
Tuan Dandy dan Maya sedang merayakan kemenangan mereka setelah menjatuhkan reputasi Tuan Reno dan menjadikan Naura sebagai pelakor.
"Aku ingin melihat bagaimana reputasi mantan suamiku hancur dan semua perusahaan miliknya bangkrut.
Aku ingin dia mengemis kepadaku untuk menolongnya mengembalikan lagi perusahaannya tetap berdiri kokoh.
Pasti kamu akan membutuhkan aku sayang, karena kamu tidak akan berdaya tanpa kekayaan keluargaku, walaupun kami tidak sekaya dirimu, tapi kedua orangtuaku sangat pintar melobi musuh-musuh perusahaanmu." Batin Maya.
Gadis ini terlihat sudah mulai bosan dengan Dandy yang hanya menginginkan tubuh dan uangnya saja.
Sementara perasaan Dandy berbeda dengan yang dirasakan oleh Maya saat ini. Ia ingin kembali rujuk dengan Naura karena masih mencintai gadis itu walaupun Naura masih di anggapnya kampungan dan membuatnya enggan membawa Naura ke acara-acara formal.
"Naura!" Aku ingin kamu lebih banyak belajar etika menjadi seorang istri pejabat dengan begitu kamu akan menaikkan elektabilitas ku sebagai seorang pejabat publik.
Aku tahu kamu masih mencintaiku dan memilih selingkuh dengan Tuan Reno sebagai ajang balas dendam kalian berdua kepada kami" Batin Tuan Dandy.
Sementara di Solo, kedua orangtuanya Naura habis-habisan dicecar oleh tetangga yang terus menghina keluarga itu.
Beruntunglah mereka tinggal di rumah besar pemberian Tuan Reno sehingga gerbang utama di gembok rapat dan di jaga oleh anak buahnya Reno agar keluarga itu tetap aman.
Para petani yang bekerja dengan pak Indarto nampak santai karena sudah mengetahui kalau putri majikan mereka sudah menikah secara resmi di kantor agama setempat.
Pak RT dan pak RW akhirnya turun tangan mengamankan warga dengan mengumumkan bahwa Naura dan Tuan Reno sudah menikah secara resmi di kantor agama, hanya belum bisa dipublikasikan karena keduanya sedang menunggu perhelatan besar pernikahan yang akan di adakan sekitar dua bulan lagi.
"Welaah!" Dasar pelit!" Nikahnya saja diam-diam karena dapat menantu kaya." Celetuk salah satu mantan tetangga Naura yang sangat iri dengan keberuntungan gadis itu.
Keluarga Naura nampak tenang menjalani aktivitas mereka di dalam rumah karena perangkat desa sudah menangani kericuhan warga yang menganggap Naura akan membawa sial kampung ini karena sudah kumpul kebo dengan tunangannya Tuan Reno.
"Welah ayah!" Putri kita sudah seperti selebriti, jadi tranding topik di setiap media. Beruntunglah menantu kita cerdas mau menikahi putri kita terlebih dahulu, sebelum di ajak ke manapun.
Mesranyaaaa... !" Jadi kepingin muda lagi aku to Yah." Ucap ibu Naura sambil cekikikan sendiri.
Di resort Bali, Tuan Reno tampak bahagia melihat istrinya sama sekali tidak terpengaruh dengan berita mereka.
"Apakah kamu tidak merasa terganggu dengan berita itu sayang?" Tanya Tuan Reno yang sedang tidur di pangkuan istrinya.
__ADS_1
"Untuk apa aku merasa terganggu kalau tuduhan mereka itu tidak mendasar. Biarkan saja mereka berpikir seperti apa yang mereka inginkan!" Aku lebih peduli dengan cinta kamu mas Reno." Ucap Naura tanpa beban.
"Benarkah?"
"Hooh!"
Naura mengangguk seperti anak kecil yang tidak mau dipusingkan dengan suatu hal kecuali itu sangat menganggu kenyamanannya.
Tuan Reno tersenyum melihat sikap Naura yang cuek. Ia akan bertindak jika ingin memastikan bahwa semuanya sesuai dengan kecurigaannya.
Seperti pertama kali mereka bertemu untuk menangkap basah pasangan mereka yang sedang berselingkuh.
"Baiklah sayang hari ini kita akan pulang ke Jakarta. Saat nanti masuk bandara pakailah masker dan topi lalu ikuti saja langkahku sampai kita bisa masuk ke pesawat dengan aman.
Jangan melakukan hal yang ceroboh karena akan ketahuan wartawan dan kita tidak bisa naik pesawat tepat waktu.
"Iya sayang!" Aku mengerti. Tapi menjadi bagian dari dirimu cukup melelahkan. Dulu orang tidak menganggap aku ada dan paling mereka hanya menggodaku dan berusaha mendekati aku.
Karena aku galak, mereka jadi sungkan. Sekarang aku harus mempersiapkan diriku menjadi nyonya Reno." Ucapnya sambil tersenyum sendiri.
"Sekarang kamu tahu posisimu sebagai nyonya Reno. Bersikaplah seperti wanita berkelas!" Pinta Reno lembut.
"Itu bukan menipu diri sendiri tapi lebih membantumu menemukan jati dirimu. Kamu harus berubah kalau ingin dihargai oleh orang lain.
Aku akan mengubah mu menjadi wanita berkelas. Jika dari dalam dirimu memiliki etika yang mampu mengendalikan sikap bar-bar mu itu, semua akan menghormatimu." Ujar Tuan Reno.
"Aku bukan orang yang gila hormat." Tukas Naura.
"Tapi itu menjadikanmu seperti wanita liar."
"Apakah kamu menganggap aku seperti itu?"
"Emang!"
"Apakah kamu menyesal menikahiku?"
__ADS_1
"Tidak!"
"Apakah karena kekurangan aku ini yang membuat mas Dandy mengurungku di rumah setiap kali aku ingin hadir di acara perjamuan negara?" Tanya Naura dengan suara lirih terkesan sedih.
Tuan Reno begitu tersentak mendengar penuturan Naura tentang hidupnya yang selama ini terkurung di sangkar emas.
Ia lalu bangkit dari pangkuan Naura dan menatap lekat wajah gadis itu yang berubah murung.
"Apakah selama ini kamu tidak pernah mengikuti kegiatan apapun yang berhubungan dengan pekerjaannya?" Selidik Reno.
"Dulu aku pernah menghadiri acara makan malam di restoran berkelas internasional di pusat kota Jakarta. Makan malam itu di adakan oleh salah satu pejabat yang lebih tinggi darinya.
Saat dihadapkan dengan meja makan yang penuh dengan berbagai alat makan yang begitu banyak di meja itu, membuatku cukup pusing untuk melakukannya.
Aku harus melihat beberapa istri sahabatnya memulainya duluan memotong daging stik sesuai dengan alur serat daging itu.
Karena tidak mengerti cara memotongnya daging itu malah mental ke minumannya. Itulah yang membuatnya sangat malu dengan tingkahku yang kampungan.
Mulai saat itu aku tidak pernah lagi diikut sertakan dalam acara apapun kecuali olah raga bersama di kantornya." Naura mengisahkan lagi bagaimana ia hidup berumah tangga dengan mantan suaminya Dandy.
"Tapi saat aku lihat kamu makan malam bersamaku kamu bisa melakukannya dengan baik."
"Aku harus membeli buku dan nonton video di salah satu konten YouTube bagaimana cara makan malam dengan peralatan yang begitu banyak di atas meja yang lebih di kenal dengan table manner.
Tapi, sekuat apapun aku berusaha untuk tampil lebih baik agar tidak mempermalukan dirinya, mas Dandy tidak pernah lagi memberiku kesempatan untuk membuktikan diri, bahwa aku pantas mendampinginya sebagai istri pejabat." Ungkap Naura sedih.
"Itu belum cukup Naura. Kamu harus lebih bekerja keras lagi untuk merubah kebiasaan burukmu untuk menjadi wanita anggun dan elegan.
Kamu sudah cantik, bahkan paling cantik. Tapi cantik saja tidak cukup kalau kamu tidak memiliki karakter." Imbuh Tuan Reno.
"Karakter..?" Apa itu karakter?" Tanya Naura tidak mengerti walaupun ia pernah mendengarnya.
"Pembentukan karakter adalah sebuah proses yang dilakukan dalam pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai dasar karakter pada seseorang untuk membangun kepribadian tersebut, baik itu nilai karakter antara manusia dengan Tuhannya, nilai karakter yang harus ada terhadap sesama manusia, lingkungannya maupun nilai karakter itu sendiri." Ujar Tuan Reno dengan lugas.
"Apakah aku harus belajar semua itu untuk bisa menjadi wanita yang berkarakter?"
__ADS_1
"Iya sayang, jika kamu tidak merasa penting untuk dirimu, setidaknya lakukan itu demi aku. Kamu harus ikut les itu saat berada di Jakarta nanti.
Aku akan memanggil guru untuk mengajarimu di apartemen kita." Ujar Tuan Reno membuat Naura merasa diperhatikan dan dihargai bukan hanya bisa menuntut tapi perlunya untuk menuntun sesuatu yang keliru menjadi lebih baik.