
Esok hari adalah hari pertama Dinda dan Tini mulai kembali bekerja. Meskipun masih training, mereka akan berusaha bekerja dengan baik. Untuk dua hari pertama mereka akan di jemput oleh bus jemputan khusus karyawan training. Karena letak pabriknya berada dikawasan industri mm 2100 yang jaraknya lumayan jauh.
Hari ini telah di mulai, di mana Dinda dan yang lainnya mulai melakukan training di perusahaan. Bus jemputan telah tiba, satu persatu masuk dan duduk. Pak Amin mendampingi mereka selama dua hari pertama. Bus mulai bergerak menuju perusahaan dimana mereka akan mulai training sebagai karyawan.
Memasuki kawasan mm 2100, terlihat pabrik-pabrik besar berjejeran. Dari blok satu ke blok lainnya, pabrik-pabrik berdiri tegak. Dinda berdoa dan akan berusaha semoga training berjalan dengan lancar hingga ia menjadi karyawan baru.
Memasuki parkir bus yang cukup luas di mana telah berbaris bus-bus besar yang mengangkut karyawan perusahaan. Pak Amin turun terlebih dahulu, diikuti oleh seluruh calon karyawan. Banyak karyawan berjalan melewati mereka sambil melihat dan berbisik.
"Calon karyawan baru ya, sepertinya baru lulus sekolah." Ucap salah satu karyawan yang melewati mereka kepada temannya.
"Emang baru lulus sekolah, mukanya aja kelihatan masih culun." Jawab teman karyawan yang lewat.
"Perhatian, tolong ikuti bapak. Kita akan masuk ke dalam." Ucap pak Amin saat hendak masuk ke dalam pabrik.
Dinda dan Tini serta yang lainnya mengikuti langkah pak Amin masuk ke dalam pabrik. Sembari melihat-lihat di sekitar tempat mereka berjalan, dalam pikiran mereka berkata inilah pabrik yang akan menjadi tempat kerja nanti.
Memasuki salah satu ruangan yang di dalamnya terdapat meja dan kursi, satu persatu calon karyawan menduduki kursi tersebut. Pak Amin yang sedari tadi masih menemani duduk di meja depan.
Tidak berapa lama datanglah beberapa orang yang mengenakan seragam perusahaan atau pabrik tersebut. Mereka saling bersalaman dengan pak Amin. Kemudian mereka duduk, namun ada salah seorang yang masih berdiri sambil memegang sebuah mic.
"Selamat pagi semua." Sapa orang yang memegang mic di tangannya.
"Selamat pagi pak." Jawab calon karyawan dengan kompak.
"Selamat datang di perusahaan atau tepatnya di pabrik. Perlu kalian ketahui, perkenalkan saya adalah salah satu bagian dari personalia. Nama saya pak Sabar, dan di depan kalian ini adalah rekan kerja saya." Perkenalan pak Sabar sebagai salah satu personalia di perusahaan.
__ADS_1
"Saya akan menyebut Anda semua dengan sebutan calon rekan kerja saja ya, calon karyawan lebih tepatnya. Karena belum resmi menjadi karyawan." Pak Sabar mulai menjelaskan.
"Langsung saja, untuk hari ini agendanya adalah perkenalan. Ibarat pepatah tak kenal makanya tak sayang. Demikian anda, tak kenal perusahaan ini maka anda tak akan bekerja sungguh-sungguh maksudnya. Bukan tak sayang ya, itu lain lagi. Kalau sayang saya jangan karena saya sudah ada yang punya." Percakapan pak Sabar yang agak bercanda.
"Selama training satu bulan ke depan, saya berharap anda sungguh-sungguh melakukannya dengan sebaik mungkin. Karena anda tahu sendiri bagaimana mencari pekerjaan. Susah tidak mencari pekerjaan?." Lontaran pertanyaan dari pak Sabar.
"Susah pak." Jawab dengan kompaknya para calon karyawan.
"Jadi sudah tahu susah, pergunakan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Untuk yang lainnya saya serahkan kepada rekan saya, namanya ibu Ani. Nanti beliau akan memberitahukan hal-hal yang penting selanjutnya. Dari saya cukup sekian, terimakasih." Pak Sabar menyudahi ucapannya.
Pak Sabar duduk di kursinya dan kemudian berdiri salah satu karyawan mengambil mic dari tangan pak Sabar.
"Assalamu'alaikum, pagi untuk calon karyawan." Ucap seorang ibu karyawan.
"Terimakasih, semangat ya. Kalian adalah calon tenaga kerja baru, atau calon karyawan di perusahaan ini. Tidak banyak memang hanya berapa total, sepertinya 30 tidak ada ya. Sudah kenal nama Saya tadi disebutkan oleh pak Sabar. Nama Saya ibu Ani, saya juga rekan dari pak Sabar. Kalian adalah yang terpilih dari sekian banyak pelamar kerja. Sengaja kami tidak menerima banyak karyawan karena ada beberapa hal. Namun yang jelas diharapkan kalian nantinya bisa mengikuti training dengan baik. Selanjutnya menjadi karyawan dan bekerja dengan sebaik mungkin." Tutur ibu Ani.
"Di katakan tadi oleh pak Sabar, bahwa agenda hari ini adalah perkenalan. Di sini saya akan memperkenalkan kepada kalian profil dari perusahaan ini atau pabrik ini ya. Dari mulai berdiri sampai sekarang. Bergerak apa sih atau apa yang di produksi oleh pabrik ini. Bagian-bagian apa saja yang ada di dalamnya termasuk bagian kerja." Ibu Ani sedikit menjelaskan kepada calon karyawan.
Ibu Ani terlihat menyiapkan monitor di papan yang berada di dinding, terlihat gambar pabrik dari depan jalan. Ibu Ani menjelaskan nama perusahaan atau pabrik tersebut. Dan juga bagian-bagian pabrik yang sesuai dengan gambar di layar monitor.
Calon karyawan menyimak dengan sungguh-sungguh dan semangat. Mendengarkan setiap kata yang keluar dari ibu Ani mengenai perusahaan. Dari awal hingga akhir layar monitor menyala. Setelah semuanya dijelaskan oleh ibu Ani, calon karyawan mengerti kenapa tidak banyak menerima calon karyawan.
"Penjelasan dari saya cukup sekian, semoga kalian bersemangat untuk menjalani training satu bulan ke depan yang di mulai pada hari ini. Untuk selanjutnya saya serahkan kepada ibu Siska yang akan menjelaskan tentang hak-hak yang akan kalian dapatkan selama training. Atas perhatian kalian saya ucapkan terimakasih, kepada ibu Siska saya persilahkan." Ucap Ibu Ani menyudahi penjelasannya.
Ibu Ani menyudahi pembicaraannya, dan kembali duduk. Sedangkan ada salah seorang yang berdiri mengambil mic kemudian berbicara.
__ADS_1
"Terimakasih untuk ibu Ani yang memperkenalkan saya, pagi semua." Ucap ibu Siska dengan santainya.
"Pagi bu." Semua calon karyawan menjawab dengan semangat.
"Seperti yang sudah kalian ketahui barusan, pak sabar mengenalkan diri sebagai pembuka dari perkenalan kita. Kemudian ada ibu Ani yang menjelaskan tentang pabrik dan segala isinya. Nah di sini lanjut saya yang akan menjelaskan lebih tepatnya kewajiban dan hak kalian selama mengikuti training kerja." Ibu Siska melanjutkan penjelasan hal yang berkaitan dengan kewajiban dan hak calon karyawan.
"Sebagai calon karyawan atau kalian ini sedang masa training kerja, apa sih kewajibannya?. Kemudian ada juga yang namanya hak, apa artinya?. Di sinilah saya akan jelaskan secara mendetail. Jadi tolong simak baik-baik apa yang nanti akan saya terangkan. Karena ini ujungnya berkaitan dengan gaji yang akan kalian terima. Lho masih training dapat gaji, iya disini kalian di gaji asalkan kalian mengikuti training sesuai dengan peraturan perusahaan." Penjelasan ibu Siska yang masih berlanjut.
Calon karyawan memperhatikan ibu Siska dengan seksama. Apalagi tentang menyangkut gaji, semangat mereka untuk segera bekerja semakin bertambah.
"Kewajiban yang harus kalian lakukan adalah apa yang tercantum di dalam lembaran kertas yang akan saya bagikan. Kemudian untuk hak juga sudah tertera di lembar kertas tersebut. Kertas tersebut bisa kalian bawa pulang untuk dipelajari atau diingat-ingat." Ibu Siska menerangkan kemudian membagikan lembaran kertas kepada calon karyawan.
"Untuk mempersingkat waktu saja, karena masih ada kegiatan yang lain. Jadi pelajari baik-baik lembaran kertas tersebut. Apabila ada yang ingin kalian tanyakan mengenai hak atau gaji biasa itu ya, tolong langsung saja sampaikan ke saya. Demikian penjelasan dari saya, cukup sekian dan selamat datang di perusahaan, terimakasih." Penjelasan dari ibu Siska yang tidak begitu lama karena mempersingkat waktu.
Ibu Siska duduk kembali, kemudian pak Sabar berdiri dan kembali berbicara dengan menggunakan mic.
"Singkat saja karena sebentar lagi istirahat 15 menit pertama. Kalau ada yang mau makan atau minum silahkan. Mau ke toilet silahkan, pintu toilet sebelah sana (sambil menunjuk ke arah pintu toilet). Setelah 15 menit, nanti silahkan kembali duduk di tempat masing-masing. Setelah itu selanjutnya akan di bimbing oleh Pak Edi, ditemani pak Amin pembimbing kalian dari pihak sekolah." Pak Sabar mengatakan sebentar lagi jam istirahat.
Sesaat kemudian ada nada seperti bel berbunyi di dalam pabrik. Itu berarti jam istirahat telah di mulai. Pihak personalia meninggalkan ruangan, dan beberapa calon karyawan mulai sibuk. Ada yang berdiri menggerakkan tangan dan badan. Ada yang berjalan keluar pintu ruangan. Ada juga yang sedang minum dan makan. Ada yang ke toilet dan ada yang mengobrol. Masing-masing dengan kesibukannya sendiri.
Dinda dan Tini menuju toilet yang di tunjuk oleh pak Sabar. Setelah dari toilet, Dinda dan Tini duduk kembali. Mereka minum dan makan makanan ringan yang di bawa dari kontrakan.
*
Bagaimana kelanjutannya, simak di episode berikutnya. Terimakasih bagi Reader yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku ini. Masih banyak yang perlu author perbaiki dari penulisan, mohon maaf jika masih ada kata-kata yang kurang pas di hati pembaca sekalian. Author manusia biasa yang masih banyak harus belajar dalam penulisan karyanya. Salam sehat selalu untuk semuanya dan salam bahagiaπ₯°π₯°π₯°πΉπΉπΉ. Tetap semangat πͺπͺπͺπππ.
__ADS_1