
Naura bangkit dari duduknya hendak ke toilet usai menyantap makan siangnya.
"Mas!" Aku mau ke toilet."
"Aku antar."
"Tidak usah." Aku hanya pipis saja."
"Baiklah!"
Naura tidak mengetahui di dalam toilet, dia sudah berada berdua dengan Maya. Saat hendak mencuci tangan di wastafel, keduanya sama-sama tersentak dan saling memandang tubuh mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"He...he..!" Dunia ini rasanya makin sempit dengan bertemu lagi orang yang sama." Sindir Maya terdengar garing kekehannya.
"Karena kamu tidak cukup kreatif untuk mencari tempat perzinahan demi memuaskan partner ranjang mu." Balas Naura tidak kalah pedas..
"Setidaknya aku tidak sepertimu Naura, karena kamu memanfaatkan situasi perselingkuhan kami untuk menjerat suamiku sebagai bentuk pembalasan dendam mu padaku karena telah merebut suamimu.
"Kamu sendiri yang memberikan peluang itu, apakah kamu lupa, Maya?"
"Kau...!"
"Lihatlah dirimu, usahamu cukup keras untuk mengikat mas Reno hingga bisa hamil secepat itu. Apakah kamu begitu takut akan kehilangan mas Reno hingga buru-buru memberinya ia seorang anak."
"Bukankah tujuan setiap pasangan yang sudah menikah adalah keturunan?" Kadang orang bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan rumah tangganya dengan hadirnya keturunan.
Dan aku sangat bersyukur atas kebaikan Tuhanku dengan memberikan aku kesempatan untuk bisa memiliki momongan. Dan ternyata bukan hanya suamiku makin sayang kepadaku ternyata kedua mertuaku sangat memanjakan aku saat mengetahui aku hamil cucu mereka." Imbuh Naura.
"Apakah Kau tidak bercermin saat ini Naura, kamu bahkan terlihat seperti badut saat ini. Aku heran mengapa mas Reno yang begitu mendambakan wanita cantik dengan lekuk tubuh indah berganti menjadi kuda Nil sepertimu." Ujar Maya makin merendahkan Naura yang masih terlihat santai.
"Setidaknya aku bersyukur bercinta dengan lelaki yang halal untukku membawa banyak kebahagiaan dalam hidup kami dan sebentar lagi aku akan melahirkan bayinya suamiku. Dari pada dirimu yang menjadikan mantan suamiku hanya sebagai gigolo mu saja. Bukankah itu sangat menyediakan?"
"Kau..?" Maya makin meradang mendengar balasan yang lebih menyakitkan untuk dirinya.
"Ingat Maya!" Yang namanya hubungan diluar nikah istilah kerennya zinah, itu tidak akan membuat pasangan itu mencapai kepuasan. Kau pasti merasakan itu dengan partner ranjang mu.
Kau tahu kenapa?" Karena Allah tidak akan memberikan kenikmatan untuk manusia berzina. Kenikmatan dengan kepuasan luar biasa hanya untuk pasangan sah.
Coba saja tanya semua orang yang sederajat denganmu, jika mereka menjawab puas, itu berarti kalian itu hanya sedang menipu diri sendiri dan terjebak dalam permainan setan." Tukas Naura lalu meninggalkan toilet itu buru-buru.
Saat hampir mencapai pintu kamar mandi, Maya menjadi kalap. Ia berjalan cepat mengejar Naura dan hendak mendorong bumil itu.
"Dasar wanita murahan!" Tangannya mendorong tubuh Naura dengan kencang.
__ADS_1
"Ahhkkkk!" Pekik Naura yang hampir jatuh namun sang suami langsung menangkap tubuh istrinya dengan berselancar di lantai dalam keadaan terbaring agar Naura jatuh di atas tubuhnya.
"Nauraaa!" Pekik Tuan Reno."
Aksi nekat Tuan Reno ini disaksikan oleh banyak pasang mata yang hendak masuk ke toilet.
Raka dan teman-temannya langsung mengejar Maya yang sudah lari keluar menuju tempat parkir.
Naura merasa lega suaminya menyelamatkan dirinya dan si baby.
"Kamu tidak apa sayang?" Tanya Tuan Reno terlihat syok.
"Ada kamu, hidupku masih dilindungi Allah." Ucap Naura.
"Apakah perlu bantuan?" Tanya pengunjung lain.
Tuan Reno hanya memberi isyarat dengan tangannya untuk menolak bantuan orang lain untuk menolong mereka.
Naura bangkit perlahan dari tubuh suaminya yang masih terbaring di lantai menahan tubuhnya.
"Apakah perutmu baik-baik saja?" Mengapa kamu bisa bertemu dengannya dan apa yang menyebabkan Maya nekat mendorongmu?"
"Kami sedang memperebutkan dirimu, karena kamu terlalu tampan." Tukas Naura berusaha tenang.
"Jangan bercanda Naura!"
"Baiklah kalau begitu besok kita pulang. Dia seperti hantu yang tahu saja ke mana kita pergi." Umpat Tuan Reno.
Kaki ini Naura tidak bisa lagi membantah perintah suaminya. Iapun harus menyetujuinya.
...----------------...
Dengan menggunakan pesawat jet pribadi miliknya, Tuan Reno dan Naura kembali lagi ke tanah air Indonesia, setelah hampir dua Minggu berada di Incheon Korea.
Tuan Reno memperlakukan ratunya selembut mungkin, Naura berjalan melangkah naik ke tangga pesawat bak putri dongeng yang sedang di manjakan pangerannya.
Setelah berada di dalam pesawat, Tuan Reno meminta pramugari untuk menyiapkan minuman dan camilan untuk mereka. Naura mengamati interaksi Tuan Reno dengan pramugari itu yang sepertinya sangat akrab dengan Tuan Reno.
"Uhuk!..uhukk!"
Naura pura-pura batuk, hingga membuat Tuan Reno membalikkan wajahnya.
"Kenapa sayang?"
__ADS_1
"Tenggorokanku agak sakit sayang, boleh aku minta air mbak."
Pramugari cantik itu mengambil botol air mineral menyerahkannya pada Naura. Naura memberikannya pada Tuan Reno untuk membuka tutup botol air mineral tersebut.
"Tolong bukakan tutupnya sayang!" Pinta Naura dengan suara yang mendayu-dayu manja di hadapan Tuan Reno untuk membuat pramugari itu kesal.
Ternyata benar dugaan Naura , dari gestur tubuh pramugari yang bernama Rina itu tiba-tiba cemberut.
"Dasar cewek gatal, milik orang lain masih ingin diembat aja," ucapnya membatin.
Tuan Reno baru menyadari bahwa saat ini istrinya sedang cemburu padanya. Melihat Naura yang terus memperhatikan wajah pramugari itu, Tuan Reno memalingkan wajah gadisnya dengan dua tangannya untuk menatapnya.
"Apa kamu sedang cemburu sayang?"
"Menurutmu?"
"Terimakasih, sudah cemburu padaku."
"Apakah kamu selalu berpergian dengannya, mas Reno saat kamu bertugas bersama asisten pribadimu, Wisnu?"
"Tidak selalu sayang karena mereka selalu rolling shif."
"Adakah diantara mereka yang kamu sukai?"
"Aku hanya jatuh cinta sekali itupun hanya padamu Naura. Kecantikan wanita tidak selamanya bisa menaklukkan hati pria."
"Mengapa kamu tidak mencobanya dulu, sebelum dapatin aku? dengan begitu, mungkin kamu bisa belajar mencintai mereka seiring berjalannya waktu."
"Jika iya, sudah dari dulu aku mengambil salah satu dari mereka untuk aku jadikan istri. Cintaku hanya kamu Naura. Tolong jangan terus menyudutkan aku sayang!"
"Maafkan aku mas Reno!" Aku mohon lain kali jangan biarkan aku melihatnya lagi saat aku bersamamu!" Pinta Naura yang terlihat sangat cemburu saat ini.
"Baiklah sayang aku janji akan memindahkannya ke pesawat komersil lain.
Tuan Reno mengajak Naura ke kamar pribadi yang ada di dalam pesawat itu. Tuan Reno ingin menunjukkan sesuatu kepada Naura.
"Mas Reno, mau tunjukan apa padaku?" Tanya Naura saat keduanya sudah berada di kamar.
Di dalam kamar pribadinya, Tuan Reno mengeluarkan laptop miliknya lalu menunjukkan sesuatu tayangan yang membuat Naura sangat terkejut.
"Lihatlah sayang!"
"Astaghfirullah!" Dia lagi..?" Naura tercengang sambil membekap mulutnya.
__ADS_1
"Tidak...ini tidak mungkin!" Pekik Naura lalu menutup laptop milik Tuan Reno.
Tubuhnya sangat gemetar saat ini. Tuan Reno memeluk istrinya untuk menenangkannya.