Cinta Anak Kompleks

Cinta Anak Kompleks
BAB 66 - Jambak-Jambakan


__ADS_3

Cefi mengikuti Elsa. Ntah mengapa nalurinya mengatakan kalau dia harus mengikuti Elsa saja dan menunggalkan sejenak baksonya. Wajah Elsa terlihat begitu sedih, bahkan matanya sudah bengkak. Ada apa yang terjadi?


“Kenapa, Bu?” tanya Cefi setelah mereka berdua ada di belakang sekolah, di tempat yang sepi.


“Kenapa harus kamu?” tanya Elsa.


Cefi memicingkan matanya, dia tidak tahu mengenai ke mana arah pembicaraan Elsa. Dia pun belum bereaksi, habis apa yang dia harus katakan kalau ucapan Elsa saja dia tidak tahu?


“Apanya ya, Bu?” tanya Cefi.


“Baron bilang kalau kamu istrinya. Meskipun itu tidak masuk akal. Tapi dia memberikan semua bukti-bukti kalau kalian memang suami-istri.” kata Elsa.


Deg. Jantung Cefi berdegup dengan sangat kencang. Namun, dia sedikit lega karena ternyata Baron ternyata sudah mengatakan hal itu kepada Elsa. Walaupun ntah di bagian mana bagian dirinya, Cefi merasa kalau dirinya takut kalau ada yang mendengar percakpannya dengan Elsa ini.


“Iya, aku memang istrinya, Bu.” kata Cefi.


Elsa menatap Cefi dengan tatapan marah, “Saya yang ketemu sama dia pertama kali, kita udah begitu dekat, kenapa kamu muncul dan merusak semuanya?!” bentak Elsa.


Cefi terkejut bukan main karena nada suara Elsa begitu tinggi. Untungnya mereka tengah berada di belakang gedung, sehingga tidak ada ada murid yang lewat. Cefi bahkan berdoa agar tidak ada yang dengar suara Elsa.


“Bu, yang pertama kali ketemu sama Pak Baron itu buan ibu, tapi saya. Saya yang udah ketemu sama Pak Baron duluan. Dari kecil kita dibersarkan bersama-sama.” kata Cefi.


“Kalian nggak saling mencintai, lepasin Baron.” kata Elsa.


“Anda nggak punya hak buat nyuruh saya lepasin suami saya sendiri, Bu.” kata Cefi.


Elsa pun langsung menjambak rambut Cefi. Cefi yang tidak terima dengan yang dilakukan oleh Elsa kepada dirinya sontak langsung menarik rambut Elsa begitu saja.


“Dia laki-laki pertama yang saya cintai, kamu nggak berhak mendapatkan dia!” seru Ibu Elsa.


“Dia suami saya, Bu. Meski bagaimana pun awalnya perasaan kita, yang jelas dia adalah suami saya, saya adalah orang pertama setelah keluarganya yang paling mencintainya.” kata Cefi.


Elsa dan Cefi pun saling jambak satu sama lain, mereka berdua tampak kekanak-kanakan karena seorang laki-laki. Elsa tidak terima karena laki-laki yang dicintainya menikah dengan Cefi yang menurut dirinya standarnya jauh dibawahnya sehingga dia merasa dihina. Sedangkan Cefi tidak terima diperlakukan semena-mena oleh Elsa. Lagi pula dia merasa tidak suka kalau Elsa mengatakan ingin merebut suaminya,

__ADS_1


Enak saja mengatakan hal seperti itu.


“Kenapa Baron pilih kamu yang standarnya jauh di bawah rata-rata? Kenapa?! Mungkin kalau dia memilih perempuan yang levelnya lebih diatas saya, saya akan terima!” seru Elsa.


“Maksud ibu apa ngomong kayak gitu, hah?!” seru Cefi meradang.


Saat kedua perempuan tersebut tengah berkelahi, seorang siswa yang kebetulan lewat pun langsung berlari mencari pertolongan. Dia langsung mencari siapapun dan mengundang siapapun untuk ke sana, melihat apa yang terjadi.


“Woiii, Cefi sama Bu Elsa berantem!” seru laki-laki tersebut.


Cefi dan Elsa yang sedang fokus berkelahi tidak memperdulikan teriakan itu. Hingga akhirnya banyak murid yang datang ke sana dan melihat perkelahian yang terjadi. Dan benar saja, beberapa diantara mereka bahkan dengan kurang ajarnya langsung memasang taruhan dengan teman-temannya.


“Lepasin Baron sekarang!” seru Elsa.


“Nggak, sampai kapanpun Pak Baron punya saya!” seru Cefi.


Seseorang yang mendengar kabar tersebut berlari-lari dengan cepat membuka kerumunan. Baron yang melihat isrinya dan Elsa sedang berkelahi pun langsung memutuskan untuk melerai semuanya.


“Stop-stop!” Baron langsung melepaskan tangan Cefi yang ada di rambut Elsa, sedangkan Azka melepaskan tangan Elsa di tangan Cefi.


“Kalian apa-apaan sih?!” seru Baron kesal.


“Dia …” Elsa hendak mengatakan sesuatu, kemudian dia tersadar kalau ternyata di sana sudah banyak murid-muridnya. Baginya, ini adalah hal paling memalukan yang dia lakukan.


Namun, Elsa tidak langsung menjawabnya, dia lebih memilih diam, meski matanya masih menyimpan kekesalan mendalam kepada Cefi.


“Dia duluan, Pak. Dia tidak terima kalau …” Cefi hendak mengatakan sesuatu kalau saja Dara temannya tidak menutup mulu Cefi.


Dara sepertinya peka kalau Cefi hendak keceplosan mengatakan tentang status pernikahannya dengan Baron. Oleh karena itulah sebagai teman yang baik, Dara menghentikannya.


“Kalian berdua ikut saya.” kata Baron.


Semua orang bersorak, karena mereka belum menemukan siapa yang menang antara Cefi dan juga Elsa. Mereka pun merasa kecewa akan hal itu namun tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


“Rebutan Pak Baron tau tadi gue denger.” kata beberapa siswa.


Cefi menggigit bibirnya, untungnya tadi dia tidak kelepasan bicara mengatakan kalau dia istri dari Baron. Kalau hal itu sampai terjadi ntah apa yang akan terjadi selanjutnya.


Cefi dan Elsa pun langsung masuk ke ruangan bimbingan konseling dan langsung didamaikan oleh guru yang ada di sana. Cefi kali ini pasrah namun juga takut dikeluarkan oleh pihak sekolah karena dia berani berkelahi dengan Elsa.


Cefi masuk kembali ke sekolah itu sudah syukur dan butuh waktu dan tenaga esktra, jadi bagaimana kalau kali ini dia benar-benar dikeluarkan dari sekolah?


***


Cefi berjalan gontai menuju ke kelasnya, berita kalau Cefi rebutan Baron dengan Elsa pun langsung tersebar begitu saja. Untungnya hari ini Elsa dan kawan-kawan selesai magang, sehingga Elsa bisa tidak perlu bertemu lagi dengan Cefi dan sebaliknya.


“Lo ngapain anjir rebutan Pak Baron sampe berantem gitu?” tanya Dara yang langsung memberikan pertanyaan kepada Cefi yang baru datang dari ruang BK.


Rambut Cefi sudah kusut, Putri yang memang membawa sisir pun mengeluarkan sisir dari dalam tasnya dan langsung membantu Cefi merapikan rambutnya, “Maaf, Cefi. Aku rapihin ya?” kata Putri.


Cefi menganggukkan kepalanya begitu saja kepada Putri dan Putri pun langsung beraksi.


“Dia duluan itu yang nyari gara-gara sama gue, gue kesel banget sama dia. Kok ada ya guru kayak gitu.” kata Cefi.


“Ya ada, itu buktinya ada.” kata Dara.


Cefi pun memutar bola matanya begitu saja, “Hidup gue bermasalah mulu perasaan, kayaknya kalian aja aman-aman aja. Kenapa gue selalu begini ya?” tanya Cefi.


“Trus lo gimana? Gak dikeluarin kan?” tanya Dara.


Cefi pun menghela napas, dia pun menggelengkan kepalanya begitu saja, “Enggak.” jawab Cefi.


“Alhamdulillah.” jawab Dara dan yang lainnya.


“Tapi gue dikasih tugas banyak banget anjir. Mentang-mentang gue bego. Emang Pak Baron ini benar-benar beda dari ang lain. Rasanya pengan gue cubit ginjalnya.” kata Cefi kesal setengah mati.


Seketika Dara dan yang lain pun langsung terkekeh begitu saja. Dia tahu bagaimana kesalnya disuruh mengerjakan tugas.

__ADS_1


“Jangan ketawa aja lo-lo pada, pokoknya kudu harus bantuin gue!”


__ADS_2