
"Apa yang ingin kamu pertahankan Naura, dari pernikahan yang sudah tidak bisa kamu selamatkan?" Katakan semua kepada keluargamu sekalipun kamu harus menanggung malu atas sindiran mereka, setidaknya hatimu tidak lagi tersiksa." Ucap Tuan Reno.
Naura menghela nafasnya yang terasa sesak. Apa yang dikatakan oleh Tuan Reno ada benarnya.
"Apakah aku sanggup menghadapi kepedihan dan rasa malu yang akan dirasakan oleh orangtuaku?" Tanya Naura lirih.
"Apakah kamu ingin orangtuamu mengetahui dari orang lain?"
"Aku yang akan menjelaskan sendiri kepada mereka." Sanggah Naura .
"Bagus!" Jangan terlalu banyak berpikir karena itu akan membuatmu mudah ditindas." Tegas Tuan Reno.
"Tapi, aku..aku tidak tahu cara mengembalikan uang yang sudah ia keluarkan untuk biaya kuliah dua adikku sedangkan aku sendiri tidak punya penghasilan." Sahut Andin.
"Biar itu menjadi urusanku, yang jelas kamu harus menggugat cerai suamimu!"
"Bagaimana caraku untuk menggantikan uangmu?"
"Usiamu masih muda, lebih baik kamu kuliah lagi dan kerja di perusahaanku setelah itu, kamu baru bisa melunasi hutangku." Ujar Tuan Reno.
"Itu terlalu lama, aku bukan tipikal gadis yang rajin belajar atau cerdas. Otakku hanya senang memasak makanya aku masuk SMK." Ujar Naura.
"Pendidikan tinggi untuk jurusan kuliner juga ada, itupun kalau kamu ingin merubah takdirmu karena dengan cara itu kamu bisa menyelamatkan harga dirimu sebagai seorang wanita." Imbuh Tuan Reno memotivasi Naura.
Naura nampak tercenung, sebenarnya ia malas untuk belajar lagi di bangku kuliah, namun mendengar jurusan yang akan ia ambil lebih banyak prakteknya daripada teori.
"Baiklah!" Aku akan berusaha Tuan Reno." Ucap Naura membuat Tuan Reno menghela nafasnya lega.
"Kapan kamu melayangkan surat gugatan cerai kepadanya?" Tanya Tuan Reno.
"Tunggu memar di wajahku menghilang dan aku juga harus bicara kepada kedua orangtuaku."
"Baiklah, kalau begitu kamu harus tinggal di sini sementara waktu dan aku akan menemanimu, sayang."
__ADS_1
"Bukankah apartemen ini menjadi tempat tinggal kamu dan Maya?"
"Rumah kami bukan di sini Naura. Dan ini apartemen aku waktu masih bujangan. Maya juga tidak mengetahui keberadaan apartemen ini karena aku tidak pernah cerita padanya.
"Apakah kamu sudah tahu kalau saat ini Maya telah hamil anak dari suamiku?" Apakah kamu sudah menceraikannya?"
"Hamil?" Bagaimana mungkin dia bisa hamil kalau dia sendiri adalah wanita mandul." Ucap Tuan Reno heran.
Degggg...
"Ya Allah, hanya karena tidak ingin berpisah dengan mas Dandy, wanita itu sampai tega berbohong kepadaku. Apakah mas Dandy mengetahui kemandulan Maya?" Batin Naura.
"Ada apa Naura?" Apakah suamimu sedang membohongi dirimu bahwa Maya hamil?" Tanya Tuan Reno yang sudah mengetahui semua pertengkaran Naura dan suaminya melalui mikrofon yang sudah ia sadap, namun untuk mencegah kecurigaan Naura kepadanya, mau tidak mau ia harus berpura-pura tidak tahu.
"Dia akan menikahi Maya setelah kamu ceraikan dan dia ingin aku harus terima di madu karena dia tidak ingin meninggalkan Maya demi aku." Ucap Naura.
"Aku memang sudah melayangkan gugatan cerai pada Maya tapi bukan karena dia hamil tapi karena perselingkuhannya.
Jika wanita punya seribu maaf untuk suaminya selingkuh tapi tidak dengan seorang suami yang sulit memaafkan istrinya jika mengetahui istrinya selingkuh.
...----------------...
Seminggu berlalu, Naura akhirnya memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai kepada suaminya ke pengadilan agama Jakarta Selatan.
Sambil menunggu proses perceraiannya, ia pun pulang kampung menemui kedua orangtuanya, di antar oleh Tuan Reno.
"Tuan Reno!" Aku mohon Tuan Reno tidak mengantarkan aku sampai rumahku karena tetanggaku akan mengira aku penyebab perceraian karena selingkuh denganmu." Ucap Naura.
"Terus aku tunggu kamu di mana Naura?" Aku ingin melihatmu selamat sampai tujuan."
"Tolong jangan kelas kepala Tuan Reno!" Aku mohon padamu, turuti semua permintaanku demi kebaikan aku." Untuk Naura.
"Baiklah!" Kalau begitu aku harus menghubungi taksi agar bisa mengantarkan kamu tiba di rumahmu dengan selamat dan aku akan menginap di hotel untuk menunggumu pulang ke Jakarta.
__ADS_1
Aku punya sesuatu untukmu Naura. Gunakan ini agar kita bisa saling komunikasi. Nomor aku sudah masuk di dalam ponselmu." Ucap Tuan Reno seraya menyerahkan ponsel baru yang ia sengaja belikan untuk Naura.
"Terimakasih Tuan Reno, anda banyak membantu saya dalam keadaan seperti ini, insya Allah saya akan membalas semua kebaikan anda, Tuan Reno.
"Yang saya butuhkan adalah cintamu Naura, bukan balasan yang lain." Batin Tuan Reno.
Naura yang tidak memiliki apapun yang dibawakan kecuali tas tangan yang dibelikan Tuan Reno kepadanya dan ponsel untuknya.
Pintu rumah itu diketuk perlahan oleh Naura dan ketika dibuka, Naura begitu kaget melihat suaminya sudah ada di rumahnya sambil bersimpuh di kaki ibunya.
"Apa-apaan kamu sudah ada di sini?" Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Naura dengan wajah menyalang.
Plakkkk... Tamparan keras mendarat lagi di pipinya yang baru sembuh itu dari sang ayah.
"Anak kurangajar, tidak tahu diri!" Tega-teganya kamu selingkuh dan sekarang meminta cerai pada suamimu?" Umpat pak Indarto.
Mata Naura membelo mendengar tuduhan ayahnya yang sudah dibalik faktanya oleh sang suami.
"Selingkuh..?" Aku selingkuh...?" Apakah tidak salah ayah menuduh aku selingkuh padahal menantu ayah yang so hebat dan terlihat Sholeh itu, yang telah selingkuh!" Teriak Naura kesal.
"Naura, sayang...!" Aku akan memaafkanmu karena aku tidak sanggup hidup tanpamu sayang..hiks..hiks!" Tuan Dandy sedang berakting di depan mertuanya agar Naura tidak bisa berkutik dengan alasan yang ia berikan kepada kedua orangtuanya.
"Ada apa denganmu Naura?" Kamu tidak bisa mendapatkan suami sebaik dan sesabar nak Dandy." Tanya ibunya yang makin membuat Naura tersudut.
"Ibu..?" Aku yang jadi korban disini?" Mengapa kalian membelanya?" Bantah Naura dengan suara parau.
"Tidak usah kamu beri banyak alasan untuk mengelabui kami dan memfitnah suamimu karena kesalahanmu. Sekarang juga kamu harus pulang dengan suamimu ke Jakarta!" Titah pak Indarto membuat hati Naura makin panas.
"Tidak ayah!" Jangan percaya kepadanya, aku telah dianiaya olehnya, bahkan sakitnya belum hilang sampai saat ini.
Dia tega mengusir aku dari rumah tanpa uang sepeserpun setelah ia menonjok wajahku hingga biru lebam." Ujar Naura sambil menangis.
"Jelas aja dia memukulmu, suami mana yang tahan mengetahui istrinya selingkuh!" Bentak ibunya membuat Naura ingin berteriak histeris.
__ADS_1
Tuan Dandy menarik sudut bibirnya dan tersenyum penuh kemenangan karena dia tidak rela menceraikan istrinya Naura yang sangat cantik itu untuk dimiliki oleh lelaki lain.