Cinta Di Balik Pengkhianatan

Cinta Di Balik Pengkhianatan
9. Jangan Pergi!


__ADS_3

Tuan Reno membawa pulang Naura ke apartemen miliknya, ia tidak rela Naura terus dibully dan difitnah dengan keji oleh tuan Dandy, suami Naura.


"Apakah aku wanita yang buruk?" Aku sedikitpun tidak pernah keluar rumah kecuali dengan ijinnya, walaupun hanya ke supermarket dekat rumah.


Aku tidak memiliki teman dan bahkan tidak bermain dengan medsos apapun karena ingin membuktikan cintaku padanya begitu besar dan sangat takut jika dia tidak menyukai sesuatu yang aku lakukan walaupun itu adalah kebaikan.


Bahkan aku tidak begitu kenal dengan para tetanggaku kecuali arisan RT, itupun nggak boleh banyak ngomong pada orang lain.


Tapi mengapa dia tega mengkhianati ku, padahal aku selalu menjaga diriku dengan tetap merawat tubuhku agar tidak membuatnya malu.


Tapi sayang semua yang aku lakukan tidak begitu berdampak baik untuknya dan semuanya hanya angin lalu padanya." Naura mencurahkan semuanya kepada Tuan Reno yang mendengarnya dengan setia.


"Apakah sekarang kamu masih mempertahankan suami seperti itu?" Dengan memberinya lagi kesempatan setelah apa yang ia lakukan untukmu dengan mencelakai dirimu. Apa itu yang kamu harapkan dari dia, hmm?"


"Tapi kedua orangtuaku lebih mempercayai perkataannya daripada diriku dan itu sangat membuatku sesak."


"Biarlah waktu yang membuktikan semuanya, menantu seperti apa yang sangat mereka kagumi itu."


Tuan Reno merebahkan tubuhnya di sofa dan Naura terlihat bingung mau melakukan apa di dalam apartemen sebesar ini.


"Aku sudah memesan makanan untuk kita, kamu tunggu saja di sini dan jangan lakukan apapun karena kita baru tiba di Jakarta.


Aku sangat lelah, jika kamu mau tidur, kamu sudah tahu tempatmu di mana." Ucap Tuan Reno lalu memejamkan matanya.


Baru saja ia tidur, bel apartemennya berbunyi dan ia kembali bangkit untuk mengambil makanan yang diantar oleh go food itu.


"Terimakasih, ini untukmu!" Tuan Reno menyerahkan tip untuk Abang go food itu.

__ADS_1


"Naura!" Tolong siapkan makanan ini di meja makan, kita akan makan bersama." Tuan Reno membersihkan tangannya di wastafel yang dekat dengan meja makan dan Naura sudah menyiapkan dua piring untuk mereka berdua dengan beberapa lauk yang sudah ditempatkan di wadahnya masing-masing.


"Mulai besok, jangan lagi memesan makanan dari luar, biarkan aku memasak untuk kita, aku bosan tidak melakukan apapun di sini." Naura menyiapkan air dan mengambilkan nasi dan lauk untuk Tuan Reno.


"Makanlah selagi hangat dan jangan lupa baca doa." Senyumnya terlihat manis walaupun mata itu terlihat ada luka yang cukup besar yang begitu perih dirasakan gadis ini.


"Terimakasih Naura!" Kamu adalah istri idaman para pria sepertiku. Aku baru merasakan dilayani seorang wanita selain ibuku." Puji Tuan Reno sambil menyuapkan makanan ke mulutnya dengan tidak lupa membaca basmallah.


Keduanya menikmati makanan mereka tanpa ada obrolan berarti hanya sesekali mencuri pandang dan saling mengagumi wajah mereka masing-masing di dalam hati.


"Ternyata kamu sangat tampan, kenapa perempuan terkutuk itu bisa berpaling darimu?" Dasar perempuan bodoh!" Umpat Naura lalu membuang wajahnya ke arah jendela yang menyatu dengan pemandangan alam sekitar gedung-gedung kokoh yang berdiri megah di seberang jalan.


"Wanita secantik dirimu, hanya disia-siakan oleh lelaki bajingan itu dan memilih istriku yang tidak tahu malu itu." Batin Tuan Reno sambil menikmati pemandangan indah tepat didepannya kini.


Naura langsung merapikan peralatan makanan ke tempatnya usai makan malam berdua. Tuan Reno melihat betapa cekatan gadis itu dalam mengurus sesuatu. Semuanya terlihat bersih seperti semula.


...**************** ...


Keesokan harinya, Tuan Reno meminta anak buahnya untuk belanja pesanan Naura dengan berbagai jenis olahan daging mentah dan sayuran segar serta beberapa bumbu yang dibutuhkannya saat ini.


Bukan hanya itu saja ia juga memesan banyak bahan kue untuk mengisi waktu luangnya dengan bereksperimen menciptakan kue dan roti kesukaannya.


"Letakkan semua di situ Tuan Reno!" Biar aku yang akan merapikannya. Aku tidak butuh siapapun untuk mengatur semuanya sesuai tempatnya." Ucap Naura lalu memisahkan barang kering dan basah yang akan ia simpan di kitchen set dan kulkas.


Tuan Reno meninggalkan gadis itu untuk melakukan apa saja di dapur miliknya. Ia merasakan sesuatu yang sangat hidup di dalam rumah ini sejak kehadiran Naura dalam hidupnya.


Pria tampan ini nampak serius dengan pekerjaannya yang ada di laptop miliknya. Sementara Naura sudah rapi dengan barang belanjaan yang ia susun sesuai dengan kebutuhan yang akan ia gunakan setiap harinya.

__ADS_1


Kali ini, ia memasak soto Betawi, ayam goreng madu, perkedel kentang dan menu pelengkap lainnya dan di tambah dengan jus alpukat dan puding coklat dan cheese cake.


Tuan Reno yang mencium wangi masakan Naura mulai menggoda lidahnya ingin mencicipi masakan gadis itu.


Langkahnya terhenti saat melihat tatanan indah yang tersusun apik dengan jenis masakan yang berbeda tersaji di atas meja di lengkapi bunga tulip cantik dipadu Krisan putih menambah semarak di atas meja makan tersebut.


"Oh, Tuan Reno sudah datang?" Aku baru saja ingin memanggilmu. Silakan duduk!" Ucap Naura yang masih terlihat sangat rapi walaupun sudah memasak banyak untuk mereka.


"Kamu tidak usah memanggilku, mencium wangi masakan mu saja aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya." Ucap Tuan Reno yang melihat tangan lembut itu sedang melayaninya.


"Semoga Tuan Reno suka dengan masakan ku, karena hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu." Ucap Naura lalu duduk di tempatnya.


Tuan Reno mulai mencoba soto Betawi buatan Naura. Wajahnya terlihat cerah dengan senyum yang mengembang ketika merasakan kelezatan masakan Naura.


"Ini sangat lezat Naura!" Ternyata perkataan kamu benar bahwa kamu jago memasak." Ucap Tuan Reno memuji masakan Naura.


"Terimakasih Tuan Reno atas apresiasinya!" Ucap Naura lalu ikut menyicipi masakannya dan ternyata sangat pas di lidahnya.


Semua komposisi bumbu menyatu dengan daging dan kuah yang memperkaya rasa pada masakan itu.


"Istri sehebat ini, kenapa kamu sia-siakan bajingan." Tuan Reno tidak berhenti memaki tuan Dandy setelah menyadari betapa berharganya wanita yang ada di hadapannya saat ini..


Seperti paket lengkap yang dimiliki gadis ini walaupun dia bukan wanita karier ataupun perempuan yang memiliki segala gelar melalui perguruan tinggi manapun.


Dia hanya punya cinta untuk orang yang dia cintai melalui sentuhan masakannya. Dangan cintanya itulah pengkhianatan suaminya kini membunuh cinta dihatinya.


"Naura, aku tahu ini sangat dini untuk menyatakan perasaanku padamu. Naura, aku sangat mencintaimu, aku jatuh cinta padamu. Maukah kamu menikah denganku setelah kamu bercerai dari suamimu?" Tanya Tuan Reno hati-hati.

__ADS_1


Degggg....


__ADS_2