon karyawan mempunyai pikiran dimana nantinya mereka akan ditempatkan. Bagian kerja yang terlihat enak pekerjaannya dan yang terlihat tidak enak pekerjaannya sangat terlihat di mata mereka.
Setelah berkeliling, mereka kembali ke ruang training. Mereka duduk di tempatnya semula sambil menunggu untuk kelanjutannya.
Pak Edi kemudian masuk ke ruangan training beserta ibu Ani sambil membawa beberapa bungkus plastik kresek besar.
"Semuanya sudah duduk kembali, bagaimana tadi setelah berkeliling pabrik?. Saya harap nanti tidak ada yang nyasar ya. Sehari dua hari pasti sudah hafal jalan." Ucap ibu Ani setelah mengambil mic.
__ADS_1
"Untuk selanjutnya, saya akan membagikan seragam training kalian dan kunci loker. Nanti kalian bisa simpan di loker sesuai no lokernya. Untuk seragam kalian diperbolehkan bawa pulang untuk di cuci." Bu Ani masih lanjut untuk membagikan seragam.
"Saya akan panggil satu persatu, nanti maju kemudian tanda tangan." Bu Ani menjelaskan kembali.
Bu Ani mulai memanggil satu persatu calon karyawan, menyerahkan kunci loker dan menyuruh mereka tandatangan. Sedangkan pak Edi menyerahkan seragam beserta kelengkapannya seperti jilbab, topi dan sepatu.
Satu persatu calon karyawan memperoleh kunci loker, seragam, jilbab yang memakai jilbab, topi, dan sepatu.
"Sebentar lagi jam istirahat siang, kalian boleh makan siang di kantin. Sebelum itu, kalian boleh ke ruang loker untuk menyimpan tas, dan mengenakan seragam komplit. Untuk yang memakai jilbab, tolong jilbabnya di rapihkan ke dalam seragam. Sudah tahu jalan ke loker kan, sekarang taruh tas dan pakai seragamnya. Saya tunggu lima menit untuk sampai lagi di sini." Ucap ibu Ani tegas.
"Maaf ibu sekarang ya ?." Ada salah seorang yang mengacungkan tangan kemudian bertanya.
"Ya sekarang, saya tunggu lima menit, kalian sudah harus sampai ada di sini." Ucap ibu Ani begitu tegas.
Satu persatu calon karyawan keluar pintu ruang training. Mereka berjalan menuju ruang loker. Di pintu loker ada dua satpam perempuan yang sedang berjaga. Satpam tersebut hanya melihat sambil tersenyum melihat calon karyawan datang dan masuk ke ruang loker.
Calon karyawan melihat nomor loker yang tertera di pintu loker. Masing-masing mencari lokernya sendiri-sendiri. Setelah ketemu lokernya, mereka membuka kemudian menaruh tasnya dan memakai seragam komplit. Meninggalkan loker yang terkunci kembali, para calon karyawan berjalan kembali menuju ruang training.
"Lima menit, sudah semuanya." Ucap ibu Ani melihat calon karyawan mulai duduk kembali di kursinya.
"Kenapa terlambat?." Tanya Ibu Ani seketika melihat ada yang baru masuk setelah 7 menit.
"Maaf Bu, tadi mencari lokernya agak lama." Jawab calon karyawan sambil menunduk agak takut karena terlambat masuk ke ruang training.
"Karena baru, saya maklumi. Tapi ingat untuk yang lain juga, tidak boleh terlambat walaupun cuma satu menit bahkan lebih." Ibu Ani berucap mengingatkan kepada calon karyawan.
"Iya bu." Jawab calon karyawan yang terlambat bersama yang lainnya.
Calon karyawan yang terlambat duduk kembali di kursinya. Bu Ani dan pak Edi serta pak Amin terlihat sedang mengobrol.
"Sebentar lagi istirahat makan siang, kalian mau makan atau ibadah sholat dulu silahkan. Bel pertama jam istirahat, ingat ya waktunya cuma 45 menit. Sekarang pukul 11.44 menit, satu menit lagi. Nanti kalian masuk ke sini jam 12.30 menit. Selanjutnya nanti akan dilanjutkan oleh pak Edi." Ucap ibu Ani menjelaskan jam istirahat.
Setelah ibu Ani selesai berbicara, bel istirahat pertama berbunyi.
__ADS_1
"Selamat siang dan selamat istirahat." Ibu Ani
*
Jam istirahat sedang berlangsung. Calon karyawan satu persatu keluar dari ruang training. Ada yang menuju kantin, ada juga yang menuju masjid. Dinda dan Tini langsung menuju kantin.
Karyawan pabrik sebagian ada juga yang beristirahat. Ada yang langsung ke kantin, ada juga yang ke masjid. Baik kantin maupun masjid sama-sama mengantri. Meskipun pabrik besar, kantin besar, masjid besar juga, tetap saja mengantri. Karena tempat untuk ambil makanan antriannya tidak banyak. Dan untuk keran ambil air wudhu juga tidak terlalu banyak.
Dinda dan Tini mengantri bersama dengan karyawan pabrik yang lain. Mereka mengambil makanan di tray yang sudah tersedia di tempat antrian makanan. Setelah mengambil tray makanan, Dinda dan Tini duduk di kantin makan bersama karyawan lain.
Setelah makan, Dinda dan Tini menaruh tray makanan di tempatnya. Kemudian mereka berjalan menuju masjid untuk melakukan ibadah sholat dhuhur.
Waktu terus berjalan tak terasa jam istirahat akan segera habis. Dinda dan Tini segera kembali ke ruang training. Di sana sudah ada beberapa calon karyawan yang sudah duduk. Terlihat diantaranya sedang mengobrol satu dengan yang lain.
Bel istirahat berbunyi, 45 menit waktu istirahat telah usai. Pak Edi dan pak Amin kembali ke ruang training. Pak Edi mulai berbicara dengan calon karyawan.
"Sudah istirahat, sudah makan semua." Tanya pak Edi memulai pembicaraan.
"Sudah pak." Calon karyawan menjawab dengan kompak.
"Oke kita lanjutkan. Di sini saya akan menjelaskan bagian-bagian kerja yang ada di pabrik ini. Silahkan sambil menyimak monitor yang saya nyalakan." Pak Edi menyalakan monitor sambil berbicara.
Terlihat di layar ada gambar karyawan sedang bekerja. Pak Edi menjelaskan bagian pekerjaan tersebut. Apa yang dilakukan karyawan di layar di jelaskan oleh pak Edi dengan jelas. Dan calon karyawan semuanya menyimak perkataan pak Edi sembari melihat gambar di layar monitor.
Penjelasan pak Edi akhirnya sampai pada pembagian bagian kerja calon karyawan. Beberapa lembar kertas di bagikan oleh Pak Edi kepada satu persatu calon karyawan.
*
Tak terasa jam kerja akan berakhir, jam menunjukkan pukul 15.00 waktunya pulang kerja. Sebelum bel berbunyi, pak Edi dan pak Amin menyudahi kegiatan dengan mengingatkan calon karyawan kembali menaiki bus pada saat berangkat. Bel berbunyi, tanda jam kerja berakhir. Calon karyawan satu persatu keluar dari ruang training menuju loker. Mereka akan berganti pakaian dan mengambil tas dari loker.
Calon karyawan berjalan keluar menuju tempat parkir bus. Bersamaan dengan karyawan yang lain, mereka melewati satpam yang mengecek tas serta badan. Setelah melewati satpam, mereka menuju bus yang dinaiki ketika berangkat.
*
__ADS_1
Hari ini cukup sampai di sini dulu yaa reader, esok sambung lagi ceritanya. Bagaimana Dinda menjalani pekerjaan barunya. Apakah Dinda nantinya bertemu lagi dengan mas Nur. Nah tuh bagaimana kabarnya mas Nur yaaa?. Penasaran?, nantikan di episode berikutnya.
Untuk Reader yang masih setia membaca karyaku, terimakasih banyak. Salam sehat selalu untuk semuanya. Salam bahagia dan tetap semangat 🥰🥰🥰💪💪💪🙏🙏🙏.