
Tuan Reno tidak mampu lagi bertahan di meja makan dan langsung menuju toilet untuk membuang bubur yang ada di mulutnya yang merangsang isi perutnya untuk ikut di memuntahkannya juga.
Ia pun tidak ingin mengeluarkan suara agar istrinya tidak merasa geli saat ia sedang muntah.
"Ada apa denganku?" Hingga aku menjadi lemas seperti ini.
Tuan Reno berusaha untuk tetap tampil gagah didepan istrinya.
"Apakah kamu baik-baik sayang?" Tanya Naura yang terlihat ada sedikit perbedaan wajah suaminya yang tidak terlihat bersemangat.
"Tidak apa sayang!" Aku hanya lelah saja, kamu makanlah!" Aku mau ke kamar dulu." Tuan Reno melangkah menuju ke kamarnya.
Naura dan ibu mertuanya masih menikmati bubur abalone milik mereka dan Naura mengambil bubur milik suaminya untuk di makannya.
"Naura, mumpung kehamilan kamu belum besar sebaiknya kamu tetap melanjutkan kelas privat mu karena Reno selalu menghadiri acara-acara formal dengan berbagai kalangan kelas atas yang selalu tampil baik dalam setiap kesempatan. Mami ingin kamu bisa membuatnya bangga padamu."
"Insya Allah mami, Naura akan berusaha menjaga reputasi keluarga besar ini dan mami tidak menyesal menjadikan aku menantu mu.
"Mami senang kamu punya semangat untuk terus belajar memperbaiki diri."
Naura tersenyum dengan sedikit mengangguk kepalanya mendengar pujian dari mertuanya.
Naura melihat suaminya sedang duduk murung di balkon kamar mereka sambil memandang langit cerah. Naura menghampirinya dan duduk dipangkuan sang suami.
Saat istrinya berada di dalam pangkuannya, Tuan Reno menghirup aroma tubuh Naura yang membuatnya sangat nyaman.
Seperti aroma terapi yang saat ini sedang menenangkan dirinya.
"Kenapa mas Reno terus mencium punggungku sayang?"
"Perutku dari tadi terus bergejolak, tapi saat mencium harum tubuhmu aku merasa sangat nyaman sayang." Ucap Tuan Reno makin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri.
"Apakah mas Reno yang merasakan ngidam?"
__ADS_1
"Sepertinya begitu sayang. Tapi tolong jangan sampai para pelayan mengetahuinya." Pinta Tuan Reno.
"Syukurlah mas, aku senang mendengarnya berati resiko melewati masa kehamilan ini kita bisa merasakan berdua. Cukup adil sih menurutku."
"Tapi ini rasanya sangat tidak nyaman sayang. Beruntunglah kamu ada di dekatku jadi aku tidak merasakan pusing."
"Astaga!" Apakah kamu tidak tidak akan bekerja kalau aku jauh darimu?"
"Mungkin saja begitu karena aku ingin selalu dekat denganmu."
"Kenapa mas Reno tiba-tiba manja seperti ini?" Padahal bulan depan aku sudah mulai kuliah.
"Kamu harus menjadi wanita pintar sayang, aku tidak akan melarangmu karena itu yang aku inginkan darimu.
Mungkin ngidam ini akan lewat setelah sebulan ini. Aku tadi sudah baca artikelnya bahwa ibu hamil akan melewati masa ngidamnya setelah empat bulan." Ujar Reno.
"Tapi aku heran denganmu mas, kenapa baru sekarang kamu mengalami ngidam setelah mengetahui aku hamil, padahal sebelumnya kamu tidak mengeluhkan apapun.
"Sepertinya bayi kita butuh pengakuan dari orangtuanya tentang kehadirannya dengan menyiksaku sedikit." Ujar Tuan Reno membuat Naura cekikikan.
Beda dengan wanita hamil dengan melalui proses pernikahan sah, itu jauh lebih menderita ketika melewati masa kehamilannya karena keberkahan dari Allah yang ia dapatkan sebagai penggugur dosa-dosanya yang telah lalu.
Makanya dalam Islam jika wanita yang memiliki banyak anak, peluangnya untuk ia masuk ke surga sangat besar dibandingkan dengan ibadah lain yang ia lakukan karena belum tentu ibadah yang lain itu akan menyelamatkan ia dari api neraka."
"Wah!" Ternyata kamu hebat juga sayang mengetahui hal-hal yang bermanfaat bagimu."
"Dulu aku hanya membaca untuk mencari tahu kekuranganku karena belum bisa hamil saat itu dan bolak-balik mencari artikel supaya bisa cepat hamil hingga akhirnya aku menemukan artikel itu sayang." Jelas Naura.
"Sekarang kamu tidak perlu mencari artikel untuk bisa hamil, karena aku sudah memberikan solusi untukmu hingga sekarang ini kamu bisa hamil." Timpal Tuan Reno yang terlihat tidak suka dengan Naura yang selalu mengeluhkan masa lalunya.
Ingin rasanya ia memarahi gadis ini, hanya saja ia tidak sampai hati mengomeli istrinya yang saat ini sedang hamil muda.
...----------------...
__ADS_1
Tuan Reno kembali beraktivitas setelah satu pekan mengambil cuti bulan madu. Asisten pribadinya Wisnu sedang membacakan jadwal kegiatan bos-nya di depan Tuan Reno yang mendengarnya dengan baik.
"Kita akan mulai meeting dengan para pemegang saham sekitar satu jam lagi. Usai istirahat jam makan siang ada pertemuan dengan relasi perusahaan tuan di hotel Shangrila dan ada pertemuan makan malam dengan beberapa pejabat di presiden hotel. Itu saja jadwal anda hari ini Tuan." Ucap Wisnu mengakhiri pembacaan laporannya.
"Terimakasih Wisnu!" Pastikan para pemegang saham itu hadir tepat waktu dan satu lagi jangan biarkan aroma ruangan dengan wangi buah karena aku tidak menyukainya."
"Apakah anda sedang sakit tuan?"
"Tidak!" Tapi saat ini istriku sedang hamil dan aku yang ngidam."
"Baik Tuan. Aku akan meminta OB untuk menggantikan pengharum ruangan sesuai yang anda inginkan.
Asisten Wisnu hanya mengulum senyumnya mendengar keluhan pria tampan ini yang terlihat sangat datar berubah menjadi melankolis.
Satu jam berlalu, para pemegang saham sudah hadir tepat waktu di ruang meeting. Tuan Reno berjalan dengan gagah menuju kursi utama untuk dirinya.
"Silakan di mulai dengan laporan Kalis masing-masing dan anda duluan Tuan Anang!" Pinta Tuan Reno pada koleganya yang duduk di sebelah kanannya.
Tuan Reno mendengar laporan mereka satu persatu. Asisten pribadinya sibuk mengedit setiap laporan yang disampaikan oleh para pemegang saham itu.
Kini Tuan Reno merasakan mual yang kembali datang menyapa perutnya. Ia pun segera mengirim pesan kepada sang istri untuk segera datang ke perusahaannya.
Naura yang baru saja berdandan cantik pagi itu hendak menemui sang ibu mertua untuk belanja bersama mencari dress ibu hamil untuk dirinya.
Ponsel itu berdering dan Naura segera membuka tasnya lalu segera membaca pesan itu dan ternyata suaminya menginginkannya saat ini.
Ia pun meminta ijin pada sang mertua untuk membatalkan acara shoping mereka karena dirinya harus segera ke perusahaan suaminya.
"Kenapa mas Reno tidak sabaran ingin bercinta denganku padahal ini baru pertama kali ia kembali ke perusahaan. Apakah ini bagian dari rasa ngidamnya?" Keluh Naura lalu membawa mobilnya itu lebih cepat menuju perusahaan milik suaminya.
Ketika memasuki lobby perusahaan, para karyawan yang sudah mengenal Naura sangat mengagumi kecantikan Naura bak model peragawati yang sedang berjalan di atas catwalk dengan paduan balutan jins biru dan t-shirt warna pink dengan rambut tergerai indah melengkapi kesempurnaan kecantikan gadis cantik ini.
Sepatu hitam boot itu berjalan terdengar berirama menuju pintu lift. Naura membuka pintu ruang meeting itu dengan perlahan dan iapun sangat kaget saat melihat banyak orang yang sedang duduk dengan wajah tampak serius seketika memperhatikan dirinya dengan penuh kekaguman hingga membuat Tuan Reno menjadi murka.
__ADS_1
"Tetaplah fokus pada rapat dan jangan memperhatikan wajah istriku karena dia bukan tontonan umum untuk kalian." Ucap Tuan Reno memperingatkan para koleganya.