
*
**
Semenjak mas Wawan bertemu dengan Ayu, dan meminta nomor hpnya, mas Wawan sering SMS dan telephon.
Hanya sekedar bertanya sudah makan belum, sedang apa, sedang di mana, dan bisa nelp apa tidak. Mas Heru mencoba pendekatan dengan Ayu.
Terkadang mas Heru bingung jika mas Wawan bertanya tentang Ayu. Karena mas Heru sendiri tidak begitu kenal dengan Ayu. Yang mas Heru tahu Ayu bekerja di pabrik Toyo**. Satu pabrik dengan Dinda, dan mungkin juga kenal atau bahkan paham.
Makanya mas Heru bingung bagaimana cara mengatakan semuanya kepada Dinda. Tetapi sebelum semua jelas tentang perjodohan Ayu dan mas Wawan, mas Heru belum bisa bicara tentang ini semua dengan Dinda.
*
"Her, besok Minggu masuk apa?." Tanya mas Wawan lewat SMS.
"Kenapa nanya tumben?." Tanya balik mas Heru balas SMS.
"Anterin main ke Ayu." Jawab mas Wawan lanjut SMS an.
"Sudah gede main sendiri." Jawabnya mas Heru.
"Sekarang di mana?." Tanyanya lanjut.
"Di kontrakan, baru pulang kerja kenapa?." Jawab mas Heru.
"Oo, masuk pagi, ya sudah Aku main ke situ." Ucap mas Wawan karena hampir Maghrib mas Heru baru pulang kerja.
"Emang kamu masuk apa?." Tanya mas Heru.
"Malam, entar habis Maghrib ya Aku ke situ. Aman ga, si Dinda ada ga di kontrakan?." Ucapnya lewat SMS.
"Aman, ga ada Dinda, dia shift 2 masuk sore." Ucap mas Heru tahu Dinda shift 2 masuk sore.
"Sip, jadi dah Aku ke situ. Jangan nglayap, awas, Aku ke situ sepi." Ancam mas Wawan bercanda lewat SMS an.
"Ok, tenang ga bakal nglayap, paling ngluyur doang." Jawabnya.
"Itu sama bae Her." Ucapnya lagi.
Mas Heru tidak membalas SMS terakhir dari mas Wawan. Dia memilih ke kamar mandi untuk mandi sekalian wudhu karena sudah terdengar adzan Maghrib.
*
__ADS_1
Oh iya gaes dulu itu SMS suka di singkat katanya dengan huruf untuk menyingkat kata. Karena hp dulu ada yang hanya bisa menggunakan sekian kata. Kalau SMS nya kata-katanya banyak maka bila di kirim bisa terpotong kalimatnya. Mungkin itu untuk tipe hp tertentu.
Contohnya: Kamu sudah makan, maka di tulisnya : km sdh mkn. Ada lagi : Aku kerja masuk malam, maka di tulisnya: Q krj msk mlm. Jadi biasanya tergantung orangnya dan yang hilang hurufnya biasanya huruf vokal.
Yang pernah mengalami hp jaman dulu, kalau SMS seperti itu ga sih gaes, jadi ketawa kalau ingat itu. Masalahnya kalimatnya suka terpotong bila kebanyakan kata.
Tapi di sini author SMS tulis jelas ya gaes soalnya ikut ejaan yang benar, menurut Author 🤭🙏. Lanjut lagi...
*
Selesai sholat Maghrib, mas Heru keluar untuk membeli makanan dan gorengan serta kopi sachet.
Pulang dari membeli makanan, terlihat mas Wawan yang sedang duduk di teras kontrakan mas Heru.
"Gimana sih Her, sudah dibilangin jangan nglayap, malah nglayap." Mas Wawan pura-pura marah karena sudah menunggu lumayan lama.
"Kan Aku bilang juga mau ngluyur." Jawab mas Heru dengan santainya setelah turun dari sepeda motornya.
"Dari mana Her, Aku telphon hpnya ternyata suaranya ada di dalam kontrakan. Aku pikir kamu masih sholat, tapi ga diangkat. Pingsan ga mungkin kan heehee, tapi tadi kata tetangga kamu keluar mungkin beli makan. Ya sudah jadi tak tungguin." Ucap mas Wawan sambil masuk ke dalam kontrakan di belakang mas Heru setelah mas Heru membuka pintunya.
"Assalamu'alaikum dulu ke, langsung ngomong ga jelas." Ucap mas Heru ledek.
"Assalamu'alaikum, tuh udah." Ucap salam mas Wawan.
"Wa'alaikumussalam, telat salamnya." Jawab mas Heru sambil mengambil sendok dan gelas serta piring.
"Satu." Jawab mas Heru singkat.
"Satu doang, Her, kenapa ga dua sekalian, Aku belum makan nih." Ucap mas Wawan lemas karena lapar.
"Kamu ga pesan." Jawabnya singkat sambil membuat teh manis panas dan kopi.
"Tahu dong harusnya kalau Aku ke sini habis Maghrib pasti mau numpang makan heehee." Jawab mas Wawan tertawa.
"Tahu lah, makanya beli satu. Orang numpang makan harusnya beli makanannya dulu, baru numpang tempatnya. Kalau di warung kan gitu pesan makan baru numpang duduk untuk makan. Emang ada orang numpang duduk doang di warung ?, ga ada kan. Yang ada di usir cuma duduk doang ga makan." Jelas mas Heru meledek.
"Gitu banget sama teman, Her ada gorengan ga?. Lumayan juga lah kalau ada, bisa buat ganjel perut sampai nanti jam dua lewat." Tanyanya lanjut.
"Heeeheeee, kasihan banget teman Aku lapar ya?. Iya Aku beli satu, satu kresek. Nih makan, nasi warteg lauk tempe oreg sama cah kangkung. Ini gorengan juga ada baru matang masih panas. Makan dulu, nih minumnya kopi item buat ganjel mata biar ga merem." Ucap mas Heru akhirnya memberikan nasi bungkus dan gorengan serta kopi.
"Kenapa ga dari tadi sih Her, lama, kasihan nih cacing di perut Aku sudah berdendang minta makan." Ucap mas Wawan sambil mengambil nasi bungkus kemudian membukanya.
"Lagian kamu salah Wan, melihara ayam, kalau gede bisa di sembelih, di masak, di makan. Lha ini melihara cacing dalam perut, cacingnya gemuk, kamunya kurus. Bukannya kamu yang makan malah kamu yang dimakan." Ucap mas Heru meledek sambil makan.
__ADS_1
"Nih, ngomong dari tadi bercanda terus, kapan seriusnya Her." Ucap mas Wawan bertanya.
"Lagian yang mau serius sama kamu siapa Wan?." Ucap mas Heru masih meledek.
"Serius ini Her, serius. Tolongin Aku Her?." Ucap mas Wawan dengan muka seriusnya.
"Tolongin apaan, kecebur sungai ga minta tolong." Jawab mas Heru sekenanya.
"Her, Aku serius ini beneran. Sudah apa jangan bercanda terus. Yang ada Aku jadi bujang lapuk beneran." Ucap mas Wawan minta serius.
"Iya iya, apaan?." Jawab mas Heru kali ini serius.
"Itu si Ayu gimana?, kira-kira mau ga dijodohin sama Aku?." Tanya mas Wawan berharap.
"Ga tahu." Jawabnya singkat.
"Kok ga tahu sih Her." Mas Wawan agak kesal karena mas Heru kelihatan ga serius nanggepin mas Wawan.
"Ya ga tahu gimana dia Wan, Kelihatannya gimana pas kemaren ketemu. Kelihatannya suka ga lihat kamu Wan." Ucap mas Heru bertanya mas Wawan untuk ingat kembali pas ketemu pertama kali.
"Sepertinya sih mau Her. Gimana Minggu main ke sana lagi. Tapi berdua saja ya, jangan ajak Dinda." Ajak mas Wawan.
"Kan kamu bisa main sendiri ke sana Wan. Lagian ada orang kencan ajak temannya, sendiri lagi. Bisa jadi nyamuk Aku di sana Wan." Jawab mas Heru enggan.
"Waaahhh, kalau Aku ngajak Dinda bisa berantem Wan, yang ada Dinda ngambek seminggu. Ini saja Aku belum cerita sama Dinda. Masih bingung mulai dari mana. Takutnya Dinda salah paham." Ucapnya lanjut.
"Tolong lah Her, Aku ga enak main sendiri. Lagian kan kamu kakak angkatnya Ayu. Biar jadi nikah, ga usah lama-lama." Ucap mas Wawan yang ingin nikah.
"Bilang saja sudah kebelet kawin. Dasar kamu Wan Wan. Aku nanya kenapa lihat Ayu langsung mau?." Tanya mas Heru serius.
"Ga tahu, lihat dia jantungku langsung klop. Aku ga tahu, pokoknya lihat Ayu itu gimana ya, mmmm, bingung. Tapi dari pulang pas ketemu Ayu sampai sekarang teringat dia terus. Seminggu ini juga SMS an dan telephonan." Ucap mas Wawan.
"Ternyata sudah begitu yaaaa. Sudah SMS an, telephonan. Terus janjian Minggu ini mau main lagi." Jawab mas Heru agak kesal.
"Iya, sudah janji. Kata Ayu kalau mau main jangan sendiri ga enak sama Om dan buliknya. Ya sudah Aku bawa kamu saja sekalian. Kan enak nanti ngobrolnya, soalnya ada kamu." Jelas mas Wawan.
"Berhubung kamu sudah janji, ya sudah mau nemenin, gimana lagi, Karena janji ya, bukan yang lain." Ucapnya mas Heru.
"Iya, makasih ya Her." Ucap mas Wawan.
"Makasihnya entar kalau jadi nikah, sekalian Aku ajak Dinda biar jelas sejelas-jelasnya. Jadi tidak ada salah paham diantara Aku dan Dinda. Ucap mas Heru setelah menghabiskan satu bungkus nasi.
"Terserah kamu gimana enaknya yang penting jadi nikah." Ucapnya mas Wawan yang semangat mau nikah.
__ADS_1
Yang mau nikah semangat yaaa. Semangat juga buat nunggu episode berikutnya.
Bersambung duluuuuu.....