
Sebulan berlalu, sejak dirinya mengantongi ijazah S1, Naura ingin berkerja di perusahaan suaminya sebagai public relation.
Tuan Reno tidak keberatan sama sekali karena ia ingin melihat potensi yang ada dalam diri Naura akan makin berkembang jika ilmunya bisa Naura gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan bertemu banyak orang.
Sosok Naura yang sangat dikagumi para staf suaminya menjadikan dirinya bagian dari nilai lebih sebagai wanita selain keturunan seorang ningrat.
Seperti pagi hari ini, penampilan Naura yang mengenakan two pleces yang di dominasi warna kecoklatan bermotif kotak-kotak.
Two pleces yang dikenakan olehnya terdiri dari atasan atasan blazer crop top di padukan dengan short pantas belt keemasan yang menyatu dengan celananya tersebut.
Untuk riasan wajah, Naura menggunakan makeup bright dengan blush-on pink dan lipstik merah cery nya. Sementara mini bag bermotif serasi dengan outfitnya pun melengkapi penampilan istri dari Tuan Reno ini. Kakinya makin terlihat jenjang dengan mengenakan pump heels dengan tali warna coklat.
Tuan Reno kembali ke aktifitasnya sebagai seorang CEO salah satu perusahaan real estate. Kali ini Tuan Reno tidak datang sendiri di hari pertamanya kembali ke perusahaan setelah menghabiskan bulan madu keduanya bersama dengan istri tercinta, di hari itu ia mengajak Naura ikut serta dengannya karena Naura ingin bekerja di perusahaannya.
Sudah beberapa kali ini Tuan Reno membawa istrinya ke perusahaannya, mereka di sambut oleh para karyawan yang sudah berdiri berjejer rapi menyambut bos mereka.
Langkah kaki Tuan Reno yang berjalan tegak nampak gagah dengan wajah tampan yang mengundang banyak pasang mata menatapnya dengan kekaguman.
Naura yang tampak cantik bak model berjalan menggandeng lengan suaminya dengan menebar senyum manisnya. Semua karyawan memberikan ucapan selamat datang untuk mereka berdua.
__ADS_1
Tuan Reno berdiri di antara para karyawan perusahaannya lalu memperkenalkan kembali Naura sebagai istrinya.
"Selamat pagi Tuan Reno, selamat datang kembali ke perusahaan," ucap karyawan serentak seraya membungkukkan badan mereka.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan ini istriku Naura , dan saat ini istriku ingin bergabung bersama di perusahaan kita. Beliau akan menjadi seorang PR di perusahaan ini.
Aku harap atas kerjasama kalian untuk membuat istriku tetap nyaman saat berada di kantor ini, dia juga memiliki perusahaan sendiri, pasti kalian sudah banyak tahu tentang kehidupan istriku."
"Hari ini kita akan mengadakan pesta kecil dan Wisnu tolong urus koordinasikan dengan team dan jangan undang wartawan, cukup relasi kita saja."
"Baik tuan siap laksanakan."
"Sayang, bisa nggak kamu tidak iseng sekali saja pada istrimu?
"Kamu hari makin cantik saja sayang dan itu membuatku tergila-gila kepadamu." Ucap Tuan Reno bangga.
"Nanti kalau aku gendut, apa kamu masih suka sama aku?"
"Tentu saja sayang, tidak ada yang berubah dariku, saat aku pertama kali mengenalmu dan akan terus begitu sampai ajal menjemputku."
__ADS_1
"Jangan mengatakan hal yang mengerikan mas Reno, aku tidak suka mendengar kalimat kematian, walaupun semua kita pasti akan mati.
Lift terbuka, keduanya sudah melangkah menuju ruang kerja VVIP milik Tuan Reno . Ruangan itu sangat modern dengan sentuhan arsitektur yang tertata rapi semua fasilitas kantor yang sangat elegan.
Di dalam ruangan Tuan Reno ada kamar pribadi yang dijadikan Tuan Reno sebagai tempat istirahat saat kelelahan bekerja.
Aroma wangi dalam ruangan itu menebarkan bau harum menenangkan pikiran bagi siapa saja yang menghirupnya, Tuan Reno sengaja meminta asisten Wisnu memasang aroma terapi di ruang kerjanya. Tuan Reno mengajak istrinya untuk duduk di kursi kebesarannya.
"Sayang, sini duduk!"
"Aku duduk di mana sayang, kalau kamu mengajak duduk di kursi mu, hhm?"
"Aku akan memangku mu sayang, karena aku ingin selalu dekat denganmu."
"Sepertinya sikap manja mu tidak pernah hilang sampai saat ini. Masih saja mau bermanja-manja dengan istrinya." Ujar Naura gemas kepada suaminya.
"Aku manja dengan istriku sendiri bukan dengan wanita lain atau istri orang lain bukan?" Ucap Tuan Reno yang sudah menyusup tangannya ke dalam blazer milik istrinya.
"Sayang, tanganmu mau ke mana sih? sebel deh makin nakal aja." Gerutu Naura kesal.
__ADS_1
"Aku nakal karena mu, milikmu yang membuat aku tidak betah jauh darimu sayang, apa lagi sekarang kamu bekerja di perusahaan kita dan itu membuatku lebih bahagia karena bisa bertemu denganmu setiap hari. Kalau butuh kamu, kamar kita sudah di dalam sana," ucap Tuan Reno lalu mengangkat tubuh istrinya menempatkannya di atas meja kerjanya.