
"Mas!"
"Hmm?"
"Apakah Naura boleh katakan sesuatu?"
"Silakan!"
"Kalau seandainya Naura sudah banyak belajar, terus mas Reno tidak puas dengan pelayananku sebagai istri, apakah mas Reno akan selingkuh juga?"
Tuan Reno menghentikan kegiatannya mengerjakan tugasnya di laptop lalu menatap Naura dengan intens.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Aku tidak mau berjuang sia-sia jika pada akhirnya aku akan mendapati suamiku selingkuh juga."
"Apakah kamu sangat trauma hingga meragukan cintaku kepadamu?"
"Hanya mas Reno yang tahu akan jawabannya. Jika mas Reno melakukan itu, lebih baik aku mati."
"Naura!!" Kapan kamu akan bersikap dewasa, mengapa kamu. berubah menjadi posesif?"
"Kalau menikah pada akhirnya hanya untuk disakitin untuk apa?" Kalau aku sekarang disuruh belajar ini itu, mas Reno masih...?"
Tuan Reno tidak ingin menjawab lagi kegundahan istrinya, ia lalu menyumpal mulut Naura dengan ciuman.
"Apakah kamu ingin dihukum?"
"Mas Reno!" Aku lagi tidak ingin bercinta denganmu. Aku mau kita bicara dan membuat kesepakatan. Aku tidak mau lagi dibodohi oleh laki-laki yang hanya menginginkan tubuhku bukan kepribadianku." Teriak Naura seakan ingin meminta kejelasan status pernikahannya.
"Naura!"
Apa yang kamu pelajari hari ini?" Apakah pelajaran itu telah meracuni pikiranmu untuk meragukan perasaanku kepada suamimu sendiri?"
"Bukan, bukan seperti itu!"
Aku hanya menginginkan apa yang kumiliki selamanya menjadi milikku bukan untuk berbagi dengan siapapun cintanya mas Reno kecuali berbagi cinta mas dengan anak-anak ku nanti."
"Memang seperti itu tujuan aku juga sayang. Kenapa sekarang kamu tiba-tiba ketakutan sendiri.
"Jangan membayangkan hal bodoh yang akan membuat pikiran dan hatimu menjadi sakit. " Jelas Reno dengan susah payah pada istrinya.
"Jangan kecewakan aku mas!"
__ADS_1
"Tolonglah Naura, berikan aku kepercayaan mu, insya Allah aku akan menjagamu dengan baik.
Kalau kamu meragukan aku, maka cinta yang baru kita mulai akan punah sebelum mencapai sisa usia kita." Tuan Reno memeluk lagi Naura yang sedang menahan sesak didadanya.
"Ya Tuhan. Apa yang aku lakukan?" Kenapa tiba-tiba pikiranku menjadi dangkal seperti ini?" Baru saja belajar hari ini, bukannya menjadi benar malah makin hancur.
Naura... sadar Naura ....!" Mas Reno sangat mencintaimu!" Jangan terpengaruh dengan masa lalumu!" Naura menasehati dirinya sendiri sambil mengeratkan pelukannya pada suaminya.
"Apakah kamu sudah lebih baik, sayang?"
"Hmm!" Naura mengangguk dengan cepat.
"Maafkan aku mas Reno!"
"Kamu tidak salah sayang. Aku tidak apa. Sudah lupakan saja. Dan jangan pernah mempertanyakan lagi besarnya cintaku kepadamu, ok!"
"Insya Allah!"
"Jangan insya Allah sayang! Harus pasti, karena ini adalah janji pernikahan, seperti ikrar ijab kabul aku saat menikahimu.
Ijab kabul tidak pakai insya Allah, tapi isi ikrar nya adalah aku terima nikahnya Naura Aliyah binti Indarto dengan mas kawin tersebut tunai.
"Nggak bilang insya Allah tunai. Itu karena Allah mau kita berjanji kepadaNya harus jelas dan tepat pada tujuan pernikahan karena pernikahan itu sendiri ibadah." Ujar Tuan Reno.
"Alhamdulillah, terimakasih sayang."
"Aku lapar Naura. Apakah ada sesuatu yang bisa aku makan?"
"Apakah mas mau aku buatkan burger atau mau siapkan makanan berat lagi?"
"Cukup burger saja karena sekarang sudah terlalu malam." Ucap Tuan Reno.
"Tunggu lima menit lagi. Pesanan mas Reno akan siap." Ucap Naura lalu mengedipkan sebelah matanya nakal mengundang senyum suaminya.
Sesaat kemudian keduanya sudah menyantap makanan ringan mereka.
"Besok kelas apa yang akan kamu ikuti sayang?" Tanya Tuan Reno disela makan.
"Table manner."
"Itu pelajaran yang sangat penting karena pelajaran itu tidak hanya berkaitan dengan meja makan saja, tapi banyak orang yang punya kepentingan pribadi akan membahas hal-hal yang menyangkut dengan kepentingan mereka.
Seperti para pengusaha hebat yang sedang membahas tender yang akan mereka ingin dapatkan dan menangkan dengan para pesaing bisnis.
__ADS_1
Ada juga unsur politik yang di bahas di situ jika berhadapan dengan para pejabat di perjamuan makan itu." Terang Reno untuk membocorkan sedikit pelajaran lanjutan yang akan di ikuti istrinya nanti.
"Apakah kelakuan orang kaya seperti itu? membahas tentang kepentingan mereka di atas meja makan?"
Pantas, aku melihat wajah-wajah munafik yang saling duduk berhadapan dengan para petinggi negara ini dengan wajah-wajah penjilat mereka agar kecipratan keuntungan dari perjamuan itu, sungguh menggelikan dibalik pesona dengan pakaian mewah yang mereka tampilkan untuk menonjolkan diri siapa yang paling berkelas diantara mereka. Singkatnya perjamuan itu seperti ajang pamer para istri-istri pejabat yang tidak sedikit mengangkat wajah angkuh mereka dengan senyum kepalsuan yang mereka saling umbar." Sindir Naura sinis kepada kolega mantan suaminya yang selalu memandang hina dirinya.
"Abaikan mereka saat kamu nanti diundang menghadiri acara perjamuan makan malam nanti.
Lakukan seperti yang kamu inginkan tanpa memperlihatkan ketidaksukaan mu pada mereka.
Itulah kehidupan kelas atas yang tidak bisa baca jalan pikiran mereka kecuali mengikuti arusnya." Timpal Tuan Reno.
"Ya Tuhan!" Ternyata sangat mengerikan berhadapan dengan orang-orang nanti." Ucap Naura.
"Itulah mengapa aku memintamu banyak belajar agar kamu tidak malu jika duduk bersama dengan mereka. Yang aku minta tetap menjadi kepribadianmu seperti Naura yang aku kenal dengan tetap tampil elegan dan kharismatik."
"Doakan saja sayang agar aku tidak mempermalukan dirimu setelah aku banyak belajar tentang duniamu."
"Tidurlah sayang, ini sudah malam." Tuan Reno mengecup bibir istrinya lalu memeluk tubuh itu seraya memejamkan matanya.
...----------------...
Miss Ika mulai melanjutkan pelajaran kedua untuk Naura dalam memperkenalkan apa itu table manner.
Table manner merupakan prinsip umum yang berlangsung selama acara makan.
"Sekarang kita mulai pelajaran kita, apakah kamu sudah siap Naura?"
"Siap Miss, silahkan dilanjutkan!" Ujar Naura sambil memperhatikan peralatan makan yang ada di hadapannya.
"Mulai dari makan disajikan secara berurutan, dari appetizer hingga dessert, termasuk bagaimana cara kita menyantap makanan tersebut ditambah dengan kelengkapan dari table setting-nya," jelas Miss Ika.
"Bagaimana cara kita duduk dan menaruh napkin (serbet)nantinya. Itu kan table manner," sambungnya.
Ada sejumlah aturan table manner yang harus diterapkan agar jamuan resmi berjalan dengan lancar. Aturan tersebut meliputi cara makan hingga etika berbicara. Selengkapnya, kita simak aturan table manner berikut ini." Miss Ika mengarahkan proyektor dari power point yang sudah ia rangkum untuk Naura.
"Ada dua puluh poin yang kamu perhatikan saat perjamuan makan malam dalam table manner yaitu,
Pahami jenis restoran, gunakan pakaian rapi dan sopan, ketahui penggunaan alat makan, minta rekomendasi pada pelayan, pahami topik pembicaraan lawan, pakai serbet, potong makanan menjadi dua bagian, jangan langsung makan sekaligus, jangan tiup makanan dan tunggu sampai dingin.
"Kenapa kita tidak langsung praktekan dulu, ini banyak sekali poin yang harus saya pelajari, apakah saya bisa ingat pelajaran sebanyak ini?" Keluh Naura saat melihat banyak poin yang membingungkan itu.
"Kita belajar teorinya, pahami dulu isinya baru kita bisa praktekan jadi teori dan praktek akan lebih imbang saat kamu sudah dihadapkan dengan perjamuan makan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Sekarang kita teruskan teori selanjutnya. Sendok menuju mulut, sendok sup dari dalam, jangan mengecap saat makan, hindari membuat suara bising dari sendok ke piring, jangan menelepon, tutup mulut saat menggunakan tusuk gigi, tutup mulut saat minum wine bagi yang suka, panggil pramusaji bila menumbuhkan sesuatu, hindari membawa anak kecil, jangan bawa kebiasaan makan di rumah, biarkan piring tetap berada di atas meja setelah selesai makan dan terakhir ucap terimakasih pada tuan rumah yang mengundang kalian makan." Terang Miss Ika membuat Naura makin pusing.