
Naura dan Tuan Reno sudah berada di apartemen mereka di Jakarta. Naura begitu senang bisa menempati lagi apartemen itu setelah cukup lama ia tinggalkan karena sempat menginap di apartemen itu saat menunggu proses perceraiannya dengan tuan Dandy.
"Sekarang apartemen ini milikmu nyonya Reno!" Ucap Tuan Reno seraya membuka pintu kamar apartemennya untuk istrinya Naura.
Naura memasuki apartemen itu dengan mengucapkan basmalah diikuti salam.
"Apakah aku boleh mengurus apartemen ini?"
"Lakukan apapun yang kamu suka sayang!" Tapi aku ingin kita bercinta dulu sayang, sebelum kamu melakukan apapun.
Naura sebenarnya agak sedikit malas, melayani suaminya, tapi ia pun tidak tega untuk menolaknya karena ia mulai trauma dengan pernikahan sebelumnya yang sering menolak tuan Dandy untuk melakukan hubungan intim.
Keduanya kembali bergelut dengan gelombang kenikmatan untuk mencapai kepuasan bersama.
Usai melakukannya setelah memakan waktu hampir dua jam berlomba mencari kesenangan, keduanya menyerah dan kembali duduk saling berpelukan dengan tubuh polos mereka.
"Apakah kamu tidak lelah sayang?" Setiap setiap kali mendapat kesempatan untuk bercinta denganku?" Tanya Naura sambil mengusap bulir halus pada dada bidang suaminya.
"Tubuhmu membuatku ketagihan sayang dan milikmu yang selalu membuatku tidak ingin berhenti melakukannya." Ucap Tuan Reno sambil memainkan milik istrinya membuat Naura kembali Mendes*h.
"Sayang!" Sudah, aku sudah capek." Pinta Naura manja karena sudah benar-benar lelah.
"Baiklah kalau begitu kita mandi sayang, setelah itu kita makan di luar, kamu jangan dulu masak!" Titah Tuan Reno lalu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
"Ini mandinya bakalan lama kalau dilakukan berdua." Batin Naura lalu berdiri di bawah shower sambil mengguyur tubuhnya dengan air hangat.
Tuan Reno sengaja memindahkan air ke suhu yang lebih dingin membuat Naura memekik spontan memeluk tubuh suaminya.
"Mas!" Airnya dingin!" Gerutunya lalu mengigit lengan suaminya.
"Makanya kalau mandi jangan berjauhan!" Ucap Tuan Reno cuek.
"Kalau pelukan itu namanya bercinta, bukan mandi." Naura terlihat kesal.
"Mumpung tubuh kita masih polos sayang, kan bisa melakukannya lagi." Ledek Reno membuat Naura menatap wajah suaminya dalam guyuran air shower yang kembali hangat.
__ADS_1
"Lagi?" Tanya Naura kesal.
"Hooh!" Sahut Tuan Reno makin menggoda istrinya.
Percintaan panas itu kembali terjadi di dalam sana, hingga waktu mandi mereka menjadi lebih lama.
...----------------...
Tuan Reno dan Naura mendatangi restoran mewah yang menjadi tempat pertemuan makan malam pertama mereka. Pasangan ini menikmati makanan mereka sambil bicara hal-hal yang menarik mengenai masa depan rumah tangga mereka.
Baru saja menyelesaikan makan malamnya, beberapa wartawan tiba-tiba mendekati keduanya, entah dari mana datangnya.
"Selamat malam Tuan Reno, nyonya Naura!" Sapa wartawan sambil membidikkan kamera mereka ke arah pasangan pengantin baru ini.
Yang membuat Tuan Reno kesal salah satu wartawan dari media televisi swasta, melakukan siaran langsung dengan kata-kata yang menyulut emosi Tuan Reno.
"Ternyata tuduhan publik atas perselingkuhan yang selama ini dilakukan pasangan Tuan Reno dan nona Naura benar adanya.
Terbukti, kini keduanya tertangkap basah oleh kamera kami sedang menikmati makan malam di salah satu restoran mewah yang ada di pusat kota Jakarta." Ucap reporter tersebut secara gamblang sambil meminta kameraman melakukan tugasnya untuk mengambil gambar pasangan pengantin baru itu.
"Hei!" Matikan kameramu!" Apa-apaan kalian ini?" Bentak Tuan Reno sambil mendekati wartawan untuk merebut kamera itu dari wartawan.
Adu mulut mulai terjadi. Naura yang tidak suka dirinya direndahkan sedemikian rupa dengan menyebutnya sebagai pelakor, ikut menghadang wartawan dengan menatap wajah para wartawan itu dengan tatapan membunuh.
"Apakah begini cara kalian mencari makan untuk keluarga kalian dengan memfitnah orang lain?" Tanya Naura terlihat elegan dengan ucapan yang cukup keras tapi tidak memperlihatkan emosinya sedikitpun.
Wartawan mulai tertarik dengan dengan wanita cantik ini seperti Barbie hidup.
"Tidak bisakah kalian lebih santun untuk meminta klarifikasi kepada kami tanpa memuat berita murahan seperti itu?" Sambung Naura lagi.
"Iya nona Naura, tolong maafkan kami!" Tapi kami butuh penjelasan tentang hubungan kalian berdua yang diklaim sebagai pasangan selingkuh." Ucap salah satu wartawan dengan tetap menjaga jarak antara Naura dan dirinya.
Naura menunjukkan jari manisnya dan juga meminta suaminya untuk menunjukkan cincin pernikahan mereka.
"Kami sudah menikah secara sah di kantor agama di kota kelahiran ku. Silakan kalian mengkonfirmasi sendiri kebenarannya atas pernyataan ku.
__ADS_1
Bekerjalah secara profesional jika ingin memuat berita yang berkualitas, bukan untuk menjatuhkan reputasi seseorang karena mulut besarnya kalian akan menggulingkan perusahaan suamiku dan itu akan berimbas juga kepada para staffnya.
"Apakah kalian siap bertanggungjawab atas kelangsungan hidup keluarga mereka?" Jika perusahaan suamiku bangkrut karena ulah kalian yang memuat berita memalukan media kalian sendiri?"
Bagaimana kalau kami menuntut balik media kalian dengan laporan pencernaan nama baik?" Apakah kalian sanggup menghadapi hukum dengan denda sekian ratus juta yang tidak sebanding dengan gaji kalian yang penuh dengan resiko?" Tanya Naura dengan suara lantang membuat semua pemburu berita itu diam tak berkutik dengan tetap mengarahkan mikrofon dan kamera mereka ke arah pasangan pengantin baru ini.
Tuan Reno tercengang melihat keberanian Naura menghadapi wartawan dengan caranya yang begitu cerdas dan elegan.
"Hahh?" Apakah ini istriku Naura yang sedang bicara saat ini?" Bagaimana mungkin dia bisa membungkam para wartawan ini dengan ucapannya yang mematikan, padahal aku belum merekomendasikan seorang guru pun untuk mengajarkan etika padanya." Batin Tuan Reno penuh rasa kagum pada istrinya.
"Kamu sudah menunjukkan siapa dirimu Nyonya Reno." lirih Tuan Reno lalu merangkul pinggang istrinya sambil memperlihatkan video pernikahan mereka melalui ponselnya untuk menguatkan pernyataan istrinya agar tidak dituduh pembohong oleh wartawan.
Keduanya pamit pulang kepada wartawan setelah melakukan klarifikasi hubungan mereka ke awak media.
"Selamat atas pernikahannya Tuan Reno dan nyonya Naura. Semoga menua bersama." Ucap beberapa wartawan dengan ucapan kebahagiaan yang berbeda.
Pasangan ini masuk ke mobil mereka dan salah satu kameraman menutup pintu mobil Tuan Reno dengan mengucapkan selamat jalan.
Setibanya di apartemen. Tuan Reno menarik lengan istrinya saat Naura hendak masuk ke kamar ganti.
"Sayang!" Terimakasih!"
Malam ini kamu sangat hebat. Sudah melakukan hal yang luar biasa dengan pemilihan kata-kata yang sangat bermakna dengan bahasa yang sederhana.
Namun, tepat pada sasaran untuk menekan lawan bicara sehebat wartawan itu." Puji Tuan Reno pada Naura yang sedang menatapnya lekat.
"Apakah aku tidak terlihat kampungan lagi mas Reno?" Dengan ucapan spontan ku?"
Tuan Reno menggeleng kepalanya." Tidak sedikitpun!"
"Aku hanya menyampaikan apa yang ada di dalam pikiranku saja dengan melihat situasi yang makin mendesak ku, untuk melakukan sesuatu dalam menyelamatkan reputasi mu sebagai suamiku." Ucap Naura tulus.
"Hal spontan yang terlahir dari pemikiran jernih akan terdengar tulus bagi para pendengarnya, seperti yang kamu lakukan malam ini, sayang." Ucap Tuan Reno lalu mengecup bibirnya Naura.
"Apakah kamu ingin bercinta lagi mas Reno?" Tanya Naura yang merasakan hawa panas dari nafas suaminya yang sudah tidak biasa.
__ADS_1
"Iya sayang aku menginginkanmu lagi!" Tangan Reno sudah mulai mencari tempat lembut yang yang akan memanjakan miliknya di bawah sana.