Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
10. Beri Aku Kesempatan!


__ADS_3

Naura hampir tersedak saat meneguk air mineralnya. Ia pun bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Tuan Reno kepadanya.


Sejujurnya hatinya saat ini berbunga-bunga, namun ia juga tidak bisa memberikan keputusan nya mengingat dirinya sendiri belum melakukan gugatan cerai pada suaminya.


"Tolong beri aku waktu untuk menentukan apa yang terbaik untuk diriku karena satu surat gugatan cerai belum aku layangkan untuk mas Dandy." Ujar Naura.


"Iya Naura. Aku mengerti keresahan mu. Jalani saja apa adanya karena kita harus mempersiapkan lahir batin kita untuk melewati proses perceraian ini yang sangat melelahkan." Ucap Tuan Reno.


"Terimakasih Tuan Reno atas pengertiannya."


"Bukan apa-apa Naura, kita tinggal berdua tapi masih memiliki status milik orang lain. Aku tidak ingin pendapat orang lain tentang hubungan kita yang masih sebatas wajar, namun tidak akan selamat dari tuduhan mereka bagi pasangan yang belum menikah tinggal satu rumah."


Tuan Reno memberikan alasan yang cukup logis agar Naura mengerti rambu-rambu yang terdapat di masyarakat walaupun tinggal di apartemen yang satu sama lain tidak begitu peduli dengan hidup orang lain.


Walaupun begitu, kita harus tetap berjaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal yang menyakiti hati kita nantinya." Ucap Tuan Reno.


"Saya setuju Tuan Reno, itu jauh lebih baik." Naura kembali meneguk air putih berkali kali walaupun masakan yang di masakannya tidak terlalu pedas.


"Apakah begitu caramu mengatasi kegugupan mu?" Tuan Reno tidak begitu suka dengan Naura yang selalu menyakiti dirinya.


"Tentu saja tidak Tuan Reno!" Aku hanya merasa masakan ku hari ini sangat pedas tidak seperti biasanya." Sanggah Naura.


"Makanan ini baik-baik saja, justru hatimu yang saat ini sedang pedas." Ucap Tuan Reno.


Deggg....


"Sebaiknya anda kembali kerja Tuan Reno, karena saya harus merapikan meja makannya. Biar puding coklatnya saya antarkan ke ruang kerjanya." Naura bangkit dari duduknya dan mengambil piring kotor mereka berdua.


Tuan Reno mengerti jika saat ini Naura butuh sendiri untuk bisa memikirkan lagi hubungan mereka.


Naura segera merapikan meja makan dan menyimpan makanan sisa di lemari makan. Setelah itu membersikan ruangan itu sambil menangis.


"Bagaimana kalau mas Dandy tidak mau menceraikan aku?" Bagaimana kalau tuduhan padanya selingkuh malah berbalik kepadaku.


Apa yang harus aku lakukan untuk mengikuti perasaanku jika saat ini aku sedang jatuh cinta pada Tuan Reno. Bagaimana ini, Tuhan tolong aku!" Please!


Tuan Reno memperhatikan Naura melalui rekaman CCTV yang ada di dapur. Rasanya dia ingin memeluk gadis itu, tapi ia takut kalau Naura selalu berpikir buruk kepadanya.


Naura malah menangis di atas meja dengan menjadikan lengannya untuk menopang kepalanya. Melihat itu, Tuan Reno tidak sabar lagi, ia segera menghampiri Naura lalu memeluk gadis itu dari belakang.


"Jika permintaanku menjadi beban untukmu, sebaiknya kamu lupakan saja, Naura!" Pinta Tuan Reno lalu membalikkan tubuh Naura menghadap padanya.


"Mengapa hidupku berakhir seperti ini Tuan Reno?" Kenapa kita harus bertemu?" Aku sangat membenci istrimu yang telah merenggut kebahagiaanku, tapi sekarang apa bedanya aku dan Maya yang sama-sama menjadi pelakor." Ucap Naura membuat Tuan Reno paham maksud dari kesedihan Naura.


"Sayang!" Secara tidak sengaja, mereka berdua telah mempertemukan kita. Mungkin bagimu hari pertama kita bertemu karena ingin menangkap basah pasangan kita yang sedang berselingkuh adalah suatu petaka, tapi tidak denganku yang menjadikan peristiwa menyakitkan itu adalah anugerah


terindah karena aku bertemu dengan wanita secantik dan selugu dirimu." Timpal Tuan Reno.

__ADS_1


Naura tampak tersenyum malu, walaupun begitu ia tidak lantas berbangga diri. Ia ingin cinta diantara mereka mengalir apa adanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi itu, Tuan Reno mengajak Naura villa miliknya. Ia ingin Naura butuh udara segar untuk merilekskan lagi pikiran gadis itu. Sudah hampir sebulan mereka tinggal bersama, walaupun saat ini Naura sudah memiliki asisten rumah tangga yang merupakan pengasuh Tuan Reno yang sekarang sudah berusia paruh baya.


Tuan Reno tidak mengendarai mobilnya sendiri karena ia lebih senang menatap wajah cantik Naura yang tidak pernah membuatnya bosan.


Sopir pribadinya pak Andi nampak serius duduk bersebelahan dengan istrinya bibi Lala sambil mengendarai mobil.


"Naura!" Apakah sudah ada perkembangan pengajuan gugatan cerai yang sudah kamu layangkan untuk tuan Dandy?"


"Sudah Tuan Reno, kemungkinan sidang perdana kami akan dilakukan pekan depan." Ujar Naura.


"Semoga semuanya lancar karena aku tidak sabar menunggu menikahimu."


"Tapi aku harus menjalani masa Iddah selama tiga bulan, setelah itu kamu baru bisa menikahiku, bagaimana dengan dirimu?" Apakah urusan dengan istrimu sudah selesai?"


"Kami sedang melakukan mediasi yang diajukan dari pihak Maya. Entah mengapa gadis itu tiba-tiba keok saat aku menceraikannya." Ucap Tuan Reno kesal.


"Mungkin dia sedang memikirkan harta gono-gini dari pernikahan kalian." Ucap Naura.


"Aku tidak terlalu memikirkan itu, karena saat ini yang aku fokuskan tentang hubungan kita." Timpal Tuan Reno.


"Lebih baik kita fokus dengan urusan kita masing-masing Tuan Reno. Dengan begitu kita tidak memiliki tanggungjawab kita kepada pasangan kita. Kamu dengan istrimu, sebaliknya juga aku." Imbuh Naura .


Mobil mewah itu nampak berjalan dengan hati-hati karena jalanan licin dan berkabut. Naura yang lupa membawa jaketnya mulai merasa kedinginan.


"Aku kira tidak sedingin ini cuacanya. Ini sangat membuatku dingin." Ucap Naura sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan mulut yang sudah mulai bergetar.


"Apakah baru kali ini, kamu ke puncak?" Tanya Tuan Reno heran.


Naura mengangguk karena tiga tahun menikah dengan tuan Dandy, dia hanya keliling kota Jakarta atau Tangerang maupun Bekasi. Selebihnya ia tidak pernah jalan jauh.


"Astaga kamu terlihat seperti pembantu di rumah suamimu sendiri Naura." Batin Tuan Reno.


"Sejak bertemu pertama kali dengan Naura, Tuan Reno memperhatikan semua apa yang dipakai oleh Naura yang terlihat olehnya jauh dari barang-barang mahal.


Karena kecantikan gadis ini, yang memakai barang standar jadi terlihat mewah.


Tuan Reno mengerti akan keadaan Naura yang terlalu bergantung kepada suaminya demi menyenangkan keluarganya, hingga ia lupa untuk menyenangkan dirinya sendiri.


"Nanti setelah main di villa kita jalan-jalan ke Bandung ya. Ada juga rumah besar aku di sana." Ujar Tuan Reno.


"Benarkah?" Wah kita tidak perlu membayar apapun untuk menginap karena kamu sudah memiliki semuanya. Memangnya apa pekerjaanmu Tuan Reno?" Maaf selama ini aku ingin menanyakan tapi aku takut anda tersinggung.


"Aku adalah CEO dari beberapa perusahaan ternama di Indonesia." Ucap Tuan Reno sambil menyebutkan beberapa nama perusahaan miliknya.

__ADS_1


"Hah?"


Setibanya di villa miliknya di puncak Bogor itu, Tuan Reno mengajak Naura untuk duduk berdampingan karena udara di lembah itu hampir membekukan daging mereka.


Tuan Reno tidak segan memeluk tubuh Naura walaupun awalnya Naura menolaknya.


Entah mengapa hati gadis ini merasakan kehangatan yang ditawarkan oleh Tuan Reno kepadanya bersama dengan hangatnya tubuh kekar Tuan Reno yang mendekapnya lebih erat.


Naura mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan Tuan Reno yang juga menatapnya saat ini. Entah dari mana keberanian itu datang, Tuan Reno ******** bibir tipis milik Naura yang membangkitkan gairah kelelakiannya saat ini.


Naura ingin mengakhiri ciumannya, namun Tuan Reno menahan tengkuk gadis itu, agar tidak melepaskan pagutan bibir. keduanya. Naura menyerah, lalu membuka mulutnya dan membiarkan Tuan Reno membelit lidahnya lebih dalam.


Ciuman ini, kehangatan ini lebih membuatnya menggila saat ini. Naura makin berani membalas ciuman. Tuan Reno padanya.


Suasana dingin yang awalnya seperti berada di musim salju, berubah menjadi lebih hangat dan makin memanas.


Tuan Reno membisikkan sesuatu kepada Naura yang mengajaknya untuk melakukan lebih.


"Sayang!" Aku ingin melihat aset berhargamu, bolehkah?" Aku ingin merasakan milikmu sayang." Ucap Tuan Reno sambil meremas duua gundukan kenyal milik Naura yang ingin dinikmatinya.


"Jangan berbuat lebih dari itu tuan!" Aku tetap menjadi milikmu, jika didapatkan dengan cara yang terhormat.


Jangan terbawa suasana Tuan atau aku akan menganggap kamu sama seperti para pembinor lainnya, yang hanya memanfaatkan tubuh wanita sebagai pemuas birahi kalian?" Ucap Naura lembut namun mampu meruntuhkan puncak gairah yang sudah mengubun itu dalam satu menit saja.


"Maafkan aku sayang!" Aku telah terbawa suasana, hingga lupa diri." Ucap Tuan Reno.


"Tapi, aku boleh memangkumu sayang?" Tanya Tuan Reno, yang tidak ingin melepaskan pelukannya pada Naura yang sudah duduk berkuala di atas. pangkuannya.


Keduanya kembali berciuman menikmati kehangatan dari tautan lidah mereka untuk mengusir dinginnya malam.


Tuan Reno menyelimuti tubuh Naura dan dirinya yang sedang bersandar di sofa taman yang menghadap ke kolam renang pribadinya.


"Aku mencintaimu Naura sayang!" Ucap Tuan Reno berulang kali,,. seakan begitu takut atas kehilangan gadis ini.


Naura begitu takut untuk menjawabnya karena dirinya sendiri masih ragu dengan cinta Tuan Reno kepadanya.


"Tuan Reno!" Aku begitu takut untuk melambungkan anganku pada cintamu karena aku bukan wanita hebat seperti bayanganmu sayang." Batin Naura.


"Sayang!" Mengapa tidak menjawab pertanyaanku?" Tanya Tuan Reno kecewa.


"Apakah Tuan Reno mengajukan pertanyaan kepadaku?" Perasaan, Tuan Reno hanya menyatakan perasaanmu saja. bukan pertanyaan." Ucap Naura polos.


Tuan Reno tersenyum atas kebodohannya karena. Naura cukup kritis menanggapi ucapannya.


"Apakah kamu mencintai aku Naura?"


Naura hanya mengangguk sambil tersipu malu.

__ADS_1


"Kau sangat membuatku gemas sayang." Ucap Tuan Reno sambil menahan miliknya dibawah sana mulai membengkak lagi.


"Hei sayang!" Jangan coba-coba memaksa ku untuk menggoda gadis ini lagi karena dia tidak menginginkan kamu masuk ke miliknya dengan cara yang haram." Batin Tuan Reno menenangkan miliknya di bawah sana.


__ADS_2