
"Akkkhh!" Kau ini menyebalkan sekali. Tadi minta maaf dan sudah membuatku senang dan sekarang malah kabur begitu saja.
"Mas Reno, tungguin!" Kejar Naura sambil mengeluh manja.
Reno langsung merengkuh leher istrinya dan mengecup gemas bibir pink itu dengan gemas.
"Apakah kamu marah padaku?"
"Sedikit!"
"Cih!" Kamu tidak asyik." Ucap Naura kesal.
"Asyiknya di kasur saja." Ucap Tuan Reno asal.
"Mengapa pikiranmu selalu kasur?"
"Mumpung kamu masih muda dan segar, jadi mubasir kalau dianggurin." Canda Tuan Reno tanpa senyum.
Naura menghentikan langkahnya mendengar ucapan suaminya.
"Jadi maksudmu, kalau aku tua kamu tidak buang, begitu?"
"Tergantung!"
"Kau...!"
Tuan Reno membalikkan tubuhnya lalu membuka kedua lengannya." Tergantung kesetiaan mu saat menua bersamaku." Ucapnya kemudian.
Naura berlari lalu melompat di tubuh suaminya.
"Gendong!" Pinta Naura manja.
Tuan Reno sangat menyukai Naura yang terlihat liar dan bar-bar, tapi justru ketulusan gadis itu lebih menyentuh hatinya.
Tuan Reno menggendong gadisnya dengan berkoala tanpa mempedulikan pejalan kaki di Legian Bali itu melihat kemesraan mereka.
Ada yang terlihat iri tidak sedikit yang mencibir dan mengagumi.
"Tampan dan cantik. Pasangan yang sempurna," ucap seseorang yang melihat keromantisan pasangan itu.
Kini keduanya duduk di sudut restoran yang menghadap ke arah pantai Kutai. Udara malam di sekitar pantai menyeruak masuk membelai lembut wajah para pengunjung lainnya.
Tuan Reno masih asyik menikmati bibir kenyal sang istri kerena restoran itu masih sepi pengunjung dan itu yang mereka inginkan.
__ADS_1
Hingga pesanan keduanya datang dan aksi kemesraan itu dihentikan sementara ini.
Keduanya menikmati makanan mereka sambil menggoda dengan kata-kata fulgar yang membuat bulu kuduk meremang karena akan mengundang syahwat keduanya dan itu yang membuat keduanya suka.
Tidak ada hal tabu bagi suami istri jika melontarkan kata-kata itu sebagai bumbu penyedap dalam menambah kemesraan keduanya.
Naura menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu dan segera pamit dari suaminya untuk ke toilet.
"Mas Reno!" Aku mau pipis sudah kebelet." Ucapnya lalu berjalan cepat menuju toilet.
Tuan Reno hanya mengulum senyum melihat tingkah kocak istrinya persis seperti anak ABG.
Naura merasa lega dan keluar dari toilet wanita itu dan hendak kembali lagi ke tempat suaminya menunggu.
Baru beberapa langkah berjalan, gadis itu sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya kini.
"Naura!"
"Mas Dandy!"
Alih-alih menanyakan kabar mantan istrinya, ia malah menghina Naura dengan perkataan menyakitkan mantan istrinya itu.
"Kenapa kamu bisa berada di sini?" Apakah sedang dipakai oleh para bos-bos berdompet tebal?" Untuk menghangatkan ranjang mereka dengan permainan yang bodohmu di atas kasur?" Ledek tuan Dandy pada Naura yang terlihat syok.
"Mau ke mana sayang?" Apakah kamu mau aku mengajarkan kamu bagaimana cara memuaskan seorang lelaki hingga ia menjadi ketagihan padamu?" Tuan Dandy makin merendahkan harga diri Naura membuat mata Naura sudah mulai panas.
"Apakah karena itu kamu menyelingkuhi aku?" Batin Naura berusaha mendorong tubuh mantan suaminya itu.
"Entahlah dari hadapanku, aku tidak punya urusan lagi denganmu." Naura makin merapatkan tubuhnya ke tembok karena tidak ingin tersentuh oleh oleh tuan Dandy.
"Dasar wanita murahan!" Ternyata lepas dariku kamu sudah menjadi seorang pelacur." Tuan Dandy hampir mencium wajah Naura namun kerah bajunya di tarik dengan kasar oleh Tuan Reno.
"Siapa yang mengijinkan kamu menyentuhnya, hah!"
Tuan Reno menghadiahi selingkuhan mantan istrinya itu. Kamu boleh melakukan itu pada mantan istriku bren* sek karena kalian sama-sama pecundang.
Bukkk..
Bukkk...
Tubuh Tuan Dandy terkapar di lantai dengan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Tuan Reno memeluk tubuh Naura dan melu**t bibir sensual Naura dengan sangat lama membuat tuan Dandy makin meradang.
__ADS_1
Hatinya makin panas kala Tuan Reno sengaja menyibak rambut panjang Naura hingga melihat bekas kissmark di leher jenjang milik mantan istrinya itu.
"Oh, jadi kalian berdua yang selama ini selingkuh bukan?" Wow hebat sekali kalian bisa menyembunyikan perzinahan kalian dengan rapi dan melemparkan kotoran itu di wajahku.
"Tutup mulut itu bajingan!"
"Dasar perempuan pelacur!" Semurah itukah dirimu saat ini hingga mau menjadi simpanan pasangan selingkuhan ku!" Wanita keparat!!" Umpat Tuan Dandy pada Naura yang dipeluk mesra oleh Tuan Reno sambil melangkah berlalu di hadapannya.
"Kamu tidak apa sayang?" Tanya Tuan Reno yang melihat wajah takut Naura.
"Dia menghinaku, dia mengatakan kekuranganku selama menjadi istrinya hingga membuatnya selingkuh.
Aku tidak berguna, aku tidak tahu cara menyenangkannya, aku terlalu bodoh karena tidak menyadari kekurangan ku itu.
Aku pikir kecantikan ku dan masakan ku yang enak cukup membuatnya bangga dan puas memiliki aku, ternyata bukan itu yang dia butuhkan dariku, dia menginginkan aku seperti pelacur untuknya di tempat tidur.
Aku benar-benar istri yang terlalu naif selama ini. Apakah seperti itu seorang istri bagi suami yang bisa memuaskan suaminya di tempat tidur." Tangis Naura tidak bisa mengusai emosinya saat ini.
"Kamu ingin tahu cara memuaskan suami hah!" Tanya Tuan Reno yang terlihat kesal dengan Naura yang menyesali dirinya selama menjadi istri bajingan itu.
"Maksud kamu apa mas?" Naura mulai gugup saat ini ketika mereka sudah berjalan melewati kamar resort itu menuju kamar mereka.
Tuan Reno menggendong Naura ala bridal style lalu masuk ke kamar itu.
Ia mengambil ponselnya dan membuka film dewasa untuk diperlihatkan kepada Naura.
Naura memperhatikan adegan itu dengan tubuh gemetar. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat film dewasa yang biasa ia dengar dari cerita teman-temannya saat dirinya masih duduk di bangku SMA dan ia juga mendengar celotehan para karyawan restoran tempatnya bekerja membahas film tersebut.
Tuan Reno mengambil ponselnya dan meminta Naura melakukannya.
"Ikuti cara itu dan layani aku seperti wanita itu!" Titah Tuan Reno membuat Naura makin berdebar.
Tuan Reno menanggalkan semua kain yang menempel di tubuh istrinya dan juga miliknya.
Dengan meneguk liurnya dengan gugup tangan Naura mulai menggenggam milik suaminya dan mulai melakukan sebisa yang ia mampu.
Tuan Reno mulai mendesign merasakan pelayanan istrinya pada dirinya.
Naura mulai memberikan kesan indah untuk pertama kalinya pada seorang pria dan itu adalah suaminya sendiri.
Erangan dan lenguhan mulai keluar dari bibir **** Tuan Reno. Tubuh Naura kini sudah berada diatas tubuhnya kini gadis mulai memacu benda pusaka sang suami ke dalam liang sempitnya yang mencengkram nikmat hingga tubuhnya menari indah dengan dua tangannya menahan rambutnya seperti orang yang sedang keramas sambil memejamkan matanya menahan getaran menyengat dibawah sana yang tidak ingin ia hentikan
Keduanya melewati malam itu dengan berbagai gaya yang diinginkan oleh Tuan Reno mengajari istrinya yang lugu itu untuk mengetahui lebih banyak permainan orang dewasa yang sangat awam baginya.
__ADS_1