Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
65. Ujian


__ADS_3

Setelah menempuh pendidikan selama empat tahun, kini Naura siap menghadapi ujian skripsi yang akan menguras otaknya.


Tuan Reno yang sedari tadi menunggu istrinya yang sedang berlatih bicara di depan kaca sambil presentasi powerpoint skripsi yang sudah dibuatnya.


Sudah tiga kali Naura hanya mengulangi materi yang sama dengan perasaan gelisah. Akhirnya rasa ngantuk datang menyapa mata indahnya, membuatnya langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk itu.


"Jangan tidur sayang! aku dari tadi menunggumu belajar skripsi mu." Ujar Tuan Reno membujuk istrinya lembut.


"Mas Reno, aku sangat lelah sayang, besok aku harus mengikuti sidang skripsi." Ucap Naura sambil menguap beberapa kali.


Ibu satu putra ini tidak ingin melayani suaminya malam ini, walaupun Tuan Reno merayunya dengan banyak cara.


"Aku tidak akan mengganggumu sayang, aku hanya ingin memelukmu saja." Ucap Tuan Reno sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh jenjang milik istrinya.


"Tapi tangannya ke mana-mana, aku nggak bisa tidur kalau begini caranya." Manik Naura terlihat sangat lelah dan juga sangat berat.


Ucapan Naura sudah nggak jelas, ia lalu benar-benar menutup matanya, agar otaknya yang dari tadi berpesta pora dengan skripsi yang dibacanya tersimpan semua dengan rapi.


Melihat wajah istrinya yang kelelahan membuat Tuan Reno tidak tega lagi menganggu Naura. Ia pun ikut memejamkan matanya menyusul mimpi indah milik sang istri.


...----------------...


Naura berangkat lebih pagi ke kampusnya. Tuan Reno hanya mengantarnya dan memberikan nasehat serta doa terbaiknya untuk wanitanya. Ia kemudian mengecup lembut bibir istrinya.


"Sayang, nanti kalau sudah giliran kamu, baca doa syahidul istighfar dan baca selawat tiga kali setelah itu sampaikan hajatmu pada Allah, insya Allah, semoga kamu bisa melaluinya dengan mudah." Ucap Tuan Reno lalu mencium lembut bibir sensual Naura.


"Terimakasih suamiku tersayang, atas doa dan nasehatnya. Nanti tidak usah menjemputku karena aku ingin makan bersama teman-temanku setelah sidang skripsi." Ucap Naura lalu mencium tangan suaminya dengan takzim.


Tuan Reno meneruskan perjalanannya menuju perusahaannya. Sedangkan Naura langsung menuju ruang sidang, di mana teman-temannya sudah berkumpul.


"Naura, gimana kamu sudah siap belum?" Tanya Desy yang kelihatan sudah setress duluan.


"Belajarnya sudah, doanya juga, sisanya tinggal mental saja." Jawab Naura santai.


"Kalau kamu sih, otakmu sudah terlatih, tinggal di perintah dengan pertanyaan langsung meluncur sendiri tanpa mikir. Mulut loe kalau jawab pertanyaan sudah kaya robot." Timpal Dita yang selalu memuji kecerdasan Naura karena gadis ini lebih cerdas saat ini atas usaha kerasnya ingin memberikan yang terbaik untuk sang suami.


Tidak lama kemudian, para dosen penguji memasuki ruangan sidang. Peserta sidang ikut masuk dan menduduki tempat mereka masing-masing.


Naura hanya berzikir, karena dirinya sudah mempersiapkan sidang ini jauh-jauh hari.

__ADS_1


"Semoga kita semua mendapatkan nilai A." Ucap si Ucok dengan logat Bataknya.


Tidak lama, nama Naura dipanggil oleh dosen yang merupakan dosen pembimbingnya sendiri.


"Sudah siap Naura?" Tanya pak Khoir saat Naura berdiri dengan tenang dengan tetap fokus ke layar in fokus menayangkan setiap slide presentasi skripsinya.


Naura menjelaskan dari bab satu sampai dengan bab lima, kemudian menyampaikan kesimpulan dari hasil penelitiannya.


Pertanyaan selanjutnya dari dosen penguji seputar penelitian Naura . Naura menerangkan tiap detailnya dengan sangat kompeten dan empiris.


Para dosen penguji yang terdiri dari lima orang, puas dengan jawaban yang diberikan oleh Naura.


"Sangat bagus Naura , kami puas dengan jawaban hasil penelitian mu." Ucap dekan fakultas di mana Naura bernaung saat ini.


Naura menarik nafas lega ketika sudah menyelesaikan skripsinya. Ia kemudian keluar dari ruang sidang dan menghubungi suaminya atas kesuksesannya hari ini. Ia hanya sedang menunggu nilai skripsinya yang sebentar lagi akan dibagikan oleh dosen penguji.


"Hallo, assalamualaikum mas Reno!" Sapa Naura dengan senyum tersungging di bibirnya yang tipis itu.


"Waalaikumuslam istriku sayang!" Balas Tuan Reno yang menghentikan kegiatannya dan fokus dengan obrolannya bersama sang istri tercinta.


"Alhamdulillah mas Reno, aku sudah menyelesaikan ujian skripsi aku dengan baik dan lancar." Ucapnya dengan wajah berseri.


"Jangan dulu mas! aku mau pesta sama teman-teman di kantin kampus." Naura sekaligus minta izin pada suaminya.


"Berarti nanti malam giliran aku yang akan pesta denganmu di kasur." Tuan Reno menggoda istrinya.


"Sayang, sampai nanti ya, bye love you." Naura menghindari ocehan suaminya yang menjurus ke arah yang lain.


Tuan Reno terkekeh dengan tingkah istrinya yang sengaja menghindari godaan darinya.


"Kamu membuat aku jadi makin kangen sayang, kita lihat saja nanti karena urusan kita belum selesai." Tuan Reno tersenyum penuh arti.


Tidak lama kemudian, pengumuman nilai untuk hasil ujian sidang skripsi telah di mulai.


Para peserta sidang menunggu dengan hati cemas karena hasil akhir ini menentukan kesempurnaan mereka menyelesaikan semua mata kuliah dan lulus dengan hasil yang memuaskan.


Nama Naura yang dipanggil pertama kali.


"Naura Aulya dengan nilai A yaitu 4.00." Ucap Kaprodi fakultasnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, terimakasih pak." Ucap Naura mengambil amplop di tangan dosennya.


Semuanya mendapatkan hasil yang tidak seimbang. Tapi mereka semuanya lulus dalam sidang skripsi hari ini.


Sesuai janji Naura , mereka merayakan keberhasilan dengan pesta di kantin kampus. Naura yang mentraktir teman-temannya yang hari ini ikut sidang skripsi bersamanya.


Di tempat yang berbeda, Tuan Reno bersama dengan relasi perusahaannya sedang makan siang bersama. Mereka terdiri dari lima orang yang saat ini sedang bersama Tuan Reno menikmati makan siang mereka di restoran yang tidak jauh dari perusahaannya.


Ada seorang temannya Tuan Reno yang sengaja mengajukan pertanyaan Tuan Reno tentang anak.


"Tuan Reno, berapa anakmu saat ini?" Tanya Tuan Gilang.


"Aku sudah dikaruniai satu putra Tuan Gilang, mohon doanya agar kami diberi kepercayaan lagi untuk mendapatkan momongan lagi.


"Sudah berapa tahun anda menikah?" Tanya Tuan Desta


"Sudah enam tahun."


"Mengapa anda hanya bertahan dengan satu istri, kalau anda hanya dikaruniai satu anak saja. Saya sarankan pengusaha hebat seperti kita ini setidaknya memiliki tiga istri. Satu istri sah dan dua istri simpanan." Ucap Tuan Ivan sambil terkekeh.


"Iya Tuan Reno, diantara kita berlima ini, hanya kamu yang terlalu setia dengan satu wanita, aku sangat menyayangkan itu, apa lagi orang setampanmu bisa mendapatkan wanita manapun dengan model apapun yang kamu mau, pasti ada Tuan Reno ." Ujar Tuan Rama.


"Terimakasih kasih atas tawarannya teman-teman, aku lebih memilih setia dengan satu istri sudah cukup bagiku. Lagi pula istriku masih muda, usianya sekarang baru 26 tahun. Dan hari ini dia baru menyabet gelar Sarjana strata satu.


Istriku sangat cantik dan cerdas dan juga sangat mulia hatinya. Seluruh keluargaku sangat menyukainya, ditambah lagi istriku dari keluarga ningrat.


Tidak ada yang bisa menggantikan tempatnya di hatiku Tuan-tuan." Ucap Tuan Reno yang menolak untuk melakukan poligami kepada istrinya.


"Itu pilihanmu Tuan Reno, lagi pula kami hanya menawarkan saja tidak memaksamu, siapa tahu kalau suatu saat kamu berminat, kamu bisa menghubungi kami dan kami akan siap membantumu menjodohkanmu dengan setiap wanita yang sesuai dengan kriteria dirimu." Ujar Tuan Rama.


"Ini Tuan Reno , coba anda lihat gadis-gadis muda ini. Mungkin kamu suka diantara mereka." Ujar Tuan Rama seraya menyerahkan ponselnya dengan memperlihatkan beberapa wanita yang ada di dalam galery fotonya.


Untuk menghargai teman-temannya, Tuan Reno melihat wanita-wanita cantik tersebut.


Tuan Reno begitu geram ketika melihat banyak foto gadis dengan berpose hanya menggunakan bikini.


Wajahnya sangat merah menahan amarahnya. Ia kemudian mengembalikan ponsel temannya itu lalu mengatakan sesuatu membuat keempatnya tidak bisa berkutik.


"Mereka memang cantik dan sangat cantik, mungkin semua yang ada didalam sini, sudah kalian tiduri dan kalian ingin memberikannya kepadaku. Aku tidak pernah memakai sampah daur ulang. Mohon maaf, aku permisi karena harus menjemput istriku di kampusnya." Ucap Tuan Reno lalu meninggalkan restoran itu dengan hati kesal.

__ADS_1


__ADS_2