
Dinda dan Tini mulai mencari pekerjaan lagi. Setelah selesai masa kerjanya yang pertama yaitu selama tiga bulan. Mau bagaimana lagi itulah resiko tenaga kerja kontrak.
Di saat senang mendapatkan pekerjaan di saat itu pula memikirkan kembali mencari pekerjaan lagi jika kontrak kerja telah berakhir.
Entah kerja 3 bulan atau berapa bulanpun, jika memang masih kontrak maka resikonya habis kontrak akan menjadi pengangguran kembali. Mencari pekerjaan lagi dan berjuang mendapatkan pekerjaan.
Sulitnya lapangan pekerjaan di tambah lagi dengan banyaknya para pelamar kerja yang datang membuat kota Cikarang semakin ramai. Banyaknya pabrik yang berdiri membuat kota Cikarang di datangi oleh para pencari kerja.
Dinda dan Tini mengetahui sedikit adanya lowongan kerja dan banyaknya pelamar membuat mereka tetap semangat dan berusaha serta berdoa.
*
Sudah seminggu berlalu, Dinda dan Tini belum juga menemukan lowongan pekerjaan. Bolak-balik keluar masuk kawasan, berjalan kaki dari pabrik satu ke pabrik lainnya. Namun belum juga melamar pekerjaan. Surat lamaran pekerjaan yang tersedia beberapa amplop di dalam tas belum juga ada yang keluar.
Dinda masih tetap mau berusaha mencari lowongan kerja di Cikarang. Sedangkan Tini memilih ingin pulang kampung terlebih dahulu. Dinda merasa sendiri, namun itu sudah menjadi keputusan Tini.
Hanya beberapa hari saja Tini pulang kampung. Karena ada urusan keluarga, Tini meninggalkan Dinda dengan mba Lilis. Tini berharap pulang kampung juga untuk memberi kabar kepada keluarga Dinda di kampung.
Selain itu, Tini mendengar di kampung ada lowongan kerja yang melalui BKK sekolah khususnya sekolah SMK. Akhirnya Dinda dan Tini berbagi tugas mencari lowongan kerja. Dinda di Cikarang, dan Tini di kampung.
Bila salah satu mendengar ada lowongan kerja, mereka sepakat memberitahu melalui telephon warnet. Dan di kontrakan Dinda melalui ibu kontrakan.
*
Di kampung, Tini mendengar dari temannya bahwa ada lowongan kerja di pabrik toyo*** di Cikarang. Lowongan kerja tersebut melalui BKK di sekolah SMK di kotanya.
Tini menelphon Dinda melalui wartel ke ibu kontrakan. Hari itu hari minggu dan hari libur Dinda tidak mencari pekerjaan. Pas dan kebetulan, Tini menelphon ibu kontrakan. Dinda segera datang ke rumah ibu kontrakan yang letaknya tidak jauh dari kontrakannya. Menerima panggilan telephon dari kampung.
"Dinda ada lowongan kerja lho di PT toyo*** tapi lewat BKK, mau lamar ga?." Tanya Tini penuh semangat memberitahukan lowongan kerja.
"Aku mau tapi aku di Cikarang gimana Tin?. Aku pulang dulu gitu Tin?. Emang kapan lowongan kerjanya?." Dinda menjawab agak ragu karena dirinya masih di Cikarang dan bertanya penuh semangat mendengar ada lowongan kerja.
"Kemaren aku dengar dari Suciati itu anak kelas sebelah, katanya besok hari selasa. Kalau kamu mau besok pulang Din, sekalian bareng saja kita lamar kerja di BKK, gimana?." Jawab Tini menyarankan Dinda untuk pulang kampung.
"Oke deh Tin, besok aku pulang sorenya ketemu ya di tempat biasa. Aku ngomong dulu sama mba Lilis. Kalau ga ngomong nanti mba Lilis nyariin." Dinda penuh semangat mengiyakan saran Tini.
"Sekalian Din ngomong juga sama mas Nur, pamitan gitu, siapa tahu di kasih duit buat ongkos heehee. Kan lumayan Din, buat irit duit kamu iya ga heehee." Ucap Tini sambil tertawa di telephon.
"Kamu Tin, ada-ada saja, udahan ngomongnya?, nanti mahal lho ongkos nelphonnya, ntar ngutang lagi kamu Tin sama wartel heehee." Gantian Dinda meledek Tini untuk sudahan nelphonnya.
__ADS_1
"Iya udahan itu doang, assalamu'alaikum." Tini menutup telphonnya.
"Wa'alaikumussalam." Dinda menjawab salam lalu menutup telphonnya.
*
Di kontrakan, Dinda memberitahu mba Lilis bahwa dirinya akan pulang kampung. Sehubungan dengan adanya lowongan kerja di pabrik toyo*** melalui BKK sekolah.
Mba Lilis mengiyakan Dinda untuk pulang kampung, dan berpesan untuk hati-hati di jalan karena baru pulang sendirian.
Waktu Dinda dan mba Lilis mengobrol, tiba-tiba terdengar pintu kontrakan di ketuk dan terdengar suara seseorang mengucapkan salam.
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum." Suara seseorang di depan kontrakan setelah mengetuk pintu.
"Wa'alaikumussalam." Dinda dan mba Lilis menjawab salam bersamaan.
" Boleh, silahkan duduk mas." Jawaban mba Lilis mempersilahkan orang tersebut duduk.
"Tumben, mas Nur libur ya?." Tanya mba Lilis, ternyata orang yang datang adalah mas Nur.
"Iya lg ingin libur, Dinda udah dapat kerjaan belum ?." Mas Nur menjawab pertanyaan mba Lilis kemudian bertanya pada Dinda.
"Belum mas." Jawab Dinda singkat.
"Mas Nur, Dinda mau pulang kampung tuh." Mba Lilis langsung saja ngomong ke Mas Nur tentang Dinda yang mau pulang kampung.
"Beneran Din, kamu mau pulang kampung?. Memangnya kenapa?, karena susah nyari kerja apa kenapa?. Kalau di sini nyari kerja yaaa harus sabar, kamu belum ada sebulan nganggur kan Din." Mas Nur agak kaget, dan bertanya kenapa Dinda pulang kampung.
"Tini kan pulang kampung, kasih tahu kalau ada lowongan kerja lewat BKK sekolah. Katanya besok Selasa lowongan kerjanya, makanya besok aku mau pulang mas." Penjelasan Dinda tentang kepulangannya ke kampung.
"Oooo,,, jadi besok pagi kamu pulang kampung ya Din?." Mas Nur memastikannya.
"Iya mas, besok aku pulang." Dinda menjawab singkat.
__ADS_1
"Mas ini minumannya, minum dulu, sambil ngobrol. Besok Dinda mau pulang, mau nganterin?." Mba Lilis membawa minuman dan melanjutkan obrolannya dengan mas Nur.
Dinda melirik mba Lilis merasa malu, sedangkan mba Lilis senyum-senyum. Dan mas Nur melihat Dinda seakan-akan ingin berkata kepada Dinda namun merasa tidak enak karena adanya mba Lilis.
"Ga usah mas Nur, aku bisa pulang sendiri." Dinda langsung jawab merasa salah tingkah sendiri sambil menundukkan pandangannya namun sesekali melirik mas Nur.
"Dah kalau ga mau nganter, yaaa setidaknya kasih uang saku buat nambahin bayar tiket apa buat beli minum sama makanan." Mba Lilis sengaja meledek mas Nur.
"Ke sininya lagi kapan Din?." Mas Nur bertanya karena tidak ingin Dinda lama-lama di kampung.
"Ga tahu mas, kalau di kampung sudah pengumuman, ga tahu lah lihat nanti." Jawab Dinda yang tidak bisa memastikan.
"Cieee, yang ga mau di tinggal lama-lama. makanya nanya ke sininya kapan. Pulang kampung saja belum dah nanya ke sininya kapan. Makanya kasih ongkosnya dulu biar cepet pulang, cepet pula ke sininya." Mba Lilis langsung menyaut.
"Mba Lilis, kalau ngomong suka bener juga ya. Yang pulang siapa yang ngongkosin siapa, hmmm." Mas Nur mencoba untuk menutupi perasaannya sambil agak bercanda juga.
"Nanti Dinda kabarin saja ke mba Lilis, biasa lewat no telphon bapak kontrakan." Mba Lilis memberitahu.
"Iya mba, insyaallah Dinda kabari." Dinda menjawab sambil melirik mas Nur.
"Iyalah kasih kabar biar ada jawaban kalau di introgasi sama tuuuhh." Mba Lilis tersenyum berhasil meledek mas Nur di depan Dinda.
"Interogasi, memangnya aku polisi apa. Besok jam berapa Din, berangkat pulangnya?." Mas Nur bertanya karena berniat ingin mengantar Dinda.
"Besok jam setengah 7 pagi mas Nur. Biar nanti beli tiket masih agak sepi." Dinda memberitahu jam keberangkatan.
"Ya sudah nanti besok, kamu aku antar. ke pul Cibitung kan, pakai bus Sinar Jay. Besok jangan bangun kesiangan Din, biar mba Lilis ga kunci pintu kontrakan." Ucap mas Nur yang mau mengantar Dinda.
"Makasih mas Nur, jadi repotin. Sebenarnya ga usah saja mas, Dinda bisa pulang sendiri."
Tolak Dinda merasa ga enak bila diantar mas Nur.
"Udah ga apa-apa, ga repotin, besok aku masuk malam, jadi besok bisa antar kamu pulang di pul Cibitung. Ya sudah aku pulang, makasih ya mba Lilis minum sama kuenya yang tinggal dikit heehee." Mas Nur akhirnya bisa mengantar Dinda.
Mas Nur akhirnya pulang ke kontrakannya. Dalam perjalanan, mas Nur ingin memberikan sesuatu kepada Dinda. Entah berupa uang atau yang lain.
"Iya, sama-sama, cuma minum doang. Oh iya, besok, kamu bawa kunci kontrakan, jadi sebelum pulang kampung kamu kunci ya Din." Ucap mba Lilis yang di dengarkan oleh mas Nur sambil berjalan pulang ke kontrakannya. Lalu pinta mba Lilis kepada Dinda sebelum pulang kampung.
Obrolan Dinda dan mba Lilis berakhir. Mba Lilis berharap Dinda dan Tini segera mendapatkan pekerjaan. Dengan adanya lowongan kerja di kampung melalui BKK sekolah.
__ADS_1