Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
50. Orang Penting


__ADS_3

Kedua orangtuanya Naura saling menatap satu sama lain mendengar pertanyaan dokter Riri.


"Apa maksud anda dokter?" Mengapa anda mengatakan kalau Naura bukan putri kandung kami?" Tanya pak Indarto dengan tubuh gemetar.


"Karena golongan darahnya nona Naura tidak memiliki kesamaan dengan kalian berdua."


Glekkkk....


"Tidak mungkin dokter! mungkin hasil pemeriksaan anda keliru, coba dilakukan sekali lagi!" Pinta pak Indarto.


"Apakah kalian sedang meragukan teknologi canggih yang dimiliki rumah sakit ini, dengan profesi kami sebagai dokter di sini?"


"Bukan begitu dokter." Tapi...?"


"Maaf saya tidak punya waktu untuk berdebat dengan bapak dan ibu, karena nyawa putri anda harus ditolong saat ini juga, atau kalian akan kehilangannya." Ucap dokter Riri lalu kembali ke dalam kamar bersalin.


Kedua orangtuanya Naura hanya membeku di tempat mereka berdiri. Baik orangtuanya Tuan Reno dan Tuan Reno sendiri ikut merasakan syok yang luar biasa, ketika mendapati kenyataan kalau Naura bukan putri kandung pasangan pak Indarto dan ibu Rukmi ini.


"Ayah, ini tidak mungkin ayah. Naura adalah putriku, putri kita." Ucap ibu Rukmini sambil menangis.


"Kita harus menuntut rumah sakit di mana kamu melahirkan putri kita. Pasti anakku sudah tertukar dengan anak orang lain yang lahir bersamaan denganmu." Ucap pak Indarto terdengar geram sambil menggerutu.


"Tidak!" Aku menginginkan Naura adalah putriku. Aku tidak ingin putri yang lain." Ucap ibu Rukmini histeris.


"Bu!" Apakah ibu sedang mengingkari kehadiran putri kandung kita yang entah di mana sekarang ini berada?" Hanya karena Naura putri ibu yang paling cantik?" Geram pak Indarto lalu meninggalkan istrinya sendirian di depan ruang bersalin.


'Astaga!" Mengapa jadi rumit begini?" Gumam nyonya Nunung lirih.


Tuan Reno tidak membuang waktu, ia segera menghubungi anak buahnya Raka untuk segera mendapatkan kantung darah untuk istrinya sesuai dengan golongan darah langkah yang dimiliki oleh Naura.


Dalam satu jam, Raka datang dengan membawa kotak yang berisi lima kantung darah untuk istri bosnya, Tuan Reno.


Dua orang Suster membantu memasukan jarum ke punggung tangan Naura untuk melakukan transfusi darah ke wanita cantik itu.

__ADS_1


Dalam waktu dua puluh menit, wajah Naura kembali berwarna, tidak seperti mayat hidup lagi. Dokter meminta dua orang Suster untuk memindahkan Naura ke ruang inap VVIP sesuai pesanan Tuan Reno.


Bayi Naura segera di azankan dan Iqamah oleh Tuan Reno sendiri.


"Masya Allah!" Putraku ternyata sangat tampan." Puji Tuan Reno lalu membawa malaikat kecilnya itu ke dalam dadanya.


"Selamat datang baby!" Akhirnya aku bertemu juga dengan dirimu dalam wujud mu yang nyata. Doakan mommy kamu, saat ini dia sedang berjuang melawan maut setelah menyelamatkan kamu dari alam rahimnya." Ucap Tuan Reno lalu mencium pipi putranya.


...----------------...


Naura terlihat masih lemah setelah siuman pasca melahirkan putranya. Tuan Reno dengan telaten menyuapkan bubur abalone kesukaan Naura jika gadis ini jatuh sakit.


Nyonya Nunung tidak mau menantunya itu kekurangan asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui cucunya.


Sementara itu, pak Indarto mengajak istrinya segera pulang kampung untuk mencari tahu keberadaan putri mereka yang tertukar saat melahirkan bayi pertama mereka di kota jogjakarta karena sebelumnya, keduanya bekerja di kota pelajar tersebut.


Ibu Rukmini sangat menyayangkan sikap suaminya yang tidak begitu sopan pada menantu mereka Tuan Reno karena belum sempat bertemu dengan Naura usai gadis itu melahirkan putra pertamanya.


"Sudah sayang!" Aku sudah kenyang. Aku ingin melihat putraku." Pinta Naura.


"Babynya kepingin ASI ibunya. Tolong disusui dulu babynya!" Pinta suster Resty seraya membaringkan bayi itu dalam dekapan lengan ibunya.


Naura begitu bahagia melihat bayinya. Ia menatap dalam wajah putranya yang sangat mirip dengan suaminya.


"Aissh!" Mengapa baby kita mewarisi wajah jelek mu itu mas?" Ucap Naura sambil cemberut.


"Dia putraku, yah harus mirip denganku." Tegas Tuan Reno.


"Tapi aku sampai tidak kebagian dari setiap jengkal wajahnya. Lihatlah dia, hidung, mata, bibir dan bentuk wajah semuanya milikmu. Apakah dia tidak tahu aku yang telah mengandungnya begitu lelah hingga aku tidak mendapatkan hasil karya Tuhan dari diriku juga yang terdapat pada tubuhnya." Protes Naura makin sengit.


"Karena kamu terlalu cantik sayang, jadi kita bisa melakukan produksi lagi setelah ini, bagaimana, hmm?" Wajah Tuan Reno terlihat nakal menggoda istrinya.


"Cih!" Kamu bahkan bersikap mesum depan putraku. Dasar Ayah yang tidak tahu malu!" Sungut Naura kesal.

__ADS_1


Sementara itu, kedua orangtuanya Tuan Reno, sedang melakukan penelusuran data keabsahan kedua orangtuanya menantu mereka yang lahir di Jogjakarta setelah sempat menanyakan rumah sakit di mana Naura dilahirkan.


"Apakah ayah sudah menyewa detektif untuk mencari tahu keberadaan rumah sakit di mana menantu kita dilahirkan?" Tanya nyonya Nunung.


"Iya sayang!" Ayah ingin semuanya lebih jelas agar kita mengetahui kedua orangtuanya Naura yang mungkin saat ini juga sedang mencari informasi tentang putri mereka Naura." Ujar tuan Syahrul.


"Dari awal kita melamar Naura, aku sudah curiga saat melihat gadis itu tidak ada kemiripan wajahnya sama sekali dengan kedua orangtuanya.


Walaupun pembawaan Naura terlihat liar dan lugu, tapi gaya khas manjanya seperti mewarisi putri-putri bangsawan.


Dia lahir ditengah kemiskinan kedua orangtuanya, tapi rupanya bertolak belakang dengan kehidupan kedua orangtuanya yang sekarang kita mengetahui kenyataannya bahwa Naura bukan putri kandung mereka.


Wah, rupanya waktu tetap menjawab semua keraguan orang pada Naura yang bukan anak kandung dari pak Indarto dan istrinya, besan kita ayah." Ujar Nyonya Nunung terlihat lega.


"Tapi, mami!" Tolong jangan beritahu berita sensitif ini pada menantu kita karena kita belum punya bukti akurat untuk mendapatkan lagi identitas orangtuanya yang asli. Apa lagi saat ini, Naura baru saja melahirkan cucu pertama kita.


Senang kan hatinya dengan makanan yang ia sukai. Alhamdulillah Naura telah memberikan kita seorang cucu yang sangat tampan." Ujar tuan Syahrul.


"Baik ayah. Terimakasih untuk pengertianmu tentang Naura. Tapi, bagaimana dengan Reno sendiri, apakah anak itu akan berkata jujur pada istrinya saat ini?" Tanya nyonya Nunung cemas.


"Astaga!" Aku lupa mengingatkan putra kita tentang itu sayang." Sesal tuan Syahrul.


"Sebaiknya hubungi putra kita ayah, jangan biarkan Naura mengetahuinya sekarang." Pinta nyonya Nunung.


Di rumah sakit jogjakarta, di mana Naura dilahirkan, sudah ada kedua orangtua angkatnya yaitu pak Indarto dan ibu Rukmini.


Mereka menanyakan langsung ke bagian arsip untuk mengetahui ibu yang melahirkan di hari yang sama dengan nyonya Rukmini.


"Jam berapa nyonya melahirkan saat itu?"


"Sekitar jam 12 malam. Tepatnya di malam lebaran." Ucap nyonya Rukmini dengan menyebutkan hari, tanggal dan tahun, saat ia melahirkan putrinya.


Bagian kearsipan rumah sakit itu memeriksa data nyonya Rukmini dengan lima orang ibu yang melahirkan dalam waktu yang sama dengannya.

__ADS_1


"Bu, di sini ada lima bayi dilahirkan dalam waktu yang sama dengan putri ibu. Tiga orang ibu melahirkan bayi laki-laki dan dua orang ibu, termasuk ibu Rukmini melahirkan bayi perempuan.


Tapi, ibu yang melahirkan putrinya adalah... astaga!" Ini tidak mungkin." Sentak Suster Riska saat mengetahui nama pasien itu yang merupakan ibu kandungnya Naura.


__ADS_2