Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
79. TEWAS


__ADS_3

Tuan Reno memanggil istrinya yang berada di dalam mobil, sedang menunggunya membeli sup buah. Karena pintu mobil tertutup rapat ditambah alunan musik slow rock membuat Naura sedikitpun tidak mendengar panggilan suaminya.


Gadis ini sedang merebahkan tubuhnya di sandaran kursi jok mobil karena kelelahan. Melihat Tuan Reno yang sedang berteriak, rupanya ada seorang pengendara sepeda motor besar itu, ingin menghentikan aksi seorang pengendara mobil sedan Honda jazz yang ingin menabrak mobil mewah milik Tuan Reno yang terparkir di tepi jalan raya tersebut.


Dengan menghadang mobil itu yang tinggal tiga meter lagi dari mobil Tuan Reno, membuat pengendara mobil itu membanting setir mobilnya ke kanan untuk menghindari motor itu, namun sayang mobil itu harus menggilas motor dan pengendaranya karena sudah terlalu dekat jaraknya membuatnya sulit untuk mengendalikan kendaraannya.


Tuan Reno segera berlari menghampiri istrinya dan menggedor kaca mobilnya agar Naura segera bangun. Naura yang sangat kaget langsung membuka pintu mobil itu.


"Sayang, Alhamdulillah ya Allah!"


Tangis Tuan Reno sambil memeluk istrinya.


"Ada apa sayang? Ya Allah, ada kecelakaan tabrakan di belakang mobil kita mas." Ujar Naura panik saat melihat kerumunan orang-orang dibelakang mobilnya melalui kaca spion.


Para warga berusaha mengeluarkan pengendara motor itu dari bawah mobil. Sedangkan yang lainnya mengamankan pengendara mobil sedan merah itu.


"Oh, jadi cewek cantik ini yang bawa mobil?" Baru belajar bawa mobil ya Mbak?" Tanya warga yang sangat geram dengan ulah Maya.


Tidak lama polisi dan mobil ambulans datang ke lokasi TKP atas laporan Tuan Reno. Polisi segera mengamankan sang sopir dan petugas medis membantu korban kecelakaan lantas tersebut.


Tuan Reno meminta Naura tenang sebentar agar ia bisa melihat pengendara motor yang sudah menyelamatkan istrinya dari maut itu.


"Mas Reno, aku ikut!"


"Sayang, itu banyak orang yang menonton, nanti mereka bisa menyenggol perutmu." Cegah Tuan Reno.


"Kata mas Reno, orang itu yang menyelamatkan aku. Aku ingin melihat keadaannya."


"Baiklah. Hati-hati sayang! Tetap di sampingku!"


"Hmm!"


Keduanya menghampiri korban itu dan betapa kagetnya mereka ketika melihat korbannya yang ternyata adalah Dandy dan lebih syok lagi ternyata penabraknya adalah Maya.


"Mas Dandy!" Pekik Naura memanggil nama mantan suaminya itu.


Begitu juga Maya yang menangis histeris karena sudah menabrak partner ranjangnya sendiri. Namun ia tidak bisa mendekati Dandy karena dirinya sendiri langsung dibekuk oleh petugas polisi untuk di bawa ke kantor polres setempat.


"Dasar lelaki bodoh! Rupanya masih ada cintamu yang besar pada mantan istrimu itu. Apapun yang aku berikan kepadamu tidak mampu membuatmu lupa pada pesona seorang Naura.


Bibirmu berkata benci padanya tapi hatimu bertolak belakang dengan perasaanmu padanya. Kau pantas mati Dandy. Itulah sebabnya mengapa aku menolak menikah denganmu karena kamu tidak memiliki perasaan cinta sedikitpun padaku tapi yang butuhkan hanyalah tubuhku saja." Batin Maya yang sudah berada di dalam mobil polisi.

__ADS_1


"Maaf pak! Apakah dia masih hidup?" Tanya Tuan Reno saat tubuh Dandy sudah berada di dalam mobil ambulans.


"Masih. Tapi, detak jantungnya makin melemah. Sepertinya korban tidak bisa bertahan tuan." Ujar petugas ambulans itu.


"Baik, kami akan mengikuti mobil ambulans ke rumah sakit." Ucap Tuan Reno lalu segera mengajak istrinya.


Mobil mereka sudah beriringan dengan mobil ambulans. Naura hanya bisa menangis saat suaminya menceritakan kembali kronologi peristiwa sebelum kecelakaan itu terjadi.


"Sayang! Aku tidak tahu kalau yang bawa motor itu adalah Dandy karena ia memakai helm tertutup." Ujar Tuan Reno usai menceritakan kejadian tabrakan itu.


"Kenapa Maya masih mengincarku? Kenapa Dandy mau melindungi aku? Ini membuat aku makin bingung dengan ulah mereka."


"Biar nanti kita bisa tanyakan pada keduanya. Tolong tenangkan hatimu sayang!"


...----------------...


Di ruang IGD, Dandy menyebut nama Naura. Dokter yang mengerti atas permohonan terakhir sang pasien memanggil keluarga pasien yang sedang berada di depan ruang IGD tersebut.


Naura dan Tuan Reno masuk bersamaan. Keduanya saling menautkan tangan mereka dan berdiri di samping brangkar Dandy.


"Naura!" Panggil Dandy dengan suara tersendat.


"Aku masih mencintaimu sampai saat ini. Aku rela mati demi melindungimu dari wanita terkutuk itu.


PENYESALAN TERDALAM KU ADALAH MENGKHIANATI WANITA SELEMBUT DIRIMU. MAAFKAN AKU NAURA! MASIH ADA CINTAKU UNTUKMU DI BALIK PENGKHIANATAN KU." Ucap Dandy lalu meregang nyawa.


Deggggg..


"Innalilahi wa innailaihi rojiuun!" Ucap pasutri ini secara bersamaan.


"Selamat jalan mas Dandy! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mu karena telah mengorbankan dirimu telah menolong aku dan bayiku." Ucap Naura lirih.


"Terimakasih Dandy! Walaupun kau adalah pria breng*ek, tapi aku tidak pernah melupakan kebaikanmu hari ini. Hanya Allah yang akan yang tahu ketulusanmu pada keluargaku." Ucap Tuan Reno lalu mengajak istrinya meninggalkan ruang IGD tersebut.


"Apakah kamu sangat sedih sayang?"


"Entahlah! Yang jelas mereka sudah membayar perbuatan mereka kepada kita."


Baru beberapa langkah berjalan, Naura merasa kontraksi hebat pada perutnya. Langkahnya menjadi kaku dengan menahan pinggang yang hampir mau patah.


"Mas Reno, perutku!" Pekik Naura sambil meringis.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Apakah kamu mau melahirkan?"


"Seperti begitu!"


Tuan Reno langsung menggendong istrinya menuju ruang bersalin. Ia meminta tolong satpam untuk mengambil kursi roda untuk istrinya. Dalam beberapa menit Naura sudah masuk ke ruang bersalin bersama suaminya.


Dokter Riri melihat jalan lahir Naura yang sudah siap untuk melahirkan.


"Nona Naura!"


"Iya dokter!"


"Ikuti instruksi dariku, baru kamu mengejan!"


"Iya dokter! Cepatan, ini sangat sakit." Ujar Naura sambil memegang pegangan besi brangkar sekuat mungkin.


Dalam hitungan ketiga Naura berusaha mendorong kuat bayinya, namun gagal karena kehabisan nafas.


"Ambil nafas yang dalam, lalu dorong lagi yang lebih kuat, nona Naura!" Titah dokter Riri dengan nafasnya ikut-ikutan tersengal.


"Siap dokter!"


Ujar Naura sambil menahan sakit yang luar biasa pada perutnya.


Tuan Reno terus saja berdoa agar istrinya bisa melahirkan dengan lancar.


"Kamu pasti bisa sayang, ayo jangan menyerah!" Tuan Reno memberi dukungan kepada istrinya.


Dalam hitungan ketiga Naura mengeluarkan sisa tenaganya untuk bisa menyelamatkan bayinya dari rahimnya.


"Allahuakbar!" Pekik Naura sambil mengejan sekuat tenaga hingga akhirnya bayi berjenis kelamin perempuan itu bisa menghirup udara segar di dunia.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah!" Ucap Tuan Reno merasa haru melihat perjuangan istrinya.


Ia mencium pipi mulus Naura yang sudah bercampur peluh itu dengan lembut. Rina bahagia yang terpancar di wajahnya karena sangat bangga pada sang istri.


Suara tangisan itu memekkan telinga orang yang berada di ruang bersalin itu. Dokter meletakkan bayinya Naura di atas dada ibunya untuk mencari sumber makanannya sendiri.


Karena putrinya agak sulit menggapai put*Ng ibunya membuat Tuan Reno gemas.


Tuan Reno membantu mengarah mulut bayinya agar bisa menyesap biji kenyal coklat itu.

__ADS_1


__ADS_2