Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
60. Terharu


__ADS_3

Naura membawa bayinya sambil dipeluk oleh suaminya, Tuan Reno. Keduanya tersenyum bahagia pada tamu mereka. Nyonya Lira meminta meminta kepada Naura untuk menggendong cucunya, Barra.


Ketiganya kembali duduk bersama yang lainnya. Tuan Brotoseno mengambil sikap sempurna untuk memulai membuka pembicaraan mengenai tujuan mereka bertandang ke kediaman tuan Syahrul.


"Begini Tuan Syahrul, kedatangan kami ke sini, ingin mengklarifikasi mengenai Naura yang ternyata putri kandung kami yang sempat tertukar dengan putri dari nyonya Rukmini karena kecerobohan suster yang bertugas di rumah sakit itu." Ucap tuan Brotoseno hati-hati.


Degggg....


Bukan hanya Naura yang syok mendengar pernyataan itu, tapi Tuan Reno dan kedua orangtuanya sangat kaget walaupun mereka sudah mengetahui kalau Naura bukan putri kandungnya nyonya Rukmini tapi mereka tidak menyangka kalau Tuan Brotoseno dan nyonya Lira adalah orangtua kandungnya Naura.


Naura yang ingin bicara, tapi di cegah oleh suaminya dengan menggenggam tangan gadis itu. Tuan Reno ingin agar tuan Brotoseno menjelaskan duduk perkaranya agar lebih jelas dan tidak salah paham.


Setelah di jelaskan oleh Tuan Brotoseno dengan diukur oleh pernyataan dokter dan suster serta hasil tes DNA sebagai bukti dan saksi atas pertukaran bayi itu, keluarga tuan Syahrul baru memahami keadaan sebenarnya.


Tapi, Suster Irma tidak mau diam begitu saja. Dari tadi ia sudah sangat gemas dengan tersangka utama yang membuat mereka terseret dalam kasus ini yaitu Tuan Reno. Ia pun angkat bicara setelah meminta ijin kepada bosnya dokter Ambar.


"Sebentar Tuan Brotoseno! Ijinkan saya menunjuk pelaku utamanya yang menukar gelang ibu pada kedua bayi itu." Ucap Suster Irma membuat semuanya terdiam.


"Pelaku utama...? Siapa Suster Irma?" Tanya Tuan Reno penasaran.


"Anda sendiri Tuan Reno!"


Deggggg...


"Semoga anda dan ayah anda tuan Syahrul masih ingat dengan saya kejadian 23 tahun yang lalu di mana tuan Syahrul membawa istrinya nyonya Nunung yang saat itu sedang mengalami keram pada perutnya yang lagi hamil lima bulan karena menempuh perjalanan jauh saat mudik lebaran.


Saat itu, Tuan Reno yang masih kecil masuk ke ruang bayi dengan mengacak dua gelang nama sang ibu. dua bayi perempuan yaitu nona Naura yang sekarang menjadi istrinya sendiri dan nona aurelia yang merupakan putri kandungnya ibu Rukmini."


Degggg...

__ADS_1


Tuan Reno dan Naura saling menatap satu sama lain. Keluarga itu hampir ngakak karena merasa sangat geli dengan permainan takdir yang sangat dramatis dan juga lucu.


Naura menatap tajam wajah suaminya seakan protes dengan perbuatannya Tuan Reno dengan kenakalannya saat masih kecil.


Tuan Reno mengangkat dua jarinya membentuk huruf v sebagai ungkapan," Please don't be angry dear for my misbehavior when I was a child!"


"Bagaimana nona Naura! Apakah kamu mau menerima kedua orangtua kandungmu yang sudah lama terpisah denganmu, ulah suamimu sendiri?" Tanya dokter Ambar penasaran.


Naura terlihat bingung dengan situasi yang menurutnya terlalu cepat terkuak kebenarannya tapi dia sendiri tidak siap secara mental untuk menerima kedua orangtuanya kandungnya begitu saja.


"Aku minta maaf pada kedua orangtuaku yang asli saat ini sedang duduk bersama keluarga suamiku.


Mungkin ini terdengar kocak karena ulah suamiku aku dipisahkan dengan orangtuaku sekian lama. Aku hanya minta waktu untuk menelaah semua peristiwa yang terjadi dengan alur kehidupan yang telah mempertemukan kembali aku dan kedua orangtuaku dan juga anak lelaki iseng yang sekarang menjadi suamiku sendiri." Ucap Naura terlihat sedih.


Ia pun meninggalkan tamunya dan bergegas lari ke kamarnya. Tuan Reno yang ingin menyusul di cegah oleh maminya.


"Biarkan Naura sendiri Reno karena dia butuh waktu untuk merenungkan apa yang telah terjadi. Mungkin ini terdengar lucu bagimu, tapi sakit yang ia rasakan selama menjalani kehidupan keluarga yang sebelumnya membuatnya harus bertahan di tengah kemiskinan.


Jika dia bisa memutar waktu mungkin dia tidak akan menderita seumur hidupnya. Tapi sekarang ceritanya beda, dia baru bertemu dengan kedua orangtuanya setelah sekian lama terpisah.


Kami harap jeng Lira dan suami untuk bersabar menunggu Naura siap menerima kalian sebagai orangtua kandungnya." Ucap nyonya Nunung bijak.


Nyonya Lira mengangguk pasrah dengan wajah sendu. Tapi ia sangat berharap agar putrinya Naura mau menerima mereka secepatnya karena ia ingin sekali memeluk putri cantiknya itu.


Tuan Syahrul mengajak keluarga itu untuk makan siang bersama dengan tim medis yang sudah datang jauh dari Jogja sampai Jakarta.


Hingga acara makan siang itu berakhir, Naura tidak terlihat batang hidungnya sama sekali dan kedua orangtuanya pulang dengan harapan hampa.


...---------------- ...

__ADS_1


Tuan Reno meminta pelayannya untuk mengantarkan makanan untuk istrinya ke kamar. Baby Barra tiba-tiba menangis karena saat ini sedang haus. Tuan Reno menenangkan bayinya yang menggapai-gapai kemejanya untuk mencari sumber makanan ibunya yang masih sedih di dalam sana.


"Sayang! Baby kita menangis. Ia ingin ASI darimu." Pinta Tuan Reno lalu membaringkan putranya di sisi ibunya.


Naura membuka dua kancing bajunya dan mengeluarkan bongkahan padat dan ranum itu dan mengarahkan ke mulut putranya.


Dalam sekejap baby Barra menyesap makanannya itu dengan rakus, membuat Tuan Reno menelan salivanya dengan kasar.


Naura menyusui bayinya tanpa ingin melihat wajah Tuan Reno di hadapannya yang sedang terbaring di sisi putranya.


"Sayang! apakah kamu marah padaku?" Tanya Tuan Reno yang sudah tidak tahan didiamkan Naura sedari tadi.


"Aku ingin sendiri mas!"


"Tolong katakan sesuatu! Jangan membuat aku cemas seperti ini memikirkan permasalahan yang telah terjadi padaku."


"Aku tidak menyalahkan mu, aku hanya tidak habis pikir setelah sekian lama kenapa kedua orangtuaku baru menyadari bahwa aku dan Aurel tertukar.


Dan anehnya lagi, kenapa ibu Rukmini tidak menghubungiku sama sekali saat mereka mendapatkan lagi putrinya Aurel."


"Mungkin mereka tidak ingin membuatmu sedih. Mereka juga tidak punya hak lagi atas dirimu karena sudah ada orangtua kandungmu sayang, yang akan menjelaskan semuanya kepadamu."


"Tapi mereka punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan semuanya agar aku masih bisa berpikir kalau aku juga di butuhkan sebagai anak kandung dari kedua orang tuaku."


"Sayang! sekarang sudah diperjelas semuanya oleh kedua orangtuamu, lantas apa bedanya?"


"Jelas saja beda karena kamu tidak pernah merasakan apa yang kau inginkan dalam hidupmu harus kamu kubur dalam-dalam di benak dan hatimu karena ketidakmampuan orangtuaku yang sebelumnya untuk membuat hidupmu nyaman.


Aku harus pura-pura bersikap seakan aku tidak butuh pendidikan yang lebih tinggi dan membuat diriku bodoh agar mimpiku itu tenggelam bersama liurku yang tertelan dengan rasa kecewa dan putus asa karena hidup di tengah keluarga yang sangat miskin."

__ADS_1


Glekkkk


__ADS_2