Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
12. Bikin Malu


__ADS_3

"Kenapa diam Naura?" Apakah kamu bisu atau apa?" Ayah tunggu penjelasan kamu!" Titah Pak Indarto.


Ting tong..


Naura segera membuka pintu kamarnya." Tuan Reno!" Tolong jangan masuk!" Ayah sedang...?"


"Biar aku yang menjelaskan kepada ayahmu." Ucap Tuan Reno dengan wajah datarnya.


"Assalamualaikum Pak Indarto!"


"Waalaikumuslam!" Siapa kamu?"


"Aku adalah suami dari perempuan yang telah menghancurkan rumah tangga putri anda." Ucap Tuan Reno dengan gagah berani.


"Apakah kamu yang memfasilitasi perceraian putriku, dengan menyediakan akomodasi hotel ini untuk kami?" Apa yang kamu inginkan?" Mau menebus rasa bersalahmu karena tidak bisa mengurus istrimu?" Tanya pak Indarto beruntun.


"Tidak!"


"Aku melakukannya karena aku mencintai putri Anda, Naura, pak saya. Ijin aku untuk menikahinya setelah massa iddahnya Naura berakhir." Ucap Tuan Reno dengan percaya diri.


"Apa...?" Kamu gila atau apa?" Kenapa kamu tidak urus aja istrimu yang telah menghancurkan rumah tangga putriku?"


"Aku sudah menceraikannya. Aku tidak bisa memaafkan perselingkuhannya yang telah menghancurkan reputasi keluargaku." Tuan Reno Tuan berdalih.


"Ini sangat memalukan!" Aku tidak bisa menerima lamaran mu anak muda. Orang akan berspekulasi kalau putriku lah yang telah merebut kamu dari istrimu." Ucap Pak Indarto.


"Kita hidup memperjuangkan nasib kita sendiri. Kita lah yang menentukan kebahagiaan kita sendiri. Kenapa harus memikirkan penilaian orang lain yang tidak ada hubungannya dengan kita.


Mereka juga belum tentu lebih baik dari kita." Ucap CEO muda ini dengan gamblang.


"Putriku tidak memiliki apapun yang bisa ia banggakan padamu. Jangan lagi membuatnya menderita. Tapi, aku tetap tidak bisa menerima lamaran mu anak muda." Tolak pak Indarto membuat Tuan Reno dan Naura sangat syok.

__ADS_1


" Tapi pak!" Aku sangat mencintai putri Anda, aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku benar-benar mencintai Naura." Pinta Tuan Reno seraya berlutut di depan pak Indarto.


"Ayah!" Tolong ayah!" Aku mohon, aku juga mencintai Tuan Reno, ayah." Pinta Naura ikut meyakinkan ayahnya agar mau menikahkan dirinya dengan pria yang sangat ia cintai saat ini.


"Dasar anak tidak tahu malu!" Bikin malu keluarga.


Plakkkk...


"Ayah!" Pekik istrinya saat melihat putrinya ditampar oleh suaminya.


"Ayah, kenapa ayah menghalangi hubungan mereka? persetan dengan omongan orang lain. Biarlah putri kita bahagia, ayah!" Ucap ibunya Naura.


"Tidak!"


Jangan membuatku gila. Sudah cukup satu suaminya yang telah merendahkan harga diriku sebagai ayah, dan sekarang aku tidak mau kemiskinan kita akan menjadi ajang penghinaan para orang kaya." Ucap pak Indarto sedih.


"Ayah!" Aku mohon!" Tuan Reno tidak mungkin seperti mas Dandy. Naura jamin dengan nyawa Naura, kalau Naura tidak akan membuat ayah dan ibu kecewa lagi dengan pilihan Naura kali ini. Aku mohon ayah!" Pinta Naura sambil berurai air mata.


"Sebaiknya kita pulang malam juga. Ayah sudah membeli tiket bis untuk kita bertiga. Ayo kita pulang sekarang!" Titah pak Indarto membuat Naura hanya menggeleng lemah pada Tuan Reno, seakan mengatakan aku tidak bisa lagi.


"Biarkan aku yang mengantarkan ayah di kampung!" Tolong terima permintaan terakhir ku pak!" Pinta Tuan Reno dengan segenap hatinya.


"Ayah!" Aku mohon!" Pinta Naura untuk terakhir kalinya, karena ia harus berpisah dengan Tuan Reno, pria pujaan hatinya.


Pak Indarto menarik nafasnya dalam, ia pun tidak sanggup melihat kesedihan putrinya yang sudah bercerai dan sekarang mencintai lelaki yang tidak lain adalah suami dari rivalnya sendiri.


"Baiklah. Ini untuk terakhir kalinya, kalian bertemu, setelah itu jangan ada lagi hubungan dalam bentuk apapun." Ucap pak Indarto tegas.


"Iya ayah!" Ujar Naura lirih.


"Ayo kita pulang!" Dan kamu jangan ngebut. Ayah duduk di depan dan kamu dan ibumu di belakang." Ucap pak Indarto mengatur posisi duduk mereka sebelum berangkat.

__ADS_1


Keluarga kecil itu pulang dengan bawa kesedihan mereka. Mereka sudah siap menerima penghinaan dari tetangga dan sanak saudara.


Sepanjang jalan, Tuan Reno sesekali melirik Naura melalui kaca spion dalam karena Naura duduk dibelakangnya.


Walaupun ini adalah penolakan pertama kali untuknya, namun Tuan Reno tetap akan mencoba meyakinkan ayah Naura bahwa ia pantas mendampingi Naura seumur hidupnya.


Sesekali Naura tersenyum pada Tuan Reno dengan malu-malu ketika kedua orangtuanya terlelap karena kelelahan. Ketika memasuki rest area, Tuan Reno meminta ijin untuk mengisi bahan bakar dan juga membeli makanan untuk mereka.


"Tuan Reno!" Aku mau pipis." Pinta Naura yang sudah kebelet ingin ke toilet umum ketika mereka sudah tiba di pom bensin.


Kedua orangtuanya Naura masih saja terlelap. Tuan Reno meminta anak buahnya untuk menjaga orangtuanya Naura dan ia mengantar Naura ke kamar mandi.


"Naura!" Pakai ini sayang!" Tuan Reno mengambil cincin berlian yang sudah ia siapkan untuk melamar gadisnya, tapi karena ditolak, ia memberikannya sebagai kenang-kenangan.


"Tapi Tuan Reno...ini?" Aku tidak bisa menerimanya." Naura merasa takut kalau ayahnya tahu, ia akan di marahi habis-habisan nantinya.


"Aku tetap berusaha untuk datang meminangmu. Anggap lah cincin itu untuk mengikatmu bahwa kamu milikku dan jangan pernah berikan hatimu pada yang lain.


Dan pegang lah kartu ini dan belanjalah sesuai keperluan dan ikuti kursus apa saja yang membuatmu bermanfaat untuk keluargamu. Jangan jadi gadis pemalas." Ucap Tuan Reno memotivasi kekasihnya.


"Baiklah, aku akan terima ini. Tapi aku berharap Tuan Reno tetap datang melamarku setelah masa Iddah ku sudah berlalu." Pinta Naura dengan mata berkaca-kaca.


"Hei, jangan menangis!" Siapa yang mengijinkan kamu menangis. Saat ini, kamu harus mengambil hikmah dari perceraian kamu ini. Pikirkan lah, bahwa mulai saat ini rubah nasibmu.


Pilihlah pendidikan yang kamu suka dan tunjukkan kepada dunia bahwa bukan hanya kecantikan saja yang bisa kamu andalkan tapi kamu punya skill yang tidak semua wanita memilikinya.


Jangan kecewakan aku. Tetaplah menghubungiku dengan ponselmu. Aku percaya kamu bisa.


"Jika seribu orang mengatakan kamu tidak bisa, itu biasa. Tapi kalau dirimu sendiri yang mengatakan kamu tidak bisa, itu menjadi binasa.


Cam kan itu sayang karena aku sangat mencintaimu. Buatlah dirimu bangga agar kamu bisa membuat orangtuamu juga bangga. Karena memiliki menantu hebat bukanlah sebuah kebanggaan tapi itu hanya sebuah kebetulan.

__ADS_1


"Ayo kita lanjut lagi perjalanan kita!" Titah Tuan Reno.


"Tuan Reno!" Aku mencintaimu!" Peluk Naura pada tubuh kekar nan gagah itu. Tuan Reno memeluk wanitanya dengan erat walaupun ia saat ini sangat berat melepaskan wanitanya ini karena sudah terbiasa melihat Naura yang telah menghiasi hidupnya selama dua bulan ini.


__ADS_2