Cinta Anak Kompleks

Cinta Anak Kompleks
BAB 23 - Film Dewasa


__ADS_3

"Mau nonton di bawah biar bisa makan cemilan. Kalau di sini nanti kamar gue bau makanan." Kata Cefi.


Baron membiarkan Cefi pergi karena dia juga sudah mengantuk. Masa bodoh dengan Cefi karena menurut Baron, kalau Cefi sudah ngantuk dia pasti akan tidur. Ntah di kamar mana. Baron memejamkan matanya.


Di bawah, Cefi mulai membuka laptopnya. Sudah lima hari dia meminjamkan laptop kepada Adam, teman sekelasnya, dengan bayaran Adam akan mengunduhkan banyak film bagus untuk Cefi.


Cefi pun tersenyum senang karena sesuai janjinya, Adam memang mengunduh banyak film di laptopnya. Dia bahkan melihat ada sekitar 50 film yang ada di laptopnya. Itu artinya dalam setahun dia tidak perlu mengunduh film lagi.


Cefi pun langsung memutar salah satu film yang ada di situ. Film urutan pertama. Cefi pun mulai menonton, namun, tiba-tiba, jantungnya berdegup dengan sangat kencang melihat adegan yang tiba-tiba disuguhkan dan suara-suara aneh mulai terdengar.


"Aaaa!" Seru Cefi yang langsung menutup matanya sendiri. Dia tidak berani menonton, tidak berani. Bahkan untuk mematikan laptopnya saja dia tidak berani.


Baron yang mendengar suara teriakan Cefi langsung keluar kamar dan berlari menghampiri Cefi, "Kenapa?" Tanya Baron dengan panik.


Cefi masih menutup matanya dengan tangan kiri, lalu menunjuk laptopnya dengan tangan kanan, "I-ituuu ... Itu tolong matiin." Kata Cefi.


Baron pun langsung menoleh ke layar laptop Cefi. Dia terkejut setengah mati melihat film yang diputar oleh Cefi, di mana di sana ada dua orang yang sedang melakukan persatuan dengan suara yang membangkitkan kelaki-lakiannya.


"Anjir! Lo nontonin apaan bego!" Umpat Baron kesal.


"Tolong, tolong matiin tolong." Kata Cefi.


Baron pun langsung menekan tombol 'X' lalu film pun tertutup. Setelah tidak mendengar suara aneh itu lagi, Cefi membuka matanya. Baron yang masih melihat ke laptop Cefi langsung terkejut setengah mati melihat daftar film yang ada di laptop milik Cefi. Dia tahu kalau semua isi dari film yang ada di laptop Cefi semuanya film dewasa.


"Lo ngajakin gue nonton film por-no?" Tanya Baron.


Cefi sontak langsung menoyor kepala Baron. Baron hendak membalas, namun tidak jadi mengingat siapa Cefi yang sekarang.


"Enggaklah. Sumpah gue gak tau. Itu dari Adam. Dia sama temen-temen gue pinjem laptop gue buat nonton. Katanya mereka udah download film banyak makanya gue ngajakin lo nonton. Gue gak tau ada film yang begitu." Kata Cefi membela diri. Dia tentu tidak mau kalau sampai Baron salah paham.


"Astaghfirullah, lo sama teman-teman kelasan lo nontonin film ginian? Pantesan bego semua otaknya." Kata Baron.


"Heh!" Seru Cefi sambil menjitak kepala Baron, kesal setengah mati. Cefi merasa kalau itu tidak mungkin, "Itu mungkin dia salah download kali. Yang lainnya enggak mungkin kayak gitu juga." Kata Cefi yang tidak terima kalau dirinya dan teman-temannya disebut bodoh oleh Baron.


"Mana yang salah download? Ini jelas-jelas semuanya film dewasa anjir." Kata Baron.


"Enggak mungkin, temen gue gak kayak gitu. Film yang lain pasti enggak." Kata Cefi.


"Lo gak percaya sama gue?" Tanya Baron.


"Enggak!" Jawab Cefi.

__ADS_1


"Nih! Gue bukain satu-satu." Kata Baron.


Benar saja Baron membuka satu-satu film dan mempercepat dan benar saja isinya kurang lebih sama seperti tadi. Kemudian, membuka film yang lain, hasilnya tak jauh berbeda. Kemudian membuka yang lain pun sama saja.


"Stop-stoppp!" Kata Cefi yang tak tahan lagi. Rasanya dia ingin menangis.


"See ... Semuanya dewasa. Lo tuh jangan ikut-ikutan temen lo. Gue hapus aja ini semua." Kata Baron.


"Itu ada kali yang enggak." Kata Cefi.


Baron mendelik, "Gue bilang gak ada ya gak ada, gak percayaan banget sih. Ini tuh dari judulnya aja udah ketauan." Kata Baron.


Cefi terdiam. Dia mulai memikirkan sesuatu.


"Kok lo bisa tau kalau semua isinya begitu?" Tanya Cefi sambil memicingkan mata ke arah Baron.


Baron membeku di tempatnya. Baron mengabaikan pertanyaan Cefi, lalu membuka internet dan langsung menghapus histori pencarian dan penelusuran di laptop itu. Sial, dia merasa akan memberikan perhitungan kepada teman-teman Cefi di kelas Cefi nanti.


"Lo udah nonton semua kan? Ngaku!" Kata Cefi sambil nyengir lebar ke arah Baron.


"Apaan sih? Gak jelas lo. Semua cowok di dunia ini juga tau kali." Kata Baron.


"Gue bilangin mama baru tau rasa lo." Kata Cefi.


"Dih, kapan gue nontonnya anjir!" Kata Cefi mengelak tentu saja. Mata dan otak Cefi masih suci.


"Tadi." Kata Baron sambil memberikan seringaian liciknya pada Baron.


Cefi seketika gelagepan, meski tadi tidak sengaja dan sebentar tapi matanya sudah melihat semuanya. Sial sekali. Bayangan itu jadi terngiang-ngiang di kepalanya. "Kan itu nggak sengaja."


"Sengaja atau nggak sengaja tapi lo udah liat semuanya." Kata Baron.


"Yaudah, yaudah, gak gue bilangin ke Mama." Kata Cefi yang akhirnya menyerah.


Baron tersenyum penuh kemenangan. Dia menyerahkan laptop Cefi kepada Cefi. Laptop Cefi kini sudah kembali suci.


"Tadi lo hapusin apa?" Tanya Cefi.


"Situs-situs haram." Jawab Baron.


"Hah? Maksudnya?" Tanya Cefi tidak mengerti.

__ADS_1


"Lo tuh kek ujian banget buat gue ya, Antibiotik. Begitu aja gak tau. Astaghfirullah kenapa gue harus punya istri yang bodohnya keterlaluan sih?" Kata Baron sambil menghela napas.


"Yeuuu ... enak aja bodoh. Gue tuh cuma belum tau bukan bodoh." Sangkal Cefi.


"Itu situs buat download film-film tadi." Kata Baron.


"Kok lo tau?" Tanya Cefi yang sekali lagi menggoda Baron. Dia bahkan sudah menaik turunkan alisnya sambil nyengir.


"Jelek banget muka lo asli." Kata Baron sambil menyentil pelan dahi Cefi.


Cefi pun langsung mengusap dahinya. Sambil cemberut.


"Padahal gue mau nonton." Kata Cefi.


"Nonton film tadi?" Tanya Baron yang kini gantian meledek Cefi.


"Heh!" seru Cefi. "Ya enggaklah. Gue pengen nonton film fantasi." Kata Cefi.


Baron pun terkekeh kemudian dia langsung mengambil laptop Cefi lagi, lalu mengetikkan sesuatu dan langsung mengunduh film fantasi yang aman untuk ditonton. Cefi yang duduk di samping Baron mengamati kegiatan Baron. Dia tidak mengucapkan apapun tapi di tahu kalau Baron sedang mengunduh film.


"Nah, ini, lo nonton ini aja. Gue udah nonton lumayan seru." Kata Baron.


Cefi pun tersenyum, "Terima kasih, suami." Kata Cefi tanpa beban.


Baron terdiam sebentar dan langsung menoleh ke arah Cefi yang sudah mulai fokus menonton, "Masih inget punya suami tapi pacaran sama orang lain."


"Yeuuu, lo juga, udah punya istri, tapi anter-jemput cewek lain." Kata Cefi tak mau kalah.


"Tapikan dia cuma temen." Kata Baron.


"Sekarang temen. Besok kan gak tau." Kata Cefi memutar bola mata. Lalu dia melanjutkan, "Lagian temen magang lo kan banyak ya, ada empat tapi kenapa yang lo bonceng Elsa doang? Temen tuh?"


Baron menatap Cefi, "Lo cemburu?" Sambil menahan tawa.


"Dih, enak aja. Siapa yang cemburu?" Tanya Cefi yang langsung menyangkal.


"Coba liat mata lo." Kata Baron langsung memegangi pipi Cefi untuk melihat Cefi. Cefi menatap Baron dengan kesal, "Tuh kan cemburu." Kata Baron sambil terkekeh.


Cefi pun langsung menyikut pinggang Baron hingga Baron mengaduh dengan kesal. Cefi seketika terkejut dan langsung memegangi pinggang Baron, "Sorry-sorry-sorry. Lo nggakpapa?"


"Tuh kan khawatir. Hahahaha udah jatuh cinta ya lo sama gue?" Kata Baron sambil tertawa keras.

__ADS_1


"Najis!" Kata Cefi.


Baron tertawa lagi. Melihat Baron yang memang tidak bisa membuat situasi kondusif untuk menonton Cefi pun meminta kepada Baron untuk ke kamar dan tidur. Dia ingin menonton sendiri. Namun, bukan Baron namanya kalau dia menuruti apa yang diminta oleh Cefi. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk nonton berdua sambil memakan makanan ringan yang sudah dikeluarkan Cefi dari kulkas.


__ADS_2