
Usai melewatkan sesi percintaan panas mereka, keduanya beristirahat sambil menghela nafas panjang seakan mengumpulkan kembali sisa-sisa tenaga yang membuat keduanya masih bisa bertukar pikiran.
"Mas Reno!"
"Hmm!"
"Mengapa Maya masuk ke ruang kerjamu tanpa ada pengamanan ketat dari pihak keamanan perusahaan ini.
"Dia juga salah satu pemegang saham sekitar tiga puluh persen di sini, jadi tidak heran jika dia ingin menemuiku dengan alasan itu walaupun dua hanya mendapatkan harapan hampa dariku.
Ingatlah sayang pernikahan kami karena ikatan bisnis bukan cinta, tapi aku belajar mencintainya agar ia merasa di pedulikan sebagai istri, tapi ia tidak menghargai usahaku untuk menjadikan ia satu-satunya istri yang aku butuhkan, justru ia mencari kehangatan pria lain untuk memuaskan kebutuhan syahwatnya.
Jika dia pada akhirnya memilih selingkuh, aku juga tidak mengerti mengapa dia melakukan itu."
Naura memahami perasaan Maya yang merasakan kesepian karena dinginnya Tuan Reno pada wanita itu. Begitulah prahara cinta dalam sebuah rumah tangga.
"Disaat kau menyerah, hati yang kosong itu telanjur di isi oleh orang lain karena cinta yang kamu tawarkan tidak lagi bermakna untuk ia rasakan, bahwa kamu ada untuknya. Sementara yang lain sudah memberikan segalanya yang ia butuhkan di atas ranjangnya.
Bagaimana mungkin kamu menuntut hakmu pada hati yang sudah beku untukmu?" Maya tidak salah melangkah pada tahap di saat rumah tangganya sudah berada di ambang yang memprihatinkan untuk bisa diselamatkan lagi."
Sahut Naura sambil memangku kepalanya dengan tangannya pada posisi miring menghadap suaminya yang dalam keadaan telentang sambil mengusap perut sixpack itu yang membuatnya tergila-gila.
"Mengapa kamu tiba-tiba puitis seperti ini sayang?" Apakah kamu membenarkan perbuatannya karena sikapku yang apatis kepadanya?"
"Jika kamu lebih cepat peka pada perasaannya yang hampa, mungkin kamu tidak akan mendapati lelaki lain yang telah membuat hidupnya terasa berwarna."
Pahami perasaannya sebentar saja mas Reno setelah itu kamu bisa menyalahkan Maya secara syariat Islam." Ucap Naura membuat Tuan Reno sedikit bingung dengan perasaan istrinya saat ini.
"Jadi kamu sedang membenarkan dirinya terlibat perselingkuhan itu dengan mantan suamimu sendiri?" Kamu juga ingin memaklumi sikap suamimu yang tidak bisa kamu puaskan hasrat birahinya, begitu?" Tuan Reno makin geram dengan Naura yang memaklumi perselingkuhan mantan pasangan mereka.
"Sayang terlepas siapa yang salah maupun benar dalam rumah tangga kita sebelumnya, toh mereka sendiri yang membuka peluang untuk menyatukan kita berdua. Ambil hikmahnya saja dan jangan berdebat lagi.
Mau beradu denganku lagi sayang?" tanya Naura sambil menggenggam tiang pancang milik suaminya membuat Tuan Reno tersenyum geli pada wanitanya yang sudah mengikat hatinya penuh cinta.
"Ayo siapa takut?" Tantang Tuan Reno yang ingin mengusai permainan panas sore itu.
Keduanya seakan sedang membangun lagi puing kehancuran karena cinta yang mereka bina sebelumnya telah kandas karena keserakahan menuntut lebih pada pasangan.
__ADS_1
...----------------...
Hari-hari berikutnya, Naura nampak menikmati hidupnya menjadi ratunya Tuan Reno.
Ia yang baru memulai perkuliahannya tampak enjoy berjalan menuju kelasnya.
Walaupun Naura terlihat Menik kebebasannya di kampus itu, Tuan Reno tetap meminta anak buahnya untuk mengawasi. gerak gerik Naura dari beberapa musuh yang sedang mengincar nyawa gadis ini.
"Apakah istriku dalam keadaan aman Raka?"
"Sejauh ini tetap aman dan bos."
"Tetap awasi dia saat ia ingin jajanan di kantin!"
"Bos bagaimana kalau dia tidak menyukai kehadiran kami bos?"
"Katakan kalau aku yang meminta kalian untuk mengawasinya."
"Baik Tuan.
Sela satu jam kemudian, Naura keluar dari kelasnya bersama dengan kedua temannya. Keduanya duduk sambil menunggu pesanan mereka di meja kantin.
"Nona!" Jangan di makan dulu!"
"Ada apa denganmu?" Ini makananku." Ucap Naura terlihat malu di depan dua temannya yang sedikiit kaget dengan kehadiran Raka.
"Aku harus memastikan ini racun bukan." Raka menyicipi makanan itu terlebih dahulu dengan sendok lain dan setelah merasa aman, ia baru meminta Naura untuk memakannya.
Naura menatap tajam wajah Raka tidak suka." Kau sudah menghilangkan selera makan ku, ucap Naura ketus.
"Saya hanya menjaga pewaris tahta kerajaan bisnis Tuan Reno. Raka segera menjauh dari Naura yang masih terlihat gusar menatap Raka dengan wajah kelam.
Dua teman Naura seketika tercengang jika gadis di depan mereka ini bukan gadis biasa.
"Apakah kamu sudah menikah?" Tanya Dita.
"Hmm!"
__ADS_1
"Kamu sedang hamil?" Ko nggak kelihatan?"
"Empat bulan." Jawab Naura datar.
"Astaga!" Apakah suamimu seorang pengusaha hebat?"
"Bukan urusan kalian!" Naura segera menghabiskan makanannya dan kegiatannya itu direkam oleh Raka dari jauh untuk melaporkan kepada bosnya Tuan Reno.
Tuan Reno tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang terlihat menggemaskan.
"Kau selalu membuatku gemas Naura. Sekarang aku sangat merindukanmu." Tuan Reno tidak sabar menunggu jam pulang kuliah istrinya.
Kelas berikutnya diajarkan oleh dosen pengganti yaitu seorang pria tampan memasuki kelas itu dengan wajahnya terlihat datar.
Naura terlihat cuek tidak peduli dengan dosen itu karena kelas baru di mulai. Dosen tampan itu memperkenalkan dirinya sambil memperhatikan wajah para mahasiswanya.
"Perkenalkan nama saya Haidar, saya hanya dosen pengganti saat ini. Tapi saya tetap harus mengenal kalian satu persatu agar mata kuliah kita menjadi lebih asyik untuk dipelajari.
Saya akan mengajarkan mata kuliah iklan pada kalian. Pasti kalian tidak asing dengan kata iklan. Tapi sebelum kita mulai perkuliahan kita hari ini, saya ingin kalian memperkenalkan diri terlebih dahulu, mulai dari kanan, silahkan!"
Satu persatu mahasiswa kelas PR itu memperkenalkan diri mereka sesuai dengan identitas pribadi masing-masing.
Kini tiba giliran Naura yang memperkenalkan namanya dan itu membuat dosen Haidar menatap kagum atas kecantikan Naura.
Jantung Haidar makin berdegup kencang saat Naura tersenyum manis usai memperkenalkan dirinya.
Sampai perkenalkan mahasiswa itu berakhir, Haidar tidak lepas mencuri pandang pada Naura yang kembali asyik menatap ponselnya.
Perkuliahan segera berlangsung. Dosen Haidar menjelaskan materi pertamanya pada mahasiswanya secara terperinci dan setiap mahasiswa ada yang menulis dan ada yang merekam termasuk Naura yang lebih memilih merekam perkuliahan hari itu.
Berjalannya waktu, perkuliahan itu berakhir juga. Naura yang tidak sabaran ingin bertemu dengan sang suami berjalan dengan cepat diikuti Raka dan Ruben dari kejauhan.
Naura mengetahui kedua anak buahnya Tuan Reno mengikutinya tapi ia tidak peduli.
Langkahnya makin cepat membuat kedua pengawalnya ini begitu takut jika gadis itu akan jatuh.
Benar saja, Naura hampir saja jatuh kalau tidak tubuhnya ditangkap oleh seseorang membuat ia membelalakkan matanya karena sangat kaget.
__ADS_1
"Kau..?"