Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )

Cikarang ( Pekerjaan Dan Cinta )
Episode 55. Gosip balikan lagi dan mau menikah.


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu, mas Nur tidak bertemu Dinda lagi. Setiap hari malah bertemu Indah. Bahkan hari Minggu pun Indah selalu datang ke kontrakan mas Nur.


Mas Nur sudah mencoba melarang Indah untuk selalu datang ke kontrakan, namun apalah daya Indah tetaplah Indah. Mas Nur berpikir untuk pindah kontrakan. Namun pikiran itu selalu dia tepis karena bila pindah, harapan untuk bertemu Dinda akan sirna.


"Mas Nur, apa hari ini mas Nur senggang." Tanya Indah.


"Kamu seperti ga tahu saja kalau hari Minggu itu Aku ngapain, kenapa memangnya?." Tanya mas Nur balik.


"Mmmm, iya sih, tapi Aku hanya sekedar tanya mas. Barangkali Minggu ini mas ga senggang atau ada acara." Ucap Indah pelan.


"Maaf mas Nur, minggu minggu kemaren mas Nur kemana?. Setiap Aku ke sini sepertinya mas Nur ga ada di kontrakan." Tanya Indah hati-hati takut membuat mas Nur tersinggung.


"Ooo, kemaren kemaren Aku ada acara dengan teman. Kenapa?." Jawab mas Nur lalu balik tanya.


"Ga sih mas, cuma tanya. Memangnya acara apa?." Tanya Indah lagi ingin tahu.


"Ada teman pindah kontrakan, ada juga yang syukuran nikah, ada lagi yang syukuran baru punya anak, aqiqah gitu." Jawab mas Nur jujur, walau sebenarnya masih ada hal lain yang ditutupi.


"Mas, kalau ga keberatan, hari ini Aku mau ngajak mas makan bakso. Kalau ga keberatan, Aku yang bayarin mas, maksudnya Aku yang traktir. Sebagai tanda kalau mas maafin semua kesalahan Aku." Ajak Indah.


"Indah, Aku mau ngomong, bisa tidak ngobrolnya di dalam kontrakan. Aku ga mau kita ngobrol di teras." Ajak mas Nur lalu masuk dan duduk di ruang depan.


"Maaf Indah, Aku ga bisa lagi makan bareng sama kamu." Ucap mas Nur menolak setelah Indah duduk di depan mas Nur.


"Kenapa mas, kan cuma makan bakso. Kalau mas Nur ga mau, berarti mas Nur masih belum memaafkan Aku." Ucap Indah pura-pura sedih.


"Bukan begitu Indah, Aku ga bisa, memang ga bisa." Ucap mas Nur tanpa alasan.


"Ya kenapa mas, apa masalahnya." Tanya Indah ingin tahu alasannya.


"Aku ga mau kamu berharap lagi sama Aku. Jadi tolong mengerti keadaanku." Jawab Mas Nur singkat.


"Kenapa mas, apa salahnya. Iya mungkin sikap Aku kemaren salah. Tapi Aku ingin memperbaikinya mas. Jadi tolong beri Aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya mas. Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi." Ucap Indah sambil terisak sedih.


"Indah, bisa tidak untuk tidak mengungkit hubungan kita dulu. Semua itu sudah berlalu. Kamu bisa mencari orang yang lebih baik dari Aku. Aku yakin, ini bukan karena Aku belum memaafkan atau Aku tidak memberimu kesempatan. Ini masalah perasaan Indah, perasaanku, hatiku kini sudah untuknya." Tutur mas Nur.


Indah mulai menangis tersedu-sedu. Di dalam hati dan pikirannya bingung bagaimana lagi membujuk mas Nur. Sudah lebih dari 6 bulan, mas Nur tak kunjung membuka hatinya kembali untuk Indah.


"Mas, Aku tahu kamu mulai sayang dan cinta sama dia. Berarti apakah tidak ada sama sekali tempat untukku?." Tanya Indah sambil terisak.


"Sebelum kejadian kemaren mungkin masih ada. Tapi, setelah kejadian kita makan bareng di warung bakso depan, Aku merasa malu. Malu terhadap diriku sendiri, malu terhadap dia, karena sikapmu. Dan itu membuat Aku menyadari bahwa kamu memang tidak bisa berubah." Tutur mas Nur dalam.

__ADS_1


"Itu karena Aku terlalu sayang dan cinta sama kamu mas. Aku tidak mau kehilanganmu. Jika putus darimu Aku terima. Selagi kamu belum menerima perempuan lain di hatimu mas, Aku anggap kita bisa balikan lagi menjalin hubungan seperti dulu. Memperbaiki kesalahan. Tapi ini beda mas, kamu menerima kehadiran wanita lain di hatimu, Aku tidak bisa terima itu." Ucap Indah sedih, kecewa, sekaligus marah, bukan cuma pada dirinya sendiri tetapi juga kepada mas Nur.


"Sudahlah Indah Aku lelah." Jawab mas Nur singkat tidak mau lagi berdebat karena percuma juga.


Mas Nur meninggalkan Indah di ruang depan. Ia menuju ke ruang tengah untuk berbaring. Kini mas Nur terbaring di ruang tengah di atas kasur lipatnya. Matanya terpejam, namun hati dan pikirannya memikirkan dirinya, Indah, dan juga Dinda.


"Bagaimana ini?, Kenapa, Aku melihat Indah seperti tadi Aku merasa kasihan. Kenapa dia selalu menangis dan meminta untuk balikan lagi." Pikir mas Nur dalam mata terpejam.


"Kenapa juga, Aku memikirkan Dinda, ada apa dengan tatapannya waktu itu. Apakah dia kecewa padaku karena memilih pergi dengan Indah. Pergi bersama Indah untuk berbicara tentang hubungan yang sudah berlalu daripada pergi bersamanya mengantarnya ke kontrakan." Pikir lagi mas Nur.


"Bodohnya Aku kenapa sudah pernah menjalin hubungan tetapi masih juga tidak mengerti maksud dari tatapan, atau gerak gerik seseorang yang benar-benar tulus sayang dan cinta." Kecewa mas Nur atas dirinya sendiri.


"Coba Aku tahu sejak awal, kejadiannya mungkin tidak akan seperti ini. Aku akan lebih yakin dengan perasaanku untuk siapa." Kebimbangan yang melanda hati juga pikiran mas Nur.


"Indah, hatiku sudah untuknya, namun kenapa ini seperti di paksa lagi untuk kembali padamu. Apalagi mengingat janjiku pada Abah kamu." Mas Nur masih bergelut dengan perasaannya sendiri.


"Tidak seharusnya Aku memutuskanmu gara-gara sikapmu yang selalu mintra traktir belanja, makan, baju, kosmetik, dan lainnya. Bukan juga karena Aku tidak boleh bergaul dengan siapapun terutama perempuan. Tapi ini, aaaaaggggghhhh." Ucap mas Nur menyesal dalam hati dan pikirannya sendiri.


Indah yang sedari tadi terisak kini lebih tenang, sudah tidak menangis lagi. Dia memilih diam sambil menyenderkan kepala dan juga badannya di tembok. Tak sadar hingga ia tertidur lelap dengan posisi badan masih menyender di tembok.


Mas Nur yang sadar sudah tidak mendengar isakan tangis Indah lagi kemudian bangun dari berbaring. Mas Nur pikir mungkin Indah mengira mas Nur tertidur kemudian ia pulang ke kontrakan Teteh Dewi. Tapi ternyata mas Nur terkaget ketika melihat Indah masih di kontrakannya. Kagetnya lagi ternyata Indah malah tertidur di kontrakannya.


Mas Nur tambah bingung dengan kondisinya yang sekarang. Ini akan membuat keadaan tambah semakin semrawut. Karena mungkin tetangga tahunya mereka telah balikan. Dan di tambah gosip entah siapa yang menyebarkan, bahwa mereka akan segera menikah.


*


**


"Undangan apa ya mba Susi, terus apanya yang kebablasan?." Tanya mas Nur bingung.


"Gimana sih, situ yang pacaran, malah nanya ke gue. Makanya kalau pacaran pintunya di buka jangan ditutup sebelah. Lama-lama kalau lagi berduaan pintunya ditutup deh." Ucap mba Susi menunjukkan sikap ga suka kepada siapa entah mas Nur atau Indah.


"Mmm, maaf mba itu Saya tahu dengan baik. Saya punya agama, Saya juga masih punya iman, dan in syaa Allah masih Saya jaga. Jadi mba Susi ga perlu khawatir." Jelas mas Nur.


"Syukur deh kalau masih ingat, gue kira udah lupa. Iman sih kuat, tapi belum tentu imronnya." Jawab mba Susi ledek.


"In syaa Allah mba, baik iman maupun Imron masih Saya jaga dengan baik agar tidak lepas." Jawab mas Nur telak membuat mba Susi terdiam.


*


**

__ADS_1


"Mas Nur, sudah balikan ya sama mba Indah." Tanya mba Irma.


"Maaf mba, Saya ga balikan lagi sama Indah. Semenjak putus waktu itu sampai sekarang." Jawab mas Nur jujur apa adanya.


"Tapi katanya mas Nur balikan lagi malahan katanya lagi, mau nikah." Ucap mba Irma penasaran.


"Katanya siapa mba." Tanya mas Nur balik penasaran.


"Kata orang-orang." Jawab mba Irma singkat.


""Iya siapa mba, orang kan punya nama." Tanya mas Nur lagi.


"Aku dengarnya begitu mas, yaaa kata orang-orang sini." Jawab mba Irma ga mau sebut nama.


"Mba kalau mau ngomong jangan katanya, kalau tau nama orangnya jangan bilang orang-orang. Ga jelas banget, bilang balikan, bilang mau nikah. Gimana sih kok jadi gosip." Tutur mas Nur.


Gosip telah menyebar di sekitar gang kontrakan mas Nur. Mas Nur sendiri bingung kenapa ada berita semacam ini. Padahal waktu putus mereka tidak bilang-bilang. Tahu-tahu muncul berita balikan bahkan mau nikah.


Karena inilah mas Nur curiga kepada mba Lilis. Apakah mba Lilis tahu tentang hal ini. Mungkinkah Dinda dan Tini juga tahu akan hal tersebut. Hal ini membuat mas Nur tidak bisa habis pikir. Bagaimana ia akan memperjuangkan rasa sayang dan cintanya ke Dinda.


*


**


***


"Indah kalau Aku kasih saran kamu mau ga?." Tanya Uni Endang.


"Apa Uni, apa ada hubungannya dengan mas Nur."


"Ya ada Indah. Kamu harus lebih sabar dengan mas Nur. Buatlah dia percaya lagi. Bertahanlah sampai akhirnya dia menerimamu dan kalau bisa sampai menikah. Yang penting bila sudah menikah, maka terserah kamu." Ucap Uni Endang berencana.


"Aku rasa, Aku tahu apa yang harus Aku lakukan. Demi mendapatkan mas Nur kembali. Aku rela meskipun Aku harus bolak balik ke kontrakan Teteh Dewi." Ucap Indah sambil berpikir.


Begitulah Indah, berusaha menuruti apa kemauan mas Nur. Berharap mas Nur akan kembali lagi padanya, dan melupakan Dinda.


Sampai suatu ketika temannya Indah bertanya tentang hubungannya dengan mas Nur. Karena malu dan takut, Indah menjawab pada temannya bahwa dia sudah balikan lagi dengan mas Nur dan akan menikah.


Dari situlah mulai tersebar berita tentang hubungan Indah dengan mas Nur. Bahwa mereka menjalin hubungan lagi dan akan menikah.


Bagaimana kelanjutannya, yuk ikuti terus karyaku ini.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2