
Berita yang menyangkut kehidupan pribadi putra pertama keluarga Tuan Syahrul Dwi cahyono pagi itu menjadi headline news di beberapa televisi yang menayangkan klarifikasi hubungan antara Tuan Reno dan Naura.
Klarifikasi tentang kesimpangsiuran berita yang sangat merugikan keduanya itu, akhirnya ditonton juga oleh nyonya Nunung dan Tuan Sahrul.
Nyonya Nunung tersenyum bangga pada menantunya Naura.
"Hebatnya 0 menantu kita ayah. Terlihat lugu tapi begitu tegas dan menakjubkan. Dia mampu menghentikan semua berita miring itu menjadi lebih transparan dengan mengancam balik wartawan dengan argumennya.
Dia tidak serta merta membela perusahaan keluarga ini, tapi yang dia pikirkan bagaimana nasib para karyawan jika perusahaan kita bangkrut.
Jawaban yang sangat diplomatis. Mencari sumber penyebab dari imbas kejahatan para pemburu berita yang mengejar penghasilan demi sebuah berita murahan, yaitu keluarga besar para staff perusahaan kita."
"Naura hanya casingnya saja mami terlihat urakan dan bar-bar tapi ia justru sangat cerdas secara intelektual, hanya saja kemiskinannya tidak bisa menolongnya menjadi seorang wanita hebat." Ucap Tuan Syahrul yang sudah melihat sendiri kehidupan besannya pak Indarto saat melamar Naura untuk putranya.
"Aku ingin menemui menantu kita ayah." Ucap nyonya Nunung lalu menghubungi putranya Tuan Reno.
Bukan hanya kebahagiaan yang dirasakan oleh nyonya Nunung dan suaminya, kedua orangtuanya Naura yang menyaksikan berita pagi itu ikut tercengang dan bangga dengan pernyataan putri mereka Naura yang begitu lugas dalam membela haknya sebagai wanita dan reputasi suaminya sebagai pengusaha.
"Wah, ayah putri kita bisa ada di televisi dan diwawancarai oleh para wartawan." Ucap ibu Naura bangga dan haru.
"Buk, Naura nikah sama putra konglomerat, jadi wajar jika wajahnya akan mondar-mandir dilayar kaca itu." Sahut pak Indarto dengan logat Jawanya yang kental.
"Kalau itu, ibu juga tahu ayah, tapi yang buat ibu bingung dia bisa bicara seperti itu, gimana caranya. selama ini omongannya yang ceplas-ceplos nggak karuan.
Sekarang bahasanya bisa sekeren itu bukankah itu menjadi suatu kebanggaan untuk kita ayah." Timpal ibu Naura.
"Yah kebetulan saja buk, karena sudah merasa terdesak." Ucap pak Indarto lalu meneruskan sarapannya.
Pak Indarto juga sangat bangga dengan tampilan putrinya yang begitu bersahaja saat berbicara tenang didepan para awak media. Sikapnya terlihat santun namun begitu tegas dan penuh penekanan.
__ADS_1
"Itu baru putri ayah." Puji pak Indarto dalam diamnya sambil tersenyum penuh arti.
Di Bali, rona merah dari wajah pasangan menyedihkan Maya dan tuan Dandy begitu terlihat menegang saat mengetahui kalau Naura dan Tuan Reno sudah resmi menikah secara agama.
"Sial!" Aku dikibuli oleh pasangan itu. Pantas keduanya terlihat tenang saat berciuman mesra di hadapanku ternyata mereka ke Bali untuk bulan madu." Umpat Dandy sambil mengepalkan kedua tangannya menahan geram.
"Bagaimana mungkin mereka sudah menikah padahal mereka baru merencanakan pernikahan mereka." Ucap Maya lirih.
"Apakah kamu sudah mengetahui kalau mereka akan menikah?" Bagaimana bisa kamu diam saja dan tidak mau memberitahuku, wanita bodoh." Semprot Dandy.
"Apa...?" Kamu mengatai aku wanita bodoh?" Hanya karena aku tidak memberi tahukan rencana pernikahan mereka, lantas apa peduliku dengan mereka.
Bukankah kita berdua sudah bercerai dengan mereka?" Untuk apa kita mau tahu urusan mereka yang tidak ada kaitannya lagi dengan kita mas Dandy." Timpal Maya kesal.
"Tapi setidaknya aku tidak dipermalukan oleh mantan suamimu itu. Aku bahkan dengan bodohnya menghina Naura dengan kata-kata kotor bahkan merendahkannya lebih rendah dari wanita simpanan mantan suamimu itu." Bentak tuan Dandy.
"Jangan katakan kepadaku kalau kamu masih mencintai mantan istrimu itu, Naura!" Maya meraih tengkuk Dandy dengan menekannya cukup keras membuat Dandy sedikit merasa sakit karena tekanan Gadis ini pada lehernya.
"Hmm!" Rayuan pulau kelapa. Emangnya gue nggak tahu apa akal bulus loe itu." Batin Maya merasa risih dengan gombalan maut tuan Dandy yang makin lama membuatnya muak.
Tapi satu hal yang membuat Maya tidak bisa lepas dari Dandy adalah lelaki itu mampu memuaskan dirinya di atas ranjang.
Dandy pintar bagaimana cara menaklukkan partner ranjangnya.
Rencana pelaksanaan pernikahan Tuan Reno dan Naura menjadi berita buruk bagi Dandy. Pejabat publik ini masih menyimpan cinta yang besar untuk Naura dan dia ingin menggagalkan rencana itu.
"Apa yang harus aku lakukan agar Naura kembali kepadaku?" Gumamnya dalam hati.
Begitu juga dengan Maya yang tidak rela pesta pernikahan meriah yang akan digelar oleh mantan suaminya Tuan Reno.
__ADS_1
...----------------...
Di apartemen Tuan Reno, nyonya Nunung tidak habis-habisnya memuji menantunya. Baginya kehadiran Naura merupakan anugrah terindah dalam keluarganya.
Tuan Reno membicarakan rencananya yang ingin memanggil guru privat untuk Naura yang harus banyak belajar tentang nilai etika dalam kehidupan high class seperti mereka.
Nyonya Susan mengerti akan kegelisahan putranya karena Naura perlu banyak dipermak untuk bisa bersanding dengan putranya terutama pernikahan mereka nanti yang akan di hadiri orang-orang penting dan hebat nantinya.
"Sayang!" Biarkan istrimu menjadi urusan mami, karena mami lebih paham dengan urusan wanita.
Naura hanya butuh dipoles saja karena ia punya talenta dasar yang lahir dari jiwanya yang tulus.
Mami ingin dia belajar dulu etika dan setelah itu dia harus kuliah lagi mengambil jurusan publik relation atau PR.
Publik speaking Naura sudah sangat bagus hanya perlu adanya pengolahan spritual dan intelektualnya yang lebih tajam dan terarah." Imbuh nyonya Nunung yang punya rencana besar untuk menantunya Naura.
"Terimakasih mami!"
Sekarang Reno sangat lega karena Naura berada ditangan yang tepat, yaitu mamiku yang tersayang." Ucap Reno lalu memeluk erat maminya.
"Huh dasar anak nakal!" Peluk maminya hanya ada maunya saja." Sungut nyonya Nunung pura-pura memasang wajah ngambek.
"Mami, mas Reno!" Makan siangnya sudah siap. Ayo kita makan sama-sama!" Ucap Naura lalu melepaskan celemek nya dari tubuhnya.
"Wah!" Kelihatannya enak nih!" Sepertinya kamu pintar masak ya sayang?" Puji nyonya Nunung.
"Iya mami!" Semoga mami tidak kecewa memilih Naura menjadi menantu mami sekarang." Canda Naura menggoda mertuanya.
"Naura!" Ternyata kamu orang yang supel kenapa bajingan itu malah merasa sangat malu memilikimu. Dasar lelaki bodoh!" Kau telah melepaskan orang yang paling berharga dalam hidupmu untukku." Gumam Tuan Reno membatin.
__ADS_1
"Sayang!" Makanlah!" Ucap Naura setelah melayani suaminya di meja makan.